Royal Flush

Posts displayed of the category: Episode 8#

Episode 8# " Habis Terang, Gelap Melanda " : Part 1
17 Dec 2007 


INT.
RUMAH QUEEN, DEPAN KAMAR QUEEN – MALAM



Suasana sunyi, sepi dan gelap. Terlihat King
berjalan menuju kamar Queen dan berhenti di depannya. Kemudian meletakkan
sesuatu di depan pintu kamar Queen. Setelah itu ia pergi.






Tak lama kemudian, Ace keluar dari kamarnya
dan berjalan menuju kamar Queen. Ia melihat kado Queen di depan pintu kamar
Queen dan tersenyum. Kemudian meletakkan kado milikknya di samping kado King.
Dan kemudian Ace pun pergi.






Close
up
kado King dan Ace. Di
atas kedua kotak itu bertulisan “ Happy Birthday, Queen ! “.






Muncul tulisan dari samping “ 8# HABIS TERANG, GELAP MELANDA “.






Beberapa saat kemudian, pintu kamar Queen
terbuka, kado King dan Ace yang tadinya bersandar di depan pintu menjadi jatuh
ke lantai.






Queen menundukkan kepalanya, melihat dua
buah kotak yang ada di depannya. Kemudian ia berjongkok dan mengambil kedua
kotak itu.






Mata Queen terlihat bengkak, mungkin akibat
menangis sejak pesta berakhir tadi. Queen masih mengenakan pakaian yang tadi ia
kenakan. Mungkin ia sedang tidak ada mood mandi saking sedihnya.






Setelah itu membawa masuk kedua kotak itu ke
dalam kamarnya.






INT.
RUMAH QUEEN, KAMAR QUEEN – MALAM



Terlihat Queen sedang duduk di atas
ranjangnya. Di depannya, dua buah kotak besar diletakkan.






Queen meraih salah satu kotak, yaitu kotak
pemberian Ace. Kemudian ia pun membukanya.






Kotak itu berisi sebuah album foto dan
sebuah amplop berisi
surat. Queen lebih dulu membuka amplop suratnya
dan membacanya.






ACE ( V.O. )



“ Happy Birthday,
Queen ! Awalnya aku tidak



tahu kamu ulangtahun
hari ini. Untung saja



mama memberitahuku
dan King. Jadi, aku



masih sempat
mempersiapkan hadiah ini



untukmu. Sebenarnya
sudah lama aku



menginginkan
keluarga ini menjadi satu,



tidak terpisah lagi.
Dan sudah cukup lama



juga aku diam-diam
memotret kalian, terutama



mama dan kamu.
Karena itu, aku kumpulkan



foto-foto hasil
jepretanku dan kujadikan



satu album untuk
kenang-kenangan, semoga



kamu suka. Aku harap
keluarga kita bisa seperti



album ini, terkumpul
dalam satu album.



Tadinya aku mau
mengucapkan langsung kata-kata



ini padamu, tapi
berhubung hari ini kamu



sedih karena mama
dan papamu, aku



menuangkannya dalam
tulisan. Aku hanya ingin



kamu tahu, meski
kita tidak besar bersama



dan meski kita baru
mengenal beberapa lama,



tapi aku benar-benar
menyayangimu. Dan



meski kamu sedih
karena mama dan papamu



tidak ada di
sampingmu, aku hanya ingin



kamu tahu bahwa aku
akan selalu ada untukmu.



Jadi, meski mama dan
papamu tidak bisa hadir,



aku harap
kehadiranku bisa mengurangi



sedikit kesedihanmu.
Aku juga harus berterima



kasih padamu karena
telah memberitahu



King, dengan begitu
sekarang King bisa



menerimaku. Dan yang
paling menggembirakan,



King juga sudah
menerima mama. Bahkan tadi



sore kami
memanggilnya dengan sebutan “ Mama “.



Saat aku tanya
kenapa King mau berubah, King



bilang kamulah
alasannya. Aku benar-benar



kagum padamu. Bahkan
aku yang sudah hidup sekian



lama bersama King
tidak bisa mengubahnya.



