INT. RUMAH QUEEN, KAMAR QUEEN – MALAM
Terlihat Queen terduduk di atas ranjangnya sambil memegang gagang telepon.
QUEEN
Aku juga nggak tau kenapa. Kelihatannya
Jack benci sekali sama mereka.
NU NU ( O.S. )
Queen, udah dulu, yah ! Aku dipanggil mama.
QUEEN
Oke, bye !
Kemudian ia menutup telepon dan meletakkan gagang telepon itu di tempatnya. Lalu gadis manis itu mencoba tidur di ranjangnya, sambil membayangkan pertemuannya dengan Queen tadi sore.
FLASHBACK
EXT. TAMAN DEKAT KAMPUS, TENGAH-TENGAH TAMAN – SORE
Terlihat King yang sedang bermain dengan Xiao Hu. Di sampingnya terdapat tumpukan koper dan tasnya King dan Ace.
NU NU
( Dengan suara lantang )
Hei, kamu suka kucing, ya ?
KING
( Tanpa menatap Nu Nu, masih terus sibuk
bermain dengan Xiao Hu )
Suka sekali.
FLASHBACK BERAKHIR
INT. RUMAH QUEEN, KAMAR QUEEN – MALAM
Terlihat Queen yang sedang terbaring di ranjangnya yang besar tersenyum-senyum sendiri. Kemudian ia mematikan lampu kamarnya sehingga seluruh kamar menjadi gelap.
Sesaat kemudian, ditengah-tengah kegelapan, Queen mendengar suara pintu dibuka. Ia membuka matanya yang tadinya terpejam, kemudian berniat menyalakan lampu.
Tepat saat ia menekan saklar lampu, sehingga lampu kamar menyala, mulutnya dibungkam oleh sebuah tangan. Ternyata Ace yang sudah duduk di sebelah ranjangnya yang membungkam mulutnya.
ACE
( Setengah berbisik )
Jangan teriak. Aku tidak bermaksud jahat.
Queen melirik Ace, seraya berusaha melepaskan tangan Ace. Tapi Ace terlalu kuat, meskipun Queen sudah mengerahkan kedua tangannya untuk menarik tangan Ace, tetap saja gagal.
ACE
( Tersenyum )
Kalau kamu janji nggak teriak. Aku akan
melepaskan tanganku.
Queen menganggukkan kepalanya.
ACE
Janji nggak akan teriak ?
Queen kembali mengangguk.
ACE
Nggak bohong ?
Queen menggeleng.
Ace pun perlahan-lahan melepaskan tangannya. Setelah tangan Ace lepas, Queen menghela napas dan kemudian teriak.
QUEEN
Aaahhhh !!
Ace kembali membungkam Queen.
ACE
Sudah kubilang jangan teriak. Aku tau kau suka King.
Queen melotot.
QUEEN ( V.O )
Kenapa dia bisa tahu ?
Terdengar suara Jack dari luar kamar.
JACK ( O.S. )
Queen, kau tidak apa-apa ?
ACE
Jangan sampai Jack tau aku ada di sini. Atau
aku akan bilang sama King kalau kamu suka dia.
Queen menggeleng kencang. Ace segera melepaskan tangannya dan berjalan menuju pintu. Ia bersembunyi di balik pintu.
Sesaat kemudian pintu terbuka, kepala Jack melongok dari luar. Di balik pintu terlihat Ace sedang memberi aba-aba berupa ancaman kepada Queen.
JACK
Kenapa berteriak ?
QUEEN
( Senyum terpaksa, sesekali melirik Ace )
Nggak pa pa. Tadi ada kecoa, tapi udah pergi, kok.
JACK
( Tersenyum )
Ternyata cuma kecoa ? Aku kira ada penyusup.
Kunci kamarmu. Aku curiga dua orang itu akan menyusup
ke kamarmu dan mengganggumu.
Queen mengangguk, ia pun beranjak dari ranjangnya dan menghampiri Jack yang masih melongok dari luar.
QUEEN
Iya, kakak tidur saja. Habis ini aku kunci.
