Royal Flush

Episode 9# " Perang Baru Dimulai " : Part 3
17 Dec 2007 - 11:23:51 am


INT.
RUMAH KING, RUANG TAMU – SORE



Terlihat Queen baru saja masuk ke dalam
rumah. Camera Movement. Terlihat
ruang tamu yang kosong. Queen meletakkan tasnya di atas sofa, kemudian
mendudukkan dirinya di sebelah tasnya sambil menghela napas panjang.






Saat itu, suasana sungguh tenang, sampai
beberapa detik kemudian …






JACK ( O.S. )



Apa maksudmu
melakukan semua ini ?






Queen yang tadinya hampir tertidur,
tersentak kaget karena teriakan Jack. Ia pun segera beranjak dan berjalan
menuju asal suara.






INT.
RUMAH KING, KAMAR KING – SORE



Terlihat King sedang duduk di depan meja
komputernya sambil meneguk secangkir kopi. Sedangkan Jack berdiri di samping
King sambil mengacungkan gulungan kertas putih yang dipegangnya.






KING



( Setelah meletakkan
cangkir kopinya



di atas meja )



Seharusnya kamu
mengetuk pintu sebelum masuk.






JACK



( Terlihat marah
sekali )



Jangan mengalihkan
pembicaraan. Sekarang,



coba jelaskan,
kenapa kau lakukan ini ? Kau



mau menghinaku dan
Queen, ya ? Kau pikir kami



tidak sanggup
membayar sisa-sisa hutang papa ?






KING



( Beranjak dari
tempat duduknya )



Apa aku pernah
bilang seperti itu ?






Camera
movement.
Terlihat Queen
baru saja sampai di depan pintu kamar King, ia pun perlahan-lahan masuk ke
dalam kamar.






JACK



Jangan mengelak !
Aku sudah cek datanya.



Semua hutang
dilunasi atas nama King.






KING



Apa itu berarti aku
menghinamu ?






JACK



Tentu saja ya.
Jangan kira hanya karena



Rumah kami terbakar,
semua harta mama



dan papa disita,
kami tidak bisa hidup sendiri,



jangan kira kami
tidak bisa mencari uang sendiri.



Sekarang aku katakan
padamu, mulai sekarang,



aku akan keluar dari
rumahmu dan semua hutang



Papa yang telah kau
lunasi, akan aku bayar ! Dan



tidak akan kurang
sepeser pun.






KING



Sombong sekali,
jangan lupa. Kamu masih harus



membayar uang
kuliahmu dan Queen.






JACK



Jangan kira bisa
meremehkanku, ya. Aku bisa



berhenti kuliah,
dengan begitu aku bisa mencari



kerja dan membiayai
hidupku dan Queen, termasuk



biaya kuliahnya.






KING



Kerja ? Memangnya
kamu bisa kerja apa ?






QUEEN ( O.S. )



Berhenti ! Tolong
berhenti ! Jangan bertengkar



lagi. Kita masih
dalam suasana berkabung, apa



perlu bertengkar
hanya karena masalah uang ?






Jack dan King langsung menoleh ke arah
Queen.






JACK



Queen, pergilah ke
kamarmu. Jangan ikut campur.



Ini urusan
laki-laki.






QUEEN



( Matanya berkaca-kaca
)



Kak, aku tidak mau
kamu berhenti kuliah …






JACK



( Suaranya meninggi
)



Aku bilang pergi ke
kamarmu !






QUEEN



Kak, semua ini bisa
dibicarakan, King dan Ace



kan saudara kita, mereka bisa mengerti keadaan



kita.






JACK



( Suaranya makin
tinggi )



Queen … jangan buat
aku marah. Cepat



pergi ke kamarmu !






Queen mulai menangis, tapi tak beranjak
sedikit pun dari tempatnya. King menatap Queen dengan simpati, ia pun mendekati
Jack.






