Royal Flush

Posts displayed of the category: Episode 6#

Episode 6# " Kemarahan King " : Part 1
30 Oct 2007 


EXT.
TAMAN
DEKAT RUMAH QUEEN, RERUMPUTAN – MALAM



Terlihat Queen dan Ace masih duduk di
rerumputan dan Xiao Hu masih bermain-main di sekitar mereka.



 



QUEEN



( Menatap langit )



Love, sekarang sudah
jam berapa, ya ?



 



ACE



Mungkin sudah tengah
malam.



 



QUEEN



Apa sebaiknya kita
pulang saja ? Aku ada firasat buruk.



Aku takut Jack
mencariku.



 



KING ( O.S. )



Ace …



 



Queen dan Ace tersentak kaget, mereka segera
menoleh. King sudah berdiri di belakang.



 



Muncul tulisan dari samping “ 6# KEMARAHAN KING  “.



 



Ace segera beranjak, kemudian terdengar
suara Ace bersendawa. Queen kelihatan ketakutan, ia pun ikut beranjak. King
marah sekali, ia segera menggendong Xiao Hu.



 



KING



( Kepada Ace )



Kupikir kamu adalah
satu-satunya saudara yang



dapat kupercaya. Aku
bodoh sekali, benar-benar



bodoh ! Bahkan bisa
dibohongi oleh saudaraku sendiri.



 



Setelah berbicara, King segera berbalik dan
berjalan pergi. Ace ( Spade ) mengejar dari belakang.



 



ACE



( Meraih punggung
King )



King, tunggu !
Dengar dulu penjelasanku.



 



KING



( Berbalik )



Tidak ada yang perlu
dijelaskan.



 



King kembali berbalik dan pergi.



 



ACE



( Berusaha mengejar
)



King …



 



KING



( Sambil berjalan,
tanpa menoleh )



Jangan ikuti aku !
Sekarang aku sedang tidak mau



bicara denganmu.



 



Ace menghentikan langkahnya, hanya bisa
manatap King berjalan menjauh. Queen kelihatan bingung sekali, ia mendekati
Ace, bermaksud ingin menghiburnya.



 



QUEEN



Ng …



 



Tiba-tiba Ace berbalik, dengan mata
berapi-api menatap Queen lekat-lekat.



 



ACE



( Berteriak )



Ini semua gara-gara
ka … !



 



Omongan Ace terputus karena ia bersendawa.
Setelah bersendawa, Ace yang tadinya berdiri di depan Queen dengan kemarahan
yang berkobar-kobar, kini berubah menjadi lemas.



 



Ace terduduk di rumput.



 



QUEEN



( Hampir menangis )



Maaf, aku nggak
bermak …



 



ACE



Habislah aku ! King
tidak pernah terlihat semarah ini.



Sejak kecil,
hubunganku dengan King sangat baik.



 



QUEEN



Ng … kamu …



 



ACE



Jangan khawatir, aku
Love, bukan Spade. Kini, bahkan



Spade pun tak
berdaya kalau King sudah semarah ini.



 



QUEEN



( Menitikkan air
mata )



Maaf … aku
benar-benar minta maaf.



 



ACE



Ini bukan salahmu,
ini adalah salahku. ( Tersenyum pahit )



Sudah jelas-jelas
tahu King akan marah melihatku bersama



wanita, aku malah
melakukannya.



 



QUEEN



Tapi … bukankah Love
memang suka wanita ? Cuma Spade



yang benci wanita.



 



ACE



( Beranjak )



King tidak tahu soal
Love maupun Spade. Sejak kecil, ia



cuma tahu aku adalah
Ace, saudara kembarnya yang juga



membenci wanita. (
Menatap Queen sekilas ) Aku pulang



dulu, aku ingin
istirahat.



 



Kemudian Ace berjalan pergi. Queen hanya
menatapnya dari belakang sambil mengusap air matanya.



 



QUEEN ( V.O. )



Tenanglah, Ace. Aku
pasti akan menyelesaikan salah



paham yang terjadi
antara kamu dan King. Aku janji …



 



Beberapa saat kemudian, terdengar suara
panggilan.



