Royal Flush

Posts displayed of the category: Episode 8#

Episode 8# " Habis Terang, Gelap Melanda " : Part 3
17 Dec 2007 


FLASHBACK
PHOENIX



 



INT.
RUMAH
PHOENIX,
KAMAR
PHOENIX –
SORE



Terlihat Mami 1 dan Mami 2 sedang duduk di
atas ranjang
Phoenix. Beberapa saat kemudian, Phoenix datang dengan wajah berseri-seri sambil
membawa sebuah gaun yang sangat cantik.



 



PHOENIX



( Sambil
mengacungkan gaun yang



dibawanya )



Mami ! Mami lihat
gaun yang kubeli !



 



MAMI 1



( Mengambil gaun Phoenix dan



merebahkannya di
atas ranjang )



Wah, cantik sekali !



 



MAMI 2



( Senyum )



Tagihan bulan ini
pasti besar.



 



PHOENIX



( Geleng-geleng )



Tidak, kok ! Gaun
ini murah ! Nyonya



pemilik butiknya
baik sekali. Dan lagi …



dia mirip sekali
dengan mami ke-dua.



 



MAMI 1 DAN MAMI 2



( Berbarengan )



Mirip mami ke-dua ?



 



Phoenix mengangguk dengan senangnya.



 



MAMI 2



Memangnya kamu beli
gaun ini di mana ?



 



PHOENIX



Royal Flush
Boutique.



 



Mami 1 langsung mengambil gaun dari ranjang
dan membuangnya ke lantai.



 



MAMI 1



( Kelihatan marah )



Siapa yang suruh
kamu beli gaun di
sana ?



 



PHOENIX



( Memungut gaunnya
dari lantai )



Memangnya kenapa ?



 



MAMI 2



Pokoknya mulai
sekarang, kamu tidak boleh



ke sana lagi. Gaun ini juga, buang saja !



 



PHOENIX



Kenapa ? Kenapa aku
tidak boleh ke



sana lagi dan kenapa gaun ini harus



dibuang ?



 



MAMI 1



Pokoknya mami bilang
tidak boleh, ya



tidak boleh !



 



PHOENIX



Tapi … aku suka
sekali gaun ini … aku janji,



aku tidak akan ke sana lagi. Tapi, gaun ini



jangan dibuang …



 



Mami 1 menghela napas. Mami 2 masih
kelihatan marah besar.



 



MAMI 1



Baiklah, gaunnya
tidak usah dibuang.



 



MAMI 2



Tap …



 



MAMI 1



( Kepada mami 2 )



Tidak apa-apa. Itu kan hanya gaun.



 



DISSOLVE TO :



 



FLASHBACK
BERAKHIR



 



INT.
RUMAH
PHOENIX,
RUANG KELUARGA – SIANG



Terlihat Papi beranjak dari tempat duduknya,
sedangkan kedua Mami masih duduk di atas sofa dengan wajah tidak senang. Papi
menghampiri
Phoenix yang berdiri tidak jauh dari sana.



 



PAPI



( Menepuk-nepuk
pundak
Phoenix )



Ya sudah, tidak
apa-apa. ( Kepada



kedua mami ) Tolong,
masalah pribadi



kita jangan
dilimpahkan kepada putri



kita. Bisa kan ?



 



CUT TO :



 



MUSIK
BERIRAMA PELAN MENGIRINGI



 



INT.
RUMAH KING, RUANG TAMU – SIANG



Berawal dari televisi yang menyala,
memperlihatkan acara komedi. Camera
movement.
Terlihat Queen sedang duduk di atas sofa, kedua tangannya memeluk
kedua kakinya yang juga berada di atas sofa. Pandangannya kosong, air mata
terus menetes di kedua pipinya.



 



KRINNNNGGG. Bunyi telepon rumah berbunyi.
Tapi Queen seperti tak mendengar apa-apa.



 



Camera
movement
.
Di sofa yang lain, terlihat Jack sedang berbaring, menatap langit-langit dengan
pandangan kosong. Sesekali, ia tertawa-tawa sendiri, tapi kemudian wajahnya
terlihat sedih sekali, di kedua pipinya, terlihat bekas air mata yg sudah
mengering.



 



KRINNNGGG. Bunyi telepon masih berbunyi,
tapi Jack pun seperti tak mendengar apa-apa.



