Royal Flush

Posts displayed of the category: Part 3

Episode 6# " Kemarahan King " : Part 3
30 Oct 2007 


INT.
ROYAL FLUSH BOUTIQUE, RUANGAN MAMA – MALAM



Terlihat mama sedang duduk di kursinya
sambil memegang gagang telepon.



 



MAMA



Pa, besok kamu bisa
pulang
kan ? Besok kan



hari ulang tahun
Queen.



 



PAPA 2 ( O.S. )



Aku tidak tahu, tapi
akan aku usahakan.



 



MAMA



Pa, tolong
diusahakan, ya. Queen benar-benar



sedih kalau papa
tidak bisa ikut merayakan.



 



INT.
KANTOR PAPA, RUANGAN PAPA – MALAM



Terlihat papa duduk di sebuah kursi besar di
depan meja besar. Di atas meja penuh dengan tumpukan-tumpukan kertas. Sedangkan
di lantai ruangan penuh dengan kertas-kertas berserakan.



 



PAPA 2



( Membuka
kacamatanya, kemudian mengusap



keringat di dahinya
)



Iya, akan aku
usahakan. Sudah dulu yah, ma.



 



Papa 2 segera menutup teleponnya, kemudian
menghela napas panjang. Papa 2 menatap tumpukan-tumpukan kertas di atas
mejanya, matanya kemerah-merahan, ia kelihatan lelah sekali.



 



CUT TO :



 



INT.
RUMAH QUEEN, RUANG TAMU – MALAM



Terlihat Jack sedang mondar mandir sambil
sesekali memperhatikan jam dinding. Ia berjalan menuju jendela, menatap keluar,
kemudian kembali menatap jam dinding lagi.



 



JACK



( Bicara sendiri,
sambil mondar mandir )



Queen, kamu ke mana
sih ?



 



Beberapa saat kemudian, pintu terbuka, mama
masuk.



 



JACK



Queen, kamu sudah
pulang ?



 



MAMA



( Senyum )



Ini mama, Jack !
Memang Queen ke mana ?



 



JACK



Queen hilang lagi,
ma. Tadi sore ada di taman,



waktu aku tinggal
sebentar, tiba-tiba saja dia



menghilang lagi.



 



MAMA



Mungkin dia
jalan-jalan. Semalam
kan dia bilang



dia dapat tugas
melukis, dan menurut gurunya itu



harus sering jalan-jalan
keluar untuk mencari inspirasi.



Biarkan saja, siapa
tahu Queen kecil kita bisa jadi



Pelukis terkenal
nantinya.



 



JACK



Iya, cari inspirasi
boleh saja, tapi kenapa harus



malam-malam ?
Memangnya tidak bisa cari inspirasi



siang atau sore hari
?



 



MAMA



( Senyum )



Kamu tenang saja,
Queen
kan sekarang sudah besar,



dia sudah kuliah.
Mama tahu sejak kecil kalian memang



akrab, tapi sekarang
Queen sudah dewasa, jadi kamu



tidak perlu khawatir
seperti dulu lagi. Kita tunggu saja



sebentar lagi. Sudah
coba hubungi handphonenya ?



 



JACK



Sudah, tapi ternyata
dia tidak bawa handphone.



 



MAMA



Cici mana ?



 



JACK



Di kamar. Sejak pulang
dari bengkel King dia



ngambek.



 



CUT TO :



 



INT.
BENGKEL KING, RUANGAN KING – MALAM



Terlihat King sedang duduk di kursinya.
Kemudian terdengar suara ketukan pintu.



 



KING



Masuk !



 



MACHINE



( Masuk ke dalam
ruangan )



King, ada yang
mencarimu.



 



KING



( Tanpa menatap
Machine )



Siapa ?



 



MACHINE



Wanita.



 



KING



( Emosinya langsung
naik )



Machine, sudah
berapa lama kamu mengenalku ?



Kamu kan tahu aku paling benci dengan mahkluk



yang namanya wanita.



 



MACHINE



Tapi … wanita ini
berbeda.



 



KING



( Menatap Machine tajam
)



Semua wanita sama
saja.



 



MACHINE



Wanita ini adalah
adik tirimu, King. Dan dia



sudah menunggu sejak
tadi. Kupikir, sebaiknya



kamu memberinya kesempatan
untuk bicara, kalau



soal setuju atau
tidak dengan apa yang akan



dibicarakannya,
nanti juga kamu belum terlambat



untuk menolak.
Daripada dia menunggumu terus.



Lagipula, kamu kan sekarang tinggal bersamanya.