KING



( Menoleh ke arah
Queen )



Queen, kakakmu
menganggap ini adalah



urusan laki-laki.
Baiklah, kalau begitu.



( Menatap Jack ) Ayo
kita selesaikan dengan



cara laki-laki !






Tiba-tiba Ace datang dengan wajah bingung.






ACE



Ada apa ini ? Kenapa semua orang di kamar



King ?






KING



( Kepada Ace )



Ace, tolong hubungi
Big Black. Besok malam



ada hal yang harus
kita selesaikan secara



jantan. ( Kepada
Jack ) Kalau kamu tidak



terima aku bayar
hutang-hutang papamu,



menangkan uang itu besok
malam ini !






CUT TO :






INT.
RUMAH KING, DEPAN PINTU KAMAR KING – MALAM



Terlihat Queen berdiri di depan pintu kamar
King, sesekali ia terlihat ingin mengetuk pintu, namun ia terlihat ragu-ragu.
Sampai beberapa saat kemudian, pintu terbuka.






Close
up
wajah King yang bingung
saat membuka pintu, karena ia melihat Queen di depan pintu.






KING



Ng … kamu mencariku
?






QUEEN



( Terlihat bingung )



Ng … ada sesu …






JACK ( O.S. )



Queen … kamu di mana
?






Queen tersentak dan segera menoleh ke kanan
dan ke kiri.






QUEEN



( Bicara cepat )



Boleh aku masuk ?






King mengangguk dan membiarkan Queen masuk
ke dalam kamarnya. Kemudian, pintu kamar pun ditutup.






QUEEN



King, bisa tolong
kunci pintu kamarmu



sebentar ? Aku tidak
mau kakakku tahu



aku datang
menemuimu.






Meskipun tidak tahu apa yang akan dilakukan
Queen, King mengunci pintu kamarnya dari dalam dan mempersilahkan Queen duduk
di sofa kamarnya.






KING



Duduklah.






QUEEN



( Duduk di sofa,
tapi masih terlihat



kebingungan )



Terima kasih.






KING



( Duduk di ujung
sofa yang berlawanan dengan



Tempat Queen duduk )



Ada apa mencariku ?






QUEEN



Ng … aku …






KING



Tidak apa-apa,
bilang saja.






QUEEN



Aku … pertama-tama
aku minta maaf karena



sikap kakakku
padamu. Aku juga berterima kasih



Karena kamu telah
melunasi sisa-sisa hutang



papaku. Tapi … di
satu sisi aku sependapat dengan



kakakku. Memang … kami
sekarang menjadi anak yatim



piatu, tidak punya
rumah, harta maupun uang.



Tapi, bukan berarti
kami butuh belas kasihan



dari orang lain.
Mengenai hutang-hutang yang telah



kau lunasi, tolong
beritahu aku jumlahnya. Dan …



tolong beri kami
waktu, kami pasti akan membayarnya.



Dan bila perlu, kamu
bisa menetapkan bunga yang



harus kami bayar.






KING



( Menatap
langit-langit, menghela napas )



Awalnya … aku pikir
meski Jack tidak menganggapku



saudara, masih ada
kamu yang akan menganggapku



sebagai saudara.
Tapi ternyata kalian sama. Kalian



menganggap aku dan
Ace sebagai orang asing.






QUEEN



( Langsung panik )



Bukan ! Bukan begitu
! Aku … aku senang sekali



mendengar bahwa kamu
menganggap kami sebagai



saudara. Karena …
aku pikir kamu masih benci



kepada mama karena
telah meninggalkanmu dan



Ace sewaktu kalian
kecil, jadi … aku pikir …



kamu … juga membenci
kami anak-anak mama.






KING



( Beranjak dari
tempat duduknya )



Awalnya aku memang
membenci kalian semua.



Tapi, kata-katamu
waktu itu telah menyadarkanku.



Aku pikir … mungkin
saja cerita mama benar,



mungkin saja
perpisahan mama dan papaku



adalah salah paham.
Dan itu berarti aku tidak boleh



membenci mama dan
keluarganya seperti itu.



