Royal Flush

Posts displayed of the category: Episode 6#

Episode 6# " Kemarahan King " : Part 3
30 Oct 2007 


INT.
ROYAL FLUSH BOUTIQUE, RUANGAN MAMA – MALAM



Terlihat mama sedang duduk di kursinya
sambil memegang gagang telepon.



 



MAMA



Pa, besok kamu bisa
pulang
kan ? Besok kan



hari ulang tahun
Queen.



 



PAPA 2 ( O.S. )



Aku tidak tahu, tapi
akan aku usahakan.



 



MAMA



Pa, tolong
diusahakan, ya. Queen benar-benar



sedih kalau papa
tidak bisa ikut merayakan.



 



INT.
KANTOR PAPA, RUANGAN PAPA – MALAM



Terlihat papa duduk di sebuah kursi besar di
depan meja besar. Di atas meja penuh dengan tumpukan-tumpukan kertas. Sedangkan
di lantai ruangan penuh dengan kertas-kertas berserakan.



 



PAPA 2



( Membuka
kacamatanya, kemudian mengusap



keringat di dahinya
)



Iya, akan aku
usahakan. Sudah dulu yah, ma.



 



Papa 2 segera menutup teleponnya, kemudian
menghela napas panjang. Papa 2 menatap tumpukan-tumpukan kertas di atas
mejanya, matanya kemerah-merahan, ia kelihatan lelah sekali.



 



CUT TO :



 



INT.
RUMAH QUEEN, RUANG TAMU – MALAM



Terlihat Jack sedang mondar mandir sambil
sesekali memperhatikan jam dinding. Ia berjalan menuju jendela, menatap keluar,
kemudian kembali menatap jam dinding lagi.



 



JACK



( Bicara sendiri,
sambil mondar mandir )



Queen, kamu ke mana
sih ?



 



Beberapa saat kemudian, pintu terbuka, mama
masuk.



 



JACK



Queen, kamu sudah
pulang ?



 



MAMA



( Senyum )



Ini mama, Jack !
Memang Queen ke mana ?



 



JACK



Queen hilang lagi,
ma. Tadi sore ada di taman,



waktu aku tinggal
sebentar, tiba-tiba saja dia



menghilang lagi.



 



MAMA



Mungkin dia
jalan-jalan. Semalam
kan dia bilang



dia dapat tugas
melukis, dan menurut gurunya itu



harus sering jalan-jalan
keluar untuk mencari inspirasi.



Biarkan saja, siapa
tahu Queen kecil kita bisa jadi



Pelukis terkenal
nantinya.



 



JACK



Iya, cari inspirasi
boleh saja, tapi kenapa harus



malam-malam ?
Memangnya tidak bisa cari inspirasi



siang atau sore hari
?



 



MAMA



( Senyum )



Kamu tenang saja,
Queen
kan sekarang sudah besar,



dia sudah kuliah.
Mama tahu sejak kecil kalian memang



akrab, tapi sekarang
Queen sudah dewasa, jadi kamu



tidak perlu khawatir
seperti dulu lagi. Kita tunggu saja



sebentar lagi. Sudah
coba hubungi handphonenya ?



 



JACK



Sudah, tapi ternyata
dia tidak bawa handphone.



 



MAMA



Cici mana ?



 



JACK



Di kamar. Sejak pulang
dari bengkel King dia



ngambek.



 



CUT TO :



 



INT.
BENGKEL KING, RUANGAN KING – MALAM



Terlihat King sedang duduk di kursinya.
Kemudian terdengar suara ketukan pintu.



 



KING



Masuk !



 



MACHINE



( Masuk ke dalam
ruangan )



King, ada yang
mencarimu.



 



KING



( Tanpa menatap
Machine )



Siapa ?



 



MACHINE



Wanita.



 



KING



( Emosinya langsung
naik )



Machine, sudah
berapa lama kamu mengenalku ?



