Royal Flush

Posts displayed of the category: Episode 9#

Episode 9# " Perang Baru Dimulai " : Part 1
17 Dec 2007 


EXT.
TAMAN
TERBUKA, PINGGIR SUNGAI – SIANG



 



PAPI



( Geleng-geleng
kepala, menghela napas )



Kenapa sekarang
banyak sekali bencana



yang terjadi ?
Beberapa hari yang lalu,



teman lamaku juga
meninggal dunia.



Yang satu meninggal
akibat bunuh diri,



dan yang satu lagi
kecelakaan mobil.



Sudah lama aku tidak
bertemu dengan



mereka. Tidak
disangka, berita yang



aku dengar malah
berita seperti ini.



 



QUEEN



( Bingung )



Bunuh diri ?
Kecelakaan mobil ? Jangan-



jangan … guru kenal
dengan papa dan



mamaku ?



 



PAPI



( Menatap Queen
dengan bingung )



Papa … dan … mamamu
… ?



 



Tiga sekawan minus Queen langsung menoleh ke
arah Papi dengan wajah bingung.



 



Muncul tulisan dari samping “ 9# PERANG BARU DIMULAI “.



 



CUT TO :



 



EXT.
TAMAN
TERBUKA, DEKAT PEPOHONAN – SIANG



Terlihat Ace sedang memotret bunga-bunga di
taman dengan kameranya. Kemudian, tanpa sengaja ia melihat empat sekawan di
pinggir sungai. Ace mulai mengintai mereka.



 



CUT TO :



 



INT.
RUMAH
PHOENIX,
RUANG TAMU – SIANG



( Point
of view
empat sekawan ) Terlihat ruang tamu rumah
Phoenix yang tersusun rapi, ada sofa yang terbuat
dari kayu jati, lemari-lemari tempat pajangan dan aquarium berisi ikan-ikan
kecil.



 



Tadinya ruangan itu kosong, tapi kini empat
sekawan dan Papi masuk ke dalam ruangan.



 



PAPI



( Berteriak )



Phoenix ! Mami ! Condor ! Kita kedatangan



tamu !



 



Tak lama kemudian, Mami 1 dan Mami 2 pun
keluar dari dalam rumah. Tadinya mereka tersenyum lebar. Tapi, begitu melihat
Queen dkk, senyum kedua Mami berubah menjadi wajah yang cemberut.



 



Empat sekawan dengan sopan memberi salam
kepada kedua Mami.



 



EMPAT SEKAWAN



( Senyum )



Siang, Istri guru !



 



Tak ada jawaban. Malah wajah kedua Mami
makin cuek. Empat sekawan bingung dan saling pandang satu sama lain, begitu
juga Papi.



 



PAPI



( Senyum )



Lho, kok sama tamu
begitu ? ( Kepada Mami 2,



sambil menunjuk ke
arah Queen ) Dia ini putri



kakakmu, lho !



 



Mendengar kata-kata Papi, empat sekawan baru
menyadari kemiripan antara Mami 2 dengan Mama Queen. Mereka pun memperhatikan
Mami 2 dengan seksama.



 



MAMI 2



( Cuek )



Terus, memang kenapa
?



 



QUEEN



( Mendekati Mami 2 )



Tante … mirip sekali
dengan mamaku …



 



PAPI



( Senyum )



Ya, mami memang adik
kembar mamamu, Queen.



 



Seketika, mata Queen langsung berkaca-kaca.



 



QUEEN



( Air matanya mulai
menetes )



Tante …
mengingatkanku akan almarhum mamaku.



 



Tiga sekawan langsung siap siaga menenangkan
Queen. Nu Nu menepuk-nepuk pundak Queen pelan, Mie Mie menggenggam tangan Queen
dan Dan Dan memberikan senyuman khasnya yang walaupun tidak banyak membantu,
tapi setidaknya ia sudah berusaha membantu temannya.



 



Papi mendekati Queen. Mami 1 dan Mami 2
malah tampak lebih kesal, mereka melipat tangan mereka dan memperhatikan empat
sekawan dengan mata berapi-api.



