Surga Fanfic

Posts written by: Shan2

Episode 7# " Happy Birthday, Queen !!! " : Part 3
30 Oct 2007 


INT.
KAMPUS QUEEN, HALAMAN KAMPUS – SIANG



Terlihat Ten dan kedua pengawalnya sedang
berjalan meninggalkan empat sekawan.



 



TEN



Cari tahu apakah
malam ini akan ada pesta



di rumah Queen.
Kalau ada, segera undang seluruh



mahasiswa
universitas ini. Berikan apa saja yang



mereka mau, asalkan
mereka datang ke pesta Queen.



 



CUT TO :



 



INT.
RUMAH QUEEN, RUANG TAMU – SIANG



Terlihat ruang tamu seperti sedang di
renovasi. Para pembantu sibuk sana sini. Tapi yang kelihatan paling sibuk
adalah mama. Ia mondar mandir memperhatikan hiasan-hiasan dan mengatur sana
sini.



 



Jack berdiri di samping, bersandar di
dinding sambil memperhatikan mama. Jack tersenyum-senyum sendiri memperhatikan
mamanya.



 



Mama yang merasa diperhatikan, kini menatap
Jack dengan curiga, ia pun mendekati Jack.



 



MAMA



Kenapa senyum-senyum
sendiri ?



 



JACK



Mama sibuk sekali,
padahal ini kan bukan



pesta
sweetseventeen, jadi nggak usah



terlalu heboh.



 



MAMA



Lho, ini kan pesta
ulang tahun Queen, jadi



harus dipersiapkan
sebaik mungkin. Apalagi



ini adalah pesta
kejutan dan papa akan



datang sebagai
bintang tamunya.



 



JACK



Queen pasti senang
sekali.



 



MAMA



Queen pasti senang.
Mama paling suka lihat



senyum Queen. Malam
ini, adalah malam yang paling



mama nanti-nanti,
soalnya Queen pasti akan



memperlihatkan
senyum paling indahnya.



 



JACK



Queen memang manis
sekali kalau sedang tersenyum.



 



MAMA



( Senyum )



Tentu saja, Queen
kan mirip mama. ( Tiba-tiba



jadi serius ) Kamu
cepat hubungi teman-teman



Queen agar bisa
datang ke pesta kejutan sore ini.



 



JACK



Teman yang mana ?



 



MAMA



Semuanya. Di buku
tahunan sekolah Queen dulu kan



ada alamat dan nomor
teleponnya, sedangkan teman-



teman kampusnya,
kamu kan tahu.



 



JACK



( Berpikir sejenak )



Oke.



 



Kemudian Jack berjalan menuju kamarnya.
Sambil berjalan, Jack mengeluarka handphone dari kantong celananya dan
menelepon seseorang.



 



JACK



Halo, Ethan, aku
perlu bantuanmu sekarang.



 



CUT TO :



 



EXT.
TAMAN TERBUKA – SIANG



Terlihat empat sekawan sedang melukis di
taman, mereka kelihatan senang sekali, terutama Queen.



 



Sang guru datang menghampiri mereka dan
memperhatikan lukisan mereka dari belakang satu per satu.



 



Setelah mondar mandir beberapa kali,
akhirnya Papi berhenti di belakang Queen.



 



PAPI



( Melirik boneka
kucing besar yang diletakkan



di samping tempat
duduk Queen )



Kelihatannya hari
ini kamu senang sekali.



Sedang jatuh cinta,
ya ?



 



QUEEN



( Wajahnya memerah )



Jatuh cinta ?
Enggak, kok ! Hari ini aku ulang



tahun, guru.



 



PAPI



( Agak terkejut )



Oh, ya ? Hari ini
putriku juga ulang tahun. Berapa



Usiamu ?



 



QUEEN



18 tahun.



 



PAPI



( Senyum )



Kamu betul-betul
seumur dengan putriku.



Benar-benar kebetulan.



 



NU NU



Memangnya putri guru
sekarang ada di mana ?



 



PAPI



Seharusnya sekarang
dia ada di sanggar maminya.



 



DAN DAN



Sanggar ?



 



PAPI



Istri saya membuka
sanggar tari dan akting.



 



NU NU



Wah, hebat !



 



PAPI



( Senyum bangga )



Ya, karenanya
Phoenix setiap hari ke sana sepulang



Kuliah.



 



DAN DAN



Phoenix ?
Jangan-jangan dia itu mahasiswi jurusan



Musik, ya ? Adiknya
Condor itu ?



 



PAPI



Ya, Phoenix memang
jurusan musik. Condor



anak angkatku, jadi
bisa dibilang Phoenix adalah



adiknya. Apakah
kalian kenal ?



 



Empat sekawan saling melirik satu sama lain.



 



EMPAT SEKAWAN



( Berbarengan )



Enggak, kami nggak
kenal.



 



PAPI



Oh, sayang sekali.
Kapan-kapan, kalian boleh



Main ke rumah supaya
bisa berteman dengan putriku.



 



NU NU



Iya kalo nggak
dihalangi Condor.



 



PAPI



( Bingung )



Kenapa Condor harus
menghalangi ?



 



DAN DAN



( Menghela napas
panjang )



Condor itu aneh, dia
selalu bilang Queen mau



Menjahati adiknya.
Padahal kami nggak kenal



Phoenix. Bahkan
bicara dengannya saja nggak pernah.



 



PAPI



Oya ? Mungkin dia
salah paham. Condor anak yang



baik dan ramah,
biasanya dia tidak begitu. Kalau



begitu saya
mewakilinya minta maaf bila dia berbuat



kesalahan.



 



QUEEN



( Senyum )



Nggak pa pa, guru.
Mungkin cuma salah paham.



 



Papi tersenyum dan kembali mondar mandir.



 



PAPI



( Senyum )



Daritadi aku
bingung, mengapa tiga temanmu



itu menggambar kue
tart, sekarang aku baru



tahu alasannya.



 



Empat sekawan pun saling melirik satu sama
lain dan tertawa.



 



CUT TO :



 



INT.
BENGKEL KING, RUANGAN KING – SIANG MENJELANG SORE



Terlihat King sedang duduk di kursinya.
Sesaat kemudian, masuk Ace sambil tersenyum.



 



ACE



King, ayo kita
pulang !



 



KING



Ace, biasanya jam
segini kamu masih di studio.



 



ACE



Kamu lupa ? Hari ini
kita kan harus pulang cepat.



 



KING



( Menepuk pelan
keningnya )



Oh, iya. Untung kamu
ingatkan.



 



King segera beranjak dan beres-beres.
Kemudian, setelah selesai, mereka pun keluar ruangan.



 



INT.
BENGKEL KING, GARASI – SIANG MENJELANG SORE



Terlihat Machine dan Mulan sedang dalam
posisinya mengutak atik mobil, yaitu di bawah mobil.



 



King dan Ace berjalan menuju pintu keluar.
Tiba-tiba King menghentikan langkahnya.