Aku harap setelah
mengetahui kabar gembira



ini kamu tidak sedih
lagi. Meski sekarang Spade



belum menghilang
dari diriku, tapi aku benar-benar



berharap Spade tidak
pernah muncul lagi, agar



setiap aku bertemu
denganmu aku menjadi



Ace yang normal,
atau setidaknya menjadi



Love agar bisa
membuatmu bahagia. Aku sangat



berharap kamu
bahagia. Bagiku … senyummu lebih



berharga dari apapun
juga. Jadi, teruslah tersenyum,



demi aku, demi semua
orang yang kamu cintai,



dan demi dirimu
sendiri. With Love … Ace … “






Queen tersenyum tipis setelah membaca surat Ace.






QUEEN ( V.O. )



Terima kasih, Ace. Setelah
membaca suratmu,



perasaanku jadi
lebih nyaman sekarang.






Setelah meletakkan surat Ace, Queen mengambil album foto yang ada
dalam kotak dan melihat foto-foto di dalamnya satu per satu.






Setiap ia melihat selembar foto, Queen akan
tertawa. Foto-foto yang diambil Ace sangat bagus dan di moment yang tepat.






Di antaranya ada foto-foto Queen saat ia
tidur, Queen mengerutkan keningnya.






QUEEN ( V.O. )



Kapan Ace memotretku
? Kok aku tidak tahu ?






Lalu juga ada foto Jack sewaktu mencuci
mobil, sewaktu Jack marah-marah, sewaktu King mengutak atik mobil, sewaktu Cici
memasak, sewaktu Nut makan, sewaktu mama membaca koran, sewaktu mamam duduk di
taman dan masih banyak foto-foto lucu lainnya. Yang aneh, di dalam album itu
sama sekali tidak ada foto Ace.






Queen tersenyum lebar. Ia seperti
mendapatkan sebuah ide brilian.






QUEEN ( V.O. )



Baiklah, Ace. Besok
aku akan membeli



sebuah Kamera,
kemudian aku akan diam-



diam memotretmu.






Setelah puas melihat album, kini Queen
membuka kotak yang kedua, yaitu kotak pemberian King.






Jantung Queen berdebar kencang saat satu
persatu jarinya melucuti bungkus kotak itu.






QUEEN ( V.O. )



Aku benar-benar
tidak menyangka King



akan memberikanku
kado. Kalau Ace … aku



memang lumayan dekat
dengannya. Tapi



dengan King … kami
memang pernah berbicara



lumayan panjang. Tapi
… itu
kan dengan suasana



penuh emosi. Aku malah
sempat berpikir King



akan membenciku atau
menganggapku sok tahu.



Aku benar-benar penasaran
kado apa yang akan



King berikan padaku.






Kini seluruh bungkus sudah ditanggalkan,
hanya tinggal membuka kotak. Perlahan-lahan Queen membuka kotak itu, setelah
sebelumnya ia menarik napas panjang.






Kotak sebesar itu, ternyata kopong. Yang ada
hanya sebuah kartu kredit dan selembar
surat. Queen mengerutkan keningnya. Kemudian ia
mengambil suratnya terlebih dahulu dan membacanya dalam hati.






KING ( V.O. )



Aku tidak pandai
berkata-kata dan jujur saja,



Ini adalah surat pertama yang kutulis sendiri.



Aku tidak tahu
bagaimana harus menyampaikannya



dengan baik, tapi
yang aku tahu, aku hanya ingin



mengucapkan selamat
ulang tahun padamu.



Aku juga mau
mengucapkan terima kasih atas



kata-katamu kemarin.
Setelah mendengar kata-



katamu, aku banyak
berpikir dan menyadari



banyak hal. Aku mau
memberi hadiah yang kamu



suka, tapi aku tidak
tahu apa yang kamu suka.



Terlebih lagi, aku
tidak tahu benda apa yang



biasanya disukai perempuan.
Jadi, aku berikan



kartu kredit ini
padamu. Kamu bisa memakainya



sepuasmu. Aku yang
akan membayar tagihannya.



Dengan begitu kamu
bisa memilih benda



yang kamu suka sebagai
hadiah. Sekian,



semoga kamu
mendapatkan apa yang kamu



inginkan. King.






Queen tersenyum setelah membaca surat King.