 



PAPI



( Kepada Queen )



Jangan sedih ! Orang
yang sudah meninggal



tidak akan bisa
hidup kembali …



 



Saat itulah Phoenix dan Condor pulang.



 



PHOENIX (
O.S. )



Aku pulang !



 



Wajah kedua mami langsung berubah menjadi
ceria.



 



KEDUA MAMI



( Hampir berbarengan
)



Phoenix sudah pulang !



 



Sesaat kemudian, Phoenix dan Condor sudah berada di dalam ruang
tamu.
Phoenix masuk dengan gembira, namun kegembiraannya
sirna ketika melihat Queen.



 



PHOENIX



( Menghampiri Queen
)



Mau apa kamu ke sini
? Apa lagi yang mau



kamu rebut dariku ?



 



QUEEN



( Tersentak,
langsung jadi gugup )



Ak … aku … aku
kenapa ? Apa yang kurebut



darimu ?



 



PHOENIX



( Matanya mendelik )



Apa yang kaurebut ?
Hari besarku, hari



bahagiaku,
teman-temanku.



 



DAN DAN



( Maju dan mendekati
Phoenix )



Hari besar apa ?



 



CONDOR



( Menghalangi Dan
Dan mendekati
Phoenix )



Hari ulang tahun
Phoenix Seharusnya



menjadi hari yang
penuh kebahagiaan, tapi



kalian sudah
merebutnya dari
Phoenix.



 



NU NU



Aduh, tolong jangan
sebut hari ulang tahun lagi.



Hari itu adalah hari
yang membuat Queen



kehilangan
orangtuanya.



 



Close
up
kaki Nu Nu diinjak kaki
Mie Mie.



 



NU NU



( Berteriak )



AUW !!!



 



Nu Nu langsung menoleh ke arah Mie Mie yang
sedang meletakkan jarinya di depan bibirnya.



 



PAPI



Condor, kamu bilang
apa ? Memangnya apa yang



dilakukan Queen ?



 



CONDOR



Hari itu, Phoenix sudah mempersiapkan semuanya



untuk merayakan
pesta ulang tahunnya. Sudah beli



gaun yang terbaik,
kedua mami sudah menyiapkan



makanan, jadwal
pesta sudah ditetapkan dan teman-



teman pun sudah
diundang. ( Menoleh ke arah Papi )



Tapi … apakah guru
ingat ? Hari itu, tidak ada seorang



pun yang datang ke
pesta
Phoenix, kecuali Tweety,



dan Swallow, teman
baik
Phoenix. Dan semua itu



terjadi, karena
Queen telah menyogok semua teman



kampus agar mau
datang ke pestanya.



 



PAPI



( Bingung )



Apa benar ada hal
seperti itu ?



 



DAN DAN



FITNAH !!! Queen
sama sekali tidak tahu soal



pesta itu. Pesta
hari itu adalah pesta kejutan.



 



NU NU



Iya, hari itu cuma
Jack dan Ethan yang mengundang



teman-teman Queen,
lalu Ethan memberitahu kami,



jadi kami ikut
membantu. Tapi, kami sama sekali



tidak mengeluarkan
uang sepeser pun.



 



Mie Mie kelihatan sedang berpikir, Phoenix
menatap Queen dengan penuh kebencian, Papi masih bingung, Queen masih menangis,
Mami 1 kelihatan bingung saat melihat Queen menangis, Mami 2 kelihatan semarah
Phoenix.



 



CONDOR



( Menoleh ke arah
Queen yang sedang menangis )



Dasar air mata buaya
! Kalau semua maling



mau mengaku, penjara
pasti penuh !



 



Tiba-tiba tangis Queen mengeras, Queen
segera mendekati Phoenix, Papi, Mami 1, Mami 2 dan Condor satu persatu sambil
membungkukkan diri.



 



QUEEN



( Sambil menangis
dan membungkuk )



Maaf ! Maafkan aku !



 



Tiga sekawan segera mendekati Queen dan
memeluknya.



 



NU NU



Queen, kamu nggak
perlu minta maaf ! Ini



bukan salahmu.