 



DISSOLVE TO :



 



INT.
RUMAH KING, TERAS RUMAH – SIANG



Terlihat Cici sedang duduk memandang ke
depan tanpa melakukan apa-apa. Di sebelahnya duduk Nut yang terus mengeluarkan
kata-kata hiburan. Namun Cici sama sekali tidak menggubrisnya.



 



DISSOLVE TO :



 



INT.
RUMAH KING, KAMAR KING – SIANG



Terlihat King sedang berdiri di teras
kamarnya. Memandang ke langit sambil melipat kedua tangannya. Angin sepoi-sepoi
mengibaskan rambutnya, namun ia tetap diam.



 



KRINNNGGG. Bunyi telepon juga sampai ke
kamar King. Namun King juga sama seperti saudara tirinya, sama sekali tak
menoleh maupun bereaksi.



 



DISSOLVE TO :



 



INT.
RUMAH KING, KAMAR ACE – SIANG



Terlihat Ace sedang duduk di pinggir
ranjangnya sambil melihat satu per satu foto-foto dalam album. Sesekali ia tertawa,
tapi tanpa terasa, air mata mengalir keluar dari kedua matanya.



 



Telepon masih berbunyi, tapi Ace juga tak
mendengarnya, sehingga akhirnya telepon berhenti berbunyi.



 



Tiba-tiba, wajah Ace berubah menjadi dingin
dan penuh kemarahan. Matanya berapi-api. Ace beranjak dari tempatnya dan
menatap ke arah teras kamarnya.



 



Di tangannya, ia masih memegang selembar
foto mama. Beberapa saat kemudian, foto itu remuk karena di genggam oleh Ace
dengan sangat kencang.



 



ACE ( V.O. )



( Dengan mata
berapi-api )



Queen, kemarin kamu
merebut King



dariku. Sekarang,
kamu juga menghancurkan



keluargaku. Lihat
saja nanti, selama aku



masih hidup, kamu
tidak akan bisa hidup



dengan tenang. Aku
pasti akan merebut



King kembali dan
membalas semua yang



telah kamu lakukan
kepadaku dan King.



 



Sesaat kemudian, wajah Ace berubah menjadi sedih.



 



ACE ( V.O. )



Spade, jangan sakiti
Queen. Ini semua



bukan salahnya.



 



Ace kembali berubah menjadi Spade yang
dingin.



 



ACE ( V.O. )



Diam, jangan berisik
! Aku akan membuatmu



lenyap untuk
selamanya. Kamu tidak akan bisa



muncul di hadapan
siapapun. Jadi, jangan



harap bisa
menghancurkan rencanaku.



 



 



CUT TO :



 



INT.
BENGKEL KING, RUANGAN KING – SIANG



Terlihat Machine sedang memegang gagang
telepon dengan wajah cemas. Di sampingnya, Mulan menunggu-nunggu reaksi
Machine.



 



MULAN



Bagaimana ? Bisa ?



 



MACHINE



( Meletakkan gagang
telepon )



Tidak, sama sekali
tidak ada yang mengangkat.



Padahal jelas-jelas
tapi pagi King bilang padaku



kalau mereka
sementara tinggal di rumah.



 



MULAN



( Kelihatan cemas )



Aku benar-benar
khawatir. Rumah Queen



terbakar. ( Memukul
mulutnya ) Amit-amit,



semoga rumah kita
tidak terbakar juga.



 



MACHINE



Hus, jangan ngomong
sembarangan !



Nanti malam kita ke sana saja.



 


CUT TO :
Shan2 · 1551 views · 4 comments
Categories: Episode 8#, Part 3
Episode 8# " Habis Terang, Gelap Melanda " : Part 4
17 Dec 2007 


INT.
RUMAH KING, RUANG TAMU – MALAM



Terlihat Machine dan Mulan masuk dengan
tergesa-gesa. Kemudian, mereka mendapati Queen dan Jack di ruang tamu.



 



Queen dan Jack masih dengan posisi sejak
tadi siang. Bahkan mereka sampai tertidur di atas sofa. Mulan mendekati Queen,
Machine mencari King dan Ace.



 



MULAN



( Membelai kepala
Queen )



Kasihan. Queen pasti
sedih sekali karena



bencana yang menimpa
rumahnya.



 



INT.
RUMAH KING, DEPAN KAMAR KING – MALAM



Terlihat Machine sedang berjalan sambil
memanggil King dan Ace.