QUEEN ( V.O. )



King tidak tahu apa
yang kusuka ? Padahal



apa yang kusuka sama
dengan yang



disukainya, yaitu
kucing.






Setelah meletakkan kembali kedua kado itu ke
dalam kotaknya, Queen berpikir sejenak.






QUEEN ( V.O. )



Semua orang
mendoakanku, jadi sudah



seharusnya aku
mendoakan mereka juga.






Queen beranjak dari tempat tidurnya dan
keluar dari kamar.






CUT TO :






INT.
RUMAH QUEEN, TERAS HALAMAN BELAKANG – MALAM



Terlihat Queen sedang menyalakan puluhan
lilin berwarna putih. Masing-masing lilin beralaskan sebuah amplop putih dan
kecil. Setiap amplop bertulisan nama yang berbeda-beda, ada mama, papa, Jack,
Cici, Nu Nu, Dan Dan, Mie Mie, King, Ace, Nut dan bahkan para pelayan juga
punya amplopnya sendiri-sendiri.






Lilin beserta amplopnya disusun berbaris di
lantai teras. Setelah semua lilin menyala, Queen melipat tangannya dan berdoa.






QUEEN ( V.O. )



Semoga semua doaku
terkabul.






Kemudian, Queen beranjak dan kembali ke
kamarnya. Beberapa menit setelah Queen pergi, salah satu lilin jatuh dan
mengenai amplop yang ada di bawahnya. Lilin tadi berguling sehingga kertas yang
terbakar tadi terbang masuk ke dalam rumah dan mengenai gorden rumah. Api mulai
menjalar.






INTERCUT :






INT.
KAMAR HOTEL – DINI HARI



Terlihat papa sedang duduk di atas ranjang
sambil menodongkan pistol ke kepalanya sendiri. Wajahnya penuh keringat dan air
mata, ia terlihat sangat stress.






INT.
RUMAH PAPA, RUANG TAMU – DINI HARI



Mama terlihat mondar mandir. Beberapa saat
kemudian datang seorang pelayan.






PELAYAN



Nyonya, tuan masih
tidak bisa ditemukan.






MAMA



Cari terus !






PELAYAN



Nyonya, tadi waktu
nyonya pergi, tuan muda



Jack menelepon.






MAMA ( V.O. )



Queen … dia pasti
sedih sekali.






Mama terlihat cemas, bingung bercampur
khawatir.






MAMA



( Setelah berpikir
sejenak )



Siapkan mobil,
sekarang juga saya akan pulang



ke Indonesia.






PELAYAN



Tapi, nyonya, belum
tentu sekarang ada jadwal



penerbangan.






MAMA



Cari, penerbangan
apa saja. Kapal laut atau apa



pun tidak apa-apa.
Pokoknya saya akan pulang



sekarang.






INT.
KAMAR HOTEL – DINI HARI



Terlihat papa masih menodongkan pistol ke
kepalanya. Kemudian ia menutup mata dan menarik pelatuknya.






DOR !!!






Darah bercucuran di mana-mana.






EXT.
JALAN TERBUKA – DINI HARI



Terlihat sebuah mobil mewah meluncur dengan
kecepatan tinggi.






INT.
JALAN TERBUKA, MOBIL MAMA – DINI HARI



Mama terlihat stress memikirkan papa dan
Queen. Saat menyetir, meski pandangannya ke depan, tapi pikirannya tidak fokus.
Ia terus memikirkan Queen.






Tiba-tiba dari arah kanan masuk sebuah truk
besar, namun mama tidak menyadarinya, sehingga mobil mama menabrak truk besar
itu.






INT.
KAMAR HOTEL – DINI HARI



Berawal dari percikan-percikan darah di
dinding, belakangan terlihat papa terbaring di lantai. Kepalanya bercucuran
darah. Tangan kanannya msih memegang pistol.






INT.
JALAN TERBUKA – DINI HARI



Terlihat mobil mama dalam keadaan hancur.
Mama masih di dalam, kepalanya mengalami pendarahan hebat akibat benturan yang
keras.