 



KING



Ace …



 



ACE



( Menoleh )



Kenapa ?



 



KING



Bukankah kita
seharusnya membeli kado ?



 



ACE



( Senyum )



Aku sudah beli. (
Menunjuk ke ara bungkusan yang



diletakkan di kursi
samping garasi ) Tuh !



 



KING



Tapi, aku belum.



 



ACE



Hm, baiklah, kalau
begitu kita beli dulu saja.



 



Tiba-tiba Machine sudah berada di depan King
dan Ace.



 



MACHINE



Kado untuk siapa ?



 



ACE



Tadi kan aku sudah
bilang padamu, hari ini



Queen ulang tahun.



 



Machine terlihat shock, sedangkan Mulan
langsung buru-buru berdiri di sebelah Machine dan memberikan isyarat-isyarat
mimik wajah kepada Ace.



 



Ace tertawa, sedangkan King malah jadi
bingung.



 



KING



Kalian kenapa ?



 



ACE



( Tertawa keras )



Kalian jangan
khawatir, King sudah tau.



 



Machine dan Mulan langsung menatap King,
menunggu-nunggu apa yang akan terjadi.



 



KING



( Tersenyum )



Oh, itu ? Ya, aku
sudah tahu Ace berkepribadian



ganda.



 



MACHINE



( Masih shock )



Berarti Queen
betul-betul memberitahumu ?



Wah, dia berani
sekali !



 



MULAN



Aku kagum, aku mau
jadi saudaranya.



 



KING



( Tersenyum tipis )



Aku juga kagum
dengan keberaniannya. Hari ini



aku akan memberikan
hadiah kepadanya sebagai



hadiah ulang tahun
sekaligus rasa terima kasih



karena telah
memberitahu masalah Ace padaku.



 



MACHINE



( Langsung menatap
Ace curiga )



Lalu, sekarang kamu
ini Love atau Spade ?



 



ACE



( Senyum )



Aku Love.



 



MULAN



Lho, kamu belum
sembuh ?



 



ACE



( Menghela napas )



Tidak bisa secepat
itu. Spade masih tidak mau



menghilang. Aku
masih harus menyesuaikan diri.



 



KING



( Menepuk pundak Ace
)



Tidak apa-apa, aku
akan selalu mendukungmu.



 



ACE



( Senyum, kepada
Machine dan Mulan )



Sekarang kami akan
pergi membeli hadiah



dan membantu di
rumah. Kalau kalian sudah



selesai, kalian
menyusul saja.



 



MACHINE



Tapi, apakah kami
diundang ?



 



MULAN



Iya, Queen saja
tidak meminta kami datang.



 



KING



Ini pesta kejutan,
bahkan Queen tidak tahu kalau



ulang tahunnya
dirayakan.



 



MACHINE



Oh, kalau begitu
kami pasti datang !



 



CUT TO :


Shan2 · 144 views · 0 comments
Categories: Episode 7#, Part 3
Episode 7# " Happy Birthday, Queen !!! " : Part 4
30 Oct 2007 


INT.
RUMAH QUEEN, RUANG TAMU – SORE



Ruang tamu sudah kelihatan rapi. Semua
hiasan yang dipersiapkan sudah selesai dipasang.



 



Mama berdiri di tengah-tengah sambil melihat
ke sekeliling ruangan.



 



MAMA



( Bicara sendiri )



Tamu sudah, makanan
sudah, hiasan sudah,



hadiah, sudah.



 



Jack datang menghampiri mama sambil
tersenyum.



 



JACK



Bagaimana ? Sudah
selesai ?



 



MAMA



Jack, bukankah kamu
harus menjemput Queen ?



 



JACK



Iya, sekarang mau
berangkat. Oke, aku pergi dulu, ma.



 



Jack pun berjalan menuju pintu keluar,
kemudian terdengar suara motor digas, pagar terbuka dan perlahan-lahan suara
motor itu hilang.



 



Sepeninggalan Jack, mama masih memeriksa
hiasan ruangan satu persatu, apakah ada yang kurang. Saat itulah King dan Ace
datang.



 



MAMA



( Senyum )



Kalian sudah pulang
?



 



KING



Ya, kami mau
membantu kalau ada yang bisa kami



bantu.



 



CUT TO :



 



EXT.
TAMAN TERBUKA - SORE



Queen terlihat sedang menunggu seorang diri
di pinggir taman. Padahal biasanya, walaupun ia akan dijemput Jack, ketiga
temannya pasti akan menemaninya sampai Jack datang. Tapi kali ini tidak. Entah
kenapa setelah mereka mendapat telepon aneh yang entah dari siapa, karena
mereka tidak mau bilang, mereka langsung izin pulang.



 



Queen sempat kesal, tapi apa boleh buat,
meski kesalpun percuma. Ia cuma bisa menenteng boneka besar pemberian Ten
berserta buku-buku dan perlengkapan melukisnya yang cukup banyak.



 



Sambil menunggu, Queen mondar mandir di
pinggir taman, sedangkan barang bawaannya diletakkan di sebelah kakinya.



 



Saat itu, handphone Queen berbunyi. Gadis
itu segera mengeluarkan handphonenya dari kantung celananya dan melihat tulisan
dalam layar. Ternyata papa 2 yang menelepon. Queen senang setengah mati.



 



QUEEN



( Buru-buru
mengangkat telepon )



Halo, papa ! Papa
sekarang di mana ?



 



PAPA 2 ( O.S. )



( Suaranya serak )



Queen, papa cuma mau
bilang … happy birthday.



Papa minta maaf, papa
tidak bisa datang menemuimu.



 



QUEEN



Kenapa ? Kenapa papa
nggak bisa datang ?



 



PAPA ( O.S. )



( Suaranya memelas )



Maafkan papa, Queen



 



Tut … telepon terputus.



 



QUEEN



( Berteriak, hampir
menangis )



Pa ! Papa !



 



Queen masih memperhatikan handphonenya beberapa
lama, berharap papa akan menelepon lagi, berharap yang tadi hanyalah kesalahan
jaringan, berharap yang tadi bukanlah papa.



 



Tapi handphonenya tak kunjung menerima
panggilan. Queen berjongkok dan menangis sendirian. Saat itulah Jack datang
dengan motornya.



 



Ketika mleihat Queen, Jack segera
memarkirkan motornya di sekitar sana dan berlari menghampiri Queen.



 



JACK



Queen, kamu kenapa ?
Siapa yang menjahatimu ?



 



QUEEN



 ( Segera berdiri dan memeluk Jack )



Papa, kak ! Papa
barusan menelepon dan bilang



kalau dia nggak bisa
datang.



 



JACK



( Menghela napas,
membelai Queen dengan lembut )



Jangan sedih, ya. Mungkin
papa memang nggak bisa



Datang hari ini,
tapi …siapa tahu besok dia bisa datang.



 



QUEEN



( Masih menangis )



Sejak aku kecil,
papa nggak pernah ada di rumah.



