Royal Flush

Episode 8# " Habis Terang, Gelap Melanda " : Part 1
17 Dec 2007 - 10:54:14 am


INT.
RUMAH QUEEN, DEPAN KAMAR QUEEN – MALAM



Suasana sunyi, sepi dan gelap. Terlihat King
berjalan menuju kamar Queen dan berhenti di depannya. Kemudian meletakkan
sesuatu di depan pintu kamar Queen. Setelah itu ia pergi.






Tak lama kemudian, Ace keluar dari kamarnya
dan berjalan menuju kamar Queen. Ia melihat kado Queen di depan pintu kamar
Queen dan tersenyum. Kemudian meletakkan kado milikknya di samping kado King.
Dan kemudian Ace pun pergi.






Close
up
kado King dan Ace. Di
atas kedua kotak itu bertulisan “ Happy Birthday, Queen ! “.






Muncul tulisan dari samping “ 8# HABIS TERANG, GELAP MELANDA “.






Beberapa saat kemudian, pintu kamar Queen
terbuka, kado King dan Ace yang tadinya bersandar di depan pintu menjadi jatuh
ke lantai.






Queen menundukkan kepalanya, melihat dua
buah kotak yang ada di depannya. Kemudian ia berjongkok dan mengambil kedua
kotak itu.






Mata Queen terlihat bengkak, mungkin akibat
menangis sejak pesta berakhir tadi. Queen masih mengenakan pakaian yang tadi ia
kenakan. Mungkin ia sedang tidak ada mood mandi saking sedihnya.






Setelah itu membawa masuk kedua kotak itu ke
dalam kamarnya.






INT.
RUMAH QUEEN, KAMAR QUEEN – MALAM



Terlihat Queen sedang duduk di atas
ranjangnya. Di depannya, dua buah kotak besar diletakkan.






Queen meraih salah satu kotak, yaitu kotak
pemberian Ace. Kemudian ia pun membukanya.






Kotak itu berisi sebuah album foto dan
sebuah amplop berisi
surat. Queen lebih dulu membuka amplop suratnya
dan membacanya.






ACE ( V.O. )



“ Happy Birthday,
Queen ! Awalnya aku tidak



tahu kamu ulangtahun
hari ini. Untung saja



mama memberitahuku
dan King. Jadi, aku



masih sempat
mempersiapkan hadiah ini



untukmu. Sebenarnya
sudah lama aku



menginginkan
keluarga ini menjadi satu,



tidak terpisah lagi.
Dan sudah cukup lama



juga aku diam-diam
memotret kalian, terutama



mama dan kamu.
Karena itu, aku kumpulkan



foto-foto hasil
jepretanku dan kujadikan



satu album untuk
kenang-kenangan, semoga



kamu suka. Aku harap
keluarga kita bisa seperti



album ini, terkumpul
dalam satu album.



Tadinya aku mau
mengucapkan langsung kata-kata



ini padamu, tapi
berhubung hari ini kamu



sedih karena mama
dan papamu, aku



menuangkannya dalam
tulisan. Aku hanya ingin



kamu tahu, meski
kita tidak besar bersama



dan meski kita baru
mengenal beberapa lama,



tapi aku benar-benar
menyayangimu. Dan



meski kamu sedih
karena mama dan papamu



tidak ada di
sampingmu, aku hanya ingin



kamu tahu bahwa aku
akan selalu ada untukmu.



Jadi, meski mama dan
papamu tidak bisa hadir,



aku harap
kehadiranku bisa mengurangi



sedikit kesedihanmu.
Aku juga harus berterima



kasih padamu karena
telah memberitahu



King, dengan begitu
sekarang King bisa



menerimaku. Dan yang
paling menggembirakan,



King juga sudah
menerima mama. Bahkan tadi



sore kami
memanggilnya dengan sebutan “ Mama “.



Saat aku tanya
kenapa King mau berubah, King



bilang kamulah
alasannya. Aku benar-benar



kagum padamu. Bahkan
aku yang sudah hidup sekian



lama bersama King
tidak bisa mengubahnya.



Aku harap setelah
mengetahui kabar gembira



ini kamu tidak sedih
lagi. Meski sekarang Spade



belum menghilang
dari diriku, tapi aku benar-benar



berharap Spade tidak
pernah muncul lagi, agar



setiap aku bertemu
denganmu aku menjadi



Ace yang normal,
atau setidaknya menjadi



Love agar bisa
membuatmu bahagia. Aku sangat



berharap kamu
bahagia. Bagiku … senyummu lebih



berharga dari apapun
juga. Jadi, teruslah tersenyum,



demi aku, demi semua
orang yang kamu cintai,



dan demi dirimu
sendiri. With Love … Ace … “






Queen tersenyum tipis setelah membaca surat Ace.






QUEEN ( V.O. )



Terima kasih, Ace. Setelah
membaca suratmu,



perasaanku jadi
lebih nyaman sekarang.






