Royal Flush

Posts displayed of the category: Part 3

Episode 5# " Royal Flush Boutique " : Part 3
30 Oct 2007 


INT.
BENGKEL KING, GARASI – SIANG



Terlihat Machine, King dan Mulan sedang
sibuk mengutak atik mobil. Sedangkan Ace hanya duduk di samping sambil menyedot
softdrink-nya.



 



ACE



King, kamu yakin
kakimu sudah baikan ?



 



KING



( Dari bawah mobil )



Tentu saja, aku kan
cuma membetulkan mobil,



tidak balapan. Kamu
tenang saja, lusa juga



sudah sembuh total.



 



ACE



Bukannya aku tidak
percaya padamu, tapi sebelum



Kecelakaan kemarin
kamu juga bilang begitu.



 



MACHINE



( Juga dari bawah
mobil )



King, jangan bandel
! Tunggu sembuh baru balapan



lagi. Jangan
terburu-buru.



 



MULAN



( Sedang duduk di
dalam mobil )



Iya, harusnya
kemarin kamu tidak usah tanding, lagipula



Big Black tidak
datang. Padahal pertandingan itu baru seru



Kalau kalian bertiga
hadir. Sudah kurang satu, ditambah lagi



King kecelakaan,
benar-benar pertandingan yang buruk.



 



KING



( Senyum )



Baiklah, baiklah.
Mulai sekarang aku akan dengarkan kalian.



 



ACE



Begitu lebih baik.



 



Camera
movement.
Terlihat Cici
sedang melongok ke sana ke mari di depan bengkel. Setelah menemukan King, ia
pun masuk ke dalam.



 



CICI



( Senyum )



Hi, apa kabar semua
?



 



King, Machine dan Mulan segera menoleh.



 



ACE



( Beranjak dan
berdiri menghalangi Cici )



Buat apa kamu datang
ke sini ?



 



CICI



( Sambil mengacungkan
sebuah kantong putih )



Aku … mambawakan
makan siang untuk King.



 



Machine dan King segera keluar dari bawah
mobil.



 



MACHINE



Wah, bawa makanan
untuk King ? ( Menepuk



Pundak King ).
Beruntung sekali kamu disediakan



Makan siang oleh
seorang wanita cantik.



 



Cici tersenyum malu, King merasa tidak enak.



 



KING



Sebenarnya … ini
tidak perlu …



 



ACE



( Judes )



Tuh, kamu dengar kan
? King tidak mau, cepat



bawa pulang !



 



MACHINE



( Langsung merebut
kantong yang dibawa Cici )



King tidak mau, tapi
aku kan mau.



 



MULAN



( Segera keluar dari
mobil )



Kak, aku juga mau !



 



Cici berusaha merebutnya dari Machine, tapi
apa daya, Machine terlalu tinggi untuk dijangkau. Bersamaan dengan itu, datang
Nut dengan terengah-engah.



 



NUT



Cici … larimu …
cepat sekali.



 



MACHINE



( Melempar kantong
putih kepada Mulan )



Nona, ada yang
mencarimu, tuh !



 



Cici menoleh, tampangnya langsung tambah
kesal.



 



CICI



King, kapan kamu ada
di bengkel sendiri ?



 



MACHINE



Mana mungkin King
ada di bengkel sendiri ?



Setiap hari aku kan
di bengkel, malah King yang



sering nggak datang.



 



Camera
movement.
Tiba-tiba saja
Mulan sudah berdiri di depan Nut dengan segelas air dingin di tangannya.



 



MULAN



Kamu pasti haus.
Nih, minum !



 



Nut menatap segelas air dingin itu dengan
senyum gembira, tapi sedetik kemudian, ketika ia sadar tangan yang memegang
gelas itu penuh dengan oli berwarna hitam, wajahnya berubah menjadi jijik.



 



MULAN



( Galak )



Wei, dikasih minum
bukannya diambil ! Dasar



nggak sopan !



 



NUT



( Membuang muka )



Siapa bilang aku mau
terima.



 



MULAN



Dasar nggak tahu
diuntung !



