EXT.
MAKAM PAPA DAN MAMA SIANG
Terlihat Queen, Jack, King, dan Ace dengan
pakaian berkabung, yaitu pakaian serba hitam berdiri di depan makam papa dan
mama. Keempat orang itu mengenakan kacamata hitam untuk menutupi mata mereka
yang bengkak.
QUEEN ( V.O. )
Begitulah, kami
mulai bangkit. King dan
Jack pergi ke luar
negri, ke tempat di mana
Mama dan papa
meninggal, kemudian
mengurus semuanya ...
Mereka berempat berjalan meninggalkan makam
papa dan mama. Jack berjalan sambil merangkul Queen, sedangkan Ace berjalan
sambil menepuk-nepuk pundak King. King dan Queen hanya berjalan sambil
tertunduk.
QUEEN ( V.O. )
Perusahaan papa
mengalami kerugian
besar-besarnya.
Kemungkinan, inilah
sebab utama mengapa
papa bunuh diri.
Seluruh aset
perusahaan telah lenyap,
bahkan reruntuhan
rumah kami yang telah
hangus terbakar juga
disita ...
DISSOLVE TO :
EXT.
ROYAL FLUSH BOUTIQUE, DEPAN PINTU BOUTIQUE SIANG
Terlihat Jack, Queen, King dan Ace berdiri
di depan pintu sambil menatap papan nama Royal Flush Boutique yang terbuat
dengan neon box dengan sedihnya.
QUEEN ( V.O. )
Begitu juga
dengan butik mama.
Sekarang, kami sama
sekali tidak punya
apa-apa
Beberapa saat kemudian, papan nama yang
masih menyala itu dimatikan. Lalu diturunkan dari tempatnya. Queen tak dapat
menahan air matanya yang terus mengalir.
QUEEN ( V.O. )
Kecuali rumah King
dan Ace, tidak ada
Lagi tempat yang
bisa kami tempati
DISSOLVE TO :
INT.
RUMAH KING, RUANG MAKAN PAGI
Terlihat Queen, Jack, King dan Ace sedang
duduk di meja makan bersama-sama. Mereka makan dengan sangat perlahan. Masih
teringat dengan kejadian-kejadian sebelum bencana ini menimpa keluarga mereka.
QUEEN ( V.O. )
Kak Cici
menghilang sejak hari kami
Melihat berita di
televisi. Kami sudah
Mencari ke rumah
Nut. Tapi
hasilnya
nihil. Sudah 3 hari
aku tidak kuliah. Bahkan,
aku sama sekali
belum menghubungi teman-
temanku. Begitu juga
dengan Jack.
CUT TO :
INT.
KAMPUS QUEEN, KELAS QUEEN PAGI
Terlihat Queen sedang merebahkan bagian atas
tubuhnya di atas meja. Beberapa saat kemudian, Dan Dan, Nu Nu dan Mie Mie
datang menghampiri Queen dan langsung memeluknya.
NU NU
Queen, kamu ke mana
saja ? Aku
Sudah mencarimu
berhari-hari. Aku
sudah tahu bencana
yang menimpa
keluargamu. Dan
kalau kamu mau,
kamu bisa tinggal di
rumahku. Kamu
bisa tidur sekamar
denganku. Atau,
kalau kamu tidak
terbiasa tidur dengan
orang lain, aku akan
berikan kamarku
untukmu dan aku akan
tidur bersama
adikku.
Mendengar kata-kata Nu Nu, Queen segera
beranjak dan memeluk ketiga temannya sambil melampiaskan kesedihannya.
MIE MIE
Queen, aku turut
berduka. Aku cuma
mau bilang, meski
kamu sudah kehilangan
semuanya, kamu masih
punya kami. Kami
akan selalu bersamamu.
QUEEN
( Mengusap air
matanya yang terus mengalir )
Makasih
DAN DAN
Queen, aku tidak
pintar bicara yang baik-baik.
Tapi
aku cuma mau
bilang, kata-kata Nu Nu
dan Mie Mie benar.
Queen melepaskan pelukannya, mengusap air
matanya dan menatap satu per satu sahabatnya. ( Point of View Queen ) Close up Dan Dan, Nu Nu dan Mie Mie
bergantian. Nu Nu matanya merah, ia juga sedang menangis, begitu juga Mie Mie
yang kini tanpa kacamata karena matanya tak berhenti mengeluarkan air mata.
Sedangkan Dan Dan
wajahnya yang slalu tersenyum itu, kini tak terlihat.
QUEEN
( Kembali memeluk
ketiga sahabatnya )
Makasih
aku sayang
kalian
DAN DAN, NU NU DAN MIE MIE
( Hampir berbarengan
)
Kami juga sayang
kamu
Queen
CUT TO :
EXT.
TAMAN
DEKAT KAMPUS SIANG
Terlihat empat sekawan sedang berjalan
pelan. Nu Nu dan Mie Mie berjalan sambil memeluk Queen, sedangkan Dan Dan
berjalan sambil melipat tangannya dan berkali-kali menghela napas.
DAN DAN
( Menghela napas )
Queen, hari ini
adalah hari terakhir kita
belajar di Rumah
Seni. Besok, kita harus
mengumpulkan tugas
kita. Tapi
kalau
kamu tidak mau
pergi, tidak apa-apa.
