INT.
RUMAH QUEEN, RUANG TAMU SORE
Ruang tamu sudah kelihatan rapi. Semua
hiasan yang dipersiapkan sudah selesai dipasang.
Mama berdiri di tengah-tengah sambil melihat
ke sekeliling ruangan.
MAMA
( Bicara sendiri )
Tamu sudah, makanan
sudah, hiasan sudah,
hadiah, sudah.
Jack datang menghampiri mama sambil
tersenyum.
JACK
Bagaimana ? Sudah
selesai ?
MAMA
Jack, bukankah kamu
harus menjemput Queen ?
JACK
Iya, sekarang mau
berangkat. Oke, aku pergi dulu, ma.
Jack pun berjalan menuju pintu keluar,
kemudian terdengar suara motor digas, pagar terbuka dan perlahan-lahan suara
motor itu hilang.
Sepeninggalan Jack, mama masih memeriksa
hiasan ruangan satu persatu, apakah ada yang kurang. Saat itulah King dan Ace
datang.
MAMA
( Senyum )
Kalian sudah pulang
?
KING
Ya, kami mau
membantu kalau ada yang bisa kami
bantu.
CUT TO :
EXT.
TAMAN TERBUKA - SORE
Queen terlihat sedang menunggu seorang diri
di pinggir taman. Padahal biasanya, walaupun ia akan dijemput Jack, ketiga
temannya pasti akan menemaninya sampai Jack datang. Tapi kali ini tidak. Entah
kenapa setelah mereka mendapat telepon aneh yang entah dari siapa, karena
mereka tidak mau bilang, mereka langsung izin pulang.
Queen sempat kesal, tapi apa boleh buat,
meski kesalpun percuma. Ia cuma bisa menenteng boneka besar pemberian Ten
berserta buku-buku dan perlengkapan melukisnya yang cukup banyak.
Sambil menunggu, Queen mondar mandir di
pinggir taman, sedangkan barang bawaannya diletakkan di sebelah kakinya.
Saat itu, handphone Queen berbunyi. Gadis
itu segera mengeluarkan handphonenya dari kantung celananya dan melihat tulisan
dalam layar. Ternyata papa 2 yang menelepon. Queen senang setengah mati.
QUEEN
( Buru-buru
mengangkat telepon )
Halo, papa ! Papa
sekarang di mana ?
PAPA 2 ( O.S. )
( Suaranya serak )
Queen, papa cuma mau
bilang
happy birthday.
Papa minta maaf, papa
tidak bisa datang menemuimu.
QUEEN
Kenapa ? Kenapa papa
nggak bisa datang ?
PAPA ( O.S. )
( Suaranya memelas )
Maafkan papa, Queen
Tut
telepon terputus.
QUEEN
( Berteriak, hampir
menangis )
Pa ! Papa !
Queen masih memperhatikan handphonenya beberapa
lama, berharap papa akan menelepon lagi, berharap yang tadi hanyalah kesalahan
jaringan, berharap yang tadi bukanlah papa.
Tapi handphonenya tak kunjung menerima
panggilan. Queen berjongkok dan menangis sendirian. Saat itulah Jack datang
dengan motornya.
Ketika mleihat Queen, Jack segera
memarkirkan motornya di sekitar sana dan berlari menghampiri Queen.
JACK
Queen, kamu kenapa ?
Siapa yang menjahatimu ?
QUEEN
( Segera berdiri dan memeluk Jack )
Papa, kak ! Papa
barusan menelepon dan bilang
kalau dia nggak bisa
datang.
JACK
( Menghela napas,
membelai Queen dengan lembut )
Jangan sedih, ya. Mungkin
papa memang nggak bisa
Datang hari ini,
tapi
siapa tahu besok dia bisa datang.
QUEEN
( Masih menangis )
Sejak aku kecil,
papa nggak pernah ada di rumah.
Papa sama sekali
nggak pernah merayakan ulang
tahunku. Sekalipun
nggak pernah.
CUT TO :
INT.
RUMAH QUEEN, RUANG TAMU SORE
Terlihat mama sedang berdiri di dekat
jendela. Di samping mama ada tangga tinggi dan di atasnya ada King.
MAMA
Iya, betul ! Ke
kanan sedikit.
Di belakang mereka para pembantu plus Ace
sedang menghidangkan makanan.
Beberapa saat kemudian, telepon rumah
berdering, salah seorang pembantu mengangkatnya.
Tak berapa lama kemudian, pembantu itu
menghampiri mama.
PEMBANTU
Nyonya, ada telepon
dari tuan.
MAMA
( Senyum )
Iya, makasih. (
Kepada King ) King, mama mau
terima telepon dulu
( Kepada Ace ) Ace, bisa tolong
atur di sini dulu ?
ACE
( Senyum )
Oke.
Mama pun berjalan menuju telepon.
MAMA
Halo
PAPA ( O.S. )
( Suaranya serak )
Halo, ma
INT.
KAMAR HOTEL SORE
Terlihat papa sedang duduk di sebuah ranjang
hotel, di atas ranjang penuh dengan botol minuman kosong. Suasana kamar sangat
berantakan. Papa kelihatan stress. Tangan kirinya memegang gagang telepon,
sedangkan tangan kanannya memegang sebuah pistol.
MAMA ( O.S. )
Papa di mana ?
Pestanya sudah mau dimulai.
PAPA
( Matanya basah )
Ma, aku nggak bisa
datang.
MAMA
Apa maksudnya ? Kamu
kan sudah janji.