 



MACHINE



King … ! Ace … ! Di
mana kalian ?



 



Camera
movement
. Terlihat pintu
kamar King terbuka lebar. Machine melirik ke dalam sejenak, kemudian memutuskan
untuk masuk ke dalam.



 



INT.
RUMAH KING, KAMAR KING – MALAM



Terlihat Machine masuk ke dalam kamar sambil
memanggil King.



 



MACHINE



( Melihat ke
sekeliling )



King … ? Kamu di
dalam ?



 



INT.
RUMAH KING, TERAS KAMAR KING – MALAM



Terlihat King masih berdiri di depan sambil
melipat kedua tangannya.



 



MACHINE



( Menepuk pundak
King )



King, rupanya kamu
di sini ?



 



King sama sekali tak menoleh. Machine
mengerutkan keningnya, kemudian melirik wajah King. Dan ia kaget setengah mati
ketika melihat air mata di kedua pipi King.



 



Machine memutar tubuh King agar menghadap
dirinya, kemudian mengeluarkan sapu tangan dari kantung celananya.



 



MACHINE



( Mengusap air mata
King )



King, aku tidak tahu
apa yang membuatmu



menangis, tapi … hal
itu pasti betul-betul



parah. Karena, waktu
papa meninggal pun,



kamu sama sekali
tidak meneteskan air mata.



Katakan padaku,
King, apa yang terjadi ?



 



CUT TO :



 



INT.
RUMAH KING, RUANG TAMU – MALAM



Terlihat Mulan sedang membereskan ruang
tamu. Camera movement. Queen bangun dari tidurnya. Mulan menoleh.



 



MULAN



 ( Senyum )



Kamu sudah bangun ?



 



QUEEN



( Panik, segera
menghampiri Mulan )



Mulan, aku mimpi !
Aku mimpi !



 



MULAN



Iya, tenang, tenang,
kamu mimpi apa ?



Bilang padaku.



 



QUEEN



( Air matanya
menetes deras, segera



memeluk Mulan )



Aku mimpi, Mama dan
Papa meninggal.



 



MULAN



( Senyum tipis )



Itu kan hanya mimpi, jangan terlalu



dipikirkan.



 



Tapi Queen tak kunjung tenang, meski Mulan
terus menghiburnya.



 



CUT TO :



 



INT.
RUMAH KING, TERAS KAMAR KING – MALAM



Terlihat Machine sedang mengguncang-guncang
tubuh King.



 



MACHINE



( Berteriak )



King, sadar, King !
King, kamu adalah



laki-laki paling
kuat yang pernah aku



kenal, kenapa kamu
bisa seperti ini ? Kamu



tidak boleh seperti ini.
Masalah apapun yang



kamu hadapi, harus
kau hadapi dengan tegar



dan kuat. Tidak
boleh begini !



 



Setelah merasa percuma, Machine melepaskan
King dan berlari mencari Ace.



 



INT.
RUMAH KING, KAMAR ACE – MALAM



Terlihat Ace sedang duduk di atas ranjangnya
sambil menatap foto mama yang dipegangnya. Tiba-tiba Machine masuk dan
berteriak-teriak.



 



MACHINE



( Berteriak )



Ace ! Ada apa dengan King ? Kenapa King



seperti itu ?



 



Machine memperhatikan Ace dengan seksama.
Ace sama sekali tak mendengarnya, ia hanya menatap sebuah foto yang
dipeganginya. Sementara itu, setetes demi setetes air mata keluar dari matanya.



 



MACHINE



( Meremas kepalanya
)



Apa yang terjadi ?
Kenapa King dan Ace



jadi begini ???



 



CUT TO :



 



INT.
RUMAH KING, RUANG TAMU – MALAM



Terlihat Queen masih panik dan histeris,
terus berbicara kepada Mulan dengan paniknya.



 



QUEEN



Mama dan papa
meninggal … Mama



dan papa meninggal …



 



Mulan kelihatan bingung. Sesaat kemudian
Machine datang.



 



MACHINE



( Melihat Queen
dengan bingung )



Apa yang terjadi ?



 



MULAN



Aku juga tidak tahu.
Queen bilang, dia



bermimpi mama dan
papanya meninggal



dunia.