Kalau kamu tetap
tidak menemuinya, dia terpaksa



akan menunggu sampai
kita tutup. Dan kalau kita



tutup, berarti kamu
pulang, dan kalau kamu



pulang, berarti kalian
akan pulang bersama. Cepat



lambat kalian akan
bicara juga, Jadi tidak ada bedanya



bicara sekarang
ataupun nanti. Tapi, menurutku



sebaiknya kalian
bicara sekarang saja, karena kalau



sudah terlalu malam,
tidak baik anak gadis ada di



luar rumah. Sangat
berbahaya, nanti kamu juga



yang repot karena harus
melindunginya. Jadi …



 



KING



Cukup ! Baiklah,
suruh dia masuk.



 



Machine terlihat senang, ia pun segera
keluar untuk memberitakan kabar gembira ini kepada Mulan dan Queen.



 



Tak lama kemudian, Queen masuk ke dalam
ruangan. Setelah sebelumnya Machine dan Mulan memberi semangat dan dukungan
dengan mengepalkan tangannya sambil tersenyum kepada Queen, mereka pun
meninggalkan Queen berdua dengan King.



 



King masih duduk di kursinya sambil menatap
lukisan motor yang terpampang di ruangannya. Queen terlihat agak takut.



 



KING



( Tanpa menatap
Queen )



Mau bicara apa ?



 



FLASHBACK
QUEEN



 



DISSOLVE TO :



 



INT.
BENGKEL KING, GARASI – SORE



Terlihat Queen, Machine dan Mulan sedang
duduk di kursi di sebelah mobil yang diparkir di garasi bengkel.



 



MULAN



( Berbisik )



King itu memang
menakutkan.



 



MACHINE



Iya, dia benar-benar
mirip guru kami. Galak sekali



kepada wanita.
Apalagi kalau sudah marah.



 



MULAN



Lebih baik tunggu
kemarahannya reda dulu, baru



bicara lagi
dengannya.



 



QUEEN



Tapi … aku harus
bicara dengannya sekarang.



 



MACHINE



( Menghela napas )



Padahal kalian kakak
beradik manis-manis, King



sangat beruntung
punya adik tiri semanis kalian.



Tapi sifatnya malah
kembali menjadi beringas.



 



QUEEN



Tapi, sudah beberapa
lama King tinggal di



rumahku, dia tidak
segalak yang kalian bilang.



 



MULAN



Sejak guru
meninggal, King memang terlihat lebih



pendiam. Emosinya
pun mulai stabil, tidak suka



marah-marah, King
jadi lebih sabar. Mungkin karena



surat yang ditinggalkan guru untuknya.



 



QUEEN



Surat ?



 



MULAN



Iya, sebenarnya
kematian guru sama sekali tidak



direncanakan.



 



MACHINE



Hus, mana mungkin
kematian direncanakan.



 



MULAN



Iya, maksudku,
benar-benar tak disangka. Padahal



saat itu guru sedang
ingin berlibur. Setelah sekian



lama mengelola
bengkel, King dan Ace menyuruh



guru berlibur dan menyerahkan
bengkel kepada



anak-anaknya. Tapi, siapa
yang sangka pesawat



guru mengalami
kecelakaan.



 



MACHINE



Tapi ternyata, sudah
sejak jauh-jauh hari guru



menitipkan surat wasiat dan surat-surat pribadinya



kepada teman
dekatnya. Kami masing-masing dapat



satu surat dari guru.



 



MULAN



Di dalam suratnya,
guru berpesan agar aku mengubah



sifat-sifat jelekku.



 



MACHINE



Suratku isinya juga
begitu.



 



MULAN



Makanya aku yakin,
King berubah menjadi ramah karena



surat guru.



 



MACHINE



Aku pikir penyakit “
benci wanita “ – nya sudah hilang.



Soalnya kemarin saat
kakak perempuanmu itu datang



membawakan makan
siang, King tidak marah-marah



seperti hari ini.
Tapi ternyata …



 



QUEEN



Aku kira yang paling
galak adalah Spade.



 



MACHINE DAN MULAN



( Hampir berbarengan
)



Jelas King lebih
galak !



 



MACHINE



Kalau King sudah
marah, bahkan Spade pun tidak



bisa berbuat
apa-apa.



 



Queen langsung mengalami Déjà vu. Kata-kata
Love terngiang-ngiang di kepalanya.



 



ACE ( V.O. )



Bahkan Spade pun
tidak berdaya kalau King sudah



Semarah ini.



 



DISSOLVE TO :


Shan2 · 161 views · 3 comments
Categories: Episode 6#, Part 3

Last Comment

Calendar

September 2010
SunMonTueWedThuFriSat
 << < > >>
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Google Adsense

Announce

Who's Online?

Member: 0
Visitor: 1

rss Syndication

Archives