JACK
Ya sudah, selamat malam. Mimpi indah, ya.
Queen mengangguk sambil tersenyum. Jack pun pergi. Terdengar suara langkah kakinya mulai menjauh. Queen menghela napas lega, ia menutup pintu dan menguncinya.
Sedangkan Ace, tiba-tiba saja sudah berada di ranjang Queen. Queen menghampirinya.
QUEEN
( Berbisik )
Sebenarnya mau apa sih kamu ke sini ?
ACE
( Senyum, mencubit pipi Queen )
Kamu manis sekali. Tentu saja aku mau menemuimu.
QUEEN
( Mengusap-usap pipinya )
Jangan begitu, sakit tau.
ACE
( Ketawa )
Udah lama aku mau punya adik perempuan.
QUEEN ( V.O )
( Sambil memperhatikan Ace dengan bingung )
Nggak salah ? Tadi sore sejak ketemu di taman galak
sekali, kok sekarang berubah jadi begini ?
ACE
Kenapa ? Kok ngeliatin aku kayak gitu ? Terpesona,
ya ? Bukannya kamu suka King ?
QUEEN
Siapa bilang aku suka King ?
ACE
Jangan bohong. Aku sudah tahu sejak pertama kali
kamu ketemu King waktu di taman, tapi aku nggak
bisa komen waktu itu.
QUEEN
Nggak bisa komen apanya ? Komenmu banyak banget
malah. Bilang King udah punya dua istri lah, tiga pacar
lah, empat anak lah, trus satu tunangan lagi. Apa
kurang banyak ?
ACE
( Ketawa )
Yang bilang itu Spade, bukan aku.
QUEEN
Spade ? Nama kamu Ace kan ?
Wajah Ace berubah menjadi serius.
ACE
Iya, aku memang Ace. Tapi, kadang aku menjadi Spade
dan kadang menjadi Love.
QUEEN
Spade ? Love ? Apaan, sih ? Nggak ngerti.
ACE
Spade itu orangnya galak, judes dan suka berlaku kejam
sama siapa saja yang mau deketin King. Dia itu yang kamu
temui di taman, dan dia juga yang bentak-bentak kamu
dan melarang King tinggal di kamar sebelah.
QUEEN
Iya, tapi Spade itu kan kamu.
ACE
Bukan. Aku adalah Love. Aku seorang pecinta, periang
dan nggak galak. Aku juga suka kamu, habis kamu manis
Sekali.
QUEEN
( Bengong )
Nggak ngerti.
ACE
( Senyum )
Aku berkepribadian ganda. Semua yang dilihat Ace,
Spade dan aku tahu, tapi saat Ace menjadi Spade,
aku tidak bisa apa-apa. Begitu juga saat Ace menjadi
aku, Spade nggak bisa apa-apa.
QUEEN
( Bingung )
Kok bisa begitu ?
ACE
Aku juga nggak tau. Sejak kecil udah begitu. Waktu
aku dan King masih bayi, kami sudah ditinggal mama.
Sejak itu, papa nggak suka wanita dan nggak pernah
mau berhubungan dengan wanita. Kami dibesarkan
di lingkungan yang serba laki-laki. Bahkan koki rumah
kami juga laki-laki. Kami juga disekolahkan di sekolah
khusus laki-laki. Karena itu kebencian papa terhadap
wanita menular kepada kami. Suatu hari, aku bertemu
gadis cilik, dia baik sekali padaku. Dan sejak itu, aku
muncul dalam diri Ace. Jika tidak sedang bersama King,
aku akan muncul, tapi kalau sedang bersama King,
Spade yang akan muncul.
Queen terus ber-oh ketika Ace menuturkan ceritanya.
ACE
Sekarang kamu sudah mengerti ?
QUEEN
( Mengangguk )
Berarti King juga benci wanita ? Lalu kenapa dia
mau tinggal dengan mama ? Padahal kan papanya
benci wanita kan karena ditinggalkan mama.
ACE
Karena ini adalah amanat papa sebelum meninggal.
King sangat sayang sama papa, jadi demi melaksanakan
permintaan terakhir papa, dia bersedia tinggal bersama
orang yang ia benci.