Papa sama sekali
nggak pernah merayakan ulang



tahunku. Sekalipun
nggak pernah.



 



CUT TO :



 



INT.
RUMAH QUEEN, RUANG TAMU – SORE



Terlihat mama sedang berdiri di dekat
jendela. Di samping mama ada tangga tinggi dan di atasnya ada King.



 



MAMA



Iya, betul ! Ke
kanan sedikit.



 



Di belakang mereka para pembantu plus Ace
sedang menghidangkan makanan.



 



Beberapa saat kemudian, telepon rumah
berdering, salah seorang pembantu mengangkatnya.



 



Tak berapa lama kemudian, pembantu itu
menghampiri mama.



 



PEMBANTU



Nyonya, ada telepon
dari tuan.



 



MAMA



( Senyum )



Iya, makasih. (
Kepada King ) King, mama mau



terima telepon dulu
( Kepada Ace ) Ace, bisa tolong



atur di sini dulu ?



 



ACE



( Senyum )



Oke.



 



Mama pun berjalan menuju telepon.



 



MAMA



Halo …



 



PAPA ( O.S. )



( Suaranya serak )



Halo, ma …



 



INT.
KAMAR HOTEL – SORE



Terlihat papa sedang duduk di sebuah ranjang
hotel, di atas ranjang penuh dengan botol minuman kosong. Suasana kamar sangat
berantakan. Papa kelihatan stress. Tangan kirinya memegang gagang telepon,
sedangkan tangan kanannya memegang sebuah pistol.



 



MAMA ( O.S. )



Papa di mana ?
Pestanya sudah mau dimulai.



 



PAPA



( Matanya basah )



Ma, aku nggak bisa
datang.



 



MAMA



Apa maksudnya ? Kamu
kan sudah janji.



 



PAPA



( Memukul-mukul
kepalanya )



Maafkan aku, ma.
Dulu aku pernah berjanji akan



membahagiakanmu,
sekarang aku sudah hancur.



Bahkan aku tidak
berani menemuimu. Maafkan aku,



ma. Aku sudah
berusaha sekuat tenaga, tapi aku



tetap gagal.



 



MAMA ( O.S. )



Pa, bicaranya jelas
sedikit, ada apa sebenarnya ?



 



PAPA



Maafkan aku, aku
malu bertemu kalian. Lebih baik



aku mati.



 



INT.
RUMAH QUEEN, RUANG TAMU – SORE



Terlihat mama sedang duduk sambil memegang
gagang telepon.



 



MAMA



Halo, pa. Jangan
bicara sembarangan. Setiap



masalah pasti ada
jalan keluarnya. Kita kan



bisa diskusikan
bersama.



 



Tut … terdengar suara telepon terputus.



 



MAMA



( Berteriak )



Halo ? Halo !



 



Mama terlihat cemas, ia segera meletakkan
gagang telepon dan kemudian mengangkatnya lagi, menekan nomor-nomor tertentu
sambil menggigit bibir bawahnya.



 



King dan Ace menoleh, mereka tahu ada yang
sedang tidak beres. Mereka pun menghampiri mama.



 



Mama masih terlihat cemas, telepon yang
ditujunya tidak bisa menyambung, ia terus mencoba berkali-kali.



 



KING



Apa yang terjadi ?



 



MAMA



( Cemas )



Papanya Queen …
sepertinya dia ada masalah.



Dia tidak pernah
seperti ini, kalau ada masalah,



dia pasti akan
cerita padaku. Tapi, kali ini lain.



Firasatku sangat
buruk, aku takut sesuatu terjadi



padanya.



 



ACE



Kenapa tidak telepon
ponselnya saja ?



 



MAMA



Sudah, tapi tidak
bisa, ponselnya tidak aktif.



 



Beberapa saat kemudian, telepon menyambung.



 



MAMA



Halo, Jonny, bosmu
mana ? Aku mau bicara.



 



JONNY ( O.S. )



Nyonya, kami juga
sedang mencari tuan



besar. Sudah
beberapa hari dia tidak pulang.



 



MAMA



Apa ? Kenapa kamu
tidak bilang ?



 



JONNY ( O.S. )



Maafkan saya,
nyonya. Belakangan ini tuan memang



sering tidak pulang,
tapi beberapa lama sekali beliau



akan pulang. Saya
pikir tuan akan pulang seperti biasa.



Biasa tuan pulang
seminggu sekali, tapi kali ini sudah



dua minggu tuan
tidak pulang.



 



MAMA



Siapkan mobil,
jemput saya di bandara, saya akan



berangkat ke sana
sekarang.



 



JONNY ( O.S. )



Baik nyonya.



 



Mama menutup telepon dan segera beranjak
dari tempat duduknya serta memerintahkan para pelayan agar menyiapkan
barang-barangnya.



 



MAMA



( Kepada King dan
Ace )



Mama harus pergi, di
sini tolong kalian tangani.



 



ACE



Tapi, sebentar lagi
Queen pulang.



 



MAMA



Tolong sampaikan
maaf mama pada Queen. Mama



takut papanya Queen
bertindak bodoh, sudah dua



minggu dia tidak
pulang, dia pasti ada masalah.



 



Sesaat kemudian, para pelayan sudah selesai
mengerjakan tugasnya, mobil sudah disiapkan, koper sudah diangkut. Mama
berjalan menuju pintu keluar.



 



MAMA



( Hampir menangis )



Queen pasti sedih
papanya tidak bisa datang, apalagi



Kalau mama juga
pergi. Jadi, tolong kalian buat dia



bahagia. Mama mohon.



 



KING



Tenang saja, ma.
Serahkan saja pada kami.



 



MAMA



( Air matanya
langsung menetes )



Kamu panggil aku apa
? Mama ?



 



ACE



( Senyum )



Mama memang mama
kami, sudah sepantasnya



kami memanggilmu
mama.



 



Mama segera memeluk King dan Ace. Kemudian
berjalan pergi. Sepeninggalan mama, King dan Ace masih terpaku menatap
kepergian mama.



 



KING



Entah kenapa hari
ini aku bahagia sekali.



 



ACE



( Menghela napas )



Aku juga, aku merasa
lega, seakan-akan bebanku



bertahun-tahun
hilang begitu saja.



 



KING



Kalau tahu begini,
aku akan lebih awal mengakuinya



sebagai mama.



 



ACE



( Menatap King
curiga )



Lalu, kenapa
sekarang kamu mau mengakuinya ?



 



KING



( Menoleh sambil
tersenyum )



Karena kata-kata
Queen kemarin.



 



ACE



Aku jadi penasaran,
apa saja yang Queen katakan



kemarin padamu.



 



KING



Kau tidak akan
pernah tahu.



 



Beberapa saat kemudian, Cici yang sejak pagi
mengurung diri di kamar karena tidak mau campur tangan mengenai pesta kejutan
untuk Queen tiba-tiba datang menghampiri King. Dan seperti biasanya, Nut
mengikuti dari belakang.



