Royal Flush

Episode 9# " Perang Baru Dimulai " : Part 1
17 Dec 2007 - 11:18:53 am


EXT.
TAMAN
TERBUKA, PINGGIR SUNGAI – SIANG



 



PAPI



( Geleng-geleng
kepala, menghela napas )



Kenapa sekarang
banyak sekali bencana



yang terjadi ?
Beberapa hari yang lalu,



teman lamaku juga
meninggal dunia.



Yang satu meninggal
akibat bunuh diri,



dan yang satu lagi
kecelakaan mobil.



Sudah lama aku tidak
bertemu dengan



mereka. Tidak
disangka, berita yang



aku dengar malah
berita seperti ini.



 



QUEEN



( Bingung )



Bunuh diri ?
Kecelakaan mobil ? Jangan-



jangan … guru kenal
dengan papa dan



mamaku ?



 



PAPI



( Menatap Queen
dengan bingung )



Papa … dan … mamamu
… ?



 



Tiga sekawan minus Queen langsung menoleh ke
arah Papi dengan wajah bingung.



 



Muncul tulisan dari samping “ 9# PERANG BARU DIMULAI “.



 



CUT TO :



 



EXT.
TAMAN
TERBUKA, DEKAT PEPOHONAN – SIANG



Terlihat Ace sedang memotret bunga-bunga di
taman dengan kameranya. Kemudian, tanpa sengaja ia melihat empat sekawan di
pinggir sungai. Ace mulai mengintai mereka.



 



CUT TO :



 



INT.
RUMAH
PHOENIX,
RUANG TAMU – SIANG



( Point
of view
empat sekawan ) Terlihat ruang tamu rumah
Phoenix yang tersusun rapi, ada sofa yang terbuat
dari kayu jati, lemari-lemari tempat pajangan dan aquarium berisi ikan-ikan
kecil.



 



Tadinya ruangan itu kosong, tapi kini empat
sekawan dan Papi masuk ke dalam ruangan.



 



PAPI



( Berteriak )



Phoenix ! Mami ! Condor ! Kita kedatangan



tamu !



 



Tak lama kemudian, Mami 1 dan Mami 2 pun
keluar dari dalam rumah. Tadinya mereka tersenyum lebar. Tapi, begitu melihat
Queen dkk, senyum kedua Mami berubah menjadi wajah yang cemberut.



 



Empat sekawan dengan sopan memberi salam
kepada kedua Mami.



 



EMPAT SEKAWAN



( Senyum )



Siang, Istri guru !



 



Tak ada jawaban. Malah wajah kedua Mami
makin cuek. Empat sekawan bingung dan saling pandang satu sama lain, begitu
juga Papi.



 



PAPI



( Senyum )



Lho, kok sama tamu
begitu ? ( Kepada Mami 2,



sambil menunjuk ke
arah Queen ) Dia ini putri



kakakmu, lho !



 



Mendengar kata-kata Papi, empat sekawan baru
menyadari kemiripan antara Mami 2 dengan Mama Queen. Mereka pun memperhatikan
Mami 2 dengan seksama.



 



MAMI 2



( Cuek )



Terus, memang kenapa
?



 



QUEEN



( Mendekati Mami 2 )



Tante … mirip sekali
dengan mamaku …



 



PAPI



( Senyum )



Ya, mami memang adik
kembar mamamu, Queen.



 



Seketika, mata Queen langsung berkaca-kaca.



 



QUEEN



( Air matanya mulai
menetes )



Tante …
mengingatkanku akan almarhum mamaku.



 



Tiga sekawan langsung siap siaga menenangkan
Queen. Nu Nu menepuk-nepuk pundak Queen pelan, Mie Mie menggenggam tangan Queen
dan Dan Dan memberikan senyuman khasnya yang walaupun tidak banyak membantu,
tapi setidaknya ia sudah berusaha membantu temannya.