Setelah meletakkan surat Ace, Queen mengambil album foto yang ada
dalam kotak dan melihat foto-foto di dalamnya satu per satu.






Setiap ia melihat selembar foto, Queen akan
tertawa. Foto-foto yang diambil Ace sangat bagus dan di moment yang tepat.






Di antaranya ada foto-foto Queen saat ia
tidur, Queen mengerutkan keningnya.






QUEEN ( V.O. )



Kapan Ace memotretku
? Kok aku tidak tahu ?






Lalu juga ada foto Jack sewaktu mencuci
mobil, sewaktu Jack marah-marah, sewaktu King mengutak atik mobil, sewaktu Cici
memasak, sewaktu Nut makan, sewaktu mama membaca koran, sewaktu mamam duduk di
taman dan masih banyak foto-foto lucu lainnya. Yang aneh, di dalam album itu
sama sekali tidak ada foto Ace.






Queen tersenyum lebar. Ia seperti
mendapatkan sebuah ide brilian.






QUEEN ( V.O. )



Baiklah, Ace. Besok
aku akan membeli



sebuah Kamera,
kemudian aku akan diam-



diam memotretmu.






Setelah puas melihat album, kini Queen
membuka kotak yang kedua, yaitu kotak pemberian King.






Jantung Queen berdebar kencang saat satu
persatu jarinya melucuti bungkus kotak itu.






QUEEN ( V.O. )



Aku benar-benar
tidak menyangka King



akan memberikanku
kado. Kalau Ace … aku



memang lumayan dekat
dengannya. Tapi



dengan King … kami
memang pernah berbicara



lumayan panjang. Tapi
… itu
kan dengan suasana



penuh emosi. Aku malah
sempat berpikir King



akan membenciku atau
menganggapku sok tahu.



Aku benar-benar penasaran
kado apa yang akan



King berikan padaku.






Kini seluruh bungkus sudah ditanggalkan,
hanya tinggal membuka kotak. Perlahan-lahan Queen membuka kotak itu, setelah
sebelumnya ia menarik napas panjang.






Kotak sebesar itu, ternyata kopong. Yang ada
hanya sebuah kartu kredit dan selembar
surat. Queen mengerutkan keningnya. Kemudian ia
mengambil suratnya terlebih dahulu dan membacanya dalam hati.






KING ( V.O. )



Aku tidak pandai
berkata-kata dan jujur saja,



Ini adalah surat pertama yang kutulis sendiri.



Aku tidak tahu
bagaimana harus menyampaikannya



dengan baik, tapi
yang aku tahu, aku hanya ingin



mengucapkan selamat
ulang tahun padamu.



Aku juga mau
mengucapkan terima kasih atas



kata-katamu kemarin.
Setelah mendengar kata-



katamu, aku banyak
berpikir dan menyadari



banyak hal. Aku mau
memberi hadiah yang kamu



suka, tapi aku tidak
tahu apa yang kamu suka.



Terlebih lagi, aku
tidak tahu benda apa yang



biasanya disukai perempuan.
Jadi, aku berikan



kartu kredit ini
padamu. Kamu bisa memakainya



sepuasmu. Aku yang
akan membayar tagihannya.



Dengan begitu kamu
bisa memilih benda



yang kamu suka sebagai
hadiah. Sekian,



semoga kamu
mendapatkan apa yang kamu



inginkan. King.






Queen tersenyum setelah membaca surat King.






QUEEN ( V.O. )



King tidak tahu apa
yang kusuka ? Padahal



apa yang kusuka sama
dengan yang



disukainya, yaitu
kucing.






Setelah meletakkan kembali kedua kado itu ke
dalam kotaknya, Queen berpikir sejenak.






QUEEN ( V.O. )



Semua orang
mendoakanku, jadi sudah



seharusnya aku
mendoakan mereka juga.






Queen beranjak dari tempat tidurnya dan
keluar dari kamar.






CUT TO :






INT.
RUMAH QUEEN, TERAS HALAMAN BELAKANG – MALAM



Terlihat Queen sedang menyalakan puluhan
lilin berwarna putih. Masing-masing lilin beralaskan sebuah amplop putih dan
kecil. Setiap amplop bertulisan nama yang berbeda-beda, ada mama, papa, Jack,
Cici, Nu Nu, Dan Dan, Mie Mie, King, Ace, Nut dan bahkan para pelayan juga
punya amplopnya sendiri-sendiri.






Lilin beserta amplopnya disusun berbaris di
lantai teras. Setelah semua lilin menyala, Queen melipat tangannya dan berdoa.






QUEEN ( V.O. )



Semoga semua doaku
terkabul.






Kemudian, Queen beranjak dan kembali ke
kamarnya. Beberapa menit setelah Queen pergi, salah satu lilin jatuh dan
mengenai amplop yang ada di bawahnya. Lilin tadi berguling sehingga kertas yang
terbakar tadi terbang masuk ke dalam rumah dan mengenai gorden rumah. Api mulai
menjalar.