INT.
RUMAH QUEEN, DEPAN KAMAR QUEEN – DINI HARI



Terlihat asap memenuhi ruangan, belasan
pelayan berlari ke
sana ke mari. King dan Ace pun sudah keluar dari
kamar mereka, begitu juga Nut dan Cici. Sedangkan Jack sibuk mengetuk pintu
kamar Queen.






JACK



Queen ! Buka pintu,
Queen ! Kita harus



segera pergi !






Tak ada jawaban. Suasana makin panas, semua
orang panik.






INT.
RUMAH QUEEN, KAMAR QUEEN – DINI HARI



Terlihat Queen sedang tertidur lelap di atas
tempat tidurnya. Mungkin karena tidur terlalu lelap, Queen tidak mendengar
teriakan Jack.






INT.
RUMAH QUEEN, DEPAN KAMAR QUEEN – DINI HARI



Terlihat King menghampiri Jack yang masih
terus mengetuk pintu.






KING



Queen belum keluar
juga ?






JACK



Mungkin dia tidur
terlalu nyenyak.






KING



Biar aku dobrak.






Jack pun minggir dan membiarkan King
mendobrak pintu. Pintu terbuka, Jack dan King menyerbu masuk. Jack segera
membangunkan Queen. Queen bangun, namun masih belum sadar kalau rumahnya sudah
terbakar.






QUEEN



( Masih setengah
tidur )



Ada apa ?






KING



Tidak ada waktu
lagi.






King segera menggendong Queen keluar kamar.






INT.
RUMAH QUEEN, DEPAN KAMAR QUEEN – DINI HARI



Terlihat asap makin tebal, api sudah
menjalar ke mana-mana. Ace sibuk memeriksa semua kamar.






ACE



( Berteriak )



Kebakaran ! Segera
tinggalkan rumah !






CUT TO :


Shan2 · 101 views · 0 comments
Categories: Episode 8#, Part 1
Episode 8# " Habis Terang, Gelap Melanda " : Part 2
17 Dec 2007 


EXT.
RUMAH QUEEN, DEPAN RUMAH QUEEN – DINI HARI



Terlihat Queen, King, Ace, Jack, Cici, Nut
dan para pelayan sedang menatap rumah besar di hadapan mereka yang sedang
dilahap si jago merah.






QUEEN



Xiao Hu, Xiao Hu
masih di dalam !






King segera menerobos masuk ke dalam. Ace
berusaha mencegah, tapi terlambat. Jack memeluk Queen.






ACE DAN CICI



King !






JACK



Tenanglah, Xiao Hu
pasti selamat.






Queen menangis dengan histeris. Beberapa
saat kemudian King keluar dengan menggendong Xiao Hu. Kemudian menyerahkan Xiao
Hu kepada Queen. Queen langsung memeluk Xiao Hu.






JACK



( Menatap rumahnya )



Kenapa bisa begini ?
Siapa yang menyulut api ?






SALAH SEORANG PELAYAN



Tuan muda, tadi di
teras saya lihat ada bekas lilin



yang dinyalakan
mungkin lilin-lilin itu penyebabnya.






QUEEN



( Tersentak )



Apa ? Lilin ?






CICI



Siapa sih yang
begitu kurang kerjaan menyalakan



lilin ? Listrik kan masih hidup.






NUT



Benar sekali, kalau
lilin itu tidak dinyalakan,



Rumah sebesar ini
tidak mungkin bisa terbakar.






QUEEN



( Menangis dan
menundukkan kepala )



Aku … aku yang
menyalakan lilinnya.






Semua mata beralih kepada Queen dengan
pandangan bingung.






CUT TO :






INT.
RUMAH KING, RUANG TAMU – DINI HARI



Terlihat Queen, Jack, Cici, Nut, King dan
Ace sedang duduk di sofa. Wajah mereka terlihat lesu, tapi yang paling parah adalah
Queen. Ia tak berhenti menangis sejak tadi.






JACK



Sudahlah, Queen. Itu
bukan salahmu.






CICI



Itu memang salah
Queen. Dia yang menyalakan



lilin.






ACE



Semua sudah terjadi,
mau saling menyalahkan



juga percuma.






NUT



Cici, tenang saja,
meski rumahmu terbakar,



pintu rumahku selalu
terbuka untukmu.






CICI



Aku tidak mau
tinggal di rumahmu.