Kamu kan tahu aku paling benci dengan mahkluk



yang namanya wanita.



 



MACHINE



Tapi … wanita ini
berbeda.



 



KING



( Menatap Machine tajam
)



Semua wanita sama
saja.



 



MACHINE



Wanita ini adalah
adik tirimu, King. Dan dia



sudah menunggu sejak
tadi. Kupikir, sebaiknya



kamu memberinya kesempatan
untuk bicara, kalau



soal setuju atau
tidak dengan apa yang akan



dibicarakannya,
nanti juga kamu belum terlambat



untuk menolak.
Daripada dia menunggumu terus.



Lagipula, kamu kan sekarang tinggal bersamanya.



Kalau kamu tetap
tidak menemuinya, dia terpaksa



akan menunggu sampai
kita tutup. Dan kalau kita



tutup, berarti kamu
pulang, dan kalau kamu



pulang, berarti kalian
akan pulang bersama. Cepat



lambat kalian akan
bicara juga, Jadi tidak ada bedanya



bicara sekarang
ataupun nanti. Tapi, menurutku



sebaiknya kalian
bicara sekarang saja, karena kalau



sudah terlalu malam,
tidak baik anak gadis ada di



luar rumah. Sangat
berbahaya, nanti kamu juga



yang repot karena harus
melindunginya. Jadi …



 



KING



Cukup ! Baiklah,
suruh dia masuk.



 



Machine terlihat senang, ia pun segera
keluar untuk memberitakan kabar gembira ini kepada Mulan dan Queen.



 



Tak lama kemudian, Queen masuk ke dalam
ruangan. Setelah sebelumnya Machine dan Mulan memberi semangat dan dukungan
dengan mengepalkan tangannya sambil tersenyum kepada Queen, mereka pun
meninggalkan Queen berdua dengan King.



 



King masih duduk di kursinya sambil menatap
lukisan motor yang terpampang di ruangannya. Queen terlihat agak takut.



 



KING



( Tanpa menatap
Queen )



Mau bicara apa ?



 



FLASHBACK
QUEEN



 



DISSOLVE TO :



 



INT.
BENGKEL KING, GARASI – SORE



Terlihat Queen, Machine dan Mulan sedang
duduk di kursi di sebelah mobil yang diparkir di garasi bengkel.



 



MULAN



( Berbisik )



King itu memang
menakutkan.



 



MACHINE



Iya, dia benar-benar
mirip guru kami. Galak sekali



kepada wanita.
Apalagi kalau sudah marah.



 



MULAN



Lebih baik tunggu
kemarahannya reda dulu, baru



bicara lagi
dengannya.



 



QUEEN



Tapi … aku harus
bicara dengannya sekarang.



 



MACHINE



( Menghela napas )



Padahal kalian kakak
beradik manis-manis, King



sangat beruntung
punya adik tiri semanis kalian.



Tapi sifatnya malah
kembali menjadi beringas.



 



QUEEN



Tapi, sudah beberapa
lama King tinggal di



rumahku, dia tidak
segalak yang kalian bilang.



 



MULAN



Sejak guru
meninggal, King memang terlihat lebih



pendiam. Emosinya
pun mulai stabil, tidak suka



marah-marah, King
jadi lebih sabar. Mungkin karena



surat yang ditinggalkan guru untuknya.



 



QUEEN



Surat ?



 



MULAN



Iya, sebenarnya
kematian guru sama sekali tidak



direncanakan.



 



MACHINE



Hus, mana mungkin
kematian direncanakan.



 



MULAN



Iya, maksudku,
benar-benar tak disangka. Padahal



saat itu guru sedang
ingin berlibur. Setelah sekian



lama mengelola
bengkel, King dan Ace menyuruh



guru berlibur dan menyerahkan
bengkel kepada



anak-anaknya. Tapi, siapa
yang sangka pesawat



guru mengalami
kecelakaan.



