Royal Flush

Posts displayed of the category: Episode 5#

Episode 5# " Royal Flush Boutique " : Part 1
30 Oct 2007 


INT.
RUMAH QUEEN, MEJA MAKAN - PAGI



QUEEN menatap satu persatu orang-orang yang
duduk di meja makan. Close up MAMA,
KING, ACE, JACK, CICI dan NUT secara bergantian.



 



QUEEN
( V.O )



( Melirik ke sana ke mari )



Ini adalah sarapan pertama kami sekeluarga
sejak King



dan Ace pindah ke sini. Benar-benar nggak nyangka



bisa ada saat-saat seperti ini.



 



Muncul tulisan dari samping “ 5# ROYAL FLUSH BOUTIQUE “.



 



DISSOLVE
TO :



 



FLASHBACK



 



INT.
RUMAH QUEEN, DEPAN KAMAR QUEEN – PAGI



Terlihat Jack berdiri di depan pintu kamar
Queen sambil mengetuk pintu.



 



Muncul tulisan dari samping “ Pagi Pertama “.



 



JACK



Queen, cepat sedikit ! Kamu udah telat.



 



QUEEN
( V.O )



Waktu itu aku telat bangun, gara-gara malam



harinya ngobrol sama Ace. Jadi, udah pasti



nggak sarapan. Lagipula, King dan Ace juga



nggak sarapan, pagi-pagi mereka udah pergi.



 



DISSOLVE
TO :



 



INT.
RUMAH SAKIT, KAMAR KING – PAGI



Terlihat King sedang berbaring di atas
ranjang, Jack dan Queen tidur di sofa, sedangkan Ace tidur di samping ranjang
King.



 



Muncul tulisan dari samping “ Pagi Kedua “.



 



Tiba-tiba Mama masuk dengan tergesa-gesa dan
membuat Jack, Queen, Ace dan King bangun.



 



MAMA



Apa yang terjadi ?



 



Ace berdiri, tapi tak menjawab. Mama menatap
Jack dan Queen.



 



MAMA



Katakan, apa yang
terjadi.



 



QUEEN



Sebenarnya …



 



Jack menginjak kaki Queen.



 



QUEEN



Auw !!



 



QUEEN ( V.O. )



Karena malamnya King
kecelakaan, aku dan



Jack tidur di rumah
sakit. Jadi, hari itu kami pun



nggak sarapan.



 



DISSOLVE TO :



 



INT.
RUMAH QUEEN, RUANG TAMU – MALAM



Terlihat Jack sedang menghampiri mama dan
Queen.



 



JACK



Aku lapar sekali.
Queen, bangunkan bibi,



suruh dia masak
sesuatu untukku.



 



QUEEN



Oke.



 



Muncul tulisan dari samping “ Malam Ketiga “.



 



Tak sempat Queen berjalan menuju dapur, mama
sudah keburu menghalanginya.



 



MAMA



Jangan, kasihan
bibi. Biar mama saja yang



membuatkan makanan.
Kamu juga mau ?



 



QUEEN



( Senyum )



He eh.



 



MAMA



( Kepada King dan
Ace )



Kalian juga ikut
makan saja.



 



QUEEN ( V.O. )



Malam itu kami
memang makan bersama,



tapi cuma makan.
Parahnya, Ace malah tertidur.



Dan lagi, saat itu
kak Cici belum pulang, jadi



anggota keluarga
kami belum lengkap.



 



DISSOLVE TO :



 



INT.
RUMAH QUEEN, DEPAN KAMAR QUEEN – PAGI



Terlihat Jack berdiri di depan pintu kamar
Queen sambil mengetuk pintu.



 



Muncul tulisan dari samping “ Pagi Ketiga “.



 



JACK



Queen, bangun ! Memang hari ini kamu nggak
kuliah ??



 



QUEEN
( V.O )



Hari itu aku telat juga, gara-gara malamnya
tidur



terlalu larut. Huh, lagi-lagi kami nggak
sarapan



bersama, soalnya King dan Ace juga telat
bangun.



 



DISSOLVE
TO :



 



FLASHBACK
BERAKHIR



 



INT.
RUMAH QUEEN, MEJA MAKAN – PAGI



Terlihat Queen sedang melamun, matanya
menatap ke langit-langit rumah, sedangkan tangannya aktif mengaduk-aduk makanan
dalam piringnya.



 



Jack, Ace, dan King makan dengan tenang,
tanpa melirik ke mana pun. Cici makan sambil tersenyum memandangi King.
Sedangkan Nut sedang sibuk mengagumi sarapan di rumah Queen yang baginya
seperti makanan istana.



 



Mama mengusap mulutnya dengan kain.



 



MAMA



( Tersenyum )



Hari ini kan hari
Minggu, bagaimana kalau kalian ikut



Mama ke butik ?
Butik kami baru saja meluncurkan



produk baru.



 



ACE



Aku dan King tidak
bisa, kami harus mengurus bengkel.