KING



Kalian tinggal di
sini saja.






Semua mata langsung menatap King.






CICI



Aku mau tinggal di
sini.






JACK



Aku akan menghubungi
mama, mama pasti



punya jalan keluar.






ACE



Bukankah sejak tadi
kamu sudah menelepon ?



Bagaimana ? Sudah
ada hasil ?






JACK



Tidak bisa
dihubungi.






CUT TO :






INT.
RUMAH KING, RUANG TAMU – PAGI



Berawal dari sinar matahari yang masuk lewat
jendela. Belakang terlihat Queen sedang berbaring di atas sofa yang terletak di
samping jendela. Di sofa lain Jack tertidur lelap.






INT.
RUMAH KING, KAMAR TAMU – PAGI



Terlihat Cici sedang berbaring di tempat
tidur yang besar dan megah.






INT.
RUMAH KING, KAMAR TAMU – PAGI



Terlihat Nut sedang tertidur lelap di sebuah
kamar yang besar. Nut mengigau sambil tertawa-tawa sendiri.






INT.
RUMAH KING, DAPUR – PAGI



Terlihat King sedang membuat kopi. Beberapa
saat kemudian, Ace masuk.






ACE



Bagaimana ? Hari ini
kamu mau ke bengkel ?






KING



Aku belum tahu.
Masalah bengkel masih bisa



ditangani Machine
dan Mulan, tapi aku juga



tidak tahu bisa
membantu apa dalam hal ini.






ACE



( Menghela napas )



Kasihan Queen. Dia
sedih sekali, sejak semalam



dia menangis terus.
Padahal kemarin adalah



hari ulang tahunnya,
seharusnya ia bahagia.






INT.
RUMAH KING, RUANG TAMU – PAGI



Terlihat Queen yang sedang berbaring
mengubah posisi tidurnya, sehingga mengenai tombol remote televisi yang membuat
televisinya menyala. Queen pun terbangun. Pandangannya masih kabur, ia masih
setengah sadar.






Suara televisi yang begitu keras terdengar.






TELEVISI ( O.S. )



Seorang pengusaha
terkenal ditemukan tewas



di sebuah kamar
hotel dini hari tadi. Diduga



kasus ini merupakan
kasus bunuh diri …






Queen menatap televisi dengan shock. Di
layar kaca terpampang foto dalam KTP papa dan di sampingnya diperlihatkan video
para polisi yang sedang menyeret jenazah papa.






QUEEN



( Berteriak )



TIDAK !!!!!!!!!!!!!






Jack yang sedang tertidur di sofa yang lain
terbangun karena teriakan Queen.






INT.
RUMAH KING, DAPUR – PAGI



Terlihat King dan Ace sedang berdiri sambil
membuat kopi. Ketika mandengarkan teriakan Queen, mereka terkejut dan segera
berlari ke arah ruang tamu.






INT.
RUMAH KING, RUANG TAMU – PAGI



Terlihat Queen masih berteriak sambil
mengacungkan jari terlunjuknya ke arah televisi, sedangkan matanya tak berhenti
mengeluarkan air mata.






Jack menatap Queen dengan bingung, ia masih
menggaruk-garuk kepala dan mengusap-usap matanya.






Beberapa saat kemudian, Cici, Nut, King dan
Ace datang.






JACK



( Setengah sadar )



Ada apa, Queen ?






CICI



Kenapa sih ?
Pagi-pagi sudah teriak begitu ?






Kemudian Cici melirik tangan Queen yang
terus menunjuk ke televisi. Saat ia melihat layar televisi, Cici langsung
berteriak.






CICI



( Berteriak,
langsung menangis )



Papa !






Mendengar teriakan Cici, Jack segera tersadar.
Ia menatap televisi dan seakan tak percaya apa yang sedang dilihatnya.






JACK



( Teriak )



Pa ! Nggak mungkin !
Ini nggak mungkin !






Di tengah suasana haru, King dan Ace tidak
tahu harus berbuat apa. Mereka hanya diam terpaku sambil melihat ketiga saudara
tirinya meratapi kepergian papa mereka. Sedangkan Nut masih tidak mengerti
dengan apa yang sedang terjadi.






