Royal Flush

Episode 9# " Perang Baru Dimulai " : Part 4
17 Dec 2007 - 11:25:05 am


INT.
PERPUSTAKAAN, DEPAN LEMARI BUKU – SIANG



Terlihat Ace sedang mencari-cari sesuatu di
antara deretan buku-buku yag dipajang di lemari.



 



Camera
movement.
Terlihat Phoenix
sedang mencari-cari sesuatu di antara deretan buku-buku yang dipajang.



 



Kamera berjalan mundur. Terlihat Ace dan Phoenix berada di sebuah lorong yang diapit oleh
dua buah lemari besar.



 



ACE



( Tanpa melihat Phoenix )



Malam ini King dan
Jack akan balapan.



Aku ingin kamu atur
seseorang untuk merusak



rem motor Jack.



 



PHOENIX



( Menoleh ke arah
Ace )



Kamu gila ? Bukankah
Jack itu saudaramu ?



 



ACE



Shhtt … Jangan
bicara keras-keras. Kita ini



tidak kenal, ingat ?
Apa kamu sudah lupa



kalau kamu ingin
menghancurkan hidup



Queen ? Sekarang
ini, Queen sudah tidak



punya apa-apa,
kecuali kakaknya Jack. Jadi,



kalau kamu mau
menghancurkan hidup Queen,



kamu harus lebih
dulu melenyapkan Jack.



agar tidak ada
seorang pun yang bisa membantu



Queen lagi.



 



PHOENIX



( Kali ini sama
sekali tidak menoleh ke arah Ace )



Kenapa tidak
langsung melenyapkan Queen saja ?



 



ACE



Salah ! Itu terlalu
enak baginya, aku beritahu, ya.



Seseorang akan lebih
menderita kalau orang-orang



yang disayanginya
tertimpa bencana. Dibandingkan



bila dirinya sendiri
yang tertimpa bencana.



 



PHOENIX



Oh, iya … aku
mengerti. Tapi … bagaimana caranya



aku melakukan hal
yang kamu suruh itu ?



 



ACE



Aku sudah
menjalankan tugasku sebagai informan,



lebihnya, kamu harus
usahakan sendiri.



 



Kemudian Ace mengambil salah satu buku yang
ada di lemari dan membawanya pergi.
Phoenix menoleh dan menatap Ace dengan kesal.



 



PHOENIX



Dasar ! Apa ini yang
dinamakan “ patner “ ?



 



CUT TO :



 



EXT.
TAMAN
DEKAT KAMPUS, SEKITAR
TAMAN –
SIANG



Terlihat empat sekawan sedang berjalan kaki
di sekitar taman.



 



QUEEN



Tidak bisa, pokoknya
aku harus cegah



Jack balapan malam
ini. Aku punya firasat



buruk. Aku takut …
aku akan kehilangan



kakakku. Sekarang,
selain dia, aku tidak



punya siapa-siapa
lagi.



 



NU NU



( Menghela napas )



Tapi … bagaimana
caranya ? Jack
kan begitu



tegas, bagaimana
mungkin kita melarangnya



balapan ?



 



DAN DAN



( Memegangi dagunya
sambil geleng-geleng )



Kelihatannya agak
sulit.



 



Mie Mie kelihatan seperti sedang berpikir,
sesekali ia membenarkan kacamatanya.



 



MIE MIE



Kecuali …



 



DAN DAN, QUEEN DAN NUNU



( Hampir berbarengan
)



Kecuali apa ?



 



MIE MIE



Kecuali … kita
sembunyikan motor Jack.



 



Nu Nu menarik napas panjang, ia kelihatan
agak terkejut.



 



DAN DAN



Kamu gila ?
Bagaimana caranya ? Dan lagi …



kita kan tidak tahu Jack taruh motornya di



mana.



 



QUEEN



( Kelihatan serius )



Dulu … orang rumah
tidak tahu kalau Jack



balapan, Jadi … Jack
tidak pernah menaruh



motornya di rumah.
Pasti ada tempat khusus



untuk menaruh motor
Jack.



 



NU NU



Tapi di mana ?



 



Empat sekawan kelihatan berpikir keras,
mereka mondar mandir ke
sana kemari. Sampai beberapa saat kemudian, Dan Dan, Queen dan Mie
Mie berhenti bergerak dan hanya menatap Nu Nu dengan tatapan aneh.



 



Nu Nu yang menjadi pusat perhatian lama
kelamaan sadar dan segera tertawa polos.



 



NU NU



Kenapa kalian melihatku
begitu ?



 



Tiga sekawan minus Nu Nu berjalan mendekati
Nu Nu.