 



Papi mendekati Queen. Mami 1 dan Mami 2
malah tampak lebih kesal, mereka melipat tangan mereka dan memperhatikan empat
sekawan dengan mata berapi-api.



 



PAPI



( Kepada Queen )



Jangan sedih ! Orang
yang sudah meninggal



tidak akan bisa
hidup kembali …



 



Saat itulah Phoenix dan Condor pulang.



 



PHOENIX (
O.S. )



Aku pulang !



 



Wajah kedua mami langsung berubah menjadi
ceria.



 



KEDUA MAMI



( Hampir berbarengan
)



Phoenix sudah pulang !



 



Sesaat kemudian, Phoenix dan Condor sudah berada di dalam ruang
tamu.
Phoenix masuk dengan gembira, namun kegembiraannya
sirna ketika melihat Queen.



 



PHOENIX



( Menghampiri Queen
)



Mau apa kamu ke sini
? Apa lagi yang mau



kamu rebut dariku ?



 



QUEEN



( Tersentak,
langsung jadi gugup )



Ak … aku … aku
kenapa ? Apa yang kurebut



darimu ?



 



PHOENIX



( Matanya mendelik )



Apa yang kaurebut ?
Hari besarku, hari



bahagiaku,
teman-temanku.



 



DAN DAN



( Maju dan mendekati
Phoenix )



Hari besar apa ?



 



CONDOR



( Menghalangi Dan
Dan mendekati
Phoenix )



Hari ulang tahun
Phoenix Seharusnya



menjadi hari yang
penuh kebahagiaan, tapi



kalian sudah
merebutnya dari
Phoenix.



 



NU NU



Aduh, tolong jangan
sebut hari ulang tahun lagi.



Hari itu adalah hari
yang membuat Queen



kehilangan
orangtuanya.



 



Close
up
kaki Nu Nu diinjak kaki
Mie Mie.



 



NU NU



( Berteriak )



AUW !!!



 



Nu Nu langsung menoleh ke arah Mie Mie yang
sedang meletakkan jarinya di depan bibirnya.



 



PAPI



Condor, kamu bilang
apa ? Memangnya apa yang



dilakukan Queen ?



 



CONDOR



Hari itu, Phoenix sudah mempersiapkan semuanya



untuk merayakan
pesta ulang tahunnya. Sudah beli



gaun yang terbaik,
kedua mami sudah menyiapkan



makanan, jadwal
pesta sudah ditetapkan dan teman-



teman pun sudah
diundang. ( Menoleh ke arah Papi )



Tapi … apakah guru
ingat ? Hari itu, tidak ada seorang



pun yang datang ke
pesta
Phoenix, kecuali Tweety,



dan Swallow, teman
baik
Phoenix. Dan semua itu



terjadi, karena
Queen telah menyogok semua teman



kampus agar mau
datang ke pestanya.



 



PAPI



( Bingung )



Apa benar ada hal
seperti itu ?



 



DAN DAN



FITNAH !!! Queen
sama sekali tidak tahu soal



pesta itu. Pesta
hari itu adalah pesta kejutan.



 



NU NU



Iya, hari itu cuma
Jack dan Ethan yang mengundang



teman-teman Queen,
lalu Ethan memberitahu kami,



jadi kami ikut
membantu. Tapi, kami sama sekali



tidak mengeluarkan
uang sepeser pun.



 



Mie Mie kelihatan sedang berpikir, Phoenix
menatap Queen dengan penuh kebencian, Papi masih bingung, Queen masih menangis,
Mami 1 kelihatan bingung saat melihat Queen menangis, Mami 2 kelihatan semarah
Phoenix.



 



CONDOR



( Menoleh ke arah
Queen yang sedang menangis )



Dasar air mata buaya
! Kalau semua maling



mau mengaku, penjara
pasti penuh !



 



Tiba-tiba tangis Queen mengeras, Queen
segera mendekati Phoenix, Papi, Mami 1, Mami 2 dan Condor satu persatu sambil
membungkukkan diri.



