EXT.
RUMAH QUEEN, DEPAN RUMAH QUEEN – DINI HARI
Terlihat Queen, King, Ace, Jack, Cici, Nut
dan para pelayan sedang menatap rumah besar di hadapan mereka yang sedang
dilahap si jago merah.
QUEEN
Xiao Hu, Xiao Hu
masih di dalam !
King segera menerobos masuk ke dalam. Ace
berusaha mencegah, tapi terlambat. Jack memeluk Queen.
ACE DAN CICI
King !
JACK
Tenanglah, Xiao Hu
pasti selamat.
Queen menangis dengan histeris. Beberapa
saat kemudian King keluar dengan menggendong Xiao Hu. Kemudian menyerahkan Xiao
Hu kepada Queen. Queen langsung memeluk Xiao Hu.
JACK
( Menatap rumahnya )
Kenapa bisa begini ?
Siapa yang menyulut api ?
SALAH SEORANG PELAYAN
Tuan muda, tadi di
teras saya lihat ada bekas lilin
yang dinyalakan
mungkin lilin-lilin itu penyebabnya.
QUEEN
( Tersentak )
Apa ? Lilin ?
CICI
Siapa sih yang
begitu kurang kerjaan menyalakan
lilin ? Listrik kan masih hidup.
NUT
Benar sekali, kalau
lilin itu tidak dinyalakan,
Rumah sebesar ini
tidak mungkin bisa terbakar.
QUEEN
( Menangis dan
menundukkan kepala )
Aku … aku yang
menyalakan lilinnya.
Semua mata beralih kepada Queen dengan
pandangan bingung.
CUT TO :
INT.
RUMAH KING, RUANG TAMU – DINI HARI
Terlihat Queen, Jack, Cici, Nut, King dan
Ace sedang duduk di sofa. Wajah mereka terlihat lesu, tapi yang paling parah adalah
Queen. Ia tak berhenti menangis sejak tadi.
JACK
Sudahlah, Queen. Itu
bukan salahmu.
CICI
Itu memang salah
Queen. Dia yang menyalakan
lilin.
ACE
Semua sudah terjadi,
mau saling menyalahkan
juga percuma.
NUT
Cici, tenang saja,
meski rumahmu terbakar,
pintu rumahku selalu
terbuka untukmu.
CICI
Aku tidak mau
tinggal di rumahmu.
KING
Kalian tinggal di
sini saja.
Semua mata langsung menatap King.
CICI
Aku mau tinggal di
sini.
JACK
Aku akan menghubungi
mama, mama pasti
punya jalan keluar.
ACE
Bukankah sejak tadi
kamu sudah menelepon ?
Bagaimana ? Sudah
ada hasil ?
JACK
Tidak bisa
dihubungi.
CUT TO :
INT.
RUMAH KING, RUANG TAMU – PAGI
Berawal dari sinar matahari yang masuk lewat
jendela. Belakang terlihat Queen sedang berbaring di atas sofa yang terletak di
samping jendela. Di sofa lain Jack tertidur lelap.
INT.
RUMAH KING, KAMAR TAMU – PAGI
Terlihat Cici sedang berbaring di tempat
tidur yang besar dan megah.
INT.
RUMAH KING, KAMAR TAMU – PAGI
Terlihat Nut sedang tertidur lelap di sebuah
kamar yang besar. Nut mengigau sambil tertawa-tawa sendiri.
INT.
RUMAH KING, DAPUR – PAGI
Terlihat King sedang membuat kopi. Beberapa
saat kemudian, Ace masuk.
ACE
Bagaimana ? Hari ini
kamu mau ke bengkel ?
KING
Aku belum tahu.
Masalah bengkel masih bisa
ditangani Machine
dan Mulan, tapi aku juga
tidak tahu bisa
membantu apa dalam hal ini.
ACE
( Menghela napas )
Kasihan Queen. Dia
sedih sekali, sejak semalam
dia menangis terus.
Padahal kemarin adalah
hari ulang tahunnya,
seharusnya ia bahagia.
INT.
RUMAH KING, RUANG TAMU – PAGI
Terlihat Queen yang sedang berbaring
mengubah posisi tidurnya, sehingga mengenai tombol remote televisi yang membuat
televisinya menyala. Queen pun terbangun. Pandangannya masih kabur, ia masih
setengah sadar.
Suara televisi yang begitu keras terdengar.
TELEVISI ( O.S. )
Seorang pengusaha
terkenal ditemukan tewas
di sebuah kamar
hotel dini hari tadi. Diduga
kasus ini merupakan
kasus bunuh diri …
Queen menatap televisi dengan shock. Di
layar kaca terpampang foto dalam KTP papa dan di sampingnya diperlihatkan video
para polisi yang sedang menyeret jenazah papa.
QUEEN
( Berteriak )
TIDAK !!!!!!!!!!!!!
Jack yang sedang tertidur di sofa yang lain
terbangun karena teriakan Queen.
INT.
RUMAH KING, DAPUR – PAGI
Terlihat King dan Ace sedang berdiri sambil
membuat kopi. Ketika mandengarkan teriakan Queen, mereka terkejut dan segera
berlari ke arah ruang tamu.
INT.
RUMAH KING, RUANG TAMU – PAGI
Terlihat Queen masih berteriak sambil
mengacungkan jari terlunjuknya ke arah televisi, sedangkan matanya tak berhenti
mengeluarkan air mata.