 



DAN DAN



Benar, untuk apa
kamu minta maaf ? Toh,



kamu tidak pernah
melakukan apa yang



mereka tuduhkan.



 



Queen masih saja manggut-manggut sambil meminta
maaf. Nu Nu dan Mie Mie yang melihat tingkah Queen tidak dapat menahan air
matanya, mereka ikut menangis.



 



NU NU



( Sambil menangis )



Queen, kamu kasihan
sekali, baru saja tertimpa



bencana, sekarang
malah dihina orang seperti ini.



 



MIE MIE



( Memeluk Queen )



Queen, tolong
berhenti, nanti badanmu bisa sakit,



Kalau kamu sakit,
bagaimana dengan Jack ?



 



PHOENIX



Bencana ? Hal yang
kamu sebut bencana itu



adalah hasil
perbuatanmu sendiri. Semua orang



tahu kamulah yang
menyulut api sampai rumahmu



terbakar habis.
Kalau bukan kamu, siapa lagi yang



harus disalahkan ?



 



PAPI



Phoenix, jangan begitu !



 



Phoenix kelihatan makin kesal karena Papi membela
Queen.



 



PHOENIX



( Mendekati Queen
dan mendorongnya )



Sudah, jangan
pura-pura ! Dasar, anak aktris,



di mana dan kapan
pun akan berakting. Lihat,



sampai Papiku pun
tertipu.



 



Queen terdorong, tapi berhasil ditahan kedua
teman baiknya, Nu Nu dan Mie Mie.



 



DAN DAN



Kamu keterlaluan !



 



Dan Dan baru saja ingin mendekati Phoenix, tapi sudah dihalangi Condor. Dan tiba-tiba
terdengar suara tamparan keras. PLAK !! Papi menampar
Phoenix.



 



PAPI



Kamu keterlaluan Phoenix. Tidak seharusnya



kamu begitu terhadap
orang lain. Apalagi



Queen masih
saudaramu.



 



Mata Phoenix berkaca-kaca, menatap Papi
dengan penuh kemarahan sambil memegangi pipinya yang telah ditampar Papi.



 



PHOENIX



Aku benci Papi !
Papi jahat !



 



Phoenix segera berlari keluar rumah. Condor
cepat-cepat mengejar
Phoenix.



 



Mami 1 terlihat bingung, di satu sisi ia
mengkhawatirkan
Phoenix, tapi di sisi lain, ada sebuah suara kecil
dalam hatinya yang mengkhawatirkan Queen.



 



MAMI 2



( Kepada Papi )



Kamu keterlaluan,
tidak seharusnya kamu



memukul putrimu
sendiri hanya karena



orang asing !



 



Papi terlihat menyesal, ia langsung menjadi
lemah dan terduduk di sofa. Queen langsung mendekati Papi dan meminta maaf.



 



CUT TO :


Shan2 · 130 views · 1 comment
Categories: Episode 9#, Part 1
Episode 9# " Perang Baru Dimulai " : Part 2
17 Dec 2007 


EXT.
RUMAH
PHOENIX,
SEKITAR RUMAH
PHOENIX –
SORE



Terlihat Phoenix sedang berlari sambil
menangis. Condor mengejar dari belakang, namun ia kehilangan jejak
Phoenix. Tiba-tiba saja, dari belakang ada orang
yang membungkam mulut
Phoenix. Belakangan terlihat Ace yang sedang menutup mulut Phoenix dengan tangannya.



 



ACE



Kalau kamu mau balas
dendam kepada



Queen, ikut aku dan
jangan berteriak.



 



Ace melepaskan tangannya, Phoenix menoleh ke belakang.



 



PHOENIX



( Sambil mengusap
air mata yang



masih tersisa di
pipinya )



Siapa kamu ?



 



CUT TO :



 



EXT.
TAMAN
TERBUKA, PINGGIR SUNGAI – SORE



Terlihat Ace dan Phoenix berjalan menyusuri pinggir sungai. Sesaat
kemudian,
Phoenix menghentikan langkahnya.



 



PHOENIX



Ini sudah cukup jauh
kan dari rumahku ?