Lagipula, dosen baru
itu juga akan
mengerti dengan
keadaanmu.
NU NU
Iya, Queen. Kami
akan membantumu
bicara dengan nenek
sihir itu.
QUEEN
( Menghentikan
langkahnya )
Sekarang, aku sudah
tidak punya papa
dan mama. Apalagi,
semua milikku juga
sudah hilang. Dulu
aku kuliah berkat
papa dan mama. Jadi,
aku tidak boleh
menyia-nyiakan usaha
mereka. Aku harus
ikut ke rumah seni
dan di hari terakhir ini
menciptakan lukisan
yang paling bagus.
Sehingga aku bisa
mendapatkan nilai tugas
yang baik. Dengan
begitu, papa dan mama
akan bangga padaku. Meskipun
mereka
tidak bisa melihat
lukisanku
MIE MIE
( Mengangguk )
Bagus kalau kamu
berpikir begitu.
Dan Dan manggut-manggut, begitu juga Nu Nu.
NU NU
Semangat, Queen !
QUEEN
( Menatap Nu Nu )
Tapi
aku tidak
punya perlengkapan
melukis.
DAN DAN, NU NU DAN MIE MIE
( Berbarengan )
Pakai saja punyaku !
CUT TO :
EXT.
TAMAN
TERBUKA, PINGGIR SUNGAI SIANG
Terlihat empat sekawan sedang dalam posisi
melukis. Dan Dan, Nu Nu dan Mie Mie masing-masing memakai perlengkapan melukis
mereka sendiri, sedangkan Queen
karena mereka bertiga bertengkar ingin
meminjamkan perlengkapan milik mereka untuk Queen, maka papi meminjamkan Queen
perlengkapan melukis pribadinya.
Papi terlihat mondar mandir di belakang
mereka sambil memperhatikan lukisan mereka satu per satu. Saat berhenti di
belakang Queen, matanya sama sekali tak berkedip, ia seperti terpesona.
Hal ini menarik perhatian tiag sekawan minus
Queen, mereka ikut-ikutan memperhatikan lukisan Queen. Queen yang sudah masuk
dalam dunianya tak menyadari dirinya sedang diperhatikan orang banyak.
PAPI
( Manggut-manggut )
Bagus. Bagus sekali.
( Kepada tiga
sekawan ) Kalian,
contohlah Queen.
Dia melukis dengan
perasaan. Ini baru
namanya lukisan.
Tiga sekawan kembali ke tempatnya
masing-masing.
PAPI ( CONT )
( Seperti sedang
berpikir )
Tapi
aku sungguh
bingung. Tiga hari
belakangan, Queen
tidak datang, kenapa
kemajuannya pesat
sekali ? Awalnya kalian
tidak ada yang bisa
melukis dengan perasaan.
Tapi sekarang
Queen sudah bisa, kenapa
bisa begitu ?
NU NU
Mungkin karena Queen
sedang sedih.
PAPI
Sedih ? Sedih kenapa
? Memangnya apa
yang terjadi tiga
hari belakangan ini ?
Terakhir kali
bukankah Queen sedang
bahagia ?
NU NU
Rumah Queen terbakar
Mie Mie melirik ke arah Nu Nu dan memberinya
kode agar menutup mulutnya sebelum semuanya berantakan. Nu Nu yang sadar akan
kesalahannya segera menutup mulutnya.
Dan Dan terlihat cemas, ia terus menatap
Queen. Begitu mendengar kata-kata Nu Nu, Queen menghentikan kegiatannya. Ia
meletakkan kuas yang tadi digunakannya.
PAPI
( Menatap Queen )
Apa ? Terbakar ?
Lalu
bagaimana ?
Apa ada yang terluka
?
Queen beranjak dan menatap papi dengan wajah
tenang.
QUEEN
Guru jangan
khawatir, tidak ada yang
terluka. Hanya saja
semua benda yang
ada dalam rumah
terbakar.
PAPI
( Cemas )
Lalu, sekarang kamu
tinggal di mana ?
QUEEN
Aku tinggal di rumah
saudara tiriku.
PAPI
( Geleng-geleng
kepala, menghela napas )
Kenapa sekarang
banyak sekali bencana
yang terjadi ?
Beberapa hari yang lalu,
teman lamaku juga
meninggal dunia.
Yang satu meninggal
akibat bunuh diri,
dan yang satu lagi
kecelakaan mobil.
Sudah lama aku tidak
bertemu dengan
mereka. Tidak
disangka, berita yang
aku dengar malah
berita seperti ini.
QUEEN
( Bingung )
Bunuh diri ?
Kecelakaan mobil ? Jangan-
jangan
guru kenal
dengan papa dan
mamaku ?
PAPI
( Menatap Queen
dengan bingung )
Papa
dan
mamamu
?
Frame
berhenti, muncul tulisan
dari samping BERSAMBUNG .
FADE OUT TO :
Syndication
2010-03-10 @ 01:49:18 am
by mai
You will become more and more ...
2010-03-09 @ 07:21:29 am
by hg
You will become more and more ...
2010-03-08 @ 12:59:35 am
by HB
You will become more and more ...
2010-03-05 @ 09:38:22 am
by HB
It's not so simply to make ...
2010-02-18 @ 07:46:27 pm
by SB20Chloe