 



MAMA ( O.S. )



Queen !



 



JACK ( O.S. )



Queen ! Di mana kamu
?



 



Queen segera berjalan ke arah asal suara.



 



CUT TO :



 



EXT.
TAMAN
DEKAT KAMPUS, KURSI PANJANG – SIANG



Berawal dari close up Nu Nu yang sedang menggelengkan kepala, ( camera pan right ) kemudian close up Dan Dan yang juga menggelengkan
kepala. ( camera pan left ) close up Mie Mie yang sedang mengangkat
bahu.



 



DAN DAN



( Melipat kedua
tangannya )



Pokoknya aku nggak
mau.



 



NU NU



( Bertolak pinggang
)



Aku juga nggak mau.



 



Queen menatap Mie Mie, berharap temannya
yang satu ini mau ikut dengannya. Mie Mie membenarkan kacamatanya.



 



MIE MIE



Queen, aku bingung.



 



QUEEN



( Terlihat kesal )



Ya sudah, kalau
kalian tidak mau. Aku pergi sendiri.



Nanti kalau nilai
tugas kalian jeblok, jangan salahkan



aku, yah !



 



Kemudian Queen berbalik dan berjalan pergi. Di
belakang Mie Mie terlihat cemas.



 



MIE MIE



( Kepada Nu Nu, Dan
Dan )



Bagaimana ? Queen
mau pergi sendiri tuh !



 



DAN DAN



( Cuek )



Biarin aja. Aku sih
udah berjanji sama diriku sendiri



nggak akan pergi ke
rumah seni itu lagi.



 



NU NU



Aku juga.



 



Mie Mie kelihatan bingung, ia menatap Queen
yang berjalan menjauh, kemudian menghela napas.



 



MIE MIE



Baiklah, aku sudah
memutuskan. Aku akan ikut



Queen.



 



Mie Mie pun berlari mengejar Queen dari
belakang. Waktu melihat Mie Mie berlari mengejar Queen, Nu Nu langsung cemas,
sedangkan Dan Dan masih cuek.



 



Beberapa saat kemudian, Nu Nu ikut-ikutan
mengejar Queen dan Mie Mie. Dan Dan yang tadinya cuek, waktu melihat Nu Nu
ikut-ikutan pergi, terkejut setengah mati.



 



DAN DAN



( Menghela napas,
geleng-geleng, cemberut )



Siapa suruh aku
dilahirkan setia kawan.



 



Dan Dan pun ikut mengejar ketiga temannya.
Empat sekawan pun berjalan bersama, Dan Dan, Nu Nu dan Mie Mie saling bercanda,
hanya Queen yang masih murung, berjalan sambil menatap langit.



 



QUEEN ( V.O. )



Sekarang, suasana kekeluargaan
itu tiba-tiba saja



hilang. Jangankan
sarapan, bahkan pagi ini, aku sama



sekali tidak melihat
King di rumah. Kata pembantu, pagi-



pagi sekali King sudah
keluar rumah. Sedangkan Ace, sampai



aku pergi kuliah, ia
tidak juga keluar kamar. Queen …



kenapa kamu bodoh
sekali ? Kenapa kamu menghancurkan



semuanya ?



 



CUT TO :



 



INT.
BENGKEL KING, RUANGAN KING – SIANG



Terlihat King sedang duduk di kursinya
sambil menatap lukisan motor yang ada di kantornya. Ia seperti sedang berpikir
keras. Wajahnya terlihat sangat tidak senang. Dingin sekali, tapi meski begitu
tetap cool dan ganteng.



 



Beberapa saat kemudian, terdengar suara
ketukan pintu.



 



KING



Masuk !



 



Terlihat kepala Machine menyembul ke dalam
ketika pintu terbuka.



 



MACHINE



( Senyum )



King yang beruntung,
nona cantik itu hari ini



datang lagi untuk
memberikan makan siang.



 



KING



Buang saja.



 



MACHINE



( Terkejut )



Apa ?



 



KING



( Berteriak )



Buang !! Apa kamu
dengar ? Aku bilang buang !