 



Ace menghentikan langkahnya dan menoleh ke
belakang sambil tersenyum.



 



ACE



Ya, ini sudah cukup
jauh. Dan tempat ini lumayan



cocok untuk kita
bicara. ( Memancarkan senyuman



khas Spade )
Perkenalkan, aku adalah Spade, saudara



tiri Queen, gadis
yang sangat kau benci itu.



 



PHOENIX



( Terlihat bingung )



Saudara tiri ?



 



ACE



( Mengangguk )



Baiklah, aku
jelaskan dulu hubunganku dengan



Queen yang
sejelas-jelasnya padamu, agar kamu



tahu di mana
posisiku.



 



Phoenix manggut-manggut.



 



ACE ( CON’T )



Mama Queen menikah
dengan papaku, kemudian



melahirkan aku dan
King, saudara kembarku.



Namaku yang
sebenarnya adalah Ace.Tapi, karena



pengaruh papaku yang
trauma akibat ditinggal oleh



Mamaku, aku dan King
dibesarkan sebagai laki-laki



pembenci wanita. Dan
suatu hari, seorang gadis kecil



 merusak segalanya. Ia mengajarkan Ace akan
cinta.



Kepribadian Ace
terbelah menjadi dua. Yang pertama



adalah Spade, yaitu
aku. Aku benci semua wanita di



dunia ini, terutama
yang ingin mendekati King. Dan



terakhir, wanita
yang paling kubenci adalah Queen,



karena ia telah
menyebabkan aku dan King kehilangan



Mama.



 



PHOENIX



( Memotong
pembicaraan Ace )



Bukankah kalian
membenci mama kalian ?



Kenapa kalian masih
merasa kehilangan ?



 



ACE



Pertanyaan bagus !
Sebenarnya … hubungan kami



dengan mama baru saja
mulai terjalin. Kami baru



tahu bahwa ternyata
perpisahaan papa dan mama



kami terjadi karena
salah paham. Dan kami mulai



memaafkan mama. Tapi
… Queen dengan sikap



manjanya telah
menghancurkan semua kenangan



yang belum sempat
kami bangun dengan mama.



 



Phoenix kembali manggut-manggut.



 



ACE ( CON’T )



Kepribadian Ace yang
kedua adalah Love. Love



sangat suka kepada
perempuan, dan yang paling



menyebalkan adalah
ia menyukai Queen.



 



PHOENIX



Tunggu, tunggu !
Kamu bilang kamu benci Queen,



lalu Love suka
Queen, tapi … kalian adalah orang



yang sama, kan ? Yaitu Ace ?



 



ACE



Ya, itu benar.



 



PHOENIX



Tapi … bagaimana
mungkin seseorang membenci dan



menyukai orang yang
sama di saat yang sama ?



 



ACE



( Senyum )



Dulu, kami tidak
bisa datang bersamaan. Aku hanya



akan muncul saat
King ada. Dan Love hanya bisa muncul



kalau King tidak
ada. Tapi … Queen telah mengacaukan



segalanya. Ia
memberitahu King akan Ace yang



berkepribadian
ganda. Jadi, sekarang aku dan Love



datang tidak
menentu, siapa yang lebih kuat, dialah yang



bisa mendominasi Ace
dan meguasai Ace.



 



PHOENIX



Apa itu berarti kamu
lebih kuat daripada Love ?



 



ACE



Saat ini iya, karena
biar bagaimana pun, Love



turut kehilangan
mama dan sedikit banyak, Love



juga punya perasaan
kesal terhadap Queen, karena



dialah penyebab kematian
mama.



 



PHOENIX



Oke, aku mengerti
sekarang. Jadi, kamu membenci



Queen Karena dia
telah menyebabkan mamamu



meninggal ? Lalu,
bagaimana cara kamu



menghancurkan Queen
?



 



ACE



( Tersenyum licik,
memicingkan matanya )



Aku sudah punya
rencana untuk hal itu. Tapi,



agar ini menjadi
lebih mudah, kamu harus



bekerja sama
denganku.



