FLASHBACK
PHOENIX
INT.
RUMAH PHOENIX,
KAMAR PHOENIX –
SORE
Terlihat Mami 1 dan Mami 2 sedang duduk di
atas ranjang Phoenix. Beberapa saat kemudian, Phoenix datang dengan wajah berseri-seri sambil
membawa sebuah gaun yang sangat cantik.
PHOENIX
( Sambil
mengacungkan gaun yang
dibawanya )
Mami ! Mami lihat
gaun yang kubeli !
MAMI 1
( Mengambil gaun Phoenix dan
merebahkannya di
atas ranjang )
Wah, cantik sekali !
MAMI 2
( Senyum )
Tagihan bulan ini
pasti besar.
PHOENIX
( Geleng-geleng )
Tidak, kok ! Gaun
ini murah ! Nyonya
pemilik butiknya
baik sekali. Dan lagi …
dia mirip sekali
dengan mami ke-dua.
MAMI 1 DAN MAMI 2
( Berbarengan )
Mirip mami ke-dua ?
Phoenix mengangguk dengan senangnya.
MAMI 2
Memangnya kamu beli
gaun ini di mana ?
PHOENIX
Royal Flush
Boutique.
Mami 1 langsung mengambil gaun dari ranjang
dan membuangnya ke lantai.
MAMI 1
( Kelihatan marah )
Siapa yang suruh
kamu beli gaun di sana ?
PHOENIX
( Memungut gaunnya
dari lantai )
Memangnya kenapa ?
MAMI 2
Pokoknya mulai
sekarang, kamu tidak boleh
ke sana lagi. Gaun ini juga, buang saja !
PHOENIX
Kenapa ? Kenapa aku
tidak boleh ke
sana lagi dan kenapa gaun ini harus
dibuang ?
MAMI 1
Pokoknya mami bilang
tidak boleh, ya
tidak boleh !
PHOENIX
Tapi … aku suka
sekali gaun ini … aku janji,
aku tidak akan ke sana lagi. Tapi, gaun ini
jangan dibuang …
Mami 1 menghela napas. Mami 2 masih
kelihatan marah besar.
MAMI 1
Baiklah, gaunnya
tidak usah dibuang.
MAMI 2
Tap …
MAMI 1
( Kepada mami 2 )
Tidak apa-apa. Itu kan hanya gaun.
DISSOLVE TO :
FLASHBACK
BERAKHIR
INT.
RUMAH PHOENIX,
RUANG KELUARGA – SIANG
Terlihat Papi beranjak dari tempat duduknya,
sedangkan kedua Mami masih duduk di atas sofa dengan wajah tidak senang. Papi
menghampiri Phoenix yang berdiri tidak jauh dari sana.
PAPI
( Menepuk-nepuk
pundak Phoenix )
Ya sudah, tidak
apa-apa. ( Kepada
kedua mami ) Tolong,
masalah pribadi
kita jangan
dilimpahkan kepada putri
kita. Bisa kan ?
CUT TO :
MUSIK
BERIRAMA PELAN MENGIRINGI
INT.
RUMAH KING, RUANG TAMU – SIANG
Berawal dari televisi yang menyala,
memperlihatkan acara komedi. Camera
movement. Terlihat Queen sedang duduk di atas sofa, kedua tangannya memeluk
kedua kakinya yang juga berada di atas sofa. Pandangannya kosong, air mata
terus menetes di kedua pipinya.
KRINNNNGGG. Bunyi telepon rumah berbunyi.
Tapi Queen seperti tak mendengar apa-apa.
Camera
movement.
Di sofa yang lain, terlihat Jack sedang berbaring, menatap langit-langit dengan
pandangan kosong. Sesekali, ia tertawa-tawa sendiri, tapi kemudian wajahnya
terlihat sedih sekali, di kedua pipinya, terlihat bekas air mata yg sudah
mengering.
