Royal Flush

Posts displayed of the category: Part 5

Episode 8# " Habis Terang, Gelap Melanda " : Part 5
17 Dec 2007 


EXT.
MAKAM PAPA DAN MAMA – SIANG



Terlihat Queen, Jack, King, dan Ace dengan
pakaian berkabung, yaitu pakaian serba hitam berdiri di depan makam papa dan
mama. Keempat orang itu mengenakan kacamata hitam untuk menutupi mata mereka
yang bengkak.



 



QUEEN ( V.O. )



Begitulah, kami
mulai bangkit. King dan



Jack pergi ke luar
negri, ke tempat di mana



Mama dan papa
meninggal, kemudian



mengurus semuanya ...



 



Mereka berempat berjalan meninggalkan makam
papa dan mama. Jack berjalan sambil merangkul Queen, sedangkan Ace berjalan
sambil menepuk-nepuk pundak King. King dan Queen hanya berjalan sambil
tertunduk.



 



QUEEN ( V.O. )



… Perusahaan papa
mengalami kerugian



besar-besarnya.
Kemungkinan, inilah



sebab utama mengapa
papa bunuh diri.



Seluruh aset
perusahaan telah lenyap,



bahkan reruntuhan
rumah kami yang telah



hangus terbakar juga
disita ...



 



DISSOLVE TO :



 



EXT.
ROYAL FLUSH BOUTIQUE, DEPAN PINTU BOUTIQUE – SIANG



Terlihat Jack, Queen, King dan Ace berdiri
di depan pintu sambil menatap papan nama “ Royal Flush Boutique “ yang terbuat
dengan neon box dengan sedihnya.



 



QUEEN ( V.O. )



… Begitu juga
dengan  butik mama.



Sekarang, kami sama
sekali tidak punya



apa-apa …



 



Beberapa saat kemudian, papan nama yang
masih menyala itu dimatikan. Lalu diturunkan dari tempatnya. Queen tak dapat
menahan air matanya yang terus mengalir.



 



QUEEN ( V.O. )



Kecuali rumah King
dan Ace, tidak ada



Lagi tempat yang
bisa kami tempati …



 



DISSOLVE TO :



 



INT.
RUMAH KING, RUANG MAKAN – PAGI



Terlihat Queen, Jack, King dan Ace sedang
duduk di meja makan bersama-sama. Mereka makan dengan sangat perlahan. Masih
teringat dengan kejadian-kejadian sebelum bencana ini menimpa keluarga mereka.



 



QUEEN ( V.O. )



… Kak Cici
menghilang sejak hari kami



Melihat berita di
televisi. Kami sudah



Mencari ke rumah
Nut. Tapi … hasilnya



nihil. Sudah 3 hari
aku tidak kuliah. Bahkan,



aku sama sekali
belum menghubungi teman-



temanku. Begitu juga
dengan Jack.



 



CUT TO :



 



INT.
KAMPUS QUEEN, KELAS QUEEN – PAGI



Terlihat Queen sedang merebahkan bagian atas
tubuhnya di atas meja. Beberapa saat kemudian, Dan Dan, Nu Nu dan Mie Mie
datang menghampiri Queen dan langsung memeluknya.



 



NU NU



Queen, kamu ke mana
saja ? Aku



Sudah mencarimu
berhari-hari. Aku



sudah tahu bencana
yang menimpa



keluargamu. Dan …
kalau kamu mau,



kamu bisa tinggal di
rumahku. Kamu



bisa tidur sekamar
denganku. Atau,



kalau kamu tidak
terbiasa tidur dengan



orang lain, aku akan
berikan kamarku



untukmu dan aku akan
tidur bersama



adikku.



 



Mendengar kata-kata Nu Nu, Queen segera
beranjak dan memeluk ketiga temannya sambil melampiaskan kesedihannya.



 



MIE MIE



Queen, aku turut
berduka. Aku cuma



mau bilang, meski
kamu sudah kehilangan



semuanya, kamu masih
punya kami. Kami



akan selalu bersamamu.



 



QUEEN



( Mengusap air
matanya yang terus mengalir )



Makasih …



 



DAN DAN



Queen, aku tidak
pintar bicara yang baik-baik.



Tapi … aku cuma mau
bilang, kata-kata Nu Nu



dan Mie Mie benar.



 



Queen melepaskan pelukannya, mengusap air
matanya dan menatap satu per satu sahabatnya. ( Point of View Queen ) Close up Dan Dan, Nu Nu dan Mie Mie
bergantian. Nu Nu matanya merah, ia juga sedang menangis, begitu juga Mie Mie
yang kini tanpa kacamata karena matanya tak berhenti mengeluarkan air mata.
Sedangkan Dan Dan … wajahnya yang s’lalu tersenyum itu, kini tak terlihat.



 



QUEEN



( Kembali memeluk
ketiga sahabatnya )



Makasih … aku sayang
kalian



 



DAN DAN, NU NU DAN MIE MIE



( Hampir berbarengan
)



Kami juga sayang
kamu … Queen …



 



CUT TO :



 



EXT.
TAMAN
DEKAT KAMPUS – SIANG



Terlihat empat sekawan sedang berjalan
pelan. Nu Nu dan Mie Mie berjalan sambil memeluk Queen, sedangkan Dan Dan
berjalan sambil melipat tangannya dan berkali-kali menghela napas.