 



PHOENIX



Asal bisa
menghancurkan hidup Queen dan



membuatnya menderita
seumur hidupnya,



aku bersedia
melakukan apapun !



 



ACE



( Tersenyum senang )



Bagus ! Itu berarti
aku tidak salah pilih orang.



( Mengacungkan
telapak tangannya kepada



Phoenix ) Sekarang kita adalah patner, setiap



ada kabar terbaru
tentang Queen, kamu harus



memberitahuku,
begitu juga sebaliknya. Dengan



begitu, kita bisa
lebih mudah menghancurkannya.



Bagaimana ? Deal ?



 



PHOENIX



( Senyum, menyalami
Ace )



Of course … Deal !



 



CUT TO :



 



EXT.
JALAN MENUJU RUMAH KING -  SORE



Terlihat empat sekawan sedang berjalan kaki.
Queen berjalan sambil menundukkan kepalanya, sedangkan ketiga temannya berjalan
sambil memperhatikan Queen. Mereka terlihat cemas, saling memberi kode satu
sama lain, agar bisa melakukan sesuatu yang berarti, tapi juga saling
memberikan kode satu sama lain bahwa mereka tidak tahu apa yang harus mereka
lakukan.



 



Puncaknya, Dan Dan memukul pundak Nu Nu agar
ia mengatakan sesuatu, karena sejak keluar dari rumah
Phoenix, mereka sama sekali tidak bicara apa pun.



 



NU NU



( Menatap Dan Dan
dengan kesal )



AUW !!



 



Nu Nu mendekati Dan Dan, berusaha membalas
pukulannya, tapi Dan Dan berkelit.



 



QUEEN ( O.S. )



Kalian tidak perlu
cemas.



 



Dan Dan – Nu Nu yang baru saja memulai
peperangan langsung menghentikan gerak tubuh mereka.



 



Queen berbalik, menatap ketiga temannya
dengan mata yang bengkak. Entah sudah berapa hari ia menangis, entah sudah
berapa banyak air mata yang dikeluarkannya akhir-akhir ini. Baru saja hari
tenang dimulai, masalah sudah kembali menguras air mata Queen yang
malang.



 



QUEEN



Kalian tidak perlu
cemas … aku … Baik-baik



saja. Tadi … selama
berjalan … Aku banyak



berpikir. Benar apa
kata
Phoenix, semua yang



terjadi bukan
bencana, Tapi hasil perbuatanku



yang menyebabkan
Orang lain menderita. Dan …



mungkin saja. Semua
ini terjadi karena sifatku



yang manja dan
kekanak-kanakkan. Aku terlalu



bergantung kepada
mama dan Jack. Sejak



dulu tidak bisa
mandiri. Makanya, mulai sekarang



aku akan mulai dari
awal hidupku. Aku akan



baik-baik
mempelajari hidup ini. Dan sebisa



mungkin tidak
bersikap manja lagi.



 



Mie Mie langsung mendekati Queen.



 



MIE MIE



Queen, meskipun
sedikit banyak aku tidak setuju



Kalau ada yang bilang
bencana yang menimpamu



Dan keluargamu
adalah total kesalahanmu, tapi



Setelah mendengar
kata-katamu barusan, aku



benar-benar bangga
karena telah menjadi



temanmu. Tenanglah
Queen, kami pasti selalu



akan bersamamu.
Kalau kamu ingin menjadi dewasa,



kami bisa menemanimu
dewasa. Dan kalaupun



kamu mau menjadi
anak kecil, kami pun bisa



menemanimu menjadi
anak kecil. ( Menoleh ke



arah Dan Dan – Nu Nu
) Betul tidak ?



 



DAN DAN – NU NU



( Hampir berbarengan
)



BETUL !!



 



Queen tersenyum melihat ketiga temannya. Dan
beberapa saat kemudian, mereka pun tertawa bersama dan berjalan dengan riang
gembira. Beban mereka serasa hilang begitu saja.



 



NU NU



Oya, ngomong-ngomong
… kenapa ya si



Phoenix itu bilang Queen menyogok semua



teman kampus ?



 



MIE MIE



( Terlihat serius )



Sepertinya aku tahu
siapa yang melakukannya.