Saat itulah suasana menjadi hening, yang
terdengar hanyalah isak tangis Queen dan Cici. Sehingga suara televisi sangat
jelas terdengar.






TELEVISI ( O.S. )



Di waktu yang hampir
bersamaan, terjadi



kecelakaan yang
menyebabkan seorang



perempuan meninggal dunia






Queen, Jack dan Cici tidak ada yang melihat
ke televisi, mereka menundukkan kepala mereka. Jadi, hanya King, Ace dan Nut
yang melihat ke arah televisi.






Di layar televisi terpampang foto mama dalam
KTP dan video saat para tim penyelamat mengeluarkan jenazah mama dari dalam
mobil.






NUT



( Berteriak )



Wah, wanita ini
mirip sekali dengan



mama kalian !






Pandangan semua orang langsung beralih ke
arah televisi.






KING



(
Menggeleng-gelengkan kepalanya )



Tidak, ini tidak
mungkin.






ACE



Tidak mungkin.






QUEEN



( Tangisnya makin
keras )



Mama !






JACK



Ma !






CUT TO :






INT.
RUMAH
PHOENIX,
RUANG KELUARGA – SIANG



Terlihat Papi, Mami 1 dan Mami 2 sedang
duduk di sofa sambil menonton televisi dengan seriusnya.






PAPI



Ini … ini …
benar-benar … kenapa



mereka suami istri
bisa mengalami



musibah seperti ini
?






MAMI 1



( Penuh emosi )



Ini namanya karma.






MAMI 2



Ya, ini karma.






PAPI



( Kepada mami 2 )



Lho, dia kan kakak kembarmu, kenapa



kamu berkata begitu
? Kamu sama sekali



tidak sedih
mengetahui ini ?






MAMI 2



( Cuek )



Tidak perlu.






PAPI



( Bingung,
geleng-geleng kepala )



Ada apa dengan kalian ?






Sesaat kemudian, Phoenix dan Condor datang.






PHOENIX



Mami, papi, aku
pulang !






MAMI 1



( Senyum )



Phoenix, ayo duduk sini !






PHOENIX



Tadi aku dengar
sepertinya mami dan



papi sedang
berdebat. Masalah apa ?






PAPI



Tidak, ini teman
lama mami dan papi



meninggal dunia.
Televisi sedang



menyiarkan beritanya.






Phoenix dan Condor melihat ke arah televisi. Phoenix memperhatikan televisi dengan seksama.
Begitu juga dengan Condor.






PHOENIX



( Menunjuk televisi
)



Lho, itu kan nyonya pemilik butik yang



memberikan diskon
padaku. Dia baik



sekali. Kenapa bisa
meninggal ?






Mami 1 dan mami 2 terlihat cemas.






MAMI 2



Phoenix, bukankah mami pernah bilang,



tidak boleh
mengungkit masalah ini ?






Phoenix menunduk sedih.






CONDOR



( Senyum )



Istri guru, maafkan Phoenix.






PAPI



Pemilik butik ?
Jadi, kamu pernah bertemu



dengannya ?






Phoenix ingin menjawab, tapi sorotan mata kedua
maminya membuatnya takut.






PAPI



( Kepada kedua mami
)



Masalah apa yang
tidak boleh aku



ketahui ? ( Kepada
Phoenix ) Ayo,



bilang saja, tidak
apa-apa.
Ada papi



di sini.






Phoenix menundukkan kepala, kemudian melirik ke
arah Condor. Condor tersenyum dan menganggukkan kepala. Barulah Phoenix mulai
berbicara.






PHOENIX



Ng … waktu aku beli
gaun untuk



acara ulang tahunku,
aku pergi ke



butik. Di sana aku bertemu nyonya



yang mirip sekali
dengan mami ke-dua.



Nyonya itu baik
sekali dan memberikan



aku diskon.






PAPI



Kenapa papi tidak
tahu ?