 



DAN DAN



Kamu ingat kenapa
dulu kita bisa tahu



kalau Jack balapan ?



 



Nu Nu mengangguk, tapi masih kelihatan
bingung.



 



DAN DAN



Terus … kamu juga
ingat siapa yang



memberitahu kita ?



 



Nu Nu berpikir sejenak, kemudian mengangguk.
Tiga sekawan minus Nu Nu pun tersenyum lebar.



 



NU NU



( Seperti teringat
sesuatu )



Oh, aku ingat !
Ethan !!



 



CUT TO :



 



EXT.
RUMAH ETHAN, HALAMAN RUMAH ETHAN – SIANG



Terlihat empat sekawan berjalan masuk. Dan
Dan, Queen dan Mie Mie mendorong-dorong Nu Nu agar jalan duluan. Nu Nu terlihat
tidak senang.



 



NU NU



Aduh, apa sih ?



 



Mereka sampai di depan pintu, Dan Dan
buru-buru mengetuk pintu, kemudian menyenggol Nu Nu pelan. Tiga sekawan minus
Nu Nu tersenyum-senyum melihat Nu Nu.



 



NU NU



( Setengah berbisik
)



Nanti aku harus
bilang apa ?



 



DAN DAN



( Ikut-ikutan
berbisik )



Bilang saja kamu mau
mengajaknya nonton.



 



Queen dan Mie Mie tertawa sambil menutup
mulut mereka agar suaranya tidak kedengaran.



 



Sesaat kemudian, pintu terbuka, namun yang
terlihat bukanlah Ethan. Tetapi seorang gadis manis bernama
ALICE.



 



ALICE



Cari siapa ?



 



NU NU



Ng … Ethan ada ?



 



ALICE



( Menoleh ke
belakang, kemudian berteriak )



Kak ! Ada perempuan datang mencarimu !



 



Nu Nu melotot saking kagetnya. Dan Dan, Queen
dan Mie Mie tertawa kecil.



 



ALICE ( CON’T )



Masuk aja.



 



Alice pun mempersilahkan empat sekawan masuk ke
dalam rumah. Mereka pun duduk di sofa ruang tamu sambil melihat-lihat ke
sekeliling rumah. Beberapa saat kemudian, Ethan datang dan langsung tersenyum
saat melihat Nu Nu.



 



ETHAN



( Duduk di sebelah
Nu Nu )



Ada apa sayang ? Kok tiba-tiba datang ?



 



Nu Nu segera berpindah tempat duduk, yang
pasti jauh dari Ethan.



 



QUEEN



Kak Ethan, apa kakak
tahu di mana kakakku



sekarang ?



 



ETHAN



( Menatap Queen )



Ng … aku tidak tahu.



 



NU NU



Bohong, mana mungkin
kamu tidak tahu ?



Kamu kan kayak bayangannya.



 



ETHAN



( Menghela napas )



Oke, aku ngaku. Aku
memang tahu di mana



Jack, tapi aku tidak
boleh bilang siapapun.



 



Empat sekawan saling berpandangan.



 



CUT TO :



 



EXT.
RUMAH ETHAN, JALANAN SEKITAR RUMAH ETHAN – SIANG



Terlihat empat sekawan berjalan dengan wajah
kecewa.



 



NU NU



Dasar Ethan jelek !
Sudah dirayu-rayu



setengah mati tetap
tidak mau buka mulut.



 



QUEEN



Sudahlah, Nu. Aku
tahu posisi Ethan.



Lebih baik kita cari
jalan lain saja.



 



DAN DAN



Maunya sih gitu,
tapi jalan lainnya tuh



apa ?



 



Empat sekawan terlihat sedang berpikir
keras, sampai
Alice, adik Ethan lewat di depan mereka. Gadis
itu berjalan santai sambil membawa sebuah bungkusan hitam.



 



Pandangan empat sekawan beralih kepada gadis
itu, dan sesaat kemudian, mereka tersenyum satu sama lain.



 



CUT TO :


Shan2 · 228 views · 2 comments
Categories: Episode 9#, Part 4

Permanent link to full entry

http://royal-flush.blogsfan.net/Royal-Flush-b1/Episode-9-Perang-Baru-Dimulai-Part-4-b1-p82.htm

Comments

No Comment for this post yet...


Leave a comment

New feedback status: Published





Your URL will be displayed.

 
Please enter the code written in the picture.


Comment text

Options
   (Set cookies for name, e-mail and url)


  

Last Comment

Calendar

February 2012
SunMonTueWedThuFriSat
 << < > >>
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
26272829   

Google Adsense

Announce

Who's Online?

Member: 0
Visitors: 3

rss Syndication

Archives