INT.
RUMAH SENI, LOBBY – SIANG
Terlihat empat sekawan sedang melirik ke
sana ke mari.
DAN DAN
Permisi …
Tak lama kemudian, Condor keluar. Dengan
wajah sinis memandangi empat sekawan satu persatu dari atas ke bawah.
CONDOR
( Acuh tak acuh )
Kalian lagi.
NU NU
( Senyum )
Kakak Condor yang
terhormat, bolehkah kami
bertemu dengan guru
?
Tanpa menjawab Nu Nu, Condor langsung masuk
ke dalam.
DAN DAN
Dasar nggak berubah,
tetep aja belagu.
NU NU
Emang, aneh !
QUEEN ( V.O. )
( Pandangannya
kosong )
Aku masih nggak tau
kenapa dia begitu membenciku.
Dan kenapa dia
selalu menganggapku jahat, juga
berniat menjahati
adiknya.
Beberapa saat kemudian, Condor keluar
bersama Papi.
PAPI
( Senyum )
Perlengkapan
melukisnya sudah dibawa ?
EMPAT SEKAWAN
( Tersenyum,
manggut-manggut )
Sudah !
PAPI
( Senyum, kepada
empat sekawan )
Baiklah, kalian ikut
aku. ( Kepada Condor ) Condor,
tolong jaga di sini,
ya.
CONDOR
Baik, guru !
Papi berjalan keluar rumah seni, diikuti
empat sekawan.
CUT TO :
INT.
RUMAH PHOENIX, KAMAR PHOENIX – SIANG
Terlihat Phoenix sedang duduk membaca buku
di meja belajarnya. Tak lama kemudian pintu diketuk, masuklah dua orang wanita
cantik, MAMI 1 dan MAMI 2.
MAMI 1
( Senyum )
Phoenix, lagi
belajar, ya ?
PHOENIX
( Menoleh, tersenyum
)
MAMI 1 dan MAMI 2 berdiri di samping kiri
dan kanan Phoenix.
MAMI 2
( Senyum )
Phoenix, lusa kamu
kan ulang tahun, bagaimana kalau
kita rayakan saja ?
Kamu undang teman-temanmu untuk
makan di sini.
MAMI 1
( Senyum )
Iya, kita akan buat
pesta yang meriah sekali !
PHOENIX
Tapi, aku masuk
kuliah belum lama, jadi temanku
belum banyak.
MAMI 1
Justru itu kamu
harus undang semua temen sekelasmu,
supaya mereka bisa
lebih akrab denganmu.
PHOENIX
Tapi, aku nggak
punya pakaian untuk dipakai saat pesta nanti.
MAMI 2
Sekarang kan hari
Minggu, kamu ajak kedua temanmu
pergi belanja saja.
MAMI 1
Iya, pilih saja baju
yang kamu suka, nanti kamu tinggal
Pakai kartu kredit
mami.
PHOENIX
( Senyum )
Benarkah ?
Kedua mami mengangguk, Phoenix pun beranjak
dan memeluk kedua maminya dengan senang.
CUT TO :
EXT.
TAMAN TERBUKA, DEKAT RUMAH SENI – SIANG
Terlihat Queen, Dan Dan, Nu Nu dan Mie Mie
sedang duduk di taman. Kursi-kursi mereka berbaris beraturan. Di depan kursi
mereka sudah tersedia penglengkapan lukis siap pakai.
Di belakang mereka berdiri Papi yang sedang
mondar mandir ke kanan dan ke kiri sambil memberi aba-aba.
PAPI
Sekarang, kalian
boleh lukis apapun. Sesuka kalian.
Di depan kalian
sudah ada pemandangan yang indah,
Kalian juga boleh
melukis pemandangan itu.
DAN DAN
( Berbisik )
Apa tidak salah ?
Kok kita nggak diajari dulu
dasar-dasar melukis
? Apa begini yang namanya
belajar ?
PAPI
( Tiba-tiba
berbicara di telingan Dan Dan )
Aku suruh kalian
lukis ya lukis ! Siapa bilang saat
melukis boleh bicara
? Mulai melukis ! Dan tidak
boleh ada suara
sedikit pun.
Empat sekawan saling melirik, tadinya mereka
mencari bantuan untuk menghadapi nenek sihir di kampus, tapi ternyata …
CUT TO :
INT.
ROYAL FLUSH BOUTIQUE, TOKO – SIANG
Terlihat deretan baju-baju mahal dipajang
sesuai dengan urutannya. Beberapa karyawati berjaga-jaga sambil membetulkan
letak baju-baju yang dipajang.
Beberapa saat kemudian, pintu terbuka. Para
karyawati segera mengucapkan kata “ Selamat datang “ kepada para tamu yang
datang. Terlihat Phoenix, Twetty dan Swallow masuk ke dalam boutique.
SWALLOW
( Berbisik )
Phoenix, kamu nggak
salah mau beli baju di
boutique ini ? Harga
gaun di sini kan mahal.
PHOENIX
( Balas berbisik )
Aku sudah lama mau
beli gaun di sini, gaun-gaun
di sini sungguh
cantik. Mumpung aku diberi uang
untuk membeli gaun
oleh kedua mamiku, ya aku
beli di sini saja.
Lagipula, ini kan hadiah ulang
tahunku, jadi
sekali-sekali aku mau beli barang
yang aku suka.
TWETTY
( Cuek )
Ya udah, beli ya
beli. Yang penting kamu bisa
bayar, kan ? Jangan
sampai kita diusir dari sini
gara-gara nggak
sanggup bayar.