PHOENIX



Waktu itu aku sudah
cerita sama mami,



tapi kata mami …






DISSOLVE TO :


Shan2 · 180 views · 2 comments
Categories: Episode 8#, Part 2
Episode 8# " Habis Terang, Gelap Melanda " : Part 3
17 Dec 2007 


FLASHBACK
PHOENIX



 



INT.
RUMAH
PHOENIX,
KAMAR
PHOENIX
SORE



Terlihat Mami 1 dan Mami 2 sedang duduk di
atas ranjang
Phoenix. Beberapa saat kemudian, Phoenix datang dengan wajah berseri-seri sambil
membawa sebuah gaun yang sangat cantik.



 



PHOENIX



( Sambil
mengacungkan gaun yang



dibawanya )



Mami ! Mami lihat
gaun yang kubeli !



 



MAMI 1



( Mengambil gaun Phoenix dan



merebahkannya di
atas ranjang )



Wah, cantik sekali !



 



MAMI 2



( Senyum )



Tagihan bulan ini
pasti besar.



 



PHOENIX



( Geleng-geleng )



Tidak, kok ! Gaun
ini murah ! Nyonya



pemilik butiknya
baik sekali. Dan lagi …



dia mirip sekali
dengan mami ke-dua.



 



MAMI 1 DAN MAMI 2



( Berbarengan )



Mirip mami ke-dua ?



 



Phoenix mengangguk dengan senangnya.



 



MAMI 2



Memangnya kamu beli
gaun ini di mana ?



 



PHOENIX



Royal Flush
Boutique.



 



Mami 1 langsung mengambil gaun dari ranjang
dan membuangnya ke lantai.



 



MAMI 1



( Kelihatan marah )



Siapa yang suruh
kamu beli gaun di
sana ?



 



PHOENIX



( Memungut gaunnya
dari lantai )



Memangnya kenapa ?



 



MAMI 2



Pokoknya mulai
sekarang, kamu tidak boleh



ke sana lagi. Gaun ini juga, buang saja !



 



PHOENIX



Kenapa ? Kenapa aku
tidak boleh ke



sana lagi dan kenapa gaun ini harus



dibuang ?



 



MAMI 1



Pokoknya mami bilang
tidak boleh, ya



tidak boleh !



 



PHOENIX



Tapi … aku suka
sekali gaun ini … aku janji,



aku tidak akan ke sana lagi. Tapi, gaun ini



jangan dibuang …



 



Mami 1 menghela napas. Mami 2 masih
kelihatan marah besar.



 



MAMI 1



Baiklah, gaunnya
tidak usah dibuang.



 



MAMI 2



Tap …



 



MAMI 1



( Kepada mami 2 )



Tidak apa-apa. Itu kan hanya gaun.



 



DISSOLVE TO :



 



FLASHBACK
BERAKHIR



 



INT.
RUMAH
PHOENIX,
RUANG KELUARGA – SIANG



Terlihat Papi beranjak dari tempat duduknya,
sedangkan kedua Mami masih duduk di atas sofa dengan wajah tidak senang. Papi
menghampiri
Phoenix yang berdiri tidak jauh dari sana.



 



PAPI



( Menepuk-nepuk
pundak
Phoenix )



Ya sudah, tidak
apa-apa. ( Kepada



kedua mami ) Tolong,
masalah pribadi



kita jangan
dilimpahkan kepada putri



kita. Bisa kan ?



 



CUT TO :



 



MUSIK
BERIRAMA PELAN MENGIRINGI



 



INT.
RUMAH KING, RUANG TAMU – SIANG



Berawal dari televisi yang menyala,
memperlihatkan acara komedi. Camera
movement.
Terlihat Queen sedang duduk di atas sofa, kedua tangannya memeluk
kedua kakinya yang juga berada di atas sofa. Pandangannya kosong, air mata
terus menetes di kedua pipinya.



 



KRINNNNGGG. Bunyi telepon rumah berbunyi.
Tapi Queen seperti tak mendengar apa-apa.



 



Camera
movement
.
Di sofa yang lain, terlihat Jack sedang berbaring, menatap langit-langit dengan
pandangan kosong. Sesekali, ia tertawa-tawa sendiri, tapi kemudian wajahnya
terlihat sedih sekali, di kedua pipinya, terlihat bekas air mata yg sudah
mengering.



 



KRINNNGGG. Bunyi telepon masih berbunyi,
tapi Jack pun seperti tak mendengar apa-apa.