 



Bola mata Machine berputar, sepertinya ia
tahu apa yang sedang terjadi sekarang. Tanpa bicara apapun, ia pun segera
pergi.



 



INT.
BENGKEL KING, GARASI – SIANG



Terlihat Cici dan Nut sedang berdiri,
seperti menunggu sesuatu. Mulan berada di bawah mobil sambil memperhatikan
mereka.



 



Tak lama kemudian, Machine keluar dengan
senyum khasnya.



 



MACHINE



( Senyum )



Maaf, nona. King
sedang sibuk sekarang.



 



CICI



Tapi, sekarang kan jam makan siang, seharusnya



King makan siang
dulu, baru kembali sibuk.



 



NUT



Cici, sudahlah, ayo
kita pulang saja !



 



MACHINE



Oh, makan siangnya
titipkan saja padaku.



 



Cici menatap bungkusan yang dibawanya dengan
kecewa, kemudian dengan tidak rela menyerahkannya kepada Machine.



 



CICI



Tapi, kamu harus
jamin King makan makanan



ini, lho !



 



MACHINE



( Masih senyum )



Iya, tenang saja.



 



CICI



( Cemberut )



Baiklah, kalau begitu
aku pulang dulu.



 



Cici segera berbalik dan pergi, diikuti Nut,
bayangan Cici. Sepeninggalan Cici dan Nut, sambil memegang bungkusan yang
ditinggalkan Cici, Machine menghela napas.



 



MULAN



( Tiba-tiba sudah
berada di sebelah Machine )



Kenapa ?



 



MACHINE



Kupikir gadis itu yang
telah mengubah King.



Ternyata …



 



MULAN



( Terlihat cemas )



Jadi … King …



 



MACHINE



( Mengangguk pelan )



King kembali seperti
dulu.



 



MULAN



( Geleng-geleng
kepala )



Kasihan semua gadis
yang mengenal King.



( Menatap bungkusan
yang dipegang Machine )



Lalu, itu mau kamu
apakan ?



 



MACHINE



( Melihat bungkusan
yang dipegangnya )



King tidak mau,
daripada dibuang … ya lebih



baik aku yang makan.



 


CUT TO :
Shan2 · 99 views · 0 comments
Categories: Episode 6#, Part 1
Episode 6# " Kemarahan King " : Part 2
30 Oct 2007 


EXT.
JALAN DEKAT RUMAH QUEEN – SORE



Terlihat Queen sedang berjalan seorang diri
sambil terus menatap ke bawah.



 



QUEEN ( V.O. )



Bagaimana aku harus
menjelaskan kepada King ?



 



Karena jalan sambil melihat ke bawah, Queen
pun tanpa sengaja menabrak tubuh Ace yang ternyata ada di depannya.



 



QUEEN



Ace ? Biasanya kamu kan ke studio, kenapa



sekarang …



 



ACE



( Senyum tipis )



Nona, jalan jangan
sambil melihat ke bawah.



Berbahaya !



 



QUEEN



( Cemberut )



Aku salut padamu,
kamu kelihatan tenang.



 



ACE



( Mengelus kepala
Queen )



Masalah semalam,
jangan dipikirkan. Nanti juga



akan baik kembali.



 



Kemudian Ace berjalan menjauh.



 



QUEEN



Ace, mau ke mana ?



 



ACE



( Senyum )



Jalan-jalan.
Menenangkan pikiran.



 



Lagi-lagi Queen hanya bisa menatap Ace
berjalan menjauh.



 



QUEEN ( V.O. )



Ace, aku pasti akan
mengembalikan King



padamu. Jangan sedih
lagi.



 



Tiba-tiba, dari belakang pundak Queen
ditepuk seseorang.



 



JACK ( O.S. )



Sedang apa sendirian
di tengah jalan ?



 



Queen menoleh, wajahnya kelihatan tidak
bersemangat.



 



JACK



( Cemas, memegangi
kedua bahu Queen



sambil menatapnya
penuh perhatian )



Kenapa ? Nilai
tugasmu jelek ?



 



Queen menggeleng pelan. Jack segera memeluk
Queen.