 



CICI



( Senyum )



King, kamu sedang
apa ? Apa perlu bantuan ?



 



CUT TO :


Shan2 · 129 views · 0 comments
Categories: Episode 7#, Part 4
Episode 7# " Happy Birthday, Queen !!! " : Part 5
30 Oct 2007 


INT.
RUMAH PHOENIX, HALAMAN RUMAH – SORE



Terlihat Phoenix, Tweety, Swallow dan Condor
sedang berdiri sambil berbincang-bincang.



 



TWEETY



( Memperhatikan
Phoenix dari atas sampai bawah )



Wah, Phoenix ! Kamu
cantik sekali !



 



SWALLOW



Iya, gaunmu bagus
sekali.



 



CONDOR



Phoenix memang
cantik, jadi pakai apa pun



tetap cantik.



 



Sesaat kemudian, kedua mami datang.



 



MAMI 2



( Senyum )



Tweety, Swallow, ayo
masuk saja ke dalam.



 



TWEETY DAN SWALLOW



( Senyum )



Iya, tante.



 



MAMI 1



Phoenix,
teman-temanmu yang lain ke mana ?



Kok belum pada
datang ?



 



TWEETY



Aku sudah
menyebarkan undangannya, kok tante.



Mereka pasti datang.
Mereka kan sudah janji.



 



SWALLOW



Iya, mungkin mereka
belum ketemu rumah Phoenix,



jadi agak terlambat.



 



MAMI 1



( Terlihat cemas )



Tapi ini kan sudah
jam 7, sedangkan acaranya



seharusnya mulai jam
6. Kalau begini makanannya



bisa dingin.



 



Phoenix kelihatan kecewa, Tweety dan Swallow
bingung, tak tahu lagi harus bicara apa.



 



CUT TO :



 



INT.
RUMAH QUEEN, RUANG TAMU – MALAM



Terlihat ruang tamu gelap gulita, terdengar
suara-suara bisikan. Beberapa saat kemudian terdengar suara motor.



 



SEBUAH SUARA



Queen sudah datang !



 



SUARA LAIN



Sssttt ……



 



INT.
RUMAH QUEEN, HALAMAN DEPAN RUMAH – MALAM



Terlihat Queen turun dari motor, wajahnya
amsih terlihat sedih, meskipun tadi Jack sempat mengajaknya jalan-jalan
sebentar untuk menenangkan pikirannya.



 



Dengan menenteng boneka besar pemberian Ten,
Queen masuk ke dalam rumah. Jack mengikuti dari belakang dengan membawakan
barang bawaan Queen yang lain.



 



INT.
RUMAH QUEEN, RUANG TAMU – MALAM



Terlihat Queen berjalan sambil meraba-raba
dinding, mencari saklar lampu ruang tamu.



 



QUEEN



Memangnya orang
rumah pada ke mana ?



Kok sudah malam tapi
lampunya tidak dinyalakan ?



 



Sesaat kemudian, ( tangan ) Queen menemukan
saklar dan menekannya. Seketika lampu menyala. Dan seketika itu juga, suara
tiupan terompet, balon yang pecah dan semprotan glitter menghampiri Queen.



 



TEMAN-TEMAN



( Serentak )



Happy Birthday,
Queen !



 



Queen kelihatan terkejut sekali. Meskipun
tadinya suasana hatinya sedang buruk, tapi ketika melihat semua temannya berada
di rumahnya dan memberinya kejutan, Queen tak bisa lagi membendung
kebahagiannya.



 



Dan Dan, Nu Nu dan Mie Mie segera menarik
Queen ke tengah-tengah ruangan. Queen melihat ke sekeliling ruangan, ruangan
tamu itu dihias sedemikian cantiknya.



 



TEMAN-TEMAN



( Menyanyikan lagu
sambil bertepuk tangan )



Happy Birthday to
you, happy birthday to you,



Happy birthday to
Queen, happy birthday to you.



 



Dia antara teman-teman itu juga terdapat
Jack, Cici, Nut, Machine, Mulan, King, Ace, Ethan, Dan Dan, Nu Nu dan Mie Mie.
Mereka tertawa sambil bertepuk tangan.



 



Setelah menyanyikan lagu happy birthday, Nu
Nu menyalakan lilin dan memulai lagu tiup lilinnya. Dan mereka pun bernyanyi
bersama-sama.



 



Queen tersenyum melihat seluruh temannya.
Saat akan meniup lilinnya, Dan Dan menghentikan Queen.



 



DAN DAN



Tunggu, kamu harus
buat permohonan dulu.



 



Queen tersenyum, kemudian menutup matanya.



 



QUEEN ( V.O. )



Permintaan pertama,
semoga mama dan papa



bahagia. Permintaan
kedua, semoga Kak Cici dan



Jack bahagia.
Permintaan ketiga, semoga King dan



Ace bahagia.



 



Setelah selesai, Queen membuka mata dan
segera meniup lilinnya. Diiringi tepuk tangan teman-teman.



 



NU NU



Aku tahu, Queen
pasti memohon supaya



Cowok yang suka
kucing juga suka padanya.



 



Seketika, suasana yang tadinya ramai menjadi
tenang.



 



DAN DAN



Sssttt …



 



NU NU



Ups !



 



SALAH SEORANG TEMAN



Wah, rupanya Queen
sudah punya pacar !



Selamat, ya !



 



Kemudian teman-teman yang lain ikut
memberikan selamat. Wajah Queen pun memerah. Untuk mengalihkan pembicaraan, Dan
Dan segera mengambil alih acara.



 



DAN DAN



Sudah, Sudah !
Sekarang, lebih baik kita



potong kuenya.



 



Mereka pun menyanyikan lagu potong kuenya
bersama-sama. Queen mengambil pisau yang sudah disediakan dan memotong kue
ulang tahunnya. Kemudian potongan kue itu diletakkan di sebuah piring kertas
kecil yang cantik.



 



NU NU



Hayo, potongan
pertama diberikan kepada siapa ?



 



QUEEN



( Senyum )



Tentu saja mama.



 



Queen segera mencari mama dan baru menyadari
kalau sejak tadi mama tidak ada bersama mereka.



 



QUEEN



Mama mana ?



 



Tak ada jawaban. Semua teman saling melirik
satu sama lain. Tak ada yang tahu. Hanya King dan Ace yang tahu jawabannya.



 



KING



Mama pergi. Katanya
papamu ada masalah,



jadi mama
menyusulnya ke sana.



 



QUEEN



( Kelihatan shock,
matanya langsung berkaca-kaca )



Apa ? Mama pergi ?
Bukankah mama janji tidak akan



pergi ? Mama kan
bilang akan menemaniku hari ini.



Kenapa mama pergi ?



 



Seketika itu juga, suasana menjadi hening.
Tak terasa, air mata Queen sudah mengalir deras. Queen meletakkan piring berisi
kue itu di atas meja dan segera berlari ke kamarnya.