 



Machine melirik Jack yang sedang tertidur di
sofa, ia segera menghampiri Jack dan membangunkannya.



 



MACHINE



( Menguncang-guncang
tubuh Jack )



Ini pasti Jack, kan ? Jack, bangun !



 



Jack bangun, kemudian terduduk di atas sofa.
Ia melihat ke sekeliling. Ia juga melihat Queen yang masih terus berbicara
tanpa berhenti.



 



MACHINE



Apa yang terjadi,
Jack ? Kenapa semua



orang bersikap aneh
?



 



Tapi Jack hanya diam.



 



MACHINE



( Kepada Mulan )



Sebenarnya, apa yang
terjadi ?



 



Mulan mengangkat bahu tanda tak mengerti.
Machine kesal dan mengambil remote televisi, kemudian membantingnya. Tanpa
sengaja, televisi menyala. Berita kematian mama dan papa kembali diputar.



 



Tiba-tiba Queen berteriak makin keras.



 



QUEEN



( Berteriak )



Mama !



 



JACK



Pa .. !



 



Machine dan Mulan segera menoleh kearah
televisi.



 



MACHINE



Sekarang aku tahu
apa yang terjadi.



( Menghela napas )
Mulan, kamu tolong



sadarkan Queen.
Kembalikan ia ke dunia



nyata. Ajari dia menerima
kenyataan.



sedangkan aku, akan
mengurus tiga



laki-laki ini satu
persatu.



 



Mulan menganggukkan kepala. Kemudian,
Machine menyeret Jack untuk ikut dengannya. Jack yang tak sadar ikut saja.



 



CUT TO :



 



INT.
RUMAH KING, KAMAR KING – MALAM



Terlihat Jack sudah berada di kamar King, ia
hanya duduk di lantai tanpa melakukan apa-apa. Pandangannya kosong.



 



Beberapa saat kemudian, Machine masuk dengan
membawa Ace bersamanya. Kemudian mendudukkan Ace di sebelah Jack.



 



Setelah itu, Machine menghampiri King yang masih
berdiri didepan teras.



 



INT.
RUMAH KING, TERAS KAMAR KING – MALAM



Terlihat Machine menghampiri King dan
menyeretnya ke dalam kamar.



 



INT.
RUMAH KING, KAMAR KING – MALAM



Setelah mendudukkan King di sebelah Ace,
Machine keluar kamar. Dan beberapa saat kemudian kembali dengan membawa sebuah
gayung berisi air dingin.



 



Sambil menatap King, Ace dan Jack dengan
tatapan kesal, Machine menyiramkan air dingin itu mereka.



 



CUT TO :



 



INT.
RUMAH KING, RUANG TAMU – MALAM



Terlihat Queen masih histeris, terus berteriak
dan menangis. Mulan terlihat kesal.



 



MULAN



( Menampar Queen
dengan keras )



Sadarlah ! Semua
yang sudah terjadi tidak



bisa terulang lagi.
Kamu tidak boleh begini



masih banyak yang
harus kamu lakukan.



 



Seketika itu juga Queen berhenti berteriak,
ia memegangi pipinya. Isak tangis masih terdengar, namun tak sekeras tadi. Kini
yang terdengar hanya suara Mulan yang terus menasehatinya.



 



CUT TO :



 



INT.
RUMAH KING, KAMAR KING – MALAM



Terlihat Machine sedang menonjokki King, Ace
dan Jack satu persatu. Mereka tadinya hanya diam saja, tapi beberapa saat
kemudian, ketiga laki-laki itu membalas Machine.



 



Meski sedang dipukul oleh King, Ace dan
Jack, Machine masih sempat berteriak.



 



MACHINE



( Teriak )



Ini baru laki-laki !



 



CUT TO :



 



EXT.
RUMAH KING, DEPAN RUMAH KING – MALAM



Terlihat langit gelap tanpa bintang satupun.
Beberapa saat kemudian langit berubah menjadi terang.



 



CUT TO :



 



INT.
RUMAH KING, RUANG MAKAN – PAGI



Berawal dari sepiring telur mata sapi yang
diletakkan di atas meja yang dipenuhi makanan. Belakangan terlihat Mulan yang
sedang meletakkannya.



 



Camera
movement
. Terlihat King,
Ace, Jack, Machine dan Queen sedang duduk di meja makan. King, Ace, Jack dan
Machine babak belur akibat perkelahian semalam. Wajah mereka penuh plester.