Jack menatap Queen dengan bingung, ia masih
menggaruk-garuk kepala dan mengusap-usap matanya.
Beberapa saat kemudian, Cici, Nut, King dan
Ace datang.
JACK
( Setengah sadar )
Ada apa, Queen ?
CICI
Kenapa sih ?
Pagi-pagi sudah teriak begitu ?
Kemudian Cici melirik tangan Queen yang
terus menunjuk ke televisi. Saat ia melihat layar televisi, Cici langsung
berteriak.
CICI
( Berteriak,
langsung menangis )
Papa !
Mendengar teriakan Cici, Jack segera tersadar.
Ia menatap televisi dan seakan tak percaya apa yang sedang dilihatnya.
JACK
( Teriak )
Pa ! Nggak mungkin !
Ini nggak mungkin !
Di tengah suasana haru, King dan Ace tidak
tahu harus berbuat apa. Mereka hanya diam terpaku sambil melihat ketiga saudara
tirinya meratapi kepergian papa mereka. Sedangkan Nut masih tidak mengerti
dengan apa yang sedang terjadi.
Saat itulah suasana menjadi hening, yang
terdengar hanyalah isak tangis Queen dan Cici. Sehingga suara televisi sangat
jelas terdengar.
TELEVISI ( O.S. )
Di waktu yang hampir
bersamaan, terjadi
kecelakaan yang
menyebabkan seorang
perempuan meninggal dunia
…
Queen, Jack dan Cici tidak ada yang melihat
ke televisi, mereka menundukkan kepala mereka. Jadi, hanya King, Ace dan Nut
yang melihat ke arah televisi.
Di layar televisi terpampang foto mama dalam
KTP dan video saat para tim penyelamat mengeluarkan jenazah mama dari dalam
mobil.
NUT
( Berteriak )
Wah, wanita ini
mirip sekali dengan
mama kalian !
Pandangan semua orang langsung beralih ke
arah televisi.
KING
(
Menggeleng-gelengkan kepalanya )
Tidak, ini tidak
mungkin.
ACE
Tidak mungkin.
QUEEN
( Tangisnya makin
keras )
Mama !
JACK
Ma !
CUT TO :
INT.
RUMAH PHOENIX,
RUANG KELUARGA – SIANG
Terlihat Papi, Mami 1 dan Mami 2 sedang
duduk di sofa sambil menonton televisi dengan seriusnya.
PAPI
Ini … ini …
benar-benar … kenapa
mereka suami istri
bisa mengalami
musibah seperti ini
?
MAMI 1
( Penuh emosi )
Ini namanya karma.
MAMI 2
Ya, ini karma.
PAPI
( Kepada mami 2 )
Lho, dia kan kakak kembarmu, kenapa
kamu berkata begitu
? Kamu sama sekali
tidak sedih
mengetahui ini ?
MAMI 2
( Cuek )
Tidak perlu.
PAPI
( Bingung,
geleng-geleng kepala )
Ada apa dengan kalian ?
Sesaat kemudian, Phoenix dan Condor datang.
PHOENIX
Mami, papi, aku
pulang !
MAMI 1
( Senyum )
Phoenix, ayo duduk sini !
PHOENIX
Tadi aku dengar
sepertinya mami dan
papi sedang
berdebat. Masalah apa ?
PAPI
Tidak, ini teman
lama mami dan papi
meninggal dunia.
Televisi sedang
menyiarkan beritanya.
Phoenix dan Condor melihat ke arah televisi. Phoenix memperhatikan televisi dengan seksama.
Begitu juga dengan Condor.
PHOENIX
( Menunjuk televisi
)
Lho, itu kan nyonya pemilik butik yang
memberikan diskon
padaku. Dia baik
sekali. Kenapa bisa
meninggal ?
Mami 1 dan mami 2 terlihat cemas.
MAMI 2
Phoenix, bukankah mami pernah bilang,
tidak boleh
mengungkit masalah ini ?
Phoenix menunduk sedih.
CONDOR
( Senyum )
Istri guru, maafkan Phoenix.
PAPI
Pemilik butik ?
Jadi, kamu pernah bertemu
dengannya ?
Phoenix ingin menjawab, tapi sorotan mata kedua
maminya membuatnya takut.
PAPI
( Kepada kedua mami
)
Masalah apa yang
tidak boleh aku
ketahui ? ( Kepada
Phoenix ) Ayo,
bilang saja, tidak
apa-apa. Ada papi
di sini.
Phoenix menundukkan kepala, kemudian melirik ke
arah Condor. Condor tersenyum dan menganggukkan kepala. Barulah Phoenix mulai
berbicara.
PHOENIX
Ng … waktu aku beli
gaun untuk
acara ulang tahunku,
aku pergi ke
butik. Di sana aku bertemu nyonya
yang mirip sekali
dengan mami ke-dua.
Nyonya itu baik
sekali dan memberikan
aku diskon.
PAPI
Kenapa papi tidak
tahu ?
PHOENIX
Waktu itu aku sudah
cerita sama mami,
tapi kata mami …
DISSOLVE TO :
Syndication
2010-03-10 @ 01:49:18 am
by mai
You will become more and more ...
2010-03-09 @ 07:21:29 am
by hg
You will become more and more ...
2010-03-08 @ 12:59:35 am
by HB
You will become more and more ...
2010-03-05 @ 09:38:22 am
by HB
It's not so simply to make ...
2010-02-18 @ 07:46:27 pm
by SB20Chloe