 



DISSOLVE TO :



 



INT.
RUMAH KING, TERAS RUMAH – SIANG



Terlihat Cici sedang duduk memandang ke
depan tanpa melakukan apa-apa. Di sebelahnya duduk Nut yang terus mengeluarkan
kata-kata hiburan. Namun Cici sama sekali tidak menggubrisnya.



 



DISSOLVE TO :



 



INT.
RUMAH KING, KAMAR KING – SIANG



Terlihat King sedang berdiri di teras
kamarnya. Memandang ke langit sambil melipat kedua tangannya. Angin sepoi-sepoi
mengibaskan rambutnya, namun ia tetap diam.



 



KRINNNGGG. Bunyi telepon juga sampai ke
kamar King. Namun King juga sama seperti saudara tirinya, sama sekali tak
menoleh maupun bereaksi.



 



DISSOLVE TO :



 



INT.
RUMAH KING, KAMAR ACE – SIANG



Terlihat Ace sedang duduk di pinggir
ranjangnya sambil melihat satu per satu foto-foto dalam album. Sesekali ia tertawa,
tapi tanpa terasa, air mata mengalir keluar dari kedua matanya.



 



Telepon masih berbunyi, tapi Ace juga tak
mendengarnya, sehingga akhirnya telepon berhenti berbunyi.



 



Tiba-tiba, wajah Ace berubah menjadi dingin
dan penuh kemarahan. Matanya berapi-api. Ace beranjak dari tempatnya dan
menatap ke arah teras kamarnya.



 



Di tangannya, ia masih memegang selembar
foto mama. Beberapa saat kemudian, foto itu remuk karena di genggam oleh Ace
dengan sangat kencang.



 



ACE ( V.O. )



( Dengan mata
berapi-api )



Queen, kemarin kamu
merebut King



dariku. Sekarang,
kamu juga menghancurkan



keluargaku. Lihat
saja nanti, selama aku



masih hidup, kamu
tidak akan bisa hidup



dengan tenang. Aku
pasti akan merebut



King kembali dan
membalas semua yang



telah kamu lakukan
kepadaku dan King.



 



Sesaat kemudian, wajah Ace berubah menjadi sedih.



 



ACE ( V.O. )



Spade, jangan sakiti
Queen. Ini semua



bukan salahnya.



 



Ace kembali berubah menjadi Spade yang
dingin.



 



ACE ( V.O. )



Diam, jangan berisik
! Aku akan membuatmu



lenyap untuk
selamanya. Kamu tidak akan bisa



muncul di hadapan
siapapun. Jadi, jangan



harap bisa
menghancurkan rencanaku.



 



 



CUT TO :



 



INT.
BENGKEL KING, RUANGAN KING – SIANG



Terlihat Machine sedang memegang gagang
telepon dengan wajah cemas. Di sampingnya, Mulan menunggu-nunggu reaksi
Machine.



 



MULAN



Bagaimana ? Bisa ?



 



MACHINE



( Meletakkan gagang
telepon )



Tidak, sama sekali
tidak ada yang mengangkat.



Padahal jelas-jelas
tapi pagi King bilang padaku



kalau mereka
sementara tinggal di rumah.



 



MULAN



( Kelihatan cemas )



Aku benar-benar
khawatir. Rumah Queen



terbakar. ( Memukul
mulutnya ) Amit-amit,



semoga rumah kita
tidak terbakar juga.



 



MACHINE



Hus, jangan ngomong
sembarangan !



Nanti malam kita ke sana saja.



 


CUT TO :
Shan2 · 174 views · 0 comments
Categories: Episode 8#, Part 3

1, 2  Next page

Last Comment

You will become more and more ...

2010-03-10 @ 01:49:18 am
by mai


You will become more and more ...

2010-03-09 @ 07:21:29 am
by hg


You will become more and more ...

2010-03-08 @ 12:59:35 am
by HB


You will become more and more ...

2010-03-05 @ 09:38:22 am
by HB


It's not so simply to make ...

2010-02-18 @ 07:46:27 pm
by SB20Chloe


Calendar

March 2010
SunMonTueWedThuFriSat
 << < > >>
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031   

Google Adsense

Announce

Who's Online?

Member: 0
Visitor: 1

rss Syndication

Archives