PHOENIX
( Senyum )
Tenang aja …
Ketiga gadis itu pun mulai mencari-cari gaun
yang mereka suka.
INT.
ROYAL FLUSH BOUTIQUE, KANTOR PRIBADI MAMA – SIANG
Terlihat mama sedang duduk di depan meja
besar sambil mengecek sesuatu. Jack duduk di samping meja sambil mengambil
beberapa dokumen dari meja, melihat-lihatnya, kemudian meletakkannya kembali.
Lalu mengambil dokumen yang lain dan terus menerus mengulangi kegiatannya.
Beberapa saat kemudian, mama menghela napas,
ia meletakkan pen dan beranjak dari tempat duduknya.
MAMA
( Senyum )
Ayo, mama akan
perlihatkan produk baru
boutique kita
padamu.
Mama pun berjalan menuju pintu keluar
kantor. Jack mengikuti dari belakang.
INT.
ROYAL FLUSH BOUTIQUE, TOKO – SIANG
Terlihat mama berjalan menuju deretan gaun
yang dipajang dibagian-bagian tertentu, kemudian menarik beberapa untuk
diperlihatkan kepada Jack sambil menjelaskan design, bahan, model dan bagian
lain-lain gaun.
Beberapa kali Jack ber-“oh” karena ia memang
kurang tahu dunia design pakaian.
Camera
movement. Terlihat Phoenix,
Twetty dan Swallow sedang melihat-lihat gaun, sambil sesekali menariknya satu
dan meletakkannya di depan tubuh mereka, kemudian minta pendapat teman mereka.
Dan sesekali juga mereka tertawa bersama.
Tawa mereka menarik perhatian mama yang
sedang berbincang-bincang dengan Jack. Karena jarang ada gadis-gadis muda yang
berkunjung ke boutique-nya selama ini. Biasanya kalau bukan wanita karir, ya
nona besar yang kaya. Dan nona besar tidak mungkin datang sendiri seperti
mereka.
Mama menghampiri para gadis, Jack pun
mengikuti dari belakang.
MAMA
( Senyum )
Wah, jarang sekali
ada gadis muda seperti kalian
datang ke butik ini.
Kalau boleh tau, kalian mau gaun
untuk acara apa ?
Kalau saya tahu, saya bisa pilihkan
yang terbaik untuk
kalian.
PHOENIX
Lusa aku ulang
tahun, jadi … aku mau beli gaun untuk
pesta ulangtahunku.
SWALLOW
Apa ada yang murah
tapi bagus ?
MAMA
( Tersenyum )
Lusa kamu ulang
tahun ? Kebetulan sekali, lusa putriku
juga ulang tahun.
Baiklah, anggap saja sebagai hadiah
ulang tahunmu. Kami
akan berikan potongan 50%. Mari,
saya tunjukkan karya
terbaik kami.
TWETTY
Nyonya, diskon hanya
berlaku untuk Phoenix, atau
Berlaku bagi kami
juga ?
MAMA
Tentu kalian juga
akan dapat diskon 50%, tapi hanya
berlaku hari ini
saja.
Swallow dan Twetty melompat girang, sedangkan
Phoenix hanya senyum sambil memperhatikan mama dengan seksama.
Mama mempersilahkan ketiga tamunya ke tempat
tertentu dan memperlihatkan tiga gaun pilihan kepada mereka.
MAMA
Ini karya-karya
terbaik kami, silahkan kalian pilih.
SWALLOW
( Menahan tawa, saking
senangnya )
Apa boleh dicoba
dulu ?
MAMA
( Senyum )
Tentu boleh.
Swallow dan Twetty segera mengambil satu
gaun pilihan mereka dan berlari ke kamar ganti. Sedangkan Phoenix hanya diam di
tempat sambil memperhatikan gaun yang tersisa dan sesekali memperhatikan mama.
MAMA
Kenapa ? Apa kamu
kurang suka yang ini ?
Sebenarnya, kami
punya satu yang terbaik,
tapi belum dijual
bebas. ( Seperti sedang berpikir )
Tapi … tidak
apa-apa, karena ini untuk pesta ulang
tahunmu, kami akan
menjualnya kepadamu.
( Kepada Jack )
Jack, tolong ambilkan gaun yang
digantung di kantor.
Jack mengangguk dan segera menjalankan
perintah mamanya. Phoenix masih memperhatikan mama dengan tatapan aneh.
MAMA
( Bingung )
Kenapa ?
PHOENIX
Ng … aku bingung,
nyonya, kenapa anda
mirip sekali dengan
mamiku ?
MAMA
( Tertawa )
Benarkah ?
Phoenix mengangguk, kemudian mengeluarkan
selembar foto dari dompetnya.
PHOENIX
( Sambil menunjuk
foto Mami 2 )
Ini mamiku.
MAMA
Ini … mamimu ?
PHOENIX
( Mengangguk )
Mirip sekali khan ?
Mama tersenyum dan segera memeluk Phoenix.
CUT TO :
Syndication
2010-03-10 @ 01:49:18 am
by mai
You will become more and more ...
2010-03-09 @ 07:21:29 am
by hg
You will become more and more ...
2010-03-08 @ 12:59:35 am
by HB
You will become more and more ...
2010-03-05 @ 09:38:22 am
by HB
It's not so simply to make ...
2010-02-18 @ 07:46:27 pm
by SB20Chloe