 



MACHINE



Tapi ternyata, sudah
sejak jauh-jauh hari guru



menitipkan surat wasiat dan surat-surat pribadinya



kepada teman
dekatnya. Kami masing-masing dapat



satu surat dari guru.



 



MULAN



Di dalam suratnya,
guru berpesan agar aku mengubah



sifat-sifat jelekku.



 



MACHINE



Suratku isinya juga
begitu.



 



MULAN



Makanya aku yakin,
King berubah menjadi ramah karena



surat guru.



 



MACHINE



Aku pikir penyakit “
benci wanita “ – nya sudah hilang.



Soalnya kemarin saat
kakak perempuanmu itu datang



membawakan makan
siang, King tidak marah-marah



seperti hari ini.
Tapi ternyata …



 



QUEEN



Aku kira yang paling
galak adalah Spade.



 



MACHINE DAN MULAN



( Hampir berbarengan
)



Jelas King lebih
galak !



 



MACHINE



Kalau King sudah
marah, bahkan Spade pun tidak



bisa berbuat
apa-apa.



 



Queen langsung mengalami Déjà vu. Kata-kata
Love terngiang-ngiang di kepalanya.



 



ACE ( V.O. )



Bahkan Spade pun
tidak berdaya kalau King sudah



Semarah ini.



 



DISSOLVE TO :


Shan2 · 201 views · 3 comments
Categories: Episode 6#, Part 3
Episode 6# " Kemarahan King " : Part 4
30 Oct 2007 


FLASHBACK
BERAKHIR



 



INT.
BENGKEL KING, RUANGAN KING – MALAM



Terlihat King masih duduk di kursinya sambil
menatap lukisan motor. Queen berdiri di depan pintu sambil menatap King.



 



KING



Waktumu habis, lebih
baik kamu pulang saja.



 



QUEEN



( Baru sadar dari
khayalannya )



Tapi, aku …



 



KING



( Tanpa menatap
Queen )



Untuk apa kamu
menemuiku kalau tidak mau



bicara ?



 



QUEEN



Aku … ini soal Ace.



 



KING



( Langsung menatap
Queen lekat-lekat )



Ace kenapa ?



 



QUEEN



Aku mau menjelaskan
mengenai kejadian semalam.



Sebenarnya … Ace …



 



KING



Tolong kalau bicara
yang jelas, jangan terputus-



putus begitu.



 



QUEEN



( Menghela napas,
kemudian menaikkan suara )



King, apakah kamu
tahu kalau selama ini Ace



menderita karena
kamu ? Ace itu laki-laki normal,



dia juga berhak untuk
suka dengan wanita. Tapi



karena pengaruhmu, Ace
jadi serba salah, sampai-sampai



dia memiliki dua kepribadian.
Yang satu benci wanita



dan yang satu lagi
adalah laki-laki normal yang



suka wanita. Dia sangat
menderita. Kalau di depanmu



harus menjadi Spade dan
kalau di belakangmu baru



bisa menjadi Love.



 



KING



Apa maksudmu ? Spade
? Love ?



 



QUEEN



Spade adalah Ace
yang dingin, Ace yang selalu



benci wanita.
Sedangkan Love juga adalah Ace,



tapi Love tidak
benci wanita.



 



KING



( Tersenyum pahit )



Maaf, aku tidak
mengerti apa yang kamu



bicarakan.



 



QUEEN



Semalam, yang
semalam bersamaku adalah Love.



Yang selalu bersikap
galak padaku adalah Spade.



 



King beranjak, ia terlihat seperti sedang berpikir.



 



KING



Kamu bilang Ace
berkepribadian ganda ? Tidak



mungkin ! Kamu
bilang Ace tidak normal ? Ace



sangat normal, yang
tidak normal itu kamu.



mengarang cerita
yang bukan-bukan.



 



QUEEN



Itu benar, bahkan
Machine dan Mulan pun tahu.



 



King berjalan mendekati Queen, kemudian
bertepuk tangan.