 



Queen masih terlihat sedih, tapi ia tak
berani menangis, karena Mulan mengancamnya akan menamparnya lagi kalau ia masih
menangis. Setelah selesai meletakkan makanan, Mulan duduk dia bersama mereka.



 



MULAN



Sudah, sekarang
makanlah.



 



Mulan dan Machine mengambil makanan, namun
King, Ace, Jack dan Queen hanya diam saja.



 



MACHINE



( Kepada King, Ace
dan Jack )



Aku bersumpah, kalau
kalian masih



bersikap seperti
ini, jangan salahkan aku



kalau aku sampai
membunuh kalian.



 



JACK



( Dengan mata
berapi-api )



Kau tidak tahu
rasanya kehilangan orangtua !



 



MACHINE



( Berteriak )



Sejak aku kecil aku
sudah kehilangan



orangtuaku, Tapi aku
tidak seperti kalian.



Anak manja !



 



Queen mulai menangis.



 



MULAN



( Menatap Queen )



Queen, kamu tidak
boleh jadi wanita lemah.



 



Ace meremas-remas kepalanya.



 



KING



( Menghela napas )



Machine benar, kita
tidak boleh begini terus.



Kita tidak boleh
terlarut dalam kesedihan.



 



Kemudian, King mengambil makanan dan
memakannya.



 



KING



( Mengambil sepotong
roti untuk Ace )



Ace, makanlah, hari
ini kau masih harus



Ke studio. ( kepada
Jack ) Jack, kamu masih



Harus menjaga Queen,
jadi Siapa pun boleh



Jatuh, kecuali kamu.
( Kepada Queen )



Queen, kalau kamu
menyayangi mama, ingat



Mama masih punya
butik yang harus kau urus.



 



Ace menatap King, kemudian mengambil makanan
yang diberikannya.



 



ACE



King benar, kita
harus membangun kembali



keluarga ini.



 


CUT TO :
Shan2 · 147 views · 1 comment
Categories: Episode 8#, Part 4
Episode 8# " Habis Terang, Gelap Melanda " : Part 5
17 Dec 2007 


EXT.
MAKAM PAPA DAN MAMA – SIANG



Terlihat Queen, Jack, King, dan Ace dengan
pakaian berkabung, yaitu pakaian serba hitam berdiri di depan makam papa dan
mama. Keempat orang itu mengenakan kacamata hitam untuk menutupi mata mereka
yang bengkak.



 



QUEEN ( V.O. )



Begitulah, kami
mulai bangkit. King dan



Jack pergi ke luar
negri, ke tempat di mana



Mama dan papa
meninggal, kemudian



mengurus semuanya ...



 



Mereka berempat berjalan meninggalkan makam
papa dan mama. Jack berjalan sambil merangkul Queen, sedangkan Ace berjalan
sambil menepuk-nepuk pundak King. King dan Queen hanya berjalan sambil
tertunduk.



 



QUEEN ( V.O. )



… Perusahaan papa
mengalami kerugian



besar-besarnya.
Kemungkinan, inilah



sebab utama mengapa
papa bunuh diri.



Seluruh aset
perusahaan telah lenyap,



bahkan reruntuhan
rumah kami yang telah



hangus terbakar juga
disita ...



 



DISSOLVE TO :



 



EXT.
ROYAL FLUSH BOUTIQUE, DEPAN PINTU BOUTIQUE – SIANG



Terlihat Jack, Queen, King dan Ace berdiri
di depan pintu sambil menatap papan nama “ Royal Flush Boutique “ yang terbuat
dengan neon box dengan sedihnya.



 



QUEEN ( V.O. )



… Begitu juga
dengan  butik mama.



Sekarang, kami sama
sekali tidak punya



apa-apa …



 



Beberapa saat kemudian, papan nama yang
masih menyala itu dimatikan. Lalu diturunkan dari tempatnya. Queen tak dapat
menahan air matanya yang terus mengalir.



 



QUEEN ( V.O. )



Kecuali rumah King
dan Ace, tidak ada



Lagi tempat yang
bisa kami tempati …



 



DISSOLVE TO :



 



INT.
RUMAH KING, RUANG MAKAN – PAGI



Terlihat Queen, Jack, King dan Ace sedang
duduk di meja makan bersama-sama. Mereka makan dengan sangat perlahan. Masih
teringat dengan kejadian-kejadian sebelum bencana ini menimpa keluarga mereka.