 



DAN DAN



( Menghela napas )



Queen, hari ini
adalah hari terakhir kita



belajar di Rumah
Seni. Besok, kita harus



mengumpulkan tugas
kita. Tapi … kalau



kamu tidak mau
pergi, tidak apa-apa.



Lagipula, dosen baru
itu juga akan



mengerti dengan
keadaanmu.



 



NU NU



Iya, Queen. Kami
akan membantumu



bicara dengan nenek
sihir itu.



 



QUEEN



( Menghentikan
langkahnya )



Sekarang, aku sudah
tidak punya papa



dan mama. Apalagi,
semua milikku juga



sudah hilang. Dulu …
aku kuliah berkat



papa dan mama. Jadi,
aku tidak boleh



menyia-nyiakan usaha
mereka. Aku harus



ikut ke rumah seni
dan di hari terakhir ini



menciptakan lukisan
yang paling bagus.



Sehingga aku bisa
mendapatkan nilai tugas



yang baik. Dengan
begitu, papa dan mama



akan bangga padaku. Meskipun … mereka



tidak bisa melihat
lukisanku …



 



MIE MIE



( Mengangguk )



Bagus kalau kamu
berpikir begitu.



 



Dan Dan manggut-manggut, begitu juga Nu Nu.



 



NU NU



Semangat, Queen !



 



QUEEN



( Menatap Nu Nu )



Tapi … aku tidak
punya perlengkapan



melukis.



 



DAN DAN, NU NU DAN MIE MIE



( Berbarengan )



Pakai saja punyaku !



 



CUT TO :



 



EXT.
TAMAN
TERBUKA, PINGGIR SUNGAI – SIANG



Terlihat empat sekawan sedang dalam posisi
melukis. Dan Dan, Nu Nu dan Mie Mie masing-masing memakai perlengkapan melukis
mereka sendiri, sedangkan Queen … karena mereka bertiga bertengkar ingin
meminjamkan perlengkapan milik mereka untuk Queen, maka papi meminjamkan Queen
perlengkapan melukis pribadinya.



 



Papi terlihat mondar mandir di belakang
mereka sambil memperhatikan lukisan mereka satu per satu. Saat berhenti di
belakang Queen, matanya sama sekali tak berkedip, ia seperti terpesona.



 



Hal ini menarik perhatian tiag sekawan minus
Queen, mereka ikut-ikutan memperhatikan lukisan Queen. Queen yang sudah masuk
dalam dunianya tak menyadari dirinya sedang diperhatikan orang banyak.



 



PAPI



( Manggut-manggut )



Bagus. Bagus sekali.
( Kepada tiga



sekawan ) Kalian,
contohlah Queen.



Dia melukis dengan
perasaan. Ini baru



namanya lukisan.



 



Tiga sekawan kembali ke tempatnya
masing-masing.



 



PAPI ( CON’T )



( Seperti sedang
berpikir )



Tapi … aku sungguh
bingung. Tiga hari



belakangan, Queen
tidak datang, kenapa



kemajuannya pesat
sekali ? Awalnya kalian



tidak ada yang bisa
melukis dengan perasaan.



Tapi sekarang …
Queen sudah bisa, kenapa



bisa begitu ?



 



NU NU



Mungkin karena Queen
sedang sedih.



 



PAPI



Sedih ? Sedih kenapa
? Memangnya apa



yang terjadi tiga
hari belakangan ini ?



Terakhir kali
bukankah Queen sedang



bahagia ?



 



NU NU



Rumah Queen terbakar
…



 



Mie Mie melirik ke arah Nu Nu dan memberinya
kode agar menutup mulutnya sebelum semuanya berantakan. Nu Nu yang sadar akan
kesalahannya segera menutup mulutnya.



 



Dan Dan terlihat cemas, ia terus menatap
Queen. Begitu mendengar kata-kata Nu Nu, Queen menghentikan kegiatannya. Ia
meletakkan kuas yang tadi digunakannya.



 



PAPI



( Menatap Queen )



Apa ? Terbakar ?
Lalu … bagaimana ?



Apa ada yang terluka
?



 



Queen beranjak dan menatap papi dengan wajah
tenang.



 



QUEEN



Guru jangan
khawatir, tidak ada yang



terluka. Hanya saja
semua benda yang



ada dalam rumah
terbakar.



 



PAPI



( Cemas )



Lalu, sekarang kamu
tinggal di mana ?



 



QUEEN



Aku tinggal di rumah
saudara tiriku.



 



PAPI



( Geleng-geleng
kepala, menghela napas )



Kenapa sekarang
banyak sekali bencana



yang terjadi ?
Beberapa hari yang lalu,



teman lamaku juga
meninggal dunia.



Yang satu meninggal
akibat bunuh diri,



dan yang satu lagi
kecelakaan mobil.



Sudah lama aku tidak
bertemu dengan



mereka. Tidak
disangka, berita yang



aku dengar malah
berita seperti ini.



 



QUEEN



( Bingung )



Bunuh diri ?
Kecelakaan mobil ? Jangan-



jangan … guru kenal
dengan papa dan



mamaku ?



 



PAPI



( Menatap Queen
dengan bingung )



Papa … dan … mamamu
… ?



 



Frame
berhenti, muncul tulisan
dari samping “ BERSAMBUNG “.



 



FADE OUT TO :


Shan2 · 104 views · 1 comment
Categories: Episode 8#, Part 5

Last Comment

Calendar

September 2010
SunMonTueWedThuFriSat
 << < > >>
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Google Adsense

Announce

Who's Online?

Member: 0
Visitor: 1

rss Syndication

Archives