 



JACK



( Sambil
membelai-belai kepala Queen )



Jangan sedih, ya.
Aku paling tidak suka lihat kamu



sedih seperti ini. Ada masalah apa, bilang saja



padaku. Aku pasti
akan selesaikan untukmu.



 



Tanpa terasa, ditengah pelukan Jack, Queen
menangis, melepaskan semua bebannya.



 



QUEEN



( Sambil menangis )



Kakak, aku sayang
kamu.



 



CUT TO :



 



INT.
RUMAH QUEEN,
TAMAN
BELAKANG – SORE



Terlihat Queen sedang duduk di ayunan
sendirian. Wajahnya terlihat masih lemas, tak bersemangat. Beberapa saat
kemudian, datang Nut sambil komat kamit sendirian.



 



NUT



( Bicara sendiri )



Dasar Cici ! Apa
bagusnya laki-laki itu ? Gayanya



saja sombong sekali,
Cici datang membawakan



makan siang yang
sudah susah payah dibuatnya,



orangnya malah tidak
kelihatan sama sekali. Dasar



tidak tahu sopan
santun. Baru punya bengkel, sudah



berlagak seperti itu,
bagaimana kalau dia punya



showroom mobil ?



 



Queen menoleh, terlihat Nut sedang
geleng-geleng kepala sambil menatap ke arah jendela kamar Cici.



 



NUT



Cici juga aneh, cuma
begitu saja jadi sedih,



setelah pulang dari
bengkel malah langsung



masuk kamar dan
tidak mau keluar lagi.



 



QUEEN ( V.O. )



Pulang dari bengkel
? Benar, kenapa aku tidak



ke bengkel saja
untuk menjelaskan semuanya



kepada King ?



 



Queen pun beranjak dari ayunan dan
menghampiri Nut yang sedang mondar mandir sambil memperhatikan jendela kamar
Cici.



 



NUT



Sampai kapan sih
Cici baru mau keluar ?



 



QUEEN



( Mencolek pundak
Nut )



Kakak Nut.



 



NUT



( Menoleh )



Oh, adik ipar,
kenapa ?



 



QUEEN



( Senyum )



Kak Cici kenapa ?



 



NUT



( Menghela napas )



Tadi, sejak pagi
Cici sudah sibuk buat makan



siang. Aku pikir
untukku, ternyata untuk laki-laki



brengsek itu.



 



QUEEN



Siapa ?



 



NUT



Tuh, kakak tirimu
yang sombong itu, King.



 



QUEEN



Oh, terus ?



 



NUT



Ternyata saat kami
sampai di bengkel, King sama



sekali tidak mau
keluar. Cici jadi sedih dan sejak



pulang langsung mengunci
diri di kamar. Dasar aneh



orang itu, padahal kemarin
masih baik-baik saja.



 



QUEEN



Oh, jadi masalahnya cuma
itu ?



 



NUT



( Panik )



Cuma itu katamu ?
Cici tidak mau keluar kamar,



katamu “ cuma itu “
?



 



QUEEN



Itu sih gampang. Apa
mau aku bantu ?



 



NUT



( Memicingkan
matanya )



Apa kamu bisa ?



 



QUEEN



Tentu saja bisa.
Asal kamu memberitahuku di mana



bengkel King, aku
pasti bisa menyuruh King minta



maaf kepada kak
Cici, jadi kak Cici pasti mau keluar



kamar.



 



NUT



( Tersenyum polos )



Ah, benar juga
katamu !



 



CUT TO :



 



EXT.
DEPAN BENGKEL KING – SORE



Terlihat Queen sedang berjalan menuju
bengkel. Tak lama kemudian, ia pun sudah berdiri tepat di depan bengkel.



 



MACHINE



( Senyum )



Nona, untuk apa
berdiri di depan
sana ?



Mau jadi fotomodel,
ya ?



 



QUEEN



Boleh aku bertemu
King ?



 



MACHINE



( Mengerutkan kedua
alisnya )



King ? Kamu … ?



 



QUEEN



Aku Queen, aku …
adik tirinya.