 



Camera movement. Terlihat Cici sedang
berusaha mendekati King, tapi selalu dihalangi oleh Ace.



 



ACE



King, aku mau
bicara. Ayo, kita ke dalam !



Machine, di sini kau
yang tangani !



 



Ace pun mengajak King berbicara di dalam
kantor.



 



MACHINE



( Senyum )



Dengan senang hati.



 



Cici cemberut, melipat kedua tangannya dan
mondar mandir. Maksudnya berniat menunggu sampai King keluar.



 



INT.
BENGKEL KING, KANTOR KING – SIANG



Terlihat King dan Ace masuk ke dalam kantor.
King duduk di kursi di belakang meja besar, sedangkan Ace duduk di sofa.



 



KING



Mau bicara apa ?



 



ACE



Aku harap kamu nggak
berhubungan dengan putri-



putri perempuan
jahat itu.



 



KING



Ace, hubunganku
dengan mereka hanya saudara tiri,



tidak lebih.



 



ACE



Tapi kamu terlalu
memberi harapan kepada mereka.



Kamu terlalu baik.



 



KING



Lalu, aku harus
bagaimana ? Marah-marah tanpa sebab ?



 



ACE



King, jangan bilang
kamu nggak bisa bersikap dingin kepada



wanita. Sudah
ratusan wanita kamu tolak dan sudah ratusan



wanita pula menangis
karena kamu. Tapi kamu sama sekali



peduli Kenapa
sekarang kamu berubah ?



 



KING



Aku cuma … mereka
kan masih saudara kita, Ace. Satu-



Satunya sanak
saudara yang kita punya. Aku hanya



Menganggap mereka
sebagai saudara, seperti Mulan.



 



ACE



Ya, tapi kamu nggak
tahu, Mula itu berbeda dengan



Wanita lain. Dia itu
tomboi, dia itu seperti laki-laki.



Tapi Queen dan Cici
itu wanita tulen.



 



KING



Ace, aku nggak
pernah lupa pesan papa. Aku nggak



pernah lupa kalau
wanita itu hanya akan membawa



penderitaan. Jangan
khawatir.



 



ACE



Aku harap kata-katamu
benar.



 



CUT TO :



 



INT.
RUMAH QUEEN, RUANG TAMU – SORE



Terlihat Queen berjalan masuk dengan lesu.



 



MAMA



Kenapa ? Kok
kelihatannya lelah sekali ?



 



QUEEN



( Menoleh ke arah
sofa )



Mama, kok sudah
pulang ?



 



MAMA



( Senyum )



Ya, tadi mama ketemu
dengan putri tante,



jadi mama ajak makan
siang di rumah.



 



QUEEN



( Berjalan menuju
sofa )



Ooo … ( Tersentak )
Tante … saudara kembar



mama itu ?



 



 MAMA



( Mengangguk )



Iya, putrinya sudah
besar. Usianya sama denganmu.



Dan yang lebih
mengejutkan, tanggal lahirnya pun



sama denganmu.



 



QUEEN



( Duduk di sebelah
mama )



Benarkah ?



 



MAMA



Iya … dia mau
merayakan pesta ulang tahun di



rumahnya, makanya
dia beli gaun di butik mama.



Kamu juga mau
diadakan pesta ulang tahun ?



 



QUEEN



( Menggeleng pelan )



Aku nggak perlu
pesta.



 



MAMA



Lalu, kamu mau apa ?
Oh, kamu mau hadiah, ya ?



Mau hadiah apa ?
Nanti mama belikan.



 



QUEEN



( Menggeleng cepat )



Aku nggak mau pesta,
aku juga nggak mau hadiah.



Aku cuma mau papa
pulang untuk mengucapkan



selamat ulang tahun
padaku.



 



MAMA



( Senyum )



Papa sudah janji,
dia pasti datang.



 



QUEEN



( Cemberut )



Tapi, tahun kemarin
… papa juga bilang begitu.



Lalu, dua tahun yang
lalu juga begitu, lalu …



tiga tahun yang lalu
juga begitu … Dan setiap kali



papa selalu nggak
dateng.