 



DAN DAN, QUEEN DAN NU NU



( Hampir berbarengan
)



Siapa ???



 



MIE MIE



TEN !!!



 



NU NU



Betul, selain dia,
siapa lagi yang sok



kaya di kampus kita
?



 



DAN DAN



Nggak ada, tuh !
Tapi … ada satu, sih !



 



NU NU



Siapa ?



 



DAN DAN



( Senyum )



Saudara kembarnya
Mie Mie.



 



NU NU



( Menepuk keras
pundak Dan Dan )



Bodoh, mana mungkin
saudara kembar



Mie Mie mau menyogok
orang demi Queen ?



 



QUEEN ( V.O. )



( Terlihat seperti
sedang berpikir )



Ten ? Kenapa dia
melakukannya ?



 



CUT TO :


Shan2 · 183 views · 3 comments
Categories: Episode 9#, Part 2
Episode 9# " Perang Baru Dimulai " : Part 3
17 Dec 2007 


INT.
RUMAH KING, RUANG TAMU – SORE



Terlihat Queen baru saja masuk ke dalam
rumah. Camera Movement. Terlihat
ruang tamu yang kosong. Queen meletakkan tasnya di atas sofa, kemudian
mendudukkan dirinya di sebelah tasnya sambil menghela napas panjang.






Saat itu, suasana sungguh tenang, sampai
beberapa detik kemudian …






JACK ( O.S. )



Apa maksudmu
melakukan semua ini ?






Queen yang tadinya hampir tertidur,
tersentak kaget karena teriakan Jack. Ia pun segera beranjak dan berjalan
menuju asal suara.






INT.
RUMAH KING, KAMAR KING – SORE



Terlihat King sedang duduk di depan meja
komputernya sambil meneguk secangkir kopi. Sedangkan Jack berdiri di samping
King sambil mengacungkan gulungan kertas putih yang dipegangnya.






KING



( Setelah meletakkan
cangkir kopinya



di atas meja )



Seharusnya kamu
mengetuk pintu sebelum masuk.






JACK



( Terlihat marah
sekali )



Jangan mengalihkan
pembicaraan. Sekarang,



coba jelaskan,
kenapa kau lakukan ini ? Kau



mau menghinaku dan
Queen, ya ? Kau pikir kami



tidak sanggup
membayar sisa-sisa hutang papa ?






KING



( Beranjak dari
tempat duduknya )



Apa aku pernah
bilang seperti itu ?






Camera
movement.
Terlihat Queen
baru saja sampai di depan pintu kamar King, ia pun perlahan-lahan masuk ke
dalam kamar.






JACK



Jangan mengelak !
Aku sudah cek datanya.



Semua hutang
dilunasi atas nama King.






KING



Apa itu berarti aku
menghinamu ?






JACK



Tentu saja ya.
Jangan kira hanya karena



Rumah kami terbakar,
semua harta mama



dan papa disita,
kami tidak bisa hidup sendiri,



jangan kira kami
tidak bisa mencari uang sendiri.



Sekarang aku katakan
padamu, mulai sekarang,



aku akan keluar dari
rumahmu dan semua hutang



Papa yang telah kau
lunasi, akan aku bayar ! Dan



tidak akan kurang
sepeser pun.






KING



Sombong sekali,
jangan lupa. Kamu masih harus



membayar uang
kuliahmu dan Queen.






JACK



Jangan kira bisa
meremehkanku, ya. Aku bisa



berhenti kuliah,
dengan begitu aku bisa mencari



kerja dan membiayai
hidupku dan Queen, termasuk



biaya kuliahnya.






KING



Kerja ? Memangnya
kamu bisa kerja apa ?






QUEEN ( O.S. )



Berhenti ! Tolong
berhenti ! Jangan bertengkar



lagi. Kita masih
dalam suasana berkabung, apa



perlu bertengkar
hanya karena masalah uang ?






Jack dan King langsung menoleh ke arah
Queen.






JACK



Queen, pergilah ke
kamarmu. Jangan ikut campur.



Ini urusan
laki-laki.