 



KING



Apa aku pernah
bilang kalau aku tidak



pernah percaya pada
wanita ? Kamu hebat sekali.



Kamu sangat mirip
dengan mamamu. Mamamu



adalah aktris
terkenal, aktingnya hebat, bahkan



papaku sampai
tertipu. Dan akhirnya ? Mamamu



pergi meninggalkan
kami. Kami sekeluarga sudah



cukup mengenal
tipuan kalian. Jadi, jangan harap



bisa menipuku lagi.
Kamu bilang bahkan Machine



dan Mulan pun tahu.
Aneh, kalau mereka saja tahu,



kenapa aku tidak
tahu ?



 



QUEEN



Karena mereka memang
sengaja menutupinya



darimu. Mereka tahu
kamu akan marah kalau



tahu Ace bersama
wanita. Karena itu, baik Ace,



Machine maupun
Mulan, tidak ada yang



memberitahumu.
Mereka takut kamu marah.



Siapa suruh sifatmu
begitu jelek ? ( Menarik



napas ) Mengenai
masalah mama dan papamu,



itu cuma salah
paham, dan … bukankah



kamu sudah dengar
cerita mama ?



 



KING



( Emosinya naik )



Lebih baik kamu
keluar sekarang, atau aku



tidak akan sungkan.



 



QUEEN



Makanya, karena
sifatmu yang jelek itu, bahkan



saudara dan teman-temanmu
sampai menderita.



Kamu pengecut !
Bahkan tidak berani mempercayai



Kenyataan.



 



KING



Cukup ! Kamu tidak
berhak menghakimiku. Selamanya,



dalam hidupku tidak
akan ada kata wanita. Semua



wanita adalah
pembohong !



 



QUEEN



Baik, aku akan
buktikan padamu kalau tidak semua



wanita adalah
pembohong. Aku akan buktikan kalau



kata-kataku tentang
Ace adalah benar. Dan kalau



ternyata kata-kataku
benar. Maka kamu juga HARUS



mempercayai cerita
mama.



 



KING



Terserah ! Aku tidak
peduli kamu mau lakukan



apapun, asal hal itu
tidak menggangguku dan Ace.



 



QUEEN



Aku beri kamu satu
kesempatan untuk mengetahui



kebenaran. Malam
ini, datanglah ke taman dekat



rumah, tempat
semalam kamu menemukan aku dan



Ace. Aku akan
buktikan padamu kalau Ace benar-benar



berkepribadian
ganda.



 



Kemudian Queen berbalik dan berjalan menuju
pintu keluar. King hanya menatap punggung Queen dengan wajah bingung.



 



KING



Aku tidak akan
datang.



 



QUEEN



( Menoleh )



Mau datang atau
tidak terserah kamu. Tapi, kalau



kamu tidak datang,
maka kesempatanmu untuk



mengetahui kebenaran
akan hilang untuk selama-



lamanya. Dan itu
berarti kamu akan membuat Ace



menderita untuk
selama-lamanya.



 



Queen pun pergi. Sepeninggalan Queen, King
kelihatan kacau balau, ia tidak tahu harus percaya atau tidak kepada Queen.
Kemudian King memukul mejanya dengan keras, melampiaskan emosinya.



 



INT.
BENGKEL KING, DEPAN PINTU RUANGAN KING – MALAM



Terlihat Queen sedang mengusap-usap dadanya,
jantungnya masih berdebar kencang sekali.



 



QUEEN ( V.O. )



Ya ampun, aku
benar-benar tidak percaya aku



telah bicara begitu
kepada King. Huh, semoga



nanti malam dia mau
datang, dengan begitu,



masalahnya akan
selesai.



 



CUT TO :



 



INT.
RUMAH QUEEN, DEPAN PINTU KAMAR QUEEN – MALAM



Terlihat Queen sedang mengendap-endap keluar
dari kamar. Ia berjalan menuju tangga, kemudian menuruninya dan berjalan menuju
ruang tamu. Suasana saat itu gelap gulita.