 



MAMA



( Memeluk Queen )



Percaya sama mama,
tahun ini, papa pasti datang.



 



Sementara itu, dari luar rumah terdengar
suara-suara bising, alias suara Jack berteriak-teriak.



 



INT.
RUMAH QUEEN, HALAMAN DEPAN RUMAH – SORE



Terlihat Jack berdiri di depan pagar bagian
dalam sambil bertolak pinggang. Sedangkan di luar pagar berdiri tiga orang
laki-laki dengan gaya mereka masing-masing. Di paling kiri adalah Left, di
kanan berdiri Right dan di tengah sudah pasti adalah Tuan Muda Yang Mulia Ten.



 



JACK



Ten, sudah kubilang,
masalah balapan, biar kita



Bicarakan di tempat
lain.



 



RIGHT



Maaf sekali, hari
ini Tuan Muda Ten bukan mau



Membicarakan masalah
balapan.



 



JACK



Kalau bukan masalah
balapan, lalu masalah apa ?



 



LEFT



Sama sekali nggak
berkaitan denganmu.



 



Beberapa saat kemudian, mama dan Queen sudah
berdiri di depan pintu.



 



MAMA



Jack, kamu
bertengkar dengan siapa ?



 



JACK



Bukan siapa-siapa,
ma … cuma orang iseng.



 



Mama dan Queen berjalan mendekat agar bisa
melihat siapa gerangan yang berdiri di luar pagar.



 



MAMA



( Kepada Jack )



Sejak kapan kamu
bersikap tidak sopan kepada tamu



Mama ?



 



JACK



( Bingung )



Tamu mama ?



 



MAMA



( Senyum, kepada Ten
)



Ten, kamu rupanya.
Ayo, silahkan masuk ! ( Kepada



Jack ) Jack, tunggu
apa lagi ? Buka pagarnya, supaya



Ten bisa masuk.



 



Jack menatap Queen, kemudian menucapkan kata
“ Tamu mama “ tanpa suara. Queen mengangkat bahu tanda tak tahu.



 



Kemudian, Jack membuka pagar dan Ten pun
masuk dengan gaya sombongnya.



 



INT.
RUMAH QUEEN, RUANG TAMU – SORE



Terlihat mama, Jack, Queen, Ten, Right dan
Left sedang duduk di sofa dengan formasinya masing-masing.



 



MAMA



( Kepada Queen dan
Jack )



Kalian tahu siapa
Ten ini ?



 



Queen menggeleng, Jack acuh tak acuh. Ten
terlihat sangat bangga karena dirinya sedang jadi bahan pembicaraan, begitu
juga dengan kedua pengawalnya.



 



MAMA ( CON’T )



Ten adalah putra
teman baik mama. Bahkan, nama



Ten itu adalah nama
pemberian mama.



 



TEN



( Senyum )



Tante, kapan-kapan,
aku boleh kan main-main ke sini ?



 



MAMA



( Tertawa )



Oh, tentu saja. Kamu
dan Queen kan seumur, jadi



pasti lebih gampang
akrab. ( Kepada Jack ) Jack,



lain kali nggak
boleh bersikap begitu lagi kepada Ten.



 



JACK



( Cuek )



Hm …



 



TEN



Oya, tante. Beberapa
hari yang lalu, aku baru saja pindah



Ke kampus yang sama
dengan Queen. Apa boleh aku minta



Petunjuk Queen,
karena aku kan baru di sana.



 



MAMA



( Senyum )



Boleh … tentu boleh
… Queen juga pasti bersedia.



( Kepada Queen ) Iya
kan, Queen ?



 



QUEEN



( Bingung )



Ng … I … iya …



 



Jack yang duduk di sebelah Queen langsung
melotot.



 



CUT TO :


Shan2 · 267 views · 3 comments
Categories: Episode 5#, Part 3

Last Comment

Calendar

February 2012
SunMonTueWedThuFriSat
 << < > >>
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
26272829   

Google Adsense

Announce

Who's Online?

Member: 0
Visitor: 1

rss Syndication

Archives