EXT.
TAMAN
TERBUKA, PINGGIR SUNGAI SIANG
PAPI
( Geleng-geleng
kepala, menghela napas )
Kenapa sekarang
banyak sekali bencana
yang terjadi ?
Beberapa hari yang lalu,
teman lamaku juga
meninggal dunia.
Yang satu meninggal
akibat bunuh diri,
dan yang satu lagi
kecelakaan mobil.
Sudah lama aku tidak
bertemu dengan
mereka. Tidak
disangka, berita yang
aku dengar malah
berita seperti ini.
QUEEN
( Bingung )
Bunuh diri ?
Kecelakaan mobil ? Jangan-
jangan
guru kenal
dengan papa dan
mamaku ?
PAPI
( Menatap Queen
dengan bingung )
Papa
dan
mamamu
?
Tiga sekawan minus Queen langsung menoleh ke
arah Papi dengan wajah bingung.
Muncul tulisan dari samping 9# PERANG BARU DIMULAI .
CUT TO :
EXT.
TAMAN
TERBUKA, DEKAT PEPOHONAN SIANG
Terlihat Ace sedang memotret bunga-bunga di
taman dengan kameranya. Kemudian, tanpa sengaja ia melihat empat sekawan di
pinggir sungai. Ace mulai mengintai mereka.
CUT TO :
INT.
RUMAH PHOENIX,
RUANG TAMU SIANG
( Point
of view empat sekawan ) Terlihat ruang tamu rumah Phoenix yang tersusun rapi, ada sofa yang terbuat
dari kayu jati, lemari-lemari tempat pajangan dan aquarium berisi ikan-ikan
kecil.
Tadinya ruangan itu kosong, tapi kini empat
sekawan dan Papi masuk ke dalam ruangan.
PAPI
( Berteriak )
Phoenix ! Mami ! Condor ! Kita kedatangan
tamu !
Tak lama kemudian, Mami 1 dan Mami 2 pun
keluar dari dalam rumah. Tadinya mereka tersenyum lebar. Tapi, begitu melihat
Queen dkk, senyum kedua Mami berubah menjadi wajah yang cemberut.
Empat sekawan dengan sopan memberi salam
kepada kedua Mami.
EMPAT SEKAWAN
( Senyum )
Siang, Istri guru !
Tak ada jawaban. Malah wajah kedua Mami
makin cuek. Empat sekawan bingung dan saling pandang satu sama lain, begitu
juga Papi.
PAPI
( Senyum )
Lho, kok sama tamu
begitu ? ( Kepada Mami 2,
sambil menunjuk ke
arah Queen ) Dia ini putri
kakakmu, lho !
Mendengar kata-kata Papi, empat sekawan baru
menyadari kemiripan antara Mami 2 dengan Mama Queen. Mereka pun memperhatikan
Mami 2 dengan seksama.
MAMI 2
( Cuek )
Terus, memang kenapa
?
QUEEN
( Mendekati Mami 2 )
Tante
mirip sekali
dengan mamaku
PAPI
( Senyum )
Ya, mami memang adik
kembar mamamu, Queen.
Seketika, mata Queen langsung berkaca-kaca.
QUEEN
( Air matanya mulai
menetes )
Tante
mengingatkanku akan almarhum mamaku.
Tiga sekawan langsung siap siaga menenangkan
Queen. Nu Nu menepuk-nepuk pundak Queen pelan, Mie Mie menggenggam tangan Queen
dan Dan Dan memberikan senyuman khasnya yang walaupun tidak banyak membantu,
tapi setidaknya ia sudah berusaha membantu temannya.
Papi mendekati Queen. Mami 1 dan Mami 2
malah tampak lebih kesal, mereka melipat tangan mereka dan memperhatikan empat
sekawan dengan mata berapi-api.
PAPI
( Kepada Queen )
Jangan sedih ! Orang
yang sudah meninggal
tidak akan bisa
hidup kembali
Saat itulah Phoenix dan Condor pulang.
PHOENIX (
O.S. )
Aku pulang !
Wajah kedua mami langsung berubah menjadi
ceria.
KEDUA MAMI
( Hampir berbarengan
)
Phoenix sudah pulang !
Sesaat kemudian, Phoenix dan Condor sudah berada di dalam ruang
tamu. Phoenix masuk dengan gembira, namun kegembiraannya
sirna ketika melihat Queen.
PHOENIX
( Menghampiri Queen
)
Mau apa kamu ke sini
? Apa lagi yang mau
kamu rebut dariku ?
QUEEN
( Tersentak,
langsung jadi gugup )
Ak
aku
aku
kenapa ? Apa yang kurebut
darimu ?
PHOENIX
( Matanya mendelik )
Apa yang kaurebut ?
Hari besarku, hari
bahagiaku,
teman-temanku.
DAN DAN
( Maju dan mendekati
Phoenix )
Hari besar apa ?
CONDOR
( Menghalangi Dan
Dan mendekati Phoenix )
Hari ulang tahun
Phoenix Seharusnya
menjadi hari yang
penuh kebahagiaan, tapi
kalian sudah
merebutnya dari Phoenix.
NU NU
Aduh, tolong jangan
sebut hari ulang tahun lagi.
Hari itu adalah hari
yang membuat Queen
kehilangan
orangtuanya.
Close
up kaki Nu Nu diinjak kaki
Mie Mie.
NU NU
( Berteriak )
AUW !!!
Nu Nu langsung menoleh ke arah Mie Mie yang
sedang meletakkan jarinya di depan bibirnya.