 



Beberapa saat kemudian, Jack keluar dari
kamarnya dan berjalan mengikuti Queen dari belakang.



 



INT.
RUMAH QUEEN, KAMAR KING – MALAM



Terlihat King sedang berbaring di tempat
tidurnya, dengan tangan yang dikepalkan, ia memukul-mukul ringan dahinya. King
kelihatan seperti sedang berpikir.



 



INTERCUT :



 



EXT.
TAMAN
DEKAT RUMAH, RERUMPUTAN – MALAM



Terlihat Queen sedang duduk sendirian di
tengah-tengah rerumputan. Belakangan terlihat beberapa meter di belakang Queen,
Jack sedang bersembunyi di belakang sebuah pohon besar sambil terus
memperhatikan Queen dari belakang.



 



Beberapa saat kemudian, Ace datang dari arah
rumah menuju taman sambil terus menerus menatap tanah. Karenanya, Jack yang
menyadari lebih dulu kedatangan Ace segera bersembunyi agar Ace tidak
melihatnya.



 



Tak lama kemudian, Ace sudah berada
dibelakang Queen. Ia menepuk pelan pundak Queen yang sedang duduk.



 



EXT.
TAMAN
DEKAT RUMAH, POHON BESAR - MALAM



Close
up
wajah Jack yang emosi,
ia mengepalkan tangannya, berniat menghampiri Ace dan memukulnya, tapi
tiba-tiba saja dari belakang ada seseorang menepuk pundaknya.



 



Ternyata King, ia meletakkan jari
telunjukknya di depan bibirnya dan kemudian menunjuk ke arah Queen dan Ace.



 



KING



Sssttt … tahan
emosimu. Kita lihat dulu, apa yang



akan mereka lakukan.



 



Dengan wajah cemberut, Jack pun kembali
mengintai Queen dan Ace. Di belakangnya King berdiri sambil memperhatikan
mereka.



 



EXT.
TAMAN
DEKAT RUMAH, RERUMPUTAN - MALAM



Ketika tahu keberadaan Ace, Queen segera
beranjak.



 



QUEEN



( Senyum )



Ace, aku kira kamu
nggak akan datang.



 



ACE



( Senyum )



Mana mungkin. Aku kan sudah janji akan datang



setiap hari.



 



INT.
TAMAN
DEKAT RUMAH, POHON BESAR – MALAM



Terlihat Jack dan King masih dalam posisi
semula.



 



JACK



( Berbisik )



Mereka bicara apa ?
Tidak kedengaran.



 



Tiba-tiba saja, Jack melihat King sudah
berada di depannya, hendak mendekati Queen dan Ace. King menyelinap di antara
pepohonan. Jack pun mengikuti dari belakang.



 



INT.
TAMAN
DEKAT RUMAH, RERUMPUTAN – MALAM



Terlihat Queen dan Ace sedang duduk di
rerumputan. Kemudian, mereka mendengar suara-suara pepohonan yang
bergoyang-goyang.



 



Close
up
Queen yang memutar bole
matanya sambil memperhatikan pepohonan yang bergoyang-goyang.



 



QUEEN ( V.O. )



Itu pasti King.
Bagus, akhirnya ia datang juga.



 



ACE



( Menatap ke arah
pepohonan )



Suara apa itu ?



 



QUEEN



( Mengalihkan
pandangan Ace )



Oh, itu pasti suara
angin. Auw …



 



ACE



( Menatap Queen )



Kenapa ?



 



Queen terlihat sedang berakting. Ia
berpura-pura sakit kakinya.



 



QUEEN



( Sambil memegangi
kakinya )



Kakiku sakit.



 



ACE



( Cemas, segera
memeriksa kaki Queen )



Yang mana yang
sakit.