Aku sudah mulai
memaafkan mama dan ingin



membina hubungan
yang baik dengannya. Tapi …



mungkin semua ini
adalah hukuman untukku.



Di saat-saat seperti
ini, mama malah pergi dan



aku tidak sempat
lagi minta maaf padanya.






QUEEN



( Matanya
berkaca-kaca )



Bukan, semua hal
buruk terjadi karena aku.






KING



( Menoleh ke arah
Queen )



Jangan selalu
menyalahkan diri sendiri. Dan



jangan selalu
melihat ke belakang. Pandanglah



ke depan. Bangun
masa depanmu. Perbaiki



kesalahanmu, itu
lebih berguna daripada hanya



mengeluarkan air
mata terus menerus.






QUEEN



Tapi …






KING



Mengenai
hutang-hutang papamu … aku sudah



mengatur cara agar
kakakmu tidak lagi cari



masalah denganku.
Besok malam aku akan



mengalah, jadi …
kamu tenang saja.






QUEEN



Justru … aku ke sini
ingin minta agar kamu



membatalkan jadwal
balapan besok malam.






KING



( Tersentak kaget )



Kenapa ?






QUEEN



Apa … kamu ingat ?
Waktu kamu kecelakaan



waktu itu … mama sedih
sekali. Sekarang …



mama dan papa sudah
tidak ada … kalau …



( air matanya mulai
menetes ) sampai terjadi



apa-apa dengan Jack
… aku tidak tahu lagi



harus bagaimana. Kak
Cici sudah pergi entah



ke mana, sekarang …
yang aku miliki hanyalah



kakakku Jack.






King menoleh, menatap Queen yang sedang
menangis. Ia terlihat ikut sedih.






KING



( Tanpa memandang
Queen )



Maaf, aku tidak
bisa. Hal yang sudah



kuputuskan, tidak
bisa kuubah kembali.






QUEEN



Meskipun aku punya
alasan kuat supaya



kamu mengubah
keputusan itu ?






KING



( Menatap Queen
tajam )



Ya.






QUEEN



Aku …






KING



Kamu tidak perlu
khawatir. Aku dan Jack



sudah beberapa kali
bertanding. Kecelakaan



kemarin bisa terjadi
karena aku yang



memaksakan diri.
Tapi sekarang … aku dan



Jack sama-sama
sehat, jadi … kecelakaan tidak



akan mungkin terjadi.






QUEEN



Tapi …






KING



( Memalingkan
wajahnya ke arah lain )



Maaf, sudah malam.
Sebaiknya kamu



kembali ke kamarmu.
Atau Jack akan



mencari sampai sini.






King berjalan mendekati pintu, kemudian
membukanya.






KING ( CON’T )



Silahkan.






Dengan wajah kecewa, Queen pun keluar dari
kamar King. King segera menutup pintu dan menguncinya.






KING ( V.O. )



( Menutup matanya )



Queen … aku janji,
bila suatu hari nanti



sesuatu yang buruk
dengan Jack, aku



pasti akan
melindungimu. Itu janjiku kepada



mama. Cuma itu yang
bisa kulakukan agar



bisa menebus
kesalahanku kepada mama.





CUT TO :
Shan2 · 130 views · 1 comment
Categories: Episode 9#, Part 3

Permanent link to full entry

http://royal-flush.blogsfan.net/Royal-Flush-b1/Episode-9-Perang-Baru-Dimulai-Part-3-b1-p81.htm

Comments

No Comment for this post yet...


Leave a comment

New feedback status: Published





Your URL will be displayed.

 
Please enter the code written in the picture.


Comment text

Options
   (Set cookies for name, e-mail and url)


  

Last Comment

Calendar

February 2012
SunMonTueWedThuFriSat
 << < > >>
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
26272829   

Google Adsense

Announce

Who's Online?

Member: 0
Visitors: 3

rss Syndication

Archives