Royal Flush

Posts displayed of the category: Part 4

Episode 7# " Happy Birthday, Queen !!! " : Part 4
30 Oct 2007 


INT.
RUMAH QUEEN, RUANG TAMU – SORE



Ruang tamu sudah kelihatan rapi. Semua
hiasan yang dipersiapkan sudah selesai dipasang.



 



Mama berdiri di tengah-tengah sambil melihat
ke sekeliling ruangan.



 



MAMA



( Bicara sendiri )



Tamu sudah, makanan
sudah, hiasan sudah,



hadiah, sudah.



 



Jack datang menghampiri mama sambil
tersenyum.



 



JACK



Bagaimana ? Sudah
selesai ?



 



MAMA



Jack, bukankah kamu
harus menjemput Queen ?



 



JACK



Iya, sekarang mau
berangkat. Oke, aku pergi dulu, ma.



 



Jack pun berjalan menuju pintu keluar,
kemudian terdengar suara motor digas, pagar terbuka dan perlahan-lahan suara
motor itu hilang.



 



Sepeninggalan Jack, mama masih memeriksa
hiasan ruangan satu persatu, apakah ada yang kurang. Saat itulah King dan Ace
datang.



 



MAMA



( Senyum )



Kalian sudah pulang
?



 



KING



Ya, kami mau
membantu kalau ada yang bisa kami



bantu.



 



CUT TO :



 



EXT.
TAMAN TERBUKA - SORE



Queen terlihat sedang menunggu seorang diri
di pinggir taman. Padahal biasanya, walaupun ia akan dijemput Jack, ketiga
temannya pasti akan menemaninya sampai Jack datang. Tapi kali ini tidak. Entah
kenapa setelah mereka mendapat telepon aneh yang entah dari siapa, karena
mereka tidak mau bilang, mereka langsung izin pulang.



 



Queen sempat kesal, tapi apa boleh buat,
meski kesalpun percuma. Ia cuma bisa menenteng boneka besar pemberian Ten
berserta buku-buku dan perlengkapan melukisnya yang cukup banyak.



 



Sambil menunggu, Queen mondar mandir di
pinggir taman, sedangkan barang bawaannya diletakkan di sebelah kakinya.



 



Saat itu, handphone Queen berbunyi. Gadis
itu segera mengeluarkan handphonenya dari kantung celananya dan melihat tulisan
dalam layar. Ternyata papa 2 yang menelepon. Queen senang setengah mati.



 



QUEEN



( Buru-buru
mengangkat telepon )



Halo, papa ! Papa
sekarang di mana ?



 



PAPA 2 ( O.S. )



( Suaranya serak )



Queen, papa cuma mau
bilang … happy birthday.



Papa minta maaf, papa
tidak bisa datang menemuimu.



 



QUEEN



Kenapa ? Kenapa papa
nggak bisa datang ?



 



PAPA ( O.S. )



( Suaranya memelas )



Maafkan papa, Queen
…



 



Tut … telepon terputus.



 



QUEEN



( Berteriak, hampir
menangis )



Pa ! Papa !



 



Queen masih memperhatikan handphonenya beberapa
lama, berharap papa akan menelepon lagi, berharap yang tadi hanyalah kesalahan
jaringan, berharap yang tadi bukanlah papa.



 



Tapi handphonenya tak kunjung menerima
panggilan. Queen berjongkok dan menangis sendirian. Saat itulah Jack datang
dengan motornya.



 



Ketika mleihat Queen, Jack segera
memarkirkan motornya di sekitar sana dan berlari menghampiri Queen.



 



JACK



Queen, kamu kenapa ?
Siapa yang menjahatimu ?



 



QUEEN



 ( Segera berdiri dan memeluk Jack )



Papa, kak ! Papa
barusan menelepon dan bilang



kalau dia nggak bisa
datang.



 



JACK



( Menghela napas,
membelai Queen dengan lembut )



Jangan sedih, ya. Mungkin
papa memang nggak bisa



Datang hari ini,
tapi …siapa tahu besok dia bisa datang.



 



QUEEN



( Masih menangis )



Sejak aku kecil,
papa nggak pernah ada di rumah.



Papa sama sekali
nggak pernah merayakan ulang



tahunku. Sekalipun
nggak pernah.



 



CUT TO :



 



INT.
RUMAH QUEEN, RUANG TAMU – SORE



Terlihat mama sedang berdiri di dekat
jendela. Di samping mama ada tangga tinggi dan di atasnya ada King.



 



MAMA



Iya, betul ! Ke
kanan sedikit.



 



Di belakang mereka para pembantu plus Ace
sedang menghidangkan makanan.



 



Beberapa saat kemudian, telepon rumah
berdering, salah seorang pembantu mengangkatnya.



 



Tak berapa lama kemudian, pembantu itu
menghampiri mama.



 



PEMBANTU



Nyonya, ada telepon
dari tuan.



 



MAMA



( Senyum )



Iya, makasih. (
Kepada King ) King, mama mau



terima telepon dulu
( Kepada Ace ) Ace, bisa tolong



atur di sini dulu ?



 



ACE



( Senyum )



Oke.



 



Mama pun berjalan menuju telepon.



 



MAMA



Halo …



 



PAPA ( O.S. )



( Suaranya serak )



Halo, ma …



 



INT.
KAMAR HOTEL – SORE



Terlihat papa sedang duduk di sebuah ranjang
hotel, di atas ranjang penuh dengan botol minuman kosong. Suasana kamar sangat
berantakan. Papa kelihatan stress. Tangan kirinya memegang gagang telepon,
sedangkan tangan kanannya memegang sebuah pistol.



 



MAMA ( O.S. )



Papa di mana ?
Pestanya sudah mau dimulai.