 



EXT.
TAMAN
DEKAT RUMAH, PEPOHONAN – MALAM



Terlihat Jack dan King di balik kegelapan
malam memperhatikan Queen dan Ace.



 



JACK



( Berbisik )



Kurang ajar ! Untuk
apa dia pegang-pegang kaki



Queen ?



 



KING



( Juga berbisik )



Adikmu sendiri yang
bilang kakinya sakit, jadi Ace



cuma memeriksanya.



 



Jack tak mempedulikan kata-kata King, dengan
mata melotot, ia terus memperhatikan Queen dan Ace.



 



JACK



Kalau dia berani
macam-macam dengan Queen,



awas dia ! Akan aku
potong jadi 13 !



 


Shan2 · 130 views · 0 comments
Categories: Episode 6#, Part 4
Episode 6# " Kemarahan King " : Part 5
30 Oct 2007 


INT.
TAMAN
DEKAT RUMAH, RERUMPUTAN – MALAM



Terlihat Ace masih memeriksa kaki Queen.



 



QUEEN



( Memicingkan mata,
berusaha melihat ke



arah pepohonan )



Aduh, pasti digigit
semut.



 



ACE



( Bingung, melihat
ke sekeliling )



Semut ? Di sini mana
ada semut ?



 



QUEEN



Ada, pasti ada. Buktinya kakiku digigit.



 



ACE



( Ketawa )



Bohong.



 



QUEEN



( Spontan tawanya
meledak )



Iya, bohong.



 



ACE



( Ketawa )



Dasar !



 



QUEEN



( Senyum lega )



Akhirnya kamu bisa
tertawa. Aku lebih suka lihat



kamu tertawa.



 



ACE



Kalau aku jadi Love
tiap hari, maka aku akan sering



Tertawa.



 



QUEEN



Kalau begitu, kamu
jadi Love saja tiap hari.



 



ACE



Sudah kubilang,
tidak bisa. Kalau aku bersama



King, aku akan jadi
Spade. Satu-satunya cara agar



aku menjadi Love
tiap hari adalah aku tidak boleh



menemui King. Dan
itu tidak mungkin.



 



QUEEN



Kenapa kamu tidak
beritahu saja kepada King



apa yang sebenarnya
terjadi ? Kenapa kamu tidak



bilang kalau kamu
berkepribadian ganda. Dan itu



karena King. Kalau
King tidak begitu, kamu
kan



bisa jadi dirimu
sendiri, tidak perlu jadi Love



maupun Spade.



 



EXT.
TAMAN
DEKAT RUMAH, PEPOHONAN – MALAM



Terlihat Jack memperhatikan Queen dan Ace
dengan penuh emosi, sedangkan King di belakangnya seperti sedang berpikir.



 



JACK



Dasar tidak tahu
malu, masih mengarang cerita



yang bukan-bukan
untuk menipu Queen. Pantas



saja Queen percaya,
Queen memang terlalu baik



hati.



 



EXT.
TAMAN
DEKAT RUMAH, RERUMPUTAN – MALAM



Terlihat Ace berubah menjadi sedih.



 



ACE



Aku tidak bisa.
Setiap kali bersama King, aku



berubah menjadi
Spade. Spade tidak mau



emberitahu King
kalau sebenarnya aku ada.



Ia tidak mau aku
bersama wanita.



 



QUEEN



Kalau begitu, biar
aku saja yang memberitahu King.



 



ACE



Jangan ! Kemarin
malam King marah sekali, sifat



lamanya kambuh, dia
pasti tidak akan mau bicara



denganmu. Sejak papa
meninggal, King berubah



menjadi sedikit
lebih ramah, ia juga tidak begitu



ekstrim terhadap
wanita, terutama kamu, mama dan



Cici. Karena dia
menganggap kalian sebagai keluarganya.



Meskipun Spade
selalu mendesaknya agar kembali



seperti dulu, dia
juga tidak mau bersikap kasar



terhadap kalian.
Tapi, siapa yang sangka kejadian



semalam malah
mengubahnya menjadi seperti dulu.