 



Jack mengejar Queen dari belakang.
Teman-teman yang lain hanya menonton dari samping apa yang sedang terjadi.



 



Beberapa saat kemudian, terdengar
suara-suara bising dari luar rumah, semua orang segera keluar untuk melihat apa
yang terjadi.



 



Ternyata kembang api sedang diluncurkan. Tak
lama kemudian Ten dan kedua pengawalnya datang dan mencari Queen.



 



TEN



Queen mana ?



 



NU NU



Kelihatannya kamu
datang di saat yang



nggak tepat.



 



INT.
RUMAH QUEEN, DEPAN KAMAR QUEEN – MALAM



Terlihat Jack sedang mengetuk pintu kamar
Queen.



 



JACK



Queen, buka
pintunya. Queen …



Mungkin papa memang
ada masalah.



 



QUEEN ( O.S. )



Aku nggak mau denger
! Nggak mau denger !



 



Jack menghela napas, kemudian mengeluarkan
handphonenya dan menelepon mama.



 



JACK



Halo, mama di mana ?
Kenapa mama tiba-tiba



pergi ? Queen sedih,
sekarang dia mengunci diri



di kamar.



 



MAMA ( O.S. )



Papa ada masalah,
Jack. Mama janji, kalau masalahnya



Sudah selesai, malam
ini juga mama akan pulang.



 



CUT TO :



 



INT.
RUMAH PHOENIX, RUANG TAMU – MALAM



Terlihat Phoenix, Tweety, Swallow, Condor,
Papi, Mami 1 dan Mami 2 sedang menyanyikan lagu happy birthday bersama-sama
sambil bertepuk tangan.



 



Tak ada satupun teman Phoenix selain Tweety
dan Swallow yang datang.



 



CUT TO :



 



INT.
RUMAH QUEEN, DEPAN KAMAR QUEEN – MALAM



Suasana sunyi, sepi dan gelap. Terlihat King
berjalan menuju kamar Queen dan berhenti di depannya. Kemudian meletakkan
sesuatu di depan pintu kamar Queen. Setelah itu ia pergi.



 



Tak lama kemudian, Ace keluar dari kamarnya
dan berjalan menuju kamar Queen. Ia melihat kado Queen di depan pintu kamar
Queen dan tersenyum. Kemudian meletakkan kado milikknya di samping kado King.
Dan kemudian Ace pun pergi.



 



Close
up
kado King dan Ace. Di
atas kedua kotak itu bertulisan “ Happy Birthday, Queen ! “.



 



Frame berhenti. Muncul tulisan dari samping “ BERSAMBUNG “.



 



FADE OUT TO :


Shan2 · 614 views · 4 comments
Categories: Episode 7#, Part 5
Episode 8# " Habis Terang, Gelap Melanda " : Part 1
17 Dec 2007 


INT.
RUMAH QUEEN, DEPAN KAMAR QUEEN – MALAM



Suasana sunyi, sepi dan gelap. Terlihat King
berjalan menuju kamar Queen dan berhenti di depannya. Kemudian meletakkan
sesuatu di depan pintu kamar Queen. Setelah itu ia pergi.






Tak lama kemudian, Ace keluar dari kamarnya
dan berjalan menuju kamar Queen. Ia melihat kado Queen di depan pintu kamar
Queen dan tersenyum. Kemudian meletakkan kado milikknya di samping kado King.
Dan kemudian Ace pun pergi.






Close
up
kado King dan Ace. Di
atas kedua kotak itu bertulisan “ Happy Birthday, Queen ! “.






Muncul tulisan dari samping “ 8# HABIS TERANG, GELAP MELANDA “.






Beberapa saat kemudian, pintu kamar Queen
terbuka, kado King dan Ace yang tadinya bersandar di depan pintu menjadi jatuh
ke lantai.






Queen menundukkan kepalanya, melihat dua
buah kotak yang ada di depannya. Kemudian ia berjongkok dan mengambil kedua
kotak itu.






Mata Queen terlihat bengkak, mungkin akibat
menangis sejak pesta berakhir tadi. Queen masih mengenakan pakaian yang tadi ia
kenakan. Mungkin ia sedang tidak ada mood mandi saking sedihnya.






Setelah itu membawa masuk kedua kotak itu ke
dalam kamarnya.






INT.
RUMAH QUEEN, KAMAR QUEEN – MALAM



Terlihat Queen sedang duduk di atas
ranjangnya. Di depannya, dua buah kotak besar diletakkan.






Queen meraih salah satu kotak, yaitu kotak
pemberian Ace. Kemudian ia pun membukanya.






Kotak itu berisi sebuah album foto dan
sebuah amplop berisi
surat. Queen lebih dulu membuka amplop suratnya
dan membacanya.






ACE ( V.O. )



“ Happy Birthday,
Queen ! Awalnya aku tidak



tahu kamu ulangtahun
hari ini. Untung saja



mama memberitahuku
dan King. Jadi, aku



masih sempat
mempersiapkan hadiah ini



untukmu. Sebenarnya
sudah lama aku



menginginkan
keluarga ini menjadi satu,



tidak terpisah lagi.
Dan sudah cukup lama



juga aku diam-diam
memotret kalian, terutama



mama dan kamu.
Karena itu, aku kumpulkan



foto-foto hasil
jepretanku dan kujadikan



satu album untuk
kenang-kenangan, semoga



kamu suka. Aku harap
keluarga kita bisa seperti



album ini, terkumpul
dalam satu album.



Tadinya aku mau
mengucapkan langsung kata-kata



ini padamu, tapi
berhubung hari ini kamu



sedih karena mama
dan papamu, aku



menuangkannya dalam
tulisan. Aku hanya ingin



kamu tahu, meski
kita tidak besar bersama



dan meski kita baru
mengenal beberapa lama,



tapi aku benar-benar
menyayangimu. Dan



meski kamu sedih
karena mama dan papamu



tidak ada di
sampingmu, aku hanya ingin



kamu tahu bahwa aku
akan selalu ada untukmu.



Jadi, meski mama dan
papamu tidak bisa hadir,



aku harap
kehadiranku bisa mengurangi



sedikit kesedihanmu.
Aku juga harus berterima



kasih padamu karena
telah memberitahu



King, dengan begitu
sekarang King bisa



menerimaku. Dan yang
paling menggembirakan,



King juga sudah
menerima mama. Bahkan tadi



sore kami
memanggilnya dengan sebutan “ Mama “.



Saat aku tanya
kenapa King mau berubah, King



bilang kamulah
alasannya. Aku benar-benar



kagum padamu. Bahkan
aku yang sudah hidup sekian



lama bersama King
tidak bisa mengubahnya.