 



QUEEN



( Sambil menangis
dan membungkuk )



Maaf ! Maafkan aku !



 



Tiga sekawan segera mendekati Queen dan
memeluknya.



 



NU NU



Queen, kamu nggak
perlu minta maaf ! Ini



bukan salahmu.



 



DAN DAN



Benar, untuk apa
kamu minta maaf ? Toh,



kamu tidak pernah
melakukan apa yang



mereka tuduhkan.



 



Queen masih saja manggut-manggut sambil meminta
maaf. Nu Nu dan Mie Mie yang melihat tingkah Queen tidak dapat menahan air
matanya, mereka ikut menangis.



 



NU NU



( Sambil menangis )



Queen, kamu kasihan
sekali, baru saja tertimpa



bencana, sekarang
malah dihina orang seperti ini.



 



MIE MIE



( Memeluk Queen )



Queen, tolong
berhenti, nanti badanmu bisa sakit,



Kalau kamu sakit,
bagaimana dengan Jack ?



 



PHOENIX



Bencana ? Hal yang
kamu sebut bencana itu



adalah hasil
perbuatanmu sendiri. Semua orang



tahu kamulah yang
menyulut api sampai rumahmu



terbakar habis.
Kalau bukan kamu, siapa lagi yang



harus disalahkan ?



 



PAPI



Phoenix, jangan begitu !



 



Phoenix kelihatan makin kesal karena Papi membela
Queen.



 



PHOENIX



( Mendekati Queen
dan mendorongnya )



Sudah, jangan
pura-pura ! Dasar, anak aktris,



di mana dan kapan
pun akan berakting. Lihat,



sampai Papiku pun
tertipu.



 



Queen terdorong, tapi berhasil ditahan kedua
teman baiknya, Nu Nu dan Mie Mie.



 



DAN DAN



Kamu keterlaluan !



 



Dan Dan baru saja ingin mendekati Phoenix, tapi sudah dihalangi Condor. Dan tiba-tiba
terdengar suara tamparan keras. PLAK !! Papi menampar
Phoenix.



 



PAPI



Kamu keterlaluan Phoenix. Tidak seharusnya



kamu begitu terhadap
orang lain. Apalagi



Queen masih
saudaramu.



 



Mata Phoenix berkaca-kaca, menatap Papi
dengan penuh kemarahan sambil memegangi pipinya yang telah ditampar Papi.



 



PHOENIX



Aku benci Papi !
Papi jahat !



 



Phoenix segera berlari keluar rumah. Condor
cepat-cepat mengejar
Phoenix.



 



Mami 1 terlihat bingung, di satu sisi ia
mengkhawatirkan
Phoenix, tapi di sisi lain, ada sebuah suara kecil
dalam hatinya yang mengkhawatirkan Queen.



 



MAMI 2



( Kepada Papi )



Kamu keterlaluan,
tidak seharusnya kamu



memukul putrimu
sendiri hanya karena



orang asing !



 



Papi terlihat menyesal, ia langsung menjadi
lemah dan terduduk di sofa. Queen langsung mendekati Papi dan meminta maaf.



 



CUT TO :


Shan2 · 152 views · 1 comment
Categories: Episode 9#, Part 1

Permanent link to full entry

http://royal-flush.blogsfan.net/Royal-Flush-b1/Episode-9-Perang-Baru-Dimulai-Part-1-b1-p79.htm

Comments

No Comment for this post yet...


Leave a comment

New feedback status: Published





Your URL will be displayed.

 
Please enter the code written in the picture.


Comment text

Options
   (Set cookies for name, e-mail and url)


  

Last Comment

Calendar

February 2012
SunMonTueWedThuFriSat
 << < > >>
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
26272829   

Google Adsense

Announce

Who's Online?

Member: 0
Visitor: 1

rss Syndication

Archives