 



EXT.
TAMAN
DEKAT RUMAH, PEPOHONAN – MALAM



Terlihat Jack makin emosi, ia mengepalkan
tangannya kuat-kuat. Sedangkan King menatap Ace dan Queen dengan serius, ia
hanya diam.



 



JACK



Aku sudah tidak
tahan lagi. Aku harus menghajar



laki-laki kurang
ajar itu.



 



KING



( Menahan Jack )



Tolong, tunggu
sebentar lagi. Aku mau dengar



pembicaraan mereka.
Aku jamin, kalau Ace berani



berbuat macam-macam
kepada adikmu, aku adalah



orang pertama yang
akan menghajarnya.



 



JACK



( Cemberut )



Kuharap kata-katamu
bisa dipegang.



 



EXT.
TAMAN
DEKAT RUMAH, RERUMPUTAN – MALAM



Terlihat Queen dan Ace masih dalam formasi
semula.



 



QUEEN



Tapi, kalau ternyata
King mau mendengarkanku,



dan kalau ternyata
King tahu kamu berkerpibadian



ganda, dan kalau
ternyata King mengijinkanmu



dekat dengan wanita,
berarti kamu tidak perlu lagi



menjadi Love maupu
Spade. Kamu bisa sepenuhnya



menjadi Ace. Ace
yang ada kalanya benci wanita,



tapi dia juga suka
kepada wanita.



 



ACE



( Tersenyum pahit )



Itu tidak mungkin.



 



QUEEN



Andai saja …
maksudku, andai saja hal itu terjadi,



apakah kamu akan
senang ?



 



ACE



( Senyum )



Tentu, dengan begitu
aku akan bebas. Tidak perlu



hidup seperti ini
lagi. Sudah bertahun-tahun



aku hidup menderita.
Harus menutup-nutupi hal



ini dari King. Andai
saja King bisa seperti yang



kamu katakan,
alangkah baiknya.



 



EXT.
TAMAN
DEKAT RUMAH, PEPOHONAN – MALAM



Terlihat Jack masih dengan emosi
menggebu-gebu menatap Queen dan Ace. Sedangkan King menjadi lemas setelah
mendengar perkataan Ace. Lututnya terjatuh di tanah.



 



JACK



( Menoleh )



Kenapa ? ( Seperti
sedang berpikir ) Jangan-



jangan pembicaraan
mereka itu benar. Jangan-



jangan, Ace
benar-benar berkepribadian ganda.



 



KING



Aku tidak tahu.



 



EXT.
TAMAN
DEKAT RUMAH, RERUMPUTAN – MALAM



Terlihat Queen tersenyum sambil menepuk
pundak Ace.



 



QUEEN



Tenanglah Ace.
Percayalah, King tahu perasaanmu.



Dan kamu tidak perlu
menderita lagi. Karena King



sudah tahu kalau
kamu berkepribadian ganda.



 



ACE



( Melirik Queen
dengan cepat )



Apa maksudmu ?



 



QUEEN



( Senyum )



Tadi aku ke bengkel
King dan berhasil bicara



dengannya. Aku
menceritakan semuanya kepada



King, tapi dia tidak
percaya. Makanya aku suruh



dia datang ke taman
ini. Dan sekarang, dia pasti



sudah berada di
sekitar sini.



 



EXT.
TAMAN
DEKAT RUMAH, PEPOHONAN – MALAM



Terlihat Jack agak terkejut setelah
mendengar pembicaraan Queen.



 



JACK



Oh, rupanya Queen
sudah tahu kamu akan



datang.



 



KING



( Beranjak )



Sekarang kita sudah
boleh keluar.



 



EXT.
TAMAN
DEKAT RUMAH, RERUMPUTAN – MALAM



Terlihat Ace sangat terkejut, ia segera
beranjak.



