EXT.
JALAN DEKAT RUMAH QUEEN – SORE
Terlihat Queen sedang berjalan seorang diri
sambil terus menatap ke bawah.
QUEEN ( V.O. )
Bagaimana aku harus
menjelaskan kepada King ?
Karena jalan sambil melihat ke bawah, Queen
pun tanpa sengaja menabrak tubuh Ace yang ternyata ada di depannya.
QUEEN
Ace ? Biasanya kamu kan ke studio, kenapa
sekarang …
ACE
( Senyum tipis )
Nona, jalan jangan
sambil melihat ke bawah.
Berbahaya !
QUEEN
( Cemberut )
Aku salut padamu,
kamu kelihatan tenang.
ACE
( Mengelus kepala
Queen )
Masalah semalam,
jangan dipikirkan. Nanti juga
akan baik kembali.
Kemudian Ace berjalan menjauh.
QUEEN
Ace, mau ke mana ?
ACE
( Senyum )
Jalan-jalan.
Menenangkan pikiran.
Lagi-lagi Queen hanya bisa menatap Ace
berjalan menjauh.
QUEEN ( V.O. )
Ace, aku pasti akan
mengembalikan King
padamu. Jangan sedih
lagi.
Tiba-tiba, dari belakang pundak Queen
ditepuk seseorang.
JACK ( O.S. )
Sedang apa sendirian
di tengah jalan ?
Queen menoleh, wajahnya kelihatan tidak
bersemangat.
JACK
( Cemas, memegangi
kedua bahu Queen
sambil menatapnya
penuh perhatian )
Kenapa ? Nilai
tugasmu jelek ?
Queen menggeleng pelan. Jack segera memeluk
Queen.
JACK
( Sambil
membelai-belai kepala Queen )
Jangan sedih, ya.
Aku paling tidak suka lihat kamu
sedih seperti ini. Ada masalah apa, bilang saja
padaku. Aku pasti
akan selesaikan untukmu.
Tanpa terasa, ditengah pelukan Jack, Queen
menangis, melepaskan semua bebannya.
QUEEN
( Sambil menangis )
Kakak, aku sayang
kamu.
CUT TO :
INT.
RUMAH QUEEN, TAMAN
BELAKANG – SORE
Terlihat Queen sedang duduk di ayunan
sendirian. Wajahnya terlihat masih lemas, tak bersemangat. Beberapa saat
kemudian, datang Nut sambil komat kamit sendirian.
NUT
( Bicara sendiri )
Dasar Cici ! Apa
bagusnya laki-laki itu ? Gayanya
saja sombong sekali,
Cici datang membawakan
makan siang yang
sudah susah payah dibuatnya,
orangnya malah tidak
kelihatan sama sekali. Dasar
tidak tahu sopan
santun. Baru punya bengkel, sudah
berlagak seperti itu,
bagaimana kalau dia punya
showroom mobil ?
Queen menoleh, terlihat Nut sedang
geleng-geleng kepala sambil menatap ke arah jendela kamar Cici.
NUT
Cici juga aneh, cuma
begitu saja jadi sedih,
setelah pulang dari
bengkel malah langsung
masuk kamar dan
tidak mau keluar lagi.
QUEEN ( V.O. )
Pulang dari bengkel
? Benar, kenapa aku tidak
ke bengkel saja
untuk menjelaskan semuanya
kepada King ?
Queen pun beranjak dari ayunan dan
menghampiri Nut yang sedang mondar mandir sambil memperhatikan jendela kamar
Cici.
NUT
Sampai kapan sih
Cici baru mau keluar ?
QUEEN
( Mencolek pundak
Nut )
Kakak Nut.
NUT
( Menoleh )
Oh, adik ipar,
kenapa ?
QUEEN
( Senyum )
Kak Cici kenapa ?
NUT
( Menghela napas )
Tadi, sejak pagi
Cici sudah sibuk buat makan
siang. Aku pikir
untukku, ternyata untuk laki-laki
brengsek itu.
QUEEN
Siapa ?
NUT
Tuh, kakak tirimu
yang sombong itu, King.
QUEEN
Oh, terus ?
NUT
Ternyata saat kami
sampai di bengkel, King sama
sekali tidak mau
keluar. Cici jadi sedih dan sejak
pulang langsung mengunci
diri di kamar. Dasar aneh
orang itu, padahal kemarin
masih baik-baik saja.