PAPI
Condor, kamu bilang
apa ? Memangnya apa yang
dilakukan Queen ?
CONDOR
Hari itu, Phoenix sudah mempersiapkan semuanya
untuk merayakan
pesta ulang tahunnya. Sudah beli
gaun yang terbaik,
kedua mami sudah menyiapkan
makanan, jadwal
pesta sudah ditetapkan dan teman-
teman pun sudah
diundang. ( Menoleh ke arah Papi )
Tapi
apakah guru
ingat ? Hari itu, tidak ada seorang
pun yang datang ke
pesta Phoenix, kecuali Tweety,
dan Swallow, teman
baik Phoenix. Dan semua itu
terjadi, karena
Queen telah menyogok semua teman
kampus agar mau
datang ke pestanya.
PAPI
( Bingung )
Apa benar ada hal
seperti itu ?
DAN DAN
FITNAH !!! Queen
sama sekali tidak tahu soal
pesta itu. Pesta
hari itu adalah pesta kejutan.
NU NU
Iya, hari itu cuma
Jack dan Ethan yang mengundang
teman-teman Queen,
lalu Ethan memberitahu kami,
jadi kami ikut
membantu. Tapi, kami sama sekali
tidak mengeluarkan
uang sepeser pun.
Mie Mie kelihatan sedang berpikir, Phoenix
menatap Queen dengan penuh kebencian, Papi masih bingung, Queen masih menangis,
Mami 1 kelihatan bingung saat melihat Queen menangis, Mami 2 kelihatan semarah
Phoenix.
CONDOR
( Menoleh ke arah
Queen yang sedang menangis )
Dasar air mata buaya
! Kalau semua maling
mau mengaku, penjara
pasti penuh !
Tiba-tiba tangis Queen mengeras, Queen
segera mendekati Phoenix, Papi, Mami 1, Mami 2 dan Condor satu persatu sambil
membungkukkan diri.
QUEEN
( Sambil menangis
dan membungkuk )
Maaf ! Maafkan aku !
Tiga sekawan segera mendekati Queen dan
memeluknya.
NU NU
Queen, kamu nggak
perlu minta maaf ! Ini
bukan salahmu.
DAN DAN
Benar, untuk apa
kamu minta maaf ? Toh,
kamu tidak pernah
melakukan apa yang
mereka tuduhkan.
Queen masih saja manggut-manggut sambil meminta
maaf. Nu Nu dan Mie Mie yang melihat tingkah Queen tidak dapat menahan air
matanya, mereka ikut menangis.
NU NU
( Sambil menangis )
Queen, kamu kasihan
sekali, baru saja tertimpa
bencana, sekarang
malah dihina orang seperti ini.
MIE MIE
( Memeluk Queen )
Queen, tolong
berhenti, nanti badanmu bisa sakit,
Kalau kamu sakit,
bagaimana dengan Jack ?
PHOENIX
Bencana ? Hal yang
kamu sebut bencana itu
adalah hasil
perbuatanmu sendiri. Semua orang
tahu kamulah yang
menyulut api sampai rumahmu
terbakar habis.
Kalau bukan kamu, siapa lagi yang
harus disalahkan ?
PAPI
Phoenix, jangan begitu !
Phoenix kelihatan makin kesal karena Papi membela
Queen.
PHOENIX
( Mendekati Queen
dan mendorongnya )
Sudah, jangan
pura-pura ! Dasar, anak aktris,
di mana dan kapan
pun akan berakting. Lihat,
sampai Papiku pun
tertipu.
Queen terdorong, tapi berhasil ditahan kedua
teman baiknya, Nu Nu dan Mie Mie.
DAN DAN
Kamu keterlaluan !
Dan Dan baru saja ingin mendekati Phoenix, tapi sudah dihalangi Condor. Dan tiba-tiba
terdengar suara tamparan keras. PLAK !! Papi menampar Phoenix.
PAPI
Kamu keterlaluan Phoenix. Tidak seharusnya
kamu begitu terhadap
orang lain. Apalagi
Queen masih
saudaramu.
Mata Phoenix berkaca-kaca, menatap Papi
dengan penuh kemarahan sambil memegangi pipinya yang telah ditampar Papi.
PHOENIX
Aku benci Papi !
Papi jahat !
Phoenix segera berlari keluar rumah. Condor
cepat-cepat mengejar Phoenix.
Mami 1 terlihat bingung, di satu sisi ia
mengkhawatirkan Phoenix, tapi di sisi lain, ada sebuah suara kecil
dalam hatinya yang mengkhawatirkan Queen.
MAMI 2
( Kepada Papi )
Kamu keterlaluan,
tidak seharusnya kamu
memukul putrimu
sendiri hanya karena
orang asing !
Papi terlihat menyesal, ia langsung menjadi
lemah dan terduduk di sofa. Queen langsung mendekati Papi dan meminta maaf.
CUT TO :
Syndication
2010-09-01 @ 09:05:54 am
by suchang
hii Shan2 . ok nih RF ...
2008-12-22 @ 06:57:16 am
by rani
Yaa... nasib deh.. terpaksa menunggu lagi donkz, Quistis? ...
2008-04-16 @ 03:27:38 am
by ye tian yu
Quistis!! gua join neh.. =D eh, lw gk ...
2008-03-23 @ 10:34:02 am
by ye tian yu
hai.. hai.. cerita u bagus looo... coba aja ya ...
2008-03-20 @ 07:48:41 am
by 4qua