 



PAPA



( Matanya basah )



Ma, aku nggak bisa
datang.



 



MAMA



Apa maksudnya ? Kamu
kan sudah janji.



 



PAPA



( Memukul-mukul
kepalanya )



Maafkan aku, ma.
Dulu aku pernah berjanji akan



membahagiakanmu,
sekarang aku sudah hancur.



Bahkan aku tidak
berani menemuimu. Maafkan aku,



ma. Aku sudah
berusaha sekuat tenaga, tapi aku



tetap gagal.



 



MAMA ( O.S. )



Pa, bicaranya jelas
sedikit, ada apa sebenarnya ?



 



PAPA



Maafkan aku, aku
malu bertemu kalian. Lebih baik



aku mati.



 



INT.
RUMAH QUEEN, RUANG TAMU – SORE



Terlihat mama sedang duduk sambil memegang
gagang telepon.



 



MAMA



Halo, pa. Jangan
bicara sembarangan. Setiap



masalah pasti ada
jalan keluarnya. Kita kan



bisa diskusikan
bersama.



 



Tut … terdengar suara telepon terputus.



 



MAMA



( Berteriak )



Halo ? Halo !



 



Mama terlihat cemas, ia segera meletakkan
gagang telepon dan kemudian mengangkatnya lagi, menekan nomor-nomor tertentu
sambil menggigit bibir bawahnya.



 



King dan Ace menoleh, mereka tahu ada yang
sedang tidak beres. Mereka pun menghampiri mama.



 



Mama masih terlihat cemas, telepon yang
ditujunya tidak bisa menyambung, ia terus mencoba berkali-kali.



 



KING



Apa yang terjadi ?



 



MAMA



( Cemas )



Papanya Queen …
sepertinya dia ada masalah.



Dia tidak pernah
seperti ini, kalau ada masalah,



dia pasti akan
cerita padaku. Tapi, kali ini lain.



Firasatku sangat
buruk, aku takut sesuatu terjadi



padanya.



 



ACE



Kenapa tidak telepon
ponselnya saja ?



 



MAMA



Sudah, tapi tidak
bisa, ponselnya tidak aktif.



 



Beberapa saat kemudian, telepon menyambung.



 



MAMA



Halo, Jonny, bosmu
mana ? Aku mau bicara.



 



JONNY ( O.S. )



Nyonya, kami juga
sedang mencari tuan



besar. Sudah
beberapa hari dia tidak pulang.



 



MAMA



Apa ? Kenapa kamu
tidak bilang ?



 



JONNY ( O.S. )



Maafkan saya,
nyonya. Belakangan ini tuan memang



sering tidak pulang,
tapi beberapa lama sekali beliau



akan pulang. Saya
pikir tuan akan pulang seperti biasa.



Biasa tuan pulang
seminggu sekali, tapi kali ini sudah



dua minggu tuan
tidak pulang.



 



MAMA



Siapkan mobil,
jemput saya di bandara, saya akan



berangkat ke sana
sekarang.



 



JONNY ( O.S. )



Baik nyonya.



 



Mama menutup telepon dan segera beranjak
dari tempat duduknya serta memerintahkan para pelayan agar menyiapkan
barang-barangnya.



 



MAMA



( Kepada King dan
Ace )



Mama harus pergi, di
sini tolong kalian tangani.



 



ACE



Tapi, sebentar lagi
Queen pulang.



 



MAMA



Tolong sampaikan
maaf mama pada Queen. Mama



takut papanya Queen
bertindak bodoh, sudah dua



minggu dia tidak
pulang, dia pasti ada masalah.



 



Sesaat kemudian, para pelayan sudah selesai
mengerjakan tugasnya, mobil sudah disiapkan, koper sudah diangkut. Mama
berjalan menuju pintu keluar.



 



MAMA



( Hampir menangis )



Queen pasti sedih
papanya tidak bisa datang, apalagi



Kalau mama juga
pergi. Jadi, tolong kalian buat dia



bahagia. Mama mohon.



 



KING



Tenang saja, ma.
Serahkan saja pada kami.



 



MAMA



( Air matanya
langsung menetes )



Kamu panggil aku apa
? Mama ?



 



ACE



( Senyum )



Mama memang mama
kami, sudah sepantasnya



kami memanggilmu
mama.



 



Mama segera memeluk King dan Ace. Kemudian
berjalan pergi. Sepeninggalan mama, King dan Ace masih terpaku menatap
kepergian mama.



 



KING



Entah kenapa hari
ini aku bahagia sekali.



 



ACE



( Menghela napas )



Aku juga, aku merasa
lega, seakan-akan bebanku



bertahun-tahun
hilang begitu saja.



 



KING



Kalau tahu begini,
aku akan lebih awal mengakuinya



sebagai mama.



 



ACE



( Menatap King
curiga )



Lalu, kenapa
sekarang kamu mau mengakuinya ?



 



KING



( Menoleh sambil
tersenyum )



Karena kata-kata
Queen kemarin.



 



ACE



Aku jadi penasaran,
apa saja yang Queen katakan



kemarin padamu.



 



KING



Kau tidak akan
pernah tahu.



 



Beberapa saat kemudian, Cici yang sejak pagi
mengurung diri di kamar karena tidak mau campur tangan mengenai pesta kejutan
untuk Queen tiba-tiba datang menghampiri King. Dan seperti biasanya, Nut
mengikuti dari belakang.



 



CICI



( Senyum )



King, kamu sedang
apa ? Apa perlu bantuan ?



 



CUT TO :


Shan2 · 109 views · 0 comments
Categories: Episode 7#, Part 4

Last Comment

Calendar

September 2010
SunMonTueWedThuFriSat
 << < > >>
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Google Adsense

Announce

Who's Online?

Member: 0
Visitor: 1

rss Syndication

Archives