 



ACE



( Melihat ke
sekeliling )



Queen, jangan
bercanda ! Di mana King ?



 



Queen juga ikut beranjak.



 



QUEEN



( Sambil menunjuk ke
arah pepohonan )



Sepertinya dia ada
di balik pohon itu.



 



Ace segera menoleh ke arah yang ditunjuk
dengan wajah cemas. Beberapa saat kemudian, King dan Jack keluar dari balik
pepohonan dan berjalan menghampiri mereka.



 



Saat melihat King, Ace langsung bersendawa,
wajahnya langsung berubah menjadi dingin.



 



ACE



( Kepada Queen )



Ini semua gara-gara
kamu !



 



Jack buru-buru berdiri di sebelah Queen dan
merangkulnya.



 



JACK



Hei, jangan
macam-macam dengan adikku, ya !



 



QUEEN



( Menatap Jack dengan
bingung )



Kak, kamu kok bisa
ke sini ?



 



ACE



( Kelihatan
ketakutan )



King, aku …



 



KING



( Kepada Ace )



Ace, aku tidak tahu
sekarang kamu adalah



Love atau Spade …



 



QUEEN



( Memotong
pembicaraan King )



Dia Spade !



 



KING



( Setelah melirik
Queen sebentar, King



kembali menatap Ace
)



Aku tidak mau Ace
menjadi Love maupun Spade.



Aku tidak mau
saudara kembarku menjadi abnormal.



Jadi, sekarang aku
katakan padamu, Ace, aku tidak



keberatan bila kamu
suka wanita. Aku tidak akan



memaksamu benci pada
wanita. Kamu berhak



menentukan
pilihanmu.



 



Setelah selesai berbicara, King berbalik dan
berjalan pergi.



 



ACE



Tapi, King ! Aku
tidak suka wanita !



 



QUEEN



Spade, kamu terlalu
mendominasi Ace. Kasihan



Love.



 



ACE



( Emosi, menunjuk ke
arah Queen dengan marah )



Kamu ! Ini semua gara-gara
kamu !



 



JACK



( Mendorong Ace )



Hati-hati, ya !
Jangan berani-berani bersikap



kasar terhadap
Queen, atau kamu akan berhadapan



denganku !



 



Ace terlihat kesal, ia segera berbalik dan
mengejar King.



 



QUEEN



( Menatap Ace yang
berlari menjauh )



Ace, semoga kamu
bisa menjadi normal.



 



JACK



Jangan khawatir, dia
pasti akan jadi normal.



Yang penting,
sekarang kamu harus pulang dan



menjelaskan semuanya
padaku.



 



QUEEN



( Senyum terpaksa )



Apa yang mesti
dijelaskan ?



 



Camera
pan up
. Memperlihatkan
langit yang gelap, dipenuhi bintang-bintang. Dari atas terlihat Queen dan Jack
sedang berjalan menuju rumah mereka.



 



JACK



Ayo, bilang, sudah
berapa lama kamu



Janjian sama dia ?



 



QUEEN



( Menutup kedua
telingannya dan berlari )



Tidak tahu !



 



JACK



Kok kamu bisa tahu
dia berkepribadian ganda ?



 



QUEEN



Tidak tahu !



 



JACK



Apa dia pernah masuk
kamarmu ?



 



QUEEN



Tidak tahu !



 



JACK



Apa saja yang sudah
kalian lakukan bersama ?



 



Perlahan-lahan, suara Jack dan Queen
mengecil, mereka pun menghilang dari frame.
Frame berhenti, muncul tulisan dari samping “ BERSAMBUNG “.



 



FADE OUT TO :


Shan2 · 544 views · 2 comments
Categories: Episode 6#, Part 5

Previous page  1, 2

Last Comment

Calendar

February 2012
SunMonTueWedThuFriSat
 << < > >>
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
26272829   

Google Adsense

Announce

Who's Online?

Member: 0
Visitor: 1

rss Syndication

Archives