 



MACHINE



( Tertawa )



Oh, jadi kamu yang
diceritakan Ace itu ? Ups …



 



QUEEN



Ace ? Ace pernah
cerita tentangku ? Maksudmu,



Love ?



 



MACHINE



( Mendehem, kemudian
berbisik kepada Queen )



Sssttt … jangan
sebut-sebut Love di sini. Nanti



King dengar.



 



QUEEN



( Ikut-ikutan
berbisik )



Jadi, kamu tahu soal
Love dan Spade ?



 



MULAN



( Tiba-tiba sudah
berada di samping Machine )



Siapa dia ?



 



MACHINE



Queen.



 



MULAN



( Berteriak )



Oh …… !



 



INT.
BENGKEL KING, RUANGAN KING – SORE



Terlihat King sedang duduk di kursinya. Ia
seperti terkejut ketika mendengar teriakan Mulan.



 



INT.
BENGKEL KING, GARASI – SORE



Terlihat Machine, Queen dan Mulan masih
dalam formasi yang sama.



 



MACHINE



( Meletakkan jari
telunjuknya di depan bibirnya )



Sssttt …



 



MULAN



( Berbisik kepada
Queen )



Ternyata benar kata
Ace, kamu manis sekali.



 



MACHINE



( Memukul pundak
Mulan )



Ingat, kamu ini wanita.



 



MULAN



( Mendelik kepada
Machine )



Aku tahu. ( Kepada
Queen ) Kenapa datang ke sini ?



Mencari Ace, ya ?
Dia tidak ke sini hari ini.



 



MACHINE



( Masih berbisik )



Bukan, dia ke sini
mencari King.



 



MULAN



( Berteriak )



Apa ??



 



Machine kembali memukul pundak Mulan.



 



MACHINE



Kecilkan suaramu.



 



Tapi terlambat, King sudah berada di
belakang mereka.



 



KING



Ada apa teriak-teriak.



 



Machine dan Mulan yang tadinya berdiri rapat
bersebelahan segera berpencar karena terkejut. Karenanya, King baru bisa
melihat Queen ketika mereka berpencar.



 



Saat melihat Queen, King langsung emosi, ia
segera berbalik dan berjalan masuk.



 



QUEEN



King, tunggu ! Ada yang mau aku bicarakan



denganmu !



 



Tak ada jawaban.



 



MACHINE



King, gadis ini mau bicara
denganmu !



 



KING



Suruh dia pulang.
Aku tidak mau bertemu



siapapun !



 



Queen terlihat lemas, Machine dan Mulan
mengangkat bahu.



 



CUT TO :


Shan2 · 113 views · 0 comments
Categories: Episode 6#, Part 2
Episode 6# " Kemarahan King " : Part 3
30 Oct 2007 


INT.
ROYAL FLUSH BOUTIQUE, RUANGAN MAMA – MALAM



Terlihat mama sedang duduk di kursinya
sambil memegang gagang telepon.



 



MAMA



Pa, besok kamu bisa
pulang
kan ? Besok kan



hari ulang tahun
Queen.



 



PAPA 2 ( O.S. )



Aku tidak tahu, tapi
akan aku usahakan.



 



MAMA



Pa, tolong
diusahakan, ya. Queen benar-benar



sedih kalau papa
tidak bisa ikut merayakan.



 



INT.
KANTOR PAPA, RUANGAN PAPA – MALAM



Terlihat papa duduk di sebuah kursi besar di
depan meja besar. Di atas meja penuh dengan tumpukan-tumpukan kertas. Sedangkan
di lantai ruangan penuh dengan kertas-kertas berserakan.



 



PAPA 2



( Membuka
kacamatanya, kemudian mengusap



keringat di dahinya
)



Iya, akan aku
usahakan. Sudah dulu yah, ma.



 



Papa 2 segera menutup teleponnya, kemudian
menghela napas panjang. Papa 2 menatap tumpukan-tumpukan kertas di atas
mejanya, matanya kemerah-merahan, ia kelihatan lelah sekali.



 



CUT TO :



 



INT.
RUMAH QUEEN, RUANG TAMU – MALAM



Terlihat Jack sedang mondar mandir sambil
sesekali memperhatikan jam dinding. Ia berjalan menuju jendela, menatap keluar,
kemudian kembali menatap jam dinding lagi.