 



QUEEN ( V.O. )



… Kak Cici
menghilang sejak hari kami



Melihat berita di
televisi. Kami sudah



Mencari ke rumah
Nut. Tapi … hasilnya



nihil. Sudah 3 hari
aku tidak kuliah. Bahkan,



aku sama sekali
belum menghubungi teman-



temanku. Begitu juga
dengan Jack.



 



CUT TO :



 



INT.
KAMPUS QUEEN, KELAS QUEEN – PAGI



Terlihat Queen sedang merebahkan bagian atas
tubuhnya di atas meja. Beberapa saat kemudian, Dan Dan, Nu Nu dan Mie Mie
datang menghampiri Queen dan langsung memeluknya.



 



NU NU



Queen, kamu ke mana
saja ? Aku



Sudah mencarimu
berhari-hari. Aku



sudah tahu bencana
yang menimpa



keluargamu. Dan …
kalau kamu mau,



kamu bisa tinggal di
rumahku. Kamu



bisa tidur sekamar
denganku. Atau,



kalau kamu tidak
terbiasa tidur dengan



orang lain, aku akan
berikan kamarku



untukmu dan aku akan
tidur bersama



adikku.



 



Mendengar kata-kata Nu Nu, Queen segera
beranjak dan memeluk ketiga temannya sambil melampiaskan kesedihannya.



 



MIE MIE



Queen, aku turut
berduka. Aku cuma



mau bilang, meski
kamu sudah kehilangan



semuanya, kamu masih
punya kami. Kami



akan selalu bersamamu.



 



QUEEN



( Mengusap air
matanya yang terus mengalir )



Makasih …



 



DAN DAN



Queen, aku tidak
pintar bicara yang baik-baik.



Tapi … aku cuma mau
bilang, kata-kata Nu Nu



dan Mie Mie benar.



 



Queen melepaskan pelukannya, mengusap air
matanya dan menatap satu per satu sahabatnya. ( Point of View Queen ) Close up Dan Dan, Nu Nu dan Mie Mie
bergantian. Nu Nu matanya merah, ia juga sedang menangis, begitu juga Mie Mie
yang kini tanpa kacamata karena matanya tak berhenti mengeluarkan air mata.
Sedangkan Dan Dan … wajahnya yang s’lalu tersenyum itu, kini tak terlihat.



 



QUEEN



( Kembali memeluk
ketiga sahabatnya )



Makasih … aku sayang
kalian



 



DAN DAN, NU NU DAN MIE MIE



( Hampir berbarengan
)



Kami juga sayang
kamu … Queen …



 



CUT TO :



 



EXT.
TAMAN
DEKAT KAMPUS – SIANG



Terlihat empat sekawan sedang berjalan
pelan. Nu Nu dan Mie Mie berjalan sambil memeluk Queen, sedangkan Dan Dan
berjalan sambil melipat tangannya dan berkali-kali menghela napas.



 



DAN DAN



( Menghela napas )



Queen, hari ini
adalah hari terakhir kita



belajar di Rumah
Seni. Besok, kita harus



mengumpulkan tugas
kita. Tapi … kalau



kamu tidak mau
pergi, tidak apa-apa.



Lagipula, dosen baru
itu juga akan



mengerti dengan
keadaanmu.



 



NU NU



Iya, Queen. Kami
akan membantumu



bicara dengan nenek
sihir itu.



 



QUEEN



( Menghentikan
langkahnya )



Sekarang, aku sudah
tidak punya papa



dan mama. Apalagi,
semua milikku juga



sudah hilang. Dulu …
aku kuliah berkat



papa dan mama. Jadi,
aku tidak boleh



menyia-nyiakan usaha
mereka. Aku harus



ikut ke rumah seni
dan di hari terakhir ini



menciptakan lukisan
yang paling bagus.



Sehingga aku bisa
mendapatkan nilai tugas



yang baik. Dengan
begitu, papa dan mama



akan bangga padaku. Meskipun … mereka



tidak bisa melihat
lukisanku …



 



MIE MIE



( Mengangguk )



Bagus kalau kamu
berpikir begitu.



 



Dan Dan manggut-manggut, begitu juga Nu Nu.



 



NU NU



Semangat, Queen !