Queen terlihat kecewa.
Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu. Queen dan Ace tersentak kaget.
ACE
Itu pasti Jack lagi !
QUEEN
Tidak mungkin, kalau Jack pasti sudah teriak-teriak
Dari luar.
ACE
Kalau begitu pasti King !
Ace segera beranjak dan berjalan menuju pintu. Seperti tadi, ia besembunyi di belakang pintu.
ACE
( Berbisik )
Jangan sampai King tahu aku di sini.
Queen mengangguk, ia pun beranjak dari tempat tidurnya, kemudian membuka pintu. Saat pintu dibuka, terlihat King berdiri di depan pintu.
( Point Of View Queen ). Camera pan down. Terlihat King yang memakai piyama dari atas ke bawah.
Queen terpesona, sehingga membeku di hadapan King dengan wajah setengah tersenyum.
KING
Apa Ace di sini ?
Tak ada jawaban. Queen masih membeku, belum sadar dari hayalannya. King mengerutkan kening dan memperhatikan Queen yang bagaikan patung.
KING
( Menghela napas )
Sudahlah, anggap saja aku tidak bertanya.
King pun pergi meninggalkan Queen yang masih terpaku. Ia kembali ke dalam kamarnya.
INT. RUMAH QUEEN, DEPAN KAMAR QUEEN - MALAM
Queen baru tersadar ketika Ace menepuk pundaknya. Ace sudah berdiri di depan pintu kamar Queen.
ACE
Aku pergi dulu, ya ! Ingat, jangan ceritakan hal ini
pada siapapun.
Queen mengangguk.
ACE
( Sambil membuat tanda kutip dengan
kedua tangannya )
RAHASIA.
QUEEN
( Sambil menirukan gaya Ace dan mengangguk )
Rahasia.
Ace pergi sambil melambai-lambaikan tangannya kepada Queen. Ketika sampai di depan kamarnya, Ace dikagetkan oleh King yang tiba-tiba saja keluar dari kamarnya.
Queen diam-diam memperhatikan dari balik pintu kamarnya.
KING
Dari mana saja kau ? Aku mau bahas suatu hal denganmu.
Ace menatap King, kemudian bersendawa. Seketika wajahnya berubah menjadi dingin.
ACE
Mau bahas apa ? Di kamarmu saja.
King pun berjalan menuju kamarnya. Ace yang merasa diperhatikan menoleh ke belakang. Ia melihat Queen yang sedang mengintip.
Ace segera berjalan mendekati Queen.
ACE
Hei, sedang apa kau ! Bukannya tidur, dasar ! Aku
sudah tahu, kau pasti punya niat yang tidak baik.
Jangan macam-macam, ya !
Setelah puas wanti-wanti, Ace pun masuk ke dalam kamar King dan menutup pintu. Queen masih memperhatikan.
QUEEN ( V.O )
Wah, benar-benar berubah jadi Spade yang galak
ketika bersama King.
Tiba-tiba saja Jack sudah berdiri di depan pintu kamar Queen.
JACK
Sedang apa ?
QUEEN
( Senyum )
Tadi aku dengar ada suara, jadi aku keluar untuk
melihat.
JACK
Sudah kubilang, jangan dekat-dekat dengan mereka.
Cepat tidur sana !
QUEEN
( Cemberut )
Iya.
Queen pun menutup pintu kamarnya dan menguncinya. Jack kembali ke kamarnya dan tidur.
CUT TO :
Syndication
2010-09-01 @ 09:05:54 am
by suchang
hii Shan2 . ok nih RF ...
2008-12-22 @ 06:57:16 am
by rani
Yaa... nasib deh.. terpaksa menunggu lagi donkz, Quistis? ...
2008-04-16 @ 03:27:38 am
by ye tian yu
Quistis!! gua join neh.. =D eh, lw gk ...
2008-03-23 @ 10:34:02 am
by ye tian yu
hai.. hai.. cerita u bagus looo... coba aja ya ...
2008-03-20 @ 07:48:41 am
by 4qua