 



JACK



( Bicara sendiri,
sambil mondar mandir )



Queen, kamu ke mana
sih ?



 



Beberapa saat kemudian, pintu terbuka, mama
masuk.



 



JACK



Queen, kamu sudah
pulang ?



 



MAMA



( Senyum )



Ini mama, Jack !
Memang Queen ke mana ?



 



JACK



Queen hilang lagi,
ma. Tadi sore ada di taman,



waktu aku tinggal
sebentar, tiba-tiba saja dia



menghilang lagi.



 



MAMA



Mungkin dia
jalan-jalan. Semalam
kan dia bilang



dia dapat tugas
melukis, dan menurut gurunya itu



harus sering jalan-jalan
keluar untuk mencari inspirasi.



Biarkan saja, siapa
tahu Queen kecil kita bisa jadi



Pelukis terkenal
nantinya.



 



JACK



Iya, cari inspirasi
boleh saja, tapi kenapa harus



malam-malam ?
Memangnya tidak bisa cari inspirasi



siang atau sore hari
?



 



MAMA



( Senyum )



Kamu tenang saja,
Queen
kan sekarang sudah besar,



dia sudah kuliah.
Mama tahu sejak kecil kalian memang



akrab, tapi sekarang
Queen sudah dewasa, jadi kamu



tidak perlu khawatir
seperti dulu lagi. Kita tunggu saja



sebentar lagi. Sudah
coba hubungi handphonenya ?



 



JACK



Sudah, tapi ternyata
dia tidak bawa handphone.



 



MAMA



Cici mana ?



 



JACK



Di kamar. Sejak pulang
dari bengkel King dia



ngambek.



 



CUT TO :



 



INT.
BENGKEL KING, RUANGAN KING – MALAM



Terlihat King sedang duduk di kursinya.
Kemudian terdengar suara ketukan pintu.



 



KING



Masuk !



 



MACHINE



( Masuk ke dalam
ruangan )



King, ada yang
mencarimu.



 



KING



( Tanpa menatap
Machine )



Siapa ?



 



MACHINE



Wanita.



 



KING



( Emosinya langsung
naik )



Machine, sudah
berapa lama kamu mengenalku ?



Kamu kan tahu aku paling benci dengan mahkluk



yang namanya wanita.



 



MACHINE



Tapi … wanita ini
berbeda.



 



KING



( Menatap Machine tajam
)



Semua wanita sama
saja.



 



MACHINE



Wanita ini adalah
adik tirimu, King. Dan dia



sudah menunggu sejak
tadi. Kupikir, sebaiknya



kamu memberinya kesempatan
untuk bicara, kalau



soal setuju atau
tidak dengan apa yang akan



dibicarakannya,
nanti juga kamu belum terlambat



untuk menolak.
Daripada dia menunggumu terus.



Lagipula, kamu kan sekarang tinggal bersamanya.



Kalau kamu tetap
tidak menemuinya, dia terpaksa



akan menunggu sampai
kita tutup. Dan kalau kita



tutup, berarti kamu
pulang, dan kalau kamu



pulang, berarti kalian
akan pulang bersama. Cepat



lambat kalian akan
bicara juga, Jadi tidak ada bedanya



bicara sekarang
ataupun nanti. Tapi, menurutku



sebaiknya kalian
bicara sekarang saja, karena kalau



sudah terlalu malam,
tidak baik anak gadis ada di



luar rumah. Sangat
berbahaya, nanti kamu juga



yang repot karena harus
melindunginya. Jadi …



 



KING



Cukup ! Baiklah,
suruh dia masuk.



 



Machine terlihat senang, ia pun segera
keluar untuk memberitakan kabar gembira ini kepada Mulan dan Queen.



 



Tak lama kemudian, Queen masuk ke dalam
ruangan. Setelah sebelumnya Machine dan Mulan memberi semangat dan dukungan
dengan mengepalkan tangannya sambil tersenyum kepada Queen, mereka pun
meninggalkan Queen berdua dengan King.