QUEEN
Oh, jadi masalahnya cuma
itu ?
NUT
( Panik )
Cuma itu katamu ?
Cici tidak mau keluar kamar,
katamu “ cuma itu “
?
QUEEN
Itu sih gampang. Apa
mau aku bantu ?
NUT
( Memicingkan
matanya )
Apa kamu bisa ?
QUEEN
Tentu saja bisa.
Asal kamu memberitahuku di mana
bengkel King, aku
pasti bisa menyuruh King minta
maaf kepada kak
Cici, jadi kak Cici pasti mau keluar
kamar.
NUT
( Tersenyum polos )
Ah, benar juga
katamu !
CUT TO :
EXT.
DEPAN BENGKEL KING – SORE
Terlihat Queen sedang berjalan menuju
bengkel. Tak lama kemudian, ia pun sudah berdiri tepat di depan bengkel.
MACHINE
( Senyum )
Nona, untuk apa
berdiri di depan sana ?
Mau jadi fotomodel,
ya ?
QUEEN
Boleh aku bertemu
King ?
MACHINE
( Mengerutkan kedua
alisnya )
King ? Kamu … ?
QUEEN
Aku Queen, aku …
adik tirinya.
MACHINE
( Tertawa )
Oh, jadi kamu yang
diceritakan Ace itu ? Ups …
QUEEN
Ace ? Ace pernah
cerita tentangku ? Maksudmu,
Love ?
MACHINE
( Mendehem, kemudian
berbisik kepada Queen )
Sssttt … jangan
sebut-sebut Love di sini. Nanti
King dengar.
QUEEN
( Ikut-ikutan
berbisik )
Jadi, kamu tahu soal
Love dan Spade ?
MULAN
( Tiba-tiba sudah
berada di samping Machine )
Siapa dia ?
MACHINE
Queen.
MULAN
( Berteriak )
Oh …… !
INT.
BENGKEL KING, RUANGAN KING – SORE
Terlihat King sedang duduk di kursinya. Ia
seperti terkejut ketika mendengar teriakan Mulan.
INT.
BENGKEL KING, GARASI – SORE
Terlihat Machine, Queen dan Mulan masih
dalam formasi yang sama.
MACHINE
( Meletakkan jari
telunjuknya di depan bibirnya )
Sssttt …
MULAN
( Berbisik kepada
Queen )
Ternyata benar kata
Ace, kamu manis sekali.
MACHINE
( Memukul pundak
Mulan )
Ingat, kamu ini wanita.
MULAN
( Mendelik kepada
Machine )
Aku tahu. ( Kepada
Queen ) Kenapa datang ke sini ?
Mencari Ace, ya ?
Dia tidak ke sini hari ini.
MACHINE
( Masih berbisik )
Bukan, dia ke sini
mencari King.
MULAN
( Berteriak )
Apa ??
Machine kembali memukul pundak Mulan.
MACHINE
Kecilkan suaramu.
Tapi terlambat, King sudah berada di
belakang mereka.
KING
Ada apa teriak-teriak.
Machine dan Mulan yang tadinya berdiri rapat
bersebelahan segera berpencar karena terkejut. Karenanya, King baru bisa
melihat Queen ketika mereka berpencar.
Saat melihat Queen, King langsung emosi, ia
segera berbalik dan berjalan masuk.
QUEEN
King, tunggu ! Ada yang mau aku bicarakan
denganmu !
Tak ada jawaban.
MACHINE
King, gadis ini mau bicara
denganmu !
KING
Suruh dia pulang.
Aku tidak mau bertemu
siapapun !
Queen terlihat lemas, Machine dan Mulan
mengangkat bahu.
CUT TO :
Syndication
2010-09-01 @ 09:05:54 am
by suchang
hii Shan2 . ok nih RF ...
2008-12-22 @ 06:57:16 am
by rani
Yaa... nasib deh.. terpaksa menunggu lagi donkz, Quistis? ...
2008-04-16 @ 03:27:38 am
by ye tian yu
Quistis!! gua join neh.. =D eh, lw gk ...
2008-03-23 @ 10:34:02 am
by ye tian yu
hai.. hai.. cerita u bagus looo... coba aja ya ...
2008-03-20 @ 07:48:41 am
by 4qua