PAPA
( Memukul-mukul
kepalanya )
Maafkan aku, ma.
Dulu aku pernah berjanji akan
membahagiakanmu,
sekarang aku sudah hancur.
Bahkan aku tidak
berani menemuimu. Maafkan aku,
ma. Aku sudah
berusaha sekuat tenaga, tapi aku
tetap gagal.
MAMA ( O.S. )
Pa, bicaranya jelas
sedikit, ada apa sebenarnya ?
PAPA
Maafkan aku, aku
malu bertemu kalian. Lebih baik
aku mati.
INT.
RUMAH QUEEN, RUANG TAMU SORE
Terlihat mama sedang duduk sambil memegang
gagang telepon.
MAMA
Halo, pa. Jangan
bicara sembarangan. Setiap
masalah pasti ada
jalan keluarnya. Kita kan
bisa diskusikan
bersama.
Tut
terdengar suara telepon terputus.
MAMA
( Berteriak )
Halo ? Halo !
Mama terlihat cemas, ia segera meletakkan
gagang telepon dan kemudian mengangkatnya lagi, menekan nomor-nomor tertentu
sambil menggigit bibir bawahnya.
King dan Ace menoleh, mereka tahu ada yang
sedang tidak beres. Mereka pun menghampiri mama.
Mama masih terlihat cemas, telepon yang
ditujunya tidak bisa menyambung, ia terus mencoba berkali-kali.
KING
Apa yang terjadi ?
MAMA
( Cemas )
Papanya Queen
sepertinya dia ada masalah.
Dia tidak pernah
seperti ini, kalau ada masalah,
dia pasti akan
cerita padaku. Tapi, kali ini lain.
Firasatku sangat
buruk, aku takut sesuatu terjadi
padanya.
ACE
Kenapa tidak telepon
ponselnya saja ?
MAMA
Sudah, tapi tidak
bisa, ponselnya tidak aktif.
Beberapa saat kemudian, telepon menyambung.
MAMA
Halo, Jonny, bosmu
mana ? Aku mau bicara.
JONNY ( O.S. )
Nyonya, kami juga
sedang mencari tuan
besar. Sudah
beberapa hari dia tidak pulang.
MAMA
Apa ? Kenapa kamu
tidak bilang ?
JONNY ( O.S. )
Maafkan saya,
nyonya. Belakangan ini tuan memang
sering tidak pulang,
tapi beberapa lama sekali beliau
akan pulang. Saya
pikir tuan akan pulang seperti biasa.
Biasa tuan pulang
seminggu sekali, tapi kali ini sudah
dua minggu tuan
tidak pulang.
MAMA
Siapkan mobil,
jemput saya di bandara, saya akan
berangkat ke sana
sekarang.
JONNY ( O.S. )
Baik nyonya.
Mama menutup telepon dan segera beranjak
dari tempat duduknya serta memerintahkan para pelayan agar menyiapkan
barang-barangnya.
MAMA
( Kepada King dan
Ace )
Mama harus pergi, di
sini tolong kalian tangani.
ACE
Tapi, sebentar lagi
Queen pulang.
MAMA
Tolong sampaikan
maaf mama pada Queen. Mama
takut papanya Queen
bertindak bodoh, sudah dua
minggu dia tidak
pulang, dia pasti ada masalah.
Sesaat kemudian, para pelayan sudah selesai
mengerjakan tugasnya, mobil sudah disiapkan, koper sudah diangkut. Mama
berjalan menuju pintu keluar.
MAMA
( Hampir menangis )
Queen pasti sedih
papanya tidak bisa datang, apalagi
Kalau mama juga
pergi. Jadi, tolong kalian buat dia
bahagia. Mama mohon.
KING
Tenang saja, ma.
Serahkan saja pada kami.
MAMA
( Air matanya
langsung menetes )
Kamu panggil aku apa
? Mama ?
ACE
( Senyum )
Mama memang mama
kami, sudah sepantasnya
kami memanggilmu
mama.
Mama segera memeluk King dan Ace. Kemudian
berjalan pergi. Sepeninggalan mama, King dan Ace masih terpaku menatap
kepergian mama.
KING
Entah kenapa hari
ini aku bahagia sekali.
ACE
( Menghela napas )
Aku juga, aku merasa
lega, seakan-akan bebanku
bertahun-tahun
hilang begitu saja.
KING
Kalau tahu begini,
aku akan lebih awal mengakuinya
sebagai mama.
ACE
( Menatap King
curiga )
Lalu, kenapa
sekarang kamu mau mengakuinya ?
KING
( Menoleh sambil
tersenyum )
Karena kata-kata
Queen kemarin.
ACE
Aku jadi penasaran,
apa saja yang Queen katakan
kemarin padamu.
KING
Kau tidak akan
pernah tahu.
Beberapa saat kemudian, Cici yang sejak pagi
mengurung diri di kamar karena tidak mau campur tangan mengenai pesta kejutan
untuk Queen tiba-tiba datang menghampiri King. Dan seperti biasanya, Nut
mengikuti dari belakang.
CICI
( Senyum )
King, kamu sedang
apa ? Apa perlu bantuan ?
CUT TO :
Syndication
2010-03-10 @ 01:49:18 am
by mai
You will become more and more ...
2010-03-09 @ 07:21:29 am
by hg
You will become more and more ...
2010-03-08 @ 12:59:35 am
by HB
You will become more and more ...
2010-03-05 @ 09:38:22 am
by HB
It's not so simply to make ...
2010-02-18 @ 07:46:27 pm
by SB20Chloe