INTERCUT :






INT.
KAMAR HOTEL – DINI HARI



Terlihat papa sedang duduk di atas ranjang
sambil menodongkan pistol ke kepalanya sendiri. Wajahnya penuh keringat dan air
mata, ia terlihat sangat stress.






INT.
RUMAH PAPA, RUANG TAMU – DINI HARI



Mama terlihat mondar mandir. Beberapa saat
kemudian datang seorang pelayan.






PELAYAN



Nyonya, tuan masih
tidak bisa ditemukan.






MAMA



Cari terus !






PELAYAN



Nyonya, tadi waktu
nyonya pergi, tuan muda



Jack menelepon.






MAMA ( V.O. )



Queen … dia pasti
sedih sekali.






Mama terlihat cemas, bingung bercampur
khawatir.






MAMA



( Setelah berpikir
sejenak )



Siapkan mobil,
sekarang juga saya akan pulang



ke Indonesia.






PELAYAN



Tapi, nyonya, belum
tentu sekarang ada jadwal



penerbangan.






MAMA



Cari, penerbangan
apa saja. Kapal laut atau apa



pun tidak apa-apa.
Pokoknya saya akan pulang



sekarang.






INT.
KAMAR HOTEL – DINI HARI



Terlihat papa masih menodongkan pistol ke
kepalanya. Kemudian ia menutup mata dan menarik pelatuknya.






DOR !!!






Darah bercucuran di mana-mana.






EXT.
JALAN TERBUKA – DINI HARI



Terlihat sebuah mobil mewah meluncur dengan
kecepatan tinggi.






INT.
JALAN TERBUKA, MOBIL MAMA – DINI HARI



Mama terlihat stress memikirkan papa dan
Queen. Saat menyetir, meski pandangannya ke depan, tapi pikirannya tidak fokus.
Ia terus memikirkan Queen.






Tiba-tiba dari arah kanan masuk sebuah truk
besar, namun mama tidak menyadarinya, sehingga mobil mama menabrak truk besar
itu.






INT.
KAMAR HOTEL – DINI HARI



Berawal dari percikan-percikan darah di
dinding, belakangan terlihat papa terbaring di lantai. Kepalanya bercucuran
darah. Tangan kanannya msih memegang pistol.






INT.
JALAN TERBUKA – DINI HARI



Terlihat mobil mama dalam keadaan hancur.
Mama masih di dalam, kepalanya mengalami pendarahan hebat akibat benturan yang
keras.






INT.
RUMAH QUEEN, DEPAN KAMAR QUEEN – DINI HARI



Terlihat asap memenuhi ruangan, belasan
pelayan berlari ke
sana ke mari. King dan Ace pun sudah keluar dari
kamar mereka, begitu juga Nut dan Cici. Sedangkan Jack sibuk mengetuk pintu
kamar Queen.






JACK



Queen ! Buka pintu,
Queen ! Kita harus



segera pergi !






Tak ada jawaban. Suasana makin panas, semua
orang panik.






INT.
RUMAH QUEEN, KAMAR QUEEN – DINI HARI



Terlihat Queen sedang tertidur lelap di atas
tempat tidurnya. Mungkin karena tidur terlalu lelap, Queen tidak mendengar
teriakan Jack.






INT.
RUMAH QUEEN, DEPAN KAMAR QUEEN – DINI HARI



Terlihat King menghampiri Jack yang masih
terus mengetuk pintu.






KING



Queen belum keluar
juga ?






JACK



Mungkin dia tidur
terlalu nyenyak.






KING



Biar aku dobrak.






Jack pun minggir dan membiarkan King
mendobrak pintu. Pintu terbuka, Jack dan King menyerbu masuk. Jack segera
membangunkan Queen. Queen bangun, namun masih belum sadar kalau rumahnya sudah
terbakar.






QUEEN



( Masih setengah
tidur )



Ada apa ?






KING



Tidak ada waktu
lagi.






King segera menggendong Queen keluar kamar.






INT.
RUMAH QUEEN, DEPAN KAMAR QUEEN – DINI HARI



Terlihat asap makin tebal, api sudah
menjalar ke mana-mana. Ace sibuk memeriksa semua kamar.






ACE



( Berteriak )



Kebakaran ! Segera
tinggalkan rumah !






CUT TO :


Shan2 · 141 views · 1 comment
Categories: Episode 8#, Part 1

Permanent link to full entry

http://royal-flush.blogsfan.net/Royal-Flush-b1/Episode-8-Habis-Terang-Gelap-Melanda-Part-1-b1-p74.htm

Comments

No Comment for this post yet...


Leave a comment

New feedback status: Published





Your URL will be displayed.

 
Please enter the code written in the picture.


Comment text

Options
   (Set cookies for name, e-mail and url)


  

Last Comment

Calendar

February 2012
SunMonTueWedThuFriSat
 << < > >>
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
26272829   

Google Adsense

Announce

Who's Online?

Member: 0
Visitor: 1

rss Syndication

Archives