QUEEN



( Matanya berkaca-kaca
)



Kak, aku tidak mau
kamu berhenti kuliah …






JACK



( Suaranya meninggi
)



Aku bilang pergi ke
kamarmu !






QUEEN



Kak, semua ini bisa
dibicarakan, King dan Ace



kan saudara kita, mereka bisa mengerti keadaan



kita.






JACK



( Suaranya makin
tinggi )



Queen … jangan buat
aku marah. Cepat



pergi ke kamarmu !






Queen mulai menangis, tapi tak beranjak
sedikit pun dari tempatnya. King menatap Queen dengan simpati, ia pun mendekati
Jack.






KING



( Menoleh ke arah
Queen )



Queen, kakakmu
menganggap ini adalah



urusan laki-laki.
Baiklah, kalau begitu.



( Menatap Jack ) Ayo
kita selesaikan dengan



cara laki-laki !






Tiba-tiba Ace datang dengan wajah bingung.






ACE



Ada apa ini ? Kenapa semua orang di kamar



King ?






KING



( Kepada Ace )



Ace, tolong hubungi
Big Black. Besok malam



ada hal yang harus
kita selesaikan secara



jantan. ( Kepada
Jack ) Kalau kamu tidak



terima aku bayar
hutang-hutang papamu,



menangkan uang itu besok
malam ini !






CUT TO :






INT.
RUMAH KING, DEPAN PINTU KAMAR KING – MALAM



Terlihat Queen berdiri di depan pintu kamar
King, sesekali ia terlihat ingin mengetuk pintu, namun ia terlihat ragu-ragu.
Sampai beberapa saat kemudian, pintu terbuka.






Close
up
wajah King yang bingung
saat membuka pintu, karena ia melihat Queen di depan pintu.






KING



Ng … kamu mencariku
?






QUEEN



( Terlihat bingung )



Ng … ada sesu …






JACK ( O.S. )



Queen … kamu di mana
?






Queen tersentak dan segera menoleh ke kanan
dan ke kiri.






QUEEN



( Bicara cepat )



Boleh aku masuk ?






King mengangguk dan membiarkan Queen masuk
ke dalam kamarnya. Kemudian, pintu kamar pun ditutup.






QUEEN



King, bisa tolong
kunci pintu kamarmu



sebentar ? Aku tidak
mau kakakku tahu



aku datang
menemuimu.






Meskipun tidak tahu apa yang akan dilakukan
Queen, King mengunci pintu kamarnya dari dalam dan mempersilahkan Queen duduk
di sofa kamarnya.






KING



Duduklah.






QUEEN



( Duduk di sofa,
tapi masih terlihat



kebingungan )



Terima kasih.






KING



( Duduk di ujung
sofa yang berlawanan dengan



Tempat Queen duduk )



Ada apa mencariku ?






QUEEN



Ng … aku …






KING



Tidak apa-apa,
bilang saja.






QUEEN



Aku … pertama-tama
aku minta maaf karena



sikap kakakku
padamu. Aku juga berterima kasih



Karena kamu telah
melunasi sisa-sisa hutang



papaku. Tapi … di
satu sisi aku sependapat dengan



kakakku. Memang … kami
sekarang menjadi anak yatim



piatu, tidak punya
rumah, harta maupun uang.



Tapi, bukan berarti
kami butuh belas kasihan



dari orang lain.
Mengenai hutang-hutang yang telah



kau lunasi, tolong
beritahu aku jumlahnya. Dan …



tolong beri kami
waktu, kami pasti akan membayarnya.



Dan bila perlu, kamu
bisa menetapkan bunga yang



harus kami bayar.






KING



( Menatap
langit-langit, menghela napas )



Awalnya … aku pikir
meski Jack tidak menganggapku



saudara, masih ada
kamu yang akan menganggapku



sebagai saudara.
Tapi ternyata kalian sama. Kalian



menganggap aku dan
Ace sebagai orang asing.