Aku harap setelah
mengetahui kabar gembira



ini kamu tidak sedih
lagi. Meski sekarang Spade



belum menghilang
dari diriku, tapi aku benar-benar



berharap Spade tidak
pernah muncul lagi, agar



setiap aku bertemu
denganmu aku menjadi



Ace yang normal,
atau setidaknya menjadi



Love agar bisa
membuatmu bahagia. Aku sangat



berharap kamu
bahagia. Bagiku … senyummu lebih



berharga dari apapun
juga. Jadi, teruslah tersenyum,



demi aku, demi semua
orang yang kamu cintai,



dan demi dirimu
sendiri. With Love … Ace … “






Queen tersenyum tipis setelah membaca surat Ace.






QUEEN ( V.O. )



Terima kasih, Ace. Setelah
membaca suratmu,



perasaanku jadi
lebih nyaman sekarang.






Setelah meletakkan surat Ace, Queen mengambil album foto yang ada
dalam kotak dan melihat foto-foto di dalamnya satu per satu.






Setiap ia melihat selembar foto, Queen akan
tertawa. Foto-foto yang diambil Ace sangat bagus dan di moment yang tepat.






Di antaranya ada foto-foto Queen saat ia
tidur, Queen mengerutkan keningnya.






QUEEN ( V.O. )



Kapan Ace memotretku
? Kok aku tidak tahu ?






Lalu juga ada foto Jack sewaktu mencuci
mobil, sewaktu Jack marah-marah, sewaktu King mengutak atik mobil, sewaktu Cici
memasak, sewaktu Nut makan, sewaktu mama membaca koran, sewaktu mamam duduk di
taman dan masih banyak foto-foto lucu lainnya. Yang aneh, di dalam album itu
sama sekali tidak ada foto Ace.






Queen tersenyum lebar. Ia seperti
mendapatkan sebuah ide brilian.






QUEEN ( V.O. )



Baiklah, Ace. Besok
aku akan membeli



sebuah Kamera,
kemudian aku akan diam-



diam memotretmu.






Setelah puas melihat album, kini Queen
membuka kotak yang kedua, yaitu kotak pemberian King.






Jantung Queen berdebar kencang saat satu
persatu jarinya melucuti bungkus kotak itu.






QUEEN ( V.O. )



Aku benar-benar
tidak menyangka King



akan memberikanku
kado. Kalau Ace … aku



memang lumayan dekat
dengannya. Tapi



dengan King … kami
memang pernah berbicara



lumayan panjang. Tapi
… itu
kan dengan suasana



penuh emosi. Aku malah
sempat berpikir King



akan membenciku atau
menganggapku sok tahu.



Aku benar-benar penasaran
kado apa yang akan



King berikan padaku.






Kini seluruh bungkus sudah ditanggalkan,
hanya tinggal membuka kotak. Perlahan-lahan Queen membuka kotak itu, setelah
sebelumnya ia menarik napas panjang.






Kotak sebesar itu, ternyata kopong. Yang ada
hanya sebuah kartu kredit dan selembar
surat. Queen mengerutkan keningnya. Kemudian ia
mengambil suratnya terlebih dahulu dan membacanya dalam hati.






KING ( V.O. )



Aku tidak pandai
berkata-kata dan jujur saja,



Ini adalah surat pertama yang kutulis sendiri.



Aku tidak tahu
bagaimana harus menyampaikannya



dengan baik, tapi
yang aku tahu, aku hanya ingin



mengucapkan selamat
ulang tahun padamu.



Aku juga mau
mengucapkan terima kasih atas



kata-katamu kemarin.
Setelah mendengar kata-



katamu, aku banyak
berpikir dan menyadari



banyak hal. Aku mau
memberi hadiah yang kamu



suka, tapi aku tidak
tahu apa yang kamu suka.



Terlebih lagi, aku
tidak tahu benda apa yang



biasanya disukai perempuan.
Jadi, aku berikan



kartu kredit ini
padamu. Kamu bisa memakainya



sepuasmu. Aku yang
akan membayar tagihannya.



Dengan begitu kamu
bisa memilih benda



yang kamu suka sebagai
hadiah. Sekian,



semoga kamu
mendapatkan apa yang kamu



inginkan. King.






Queen tersenyum setelah membaca surat King.






QUEEN ( V.O. )



King tidak tahu apa
yang kusuka ? Padahal



apa yang kusuka sama
dengan yang



disukainya, yaitu
kucing.






Setelah meletakkan kembali kedua kado itu ke
dalam kotaknya, Queen berpikir sejenak.






QUEEN ( V.O. )



Semua orang
mendoakanku, jadi sudah



seharusnya aku
mendoakan mereka juga.






Queen beranjak dari tempat tidurnya dan
keluar dari kamar.






CUT TO :






INT.
RUMAH QUEEN, TERAS HALAMAN BELAKANG – MALAM



Terlihat Queen sedang menyalakan puluhan
lilin berwarna putih. Masing-masing lilin beralaskan sebuah amplop putih dan
kecil. Setiap amplop bertulisan nama yang berbeda-beda, ada mama, papa, Jack,
Cici, Nu Nu, Dan Dan, Mie Mie, King, Ace, Nut dan bahkan para pelayan juga
punya amplopnya sendiri-sendiri.






Lilin beserta amplopnya disusun berbaris di
lantai teras. Setelah semua lilin menyala, Queen melipat tangannya dan berdoa.






QUEEN ( V.O. )



Semoga semua doaku
terkabul.






Kemudian, Queen beranjak dan kembali ke
kamarnya. Beberapa menit setelah Queen pergi, salah satu lilin jatuh dan
mengenai amplop yang ada di bawahnya. Lilin tadi berguling sehingga kertas yang
terbakar tadi terbang masuk ke dalam rumah dan mengenai gorden rumah. Api mulai
menjalar.






INTERCUT :






INT.
KAMAR HOTEL – DINI HARI



Terlihat papa sedang duduk di atas ranjang
sambil menodongkan pistol ke kepalanya sendiri. Wajahnya penuh keringat dan air
mata, ia terlihat sangat stress.






INT.
RUMAH PAPA, RUANG TAMU – DINI HARI



Mama terlihat mondar mandir. Beberapa saat
kemudian datang seorang pelayan.






PELAYAN



Nyonya, tuan masih
tidak bisa ditemukan.






MAMA



Cari terus !






PELAYAN



Nyonya, tadi waktu
nyonya pergi, tuan muda



Jack menelepon.






MAMA ( V.O. )



Queen … dia pasti
sedih sekali.






Mama terlihat cemas, bingung bercampur
khawatir.






MAMA



( Setelah berpikir
sejenak )



Siapkan mobil,
sekarang juga saya akan pulang



ke Indonesia.






PELAYAN



Tapi, nyonya, belum
tentu sekarang ada jadwal



penerbangan.






MAMA



Cari, penerbangan
apa saja. Kapal laut atau apa



pun tidak apa-apa.
Pokoknya saya akan pulang



sekarang.






INT.
KAMAR HOTEL – DINI HARI



Terlihat papa masih menodongkan pistol ke
kepalanya. Kemudian ia menutup mata dan menarik pelatuknya.