KRINNNGGG. Bunyi telepon masih berbunyi,
tapi Jack pun seperti tak mendengar apa-apa.
DISSOLVE TO :
INT.
RUMAH KING, TERAS RUMAH – SIANG
Terlihat Cici sedang duduk memandang ke
depan tanpa melakukan apa-apa. Di sebelahnya duduk Nut yang terus mengeluarkan
kata-kata hiburan. Namun Cici sama sekali tidak menggubrisnya.
DISSOLVE TO :
INT.
RUMAH KING, KAMAR KING – SIANG
Terlihat King sedang berdiri di teras
kamarnya. Memandang ke langit sambil melipat kedua tangannya. Angin sepoi-sepoi
mengibaskan rambutnya, namun ia tetap diam.
KRINNNGGG. Bunyi telepon juga sampai ke
kamar King. Namun King juga sama seperti saudara tirinya, sama sekali tak
menoleh maupun bereaksi.
DISSOLVE TO :
INT.
RUMAH KING, KAMAR ACE – SIANG
Terlihat Ace sedang duduk di pinggir
ranjangnya sambil melihat satu per satu foto-foto dalam album. Sesekali ia tertawa,
tapi tanpa terasa, air mata mengalir keluar dari kedua matanya.
Telepon masih berbunyi, tapi Ace juga tak
mendengarnya, sehingga akhirnya telepon berhenti berbunyi.
Tiba-tiba, wajah Ace berubah menjadi dingin
dan penuh kemarahan. Matanya berapi-api. Ace beranjak dari tempatnya dan
menatap ke arah teras kamarnya.
Di tangannya, ia masih memegang selembar
foto mama. Beberapa saat kemudian, foto itu remuk karena di genggam oleh Ace
dengan sangat kencang.
ACE ( V.O. )
( Dengan mata
berapi-api )
Queen, kemarin kamu
merebut King
dariku. Sekarang,
kamu juga menghancurkan
keluargaku. Lihat
saja nanti, selama aku
masih hidup, kamu
tidak akan bisa hidup
dengan tenang. Aku
pasti akan merebut
King kembali dan
membalas semua yang
telah kamu lakukan
kepadaku dan King.
Sesaat kemudian, wajah Ace berubah menjadi sedih.
ACE ( V.O. )
Spade, jangan sakiti
Queen. Ini semua
bukan salahnya.
Ace kembali berubah menjadi Spade yang
dingin.
ACE ( V.O. )
Diam, jangan berisik
! Aku akan membuatmu
lenyap untuk
selamanya. Kamu tidak akan bisa
muncul di hadapan
siapapun. Jadi, jangan
harap bisa
menghancurkan rencanaku.
CUT TO :
INT.
BENGKEL KING, RUANGAN KING – SIANG
Terlihat Machine sedang memegang gagang
telepon dengan wajah cemas. Di sampingnya, Mulan menunggu-nunggu reaksi
Machine.
MULAN
Bagaimana ? Bisa ?
MACHINE
( Meletakkan gagang
telepon )
Tidak, sama sekali
tidak ada yang mengangkat.
Padahal jelas-jelas
tapi pagi King bilang padaku
kalau mereka
sementara tinggal di rumah.
MULAN
( Kelihatan cemas )
Aku benar-benar
khawatir. Rumah Queen
terbakar. ( Memukul
mulutnya ) Amit-amit,
semoga rumah kita
tidak terbakar juga.
MACHINE
Hus, jangan ngomong
sembarangan !
Nanti malam kita ke sana saja.
CUT TO :
Syndication
2010-03-10 @ 01:49:18 am
by mai
You will become more and more ...
2010-03-09 @ 07:21:29 am
by hg
You will become more and more ...
2010-03-08 @ 12:59:35 am
by HB
You will become more and more ...
2010-03-05 @ 09:38:22 am
by HB
It's not so simply to make ...
2010-02-18 @ 07:46:27 pm
by SB20Chloe