 



King masih duduk di kursinya sambil menatap
lukisan motor yang terpampang di ruangannya. Queen terlihat agak takut.



 



KING



( Tanpa menatap
Queen )



Mau bicara apa ?



 



FLASHBACK
QUEEN



 



DISSOLVE TO :



 



INT.
BENGKEL KING, GARASI – SORE



Terlihat Queen, Machine dan Mulan sedang
duduk di kursi di sebelah mobil yang diparkir di garasi bengkel.



 



MULAN



( Berbisik )



King itu memang
menakutkan.



 



MACHINE



Iya, dia benar-benar
mirip guru kami. Galak sekali



kepada wanita.
Apalagi kalau sudah marah.



 



MULAN



Lebih baik tunggu
kemarahannya reda dulu, baru



bicara lagi
dengannya.



 



QUEEN



Tapi … aku harus
bicara dengannya sekarang.



 



MACHINE



( Menghela napas )



Padahal kalian kakak
beradik manis-manis, King



sangat beruntung
punya adik tiri semanis kalian.



Tapi sifatnya malah
kembali menjadi beringas.



 



QUEEN



Tapi, sudah beberapa
lama King tinggal di



rumahku, dia tidak
segalak yang kalian bilang.



 



MULAN



Sejak guru
meninggal, King memang terlihat lebih



pendiam. Emosinya
pun mulai stabil, tidak suka



marah-marah, King
jadi lebih sabar. Mungkin karena



surat yang ditinggalkan guru untuknya.



 



QUEEN



Surat ?



 



MULAN



Iya, sebenarnya
kematian guru sama sekali tidak



direncanakan.



 



MACHINE



Hus, mana mungkin
kematian direncanakan.



 



MULAN



Iya, maksudku,
benar-benar tak disangka. Padahal



saat itu guru sedang
ingin berlibur. Setelah sekian



lama mengelola
bengkel, King dan Ace menyuruh



guru berlibur dan menyerahkan
bengkel kepada



anak-anaknya. Tapi, siapa
yang sangka pesawat



guru mengalami
kecelakaan.



 



MACHINE



Tapi ternyata, sudah
sejak jauh-jauh hari guru



menitipkan surat wasiat dan surat-surat pribadinya



kepada teman
dekatnya. Kami masing-masing dapat



satu surat dari guru.



 



MULAN



Di dalam suratnya,
guru berpesan agar aku mengubah



sifat-sifat jelekku.



 



MACHINE



Suratku isinya juga
begitu.



 



MULAN



Makanya aku yakin,
King berubah menjadi ramah karena



surat guru.



 



MACHINE



Aku pikir penyakit “
benci wanita “ – nya sudah hilang.



Soalnya kemarin saat
kakak perempuanmu itu datang



membawakan makan
siang, King tidak marah-marah



seperti hari ini.
Tapi ternyata …



 



QUEEN



Aku kira yang paling
galak adalah Spade.



 



MACHINE DAN MULAN



( Hampir berbarengan
)



Jelas King lebih
galak !



 



MACHINE



Kalau King sudah
marah, bahkan Spade pun tidak



bisa berbuat
apa-apa.



 



Queen langsung mengalami Déjà vu. Kata-kata
Love terngiang-ngiang di kepalanya.



 



ACE ( V.O. )



Bahkan Spade pun
tidak berdaya kalau King sudah



Semarah ini.



 



DISSOLVE TO :


Shan2 · 121 views · 2 comments
Categories: Episode 6#, Part 3

1, 2  Next page

Last Comment

You will become more and more ...

2010-03-10 @ 01:49:18 am
by mai


You will become more and more ...

2010-03-09 @ 07:21:29 am
by hg


You will become more and more ...

2010-03-08 @ 12:59:35 am
by HB


You will become more and more ...

2010-03-05 @ 09:38:22 am
by HB


It's not so simply to make ...

2010-02-18 @ 07:46:27 pm
by SB20Chloe


Calendar

March 2010
SunMonTueWedThuFriSat
 << < > >>
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031   

Google Adsense

Announce

Who's Online?

Member: 0
Visitors: 2

rss Syndication

Archives