DOR !!!






Darah bercucuran di mana-mana.






EXT.
JALAN TERBUKA – DINI HARI



Terlihat sebuah mobil mewah meluncur dengan
kecepatan tinggi.






INT.
JALAN TERBUKA, MOBIL MAMA – DINI HARI



Mama terlihat stress memikirkan papa dan
Queen. Saat menyetir, meski pandangannya ke depan, tapi pikirannya tidak fokus.
Ia terus memikirkan Queen.






Tiba-tiba dari arah kanan masuk sebuah truk
besar, namun mama tidak menyadarinya, sehingga mobil mama menabrak truk besar
itu.






INT.
KAMAR HOTEL – DINI HARI



Berawal dari percikan-percikan darah di
dinding, belakangan terlihat papa terbaring di lantai. Kepalanya bercucuran
darah. Tangan kanannya msih memegang pistol.






INT.
JALAN TERBUKA – DINI HARI



Terlihat mobil mama dalam keadaan hancur.
Mama masih di dalam, kepalanya mengalami pendarahan hebat akibat benturan yang
keras.






INT.
RUMAH QUEEN, DEPAN KAMAR QUEEN – DINI HARI



Terlihat asap memenuhi ruangan, belasan
pelayan berlari ke
sana ke mari. King dan Ace pun sudah keluar dari
kamar mereka, begitu juga Nut dan Cici. Sedangkan Jack sibuk mengetuk pintu
kamar Queen.






JACK



Queen ! Buka pintu,
Queen ! Kita harus



segera pergi !






Tak ada jawaban. Suasana makin panas, semua
orang panik.






INT.
RUMAH QUEEN, KAMAR QUEEN – DINI HARI



Terlihat Queen sedang tertidur lelap di atas
tempat tidurnya. Mungkin karena tidur terlalu lelap, Queen tidak mendengar
teriakan Jack.






INT.
RUMAH QUEEN, DEPAN KAMAR QUEEN – DINI HARI



Terlihat King menghampiri Jack yang masih
terus mengetuk pintu.






KING



Queen belum keluar
juga ?






JACK



Mungkin dia tidur
terlalu nyenyak.






KING



Biar aku dobrak.






Jack pun minggir dan membiarkan King
mendobrak pintu. Pintu terbuka, Jack dan King menyerbu masuk. Jack segera
membangunkan Queen. Queen bangun, namun masih belum sadar kalau rumahnya sudah
terbakar.






QUEEN



( Masih setengah
tidur )



Ada apa ?






KING



Tidak ada waktu
lagi.






King segera menggendong Queen keluar kamar.






INT.
RUMAH QUEEN, DEPAN KAMAR QUEEN – DINI HARI



Terlihat asap makin tebal, api sudah
menjalar ke mana-mana. Ace sibuk memeriksa semua kamar.






ACE



( Berteriak )



Kebakaran ! Segera
tinggalkan rumah !






CUT TO :


Shan2 · 146 views · 1 comment
Categories: Episode 8#, Part 1
Episode 8# " Habis Terang, Gelap Melanda " : Part 2
17 Dec 2007 


EXT.
RUMAH QUEEN, DEPAN RUMAH QUEEN – DINI HARI



Terlihat Queen, King, Ace, Jack, Cici, Nut
dan para pelayan sedang menatap rumah besar di hadapan mereka yang sedang
dilahap si jago merah.






QUEEN



Xiao Hu, Xiao Hu
masih di dalam !






King segera menerobos masuk ke dalam. Ace
berusaha mencegah, tapi terlambat. Jack memeluk Queen.






ACE DAN CICI



King !






JACK



Tenanglah, Xiao Hu
pasti selamat.






Queen menangis dengan histeris. Beberapa
saat kemudian King keluar dengan menggendong Xiao Hu. Kemudian menyerahkan Xiao
Hu kepada Queen. Queen langsung memeluk Xiao Hu.






JACK



( Menatap rumahnya )



Kenapa bisa begini ?
Siapa yang menyulut api ?






SALAH SEORANG PELAYAN



Tuan muda, tadi di
teras saya lihat ada bekas lilin



yang dinyalakan
mungkin lilin-lilin itu penyebabnya.






QUEEN



( Tersentak )



Apa ? Lilin ?






CICI



Siapa sih yang
begitu kurang kerjaan menyalakan



lilin ? Listrik kan masih hidup.






NUT



Benar sekali, kalau
lilin itu tidak dinyalakan,



Rumah sebesar ini
tidak mungkin bisa terbakar.






QUEEN



( Menangis dan
menundukkan kepala )



Aku … aku yang
menyalakan lilinnya.






Semua mata beralih kepada Queen dengan
pandangan bingung.






CUT TO :






INT.
RUMAH KING, RUANG TAMU – DINI HARI



Terlihat Queen, Jack, Cici, Nut, King dan
Ace sedang duduk di sofa. Wajah mereka terlihat lesu, tapi yang paling parah adalah
Queen. Ia tak berhenti menangis sejak tadi.






JACK



Sudahlah, Queen. Itu
bukan salahmu.






CICI



Itu memang salah
Queen. Dia yang menyalakan



lilin.






ACE



Semua sudah terjadi,
mau saling menyalahkan



juga percuma.






NUT



Cici, tenang saja,
meski rumahmu terbakar,



pintu rumahku selalu
terbuka untukmu.






CICI



Aku tidak mau
tinggal di rumahmu.






KING



Kalian tinggal di
sini saja.






Semua mata langsung menatap King.






CICI



Aku mau tinggal di
sini.






JACK



Aku akan menghubungi
mama, mama pasti



punya jalan keluar.






ACE



Bukankah sejak tadi
kamu sudah menelepon ?



Bagaimana ? Sudah
ada hasil ?






JACK



Tidak bisa
dihubungi.






CUT TO :






INT.
RUMAH KING, RUANG TAMU – PAGI



Berawal dari sinar matahari yang masuk lewat
jendela. Belakang terlihat Queen sedang berbaring di atas sofa yang terletak di
samping jendela. Di sofa lain Jack tertidur lelap.






INT.
RUMAH KING, KAMAR TAMU – PAGI



Terlihat Cici sedang berbaring di tempat
tidur yang besar dan megah.






INT.
RUMAH KING, KAMAR TAMU – PAGI



Terlihat Nut sedang tertidur lelap di sebuah
kamar yang besar. Nut mengigau sambil tertawa-tawa sendiri.






INT.
RUMAH KING, DAPUR – PAGI



Terlihat King sedang membuat kopi. Beberapa
saat kemudian, Ace masuk.






ACE



Bagaimana ? Hari ini
kamu mau ke bengkel ?






KING



Aku belum tahu.
Masalah bengkel masih bisa



ditangani Machine
dan Mulan, tapi aku juga



tidak tahu bisa
membantu apa dalam hal ini.