QUEEN



( Langsung panik )



Bukan ! Bukan begitu
! Aku … aku senang sekali



mendengar bahwa kamu
menganggap kami sebagai



saudara. Karena …
aku pikir kamu masih benci



kepada mama karena
telah meninggalkanmu dan



Ace sewaktu kalian
kecil, jadi … aku pikir …



kamu … juga membenci
kami anak-anak mama.






KING



( Beranjak dari
tempat duduknya )



Awalnya aku memang
membenci kalian semua.



Tapi, kata-katamu
waktu itu telah menyadarkanku.



Aku pikir … mungkin
saja cerita mama benar,



mungkin saja
perpisahan mama dan papaku



adalah salah paham.
Dan itu berarti aku tidak boleh



membenci mama dan
keluarganya seperti itu.



Aku sudah mulai
memaafkan mama dan ingin



membina hubungan
yang baik dengannya. Tapi …



mungkin semua ini
adalah hukuman untukku.



Di saat-saat seperti
ini, mama malah pergi dan



aku tidak sempat
lagi minta maaf padanya.






QUEEN



( Matanya
berkaca-kaca )



Bukan, semua hal
buruk terjadi karena aku.






KING



( Menoleh ke arah
Queen )



Jangan selalu
menyalahkan diri sendiri. Dan



jangan selalu
melihat ke belakang. Pandanglah



ke depan. Bangun
masa depanmu. Perbaiki



kesalahanmu, itu
lebih berguna daripada hanya



mengeluarkan air
mata terus menerus.






QUEEN



Tapi …






KING



Mengenai
hutang-hutang papamu … aku sudah



mengatur cara agar
kakakmu tidak lagi cari



masalah denganku.
Besok malam aku akan



mengalah, jadi …
kamu tenang saja.






QUEEN



Justru … aku ke sini
ingin minta agar kamu



membatalkan jadwal
balapan besok malam.






KING



( Tersentak kaget )



Kenapa ?






QUEEN



Apa … kamu ingat ?
Waktu kamu kecelakaan



waktu itu … mama sedih
sekali. Sekarang …



mama dan papa sudah
tidak ada … kalau …



( air matanya mulai
menetes ) sampai terjadi



apa-apa dengan Jack
… aku tidak tahu lagi



harus bagaimana. Kak
Cici sudah pergi entah



ke mana, sekarang …
yang aku miliki hanyalah



kakakku Jack.






King menoleh, menatap Queen yang sedang
menangis. Ia terlihat ikut sedih.






KING



( Tanpa memandang
Queen )



Maaf, aku tidak
bisa. Hal yang sudah



kuputuskan, tidak
bisa kuubah kembali.






QUEEN



Meskipun aku punya
alasan kuat supaya



kamu mengubah
keputusan itu ?






KING



( Menatap Queen
tajam )



Ya.






QUEEN



Aku …






KING



Kamu tidak perlu
khawatir. Aku dan Jack



sudah beberapa kali
bertanding. Kecelakaan



kemarin bisa terjadi
karena aku yang



memaksakan diri.
Tapi sekarang … aku dan



Jack sama-sama
sehat, jadi … kecelakaan tidak



akan mungkin terjadi.






QUEEN



Tapi …






KING



( Memalingkan
wajahnya ke arah lain )



Maaf, sudah malam.
Sebaiknya kamu



kembali ke kamarmu.
Atau Jack akan



mencari sampai sini.






King berjalan mendekati pintu, kemudian
membukanya.






KING ( CON’T )



Silahkan.






Dengan wajah kecewa, Queen pun keluar dari
kamar King. King segera menutup pintu dan menguncinya.






KING ( V.O. )



( Menutup matanya )



Queen … aku janji,
bila suatu hari nanti



sesuatu yang buruk
dengan Jack, aku



pasti akan
melindungimu. Itu janjiku kepada



mama. Cuma itu yang
bisa kulakukan agar



bisa menebus
kesalahanku kepada mama.





CUT TO :
Shan2 · 96 views · 1 comment
Categories: Episode 9#, Part 3

1, 2  Next page

Last Comment

Calendar

September 2010
SunMonTueWedThuFriSat
 << < > >>
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Google Adsense

Announce

Who's Online?

Member: 0
Visitor: 1

rss Syndication

Archives