 



QUEEN



( Menatap Nu Nu )



Tapi … aku tidak
punya perlengkapan



melukis.



 



DAN DAN, NU NU DAN MIE MIE



( Berbarengan )



Pakai saja punyaku !



 



CUT TO :



 



EXT.
TAMAN
TERBUKA, PINGGIR SUNGAI – SIANG



Terlihat empat sekawan sedang dalam posisi
melukis. Dan Dan, Nu Nu dan Mie Mie masing-masing memakai perlengkapan melukis
mereka sendiri, sedangkan Queen … karena mereka bertiga bertengkar ingin
meminjamkan perlengkapan milik mereka untuk Queen, maka papi meminjamkan Queen
perlengkapan melukis pribadinya.



 



Papi terlihat mondar mandir di belakang
mereka sambil memperhatikan lukisan mereka satu per satu. Saat berhenti di
belakang Queen, matanya sama sekali tak berkedip, ia seperti terpesona.



 



Hal ini menarik perhatian tiag sekawan minus
Queen, mereka ikut-ikutan memperhatikan lukisan Queen. Queen yang sudah masuk
dalam dunianya tak menyadari dirinya sedang diperhatikan orang banyak.



 



PAPI



( Manggut-manggut )



Bagus. Bagus sekali.
( Kepada tiga



sekawan ) Kalian,
contohlah Queen.



Dia melukis dengan
perasaan. Ini baru



namanya lukisan.



 



Tiga sekawan kembali ke tempatnya
masing-masing.



 



PAPI ( CON’T )



( Seperti sedang
berpikir )



Tapi … aku sungguh
bingung. Tiga hari



belakangan, Queen
tidak datang, kenapa



kemajuannya pesat
sekali ? Awalnya kalian



tidak ada yang bisa
melukis dengan perasaan.



Tapi sekarang …
Queen sudah bisa, kenapa



bisa begitu ?



 



NU NU



Mungkin karena Queen
sedang sedih.



 



PAPI



Sedih ? Sedih kenapa
? Memangnya apa



yang terjadi tiga
hari belakangan ini ?



Terakhir kali
bukankah Queen sedang



bahagia ?



 



NU NU



Rumah Queen terbakar
…



 



Mie Mie melirik ke arah Nu Nu dan memberinya
kode agar menutup mulutnya sebelum semuanya berantakan. Nu Nu yang sadar akan
kesalahannya segera menutup mulutnya.



 



Dan Dan terlihat cemas, ia terus menatap
Queen. Begitu mendengar kata-kata Nu Nu, Queen menghentikan kegiatannya. Ia
meletakkan kuas yang tadi digunakannya.



 



PAPI



( Menatap Queen )



Apa ? Terbakar ?
Lalu … bagaimana ?



Apa ada yang terluka
?



 



Queen beranjak dan menatap papi dengan wajah
tenang.



 



QUEEN



Guru jangan
khawatir, tidak ada yang



terluka. Hanya saja
semua benda yang



ada dalam rumah
terbakar.



 



PAPI



( Cemas )



Lalu, sekarang kamu
tinggal di mana ?



 



QUEEN



Aku tinggal di rumah
saudara tiriku.



 



PAPI



( Geleng-geleng
kepala, menghela napas )



Kenapa sekarang
banyak sekali bencana



yang terjadi ?
Beberapa hari yang lalu,



teman lamaku juga
meninggal dunia.



Yang satu meninggal
akibat bunuh diri,



dan yang satu lagi
kecelakaan mobil.



Sudah lama aku tidak
bertemu dengan



mereka. Tidak
disangka, berita yang



aku dengar malah
berita seperti ini.



 



QUEEN



( Bingung )



Bunuh diri ?
Kecelakaan mobil ? Jangan-



jangan … guru kenal
dengan papa dan



mamaku ?



 



PAPI



( Menatap Queen
dengan bingung )



Papa … dan … mamamu
… ?



 



Frame
berhenti, muncul tulisan
dari samping “ BERSAMBUNG “.



 



FADE OUT TO :


Shan2 · 125 views · 1 comment
Categories: Episode 8#, Part 5

Previous page  1, 2

Last Comment

Calendar

February 2012
SunMonTueWedThuFriSat
 << < > >>
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
26272829   

Google Adsense

Announce

Who's Online?

Member: 0
Visitors: 2

rss Syndication

Archives