ACE



( Menghela napas )



Kasihan Queen. Dia
sedih sekali, sejak semalam



dia menangis terus.
Padahal kemarin adalah



hari ulang tahunnya,
seharusnya ia bahagia.






INT.
RUMAH KING, RUANG TAMU – PAGI



Terlihat Queen yang sedang berbaring
mengubah posisi tidurnya, sehingga mengenai tombol remote televisi yang membuat
televisinya menyala. Queen pun terbangun. Pandangannya masih kabur, ia masih
setengah sadar.






Suara televisi yang begitu keras terdengar.






TELEVISI ( O.S. )



Seorang pengusaha
terkenal ditemukan tewas



di sebuah kamar
hotel dini hari tadi. Diduga



kasus ini merupakan
kasus bunuh diri …






Queen menatap televisi dengan shock. Di
layar kaca terpampang foto dalam KTP papa dan di sampingnya diperlihatkan video
para polisi yang sedang menyeret jenazah papa.






QUEEN



( Berteriak )



TIDAK !!!!!!!!!!!!!






Jack yang sedang tertidur di sofa yang lain
terbangun karena teriakan Queen.






INT.
RUMAH KING, DAPUR – PAGI



Terlihat King dan Ace sedang berdiri sambil
membuat kopi. Ketika mandengarkan teriakan Queen, mereka terkejut dan segera
berlari ke arah ruang tamu.






INT.
RUMAH KING, RUANG TAMU – PAGI



Terlihat Queen masih berteriak sambil
mengacungkan jari terlunjuknya ke arah televisi, sedangkan matanya tak berhenti
mengeluarkan air mata.






Jack menatap Queen dengan bingung, ia masih
menggaruk-garuk kepala dan mengusap-usap matanya.






Beberapa saat kemudian, Cici, Nut, King dan
Ace datang.






JACK



( Setengah sadar )



Ada apa, Queen ?






CICI



Kenapa sih ?
Pagi-pagi sudah teriak begitu ?






Kemudian Cici melirik tangan Queen yang
terus menunjuk ke televisi. Saat ia melihat layar televisi, Cici langsung
berteriak.






CICI



( Berteriak,
langsung menangis )



Papa !






Mendengar teriakan Cici, Jack segera tersadar.
Ia menatap televisi dan seakan tak percaya apa yang sedang dilihatnya.






JACK



( Teriak )



Pa ! Nggak mungkin !
Ini nggak mungkin !






Di tengah suasana haru, King dan Ace tidak
tahu harus berbuat apa. Mereka hanya diam terpaku sambil melihat ketiga saudara
tirinya meratapi kepergian papa mereka. Sedangkan Nut masih tidak mengerti
dengan apa yang sedang terjadi.






Saat itulah suasana menjadi hening, yang
terdengar hanyalah isak tangis Queen dan Cici. Sehingga suara televisi sangat
jelas terdengar.






TELEVISI ( O.S. )



Di waktu yang hampir
bersamaan, terjadi



kecelakaan yang
menyebabkan seorang



perempuan meninggal dunia






Queen, Jack dan Cici tidak ada yang melihat
ke televisi, mereka menundukkan kepala mereka. Jadi, hanya King, Ace dan Nut
yang melihat ke arah televisi.






Di layar televisi terpampang foto mama dalam
KTP dan video saat para tim penyelamat mengeluarkan jenazah mama dari dalam
mobil.






NUT



( Berteriak )



Wah, wanita ini
mirip sekali dengan



mama kalian !






Pandangan semua orang langsung beralih ke
arah televisi.






KING



(
Menggeleng-gelengkan kepalanya )



Tidak, ini tidak
mungkin.






ACE



Tidak mungkin.






QUEEN



( Tangisnya makin
keras )



Mama !






JACK



Ma !






CUT TO :






INT.
RUMAH
PHOENIX,
RUANG KELUARGA – SIANG



Terlihat Papi, Mami 1 dan Mami 2 sedang
duduk di sofa sambil menonton televisi dengan seriusnya.






PAPI



Ini … ini …
benar-benar … kenapa



mereka suami istri
bisa mengalami



musibah seperti ini
?






MAMI 1



( Penuh emosi )



Ini namanya karma.






MAMI 2



Ya, ini karma.






PAPI



( Kepada mami 2 )



Lho, dia kan kakak kembarmu, kenapa



kamu berkata begitu
? Kamu sama sekali



tidak sedih
mengetahui ini ?






MAMI 2



( Cuek )



Tidak perlu.






PAPI



( Bingung,
geleng-geleng kepala )



Ada apa dengan kalian ?






Sesaat kemudian, Phoenix dan Condor datang.






PHOENIX



Mami, papi, aku
pulang !






MAMI 1



( Senyum )



Phoenix, ayo duduk sini !






PHOENIX



Tadi aku dengar
sepertinya mami dan



papi sedang
berdebat. Masalah apa ?






PAPI



Tidak, ini teman
lama mami dan papi



meninggal dunia.
Televisi sedang



menyiarkan beritanya.






Phoenix dan Condor melihat ke arah televisi. Phoenix memperhatikan televisi dengan seksama.
Begitu juga dengan Condor.






PHOENIX



( Menunjuk televisi
)



Lho, itu kan nyonya pemilik butik yang



memberikan diskon
padaku. Dia baik



sekali. Kenapa bisa
meninggal ?






Mami 1 dan mami 2 terlihat cemas.






MAMI 2



Phoenix, bukankah mami pernah bilang,



tidak boleh
mengungkit masalah ini ?






Phoenix menunduk sedih.






CONDOR



( Senyum )



Istri guru, maafkan Phoenix.






PAPI



Pemilik butik ?
Jadi, kamu pernah bertemu



dengannya ?






Phoenix ingin menjawab, tapi sorotan mata kedua
maminya membuatnya takut.






PAPI



( Kepada kedua mami
)



Masalah apa yang
tidak boleh aku



ketahui ? ( Kepada
Phoenix ) Ayo,



bilang saja, tidak
apa-apa.
Ada papi



di sini.






Phoenix menundukkan kepala, kemudian melirik ke
arah Condor. Condor tersenyum dan menganggukkan kepala. Barulah Phoenix mulai
berbicara.






PHOENIX



Ng … waktu aku beli
gaun untuk



acara ulang tahunku,
aku pergi ke



butik. Di sana aku bertemu nyonya



yang mirip sekali
dengan mami ke-dua.



Nyonya itu baik
sekali dan memberikan



aku diskon.






PAPI



Kenapa papi tidak
tahu ?






PHOENIX



Waktu itu aku sudah
cerita sama mami,



tapi kata mami …






DISSOLVE TO :


Shan2 · 676 views · 6 comments
Categories: Episode 8#, Part 2

Previous page  1, 2, 3 ... 9, 10, 11, 12  Next page

Last Comment

Calendar

May 2012
SunMonTueWedThuFriSat
 << < > >>
  12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Who's Online?

Member: 0
Visitor: 1

Announce

rss Syndication

Archives