 



Mama sedikit kecewa, dan sekarang menaruh
harapan pada Queen yang lagi melamun.



 



MAMA



( Kepada Queen )



Queen, kamu mau kan
menemani mama ?



 



Queen yang diajak bicara masih bertamasya di
negeri khayalannya, sampai Jack yang duduk di sebelahnya mencubit tangannya.



 



QUEEN



( Tersadar )



AUW !!!



 



Queen memukul tangan Jack.



 



QUEEN ( CON’T )



Apaan sih ? Sakit
tau !



 



JACK



( Mendorong pelan
kepala Queen dengan



jari telunjuknya )



Makanya, kalau lagi
makan jangan melamun.



Diajak mama ke
butik, tuh !



 



Queen menatap mama, mama tersenyum.



 



QUEEN



Ke butik ?



 



Mama mengangguk.



 



QUEEN



Tapi, hari ini aku
ada janji mau mengerjakan tugas.



 



Mama terlihat kecewa, tapi masih ada kesempatan
terakhir.



 



MAMA



( Kepada Cici )



Cici, kalau kamu
bisa kan ?



 



Cici yang sejak tadi memandangi King jadi
agak salah tingkah.



 



CICI



Ah, aku … ( Langsung
memegangi perutnya )



Aku sakit perut.
Sepertinya aku harus ke dokter.



 



Cici segera beranjak dari tempat duduknya.
Nut yang tadinya asyik ngoleksi makanan, ketika melihat Cici pergi segera
berdiri dan mengejarnya.



 



NUT



Cici, kamu mau ke
mana ?



 



Mama menghela napas panjang.



 



MAMA



( Tersenyum pahit )



Anakku banyak, tapi
tak ada satupun yang mau



Menemaniku.



 



QUEEN



Aku mau … tapi …



 



JACK



Aku saja. Biar aku
saja yang menemani mama.



 



MAMA



( Tersenyum senang )



Benarkah ? Bukankah
kamu paling nggak suka ke butik ?



 



JACK



Nggak pa pa, yang
penting mama senang. Queen,



kamu pergi sendiri,
ya ?



 



QUEEN



( Mengangguk senang
)



He eh.



 



CUT TO :



 



EXT.
TAMAN DEKAT KAMPUS, SEKITAR BANGKU PANJANG – PAGI



Terlihat empat sekawan minus Nu Nu sedang
duduk di bangku panjang. Queen menopang dagunya dengan tangan kanannya, Mie Mie
melirik ke sana ke mari, seperti sedang mencari tahu di mana Shadow
bersembunyi. Dan Dan malam tidur sambil bersandar di bangku panjang. Beberapa
saat kemudian, Queen berdiri.



 



QUEEN



( Bertolak pinggang
)



Nu Nu selalu
terlambat !



 



MIE MIE



Iya, setiap kali
janjian, Nu Nu pasti telat.



 



DAN DAN



( Setengah tidur,
setengah sadar )



Kalo nggak telat,
bukan Nu Nu namanya.



 



Queen berjalan mondar mandir sambil melipat
kedua tangannya.



 



QUEEN



( Sambil mondar
mandir )



Dasar Nu Nu ! Kalau
dia cepet dateng kan kita



bisa lebih cepet ke
rumah seni, dan kalau kita



lebih cepet ke rumah
seni, maka selesainya pun



bisa lebih cepet.
Dan kalau selesainya lebih cepet,



aku bisa ke butik
untuk menemani mamaku.



 



NU NU ( O.S. )



( Berteriak )



Hai, hai ! Nu Nu
udah dateng nih !



 



Tiga sekawan pun menoleh, Nu Nu sudah
berdiri di belakang bangku panjang sambil cengengesan.



 



Queen nggak mengeluarkan sepatah kata pun,
cuma menatap Nu Nu dengan tajam, berharap yang dipandangi sadar dan segera
minta maaf.



 



Tapi sayang, Nu Nu adalah Nu Nu, dia mana
tau kalo orang lagi marah, Nu Nu malah tambah seneng dipandangi.



 



NU NU



( Ketawa )



Queen, hari ini aku
cantik banget, ya ? Kamu



sampe jatuh cinta
begitu.



 



QUEEN



( Menahan emosi )



Kamu …



 



MIE MIE



( Menghela napas )



Sudahlah Queen, mau
dimarahi juga percuma, Nu Nu



kan memang begitu,
lebih baik sekarang kita pergi saja.



 



DAN DAN



( Beranjak )



Eit, nggak bisa ! Nu
Nu harus memberi penjelasan kenapa



dia telat dan HARUS
sejelas-jelasnya, kalo enggak, nggak



boleh pergi.



 



NU NU



( Bingung )



Kalian kenapa ? Kok
kayaknya ada yang aneh ?



 



QUEEN



Yang aneh tuh kamu, udah
telat nggak bicara maaf



sepatah pun.



 



NU NU



( Ketawa )



Oh, rupanya
gara-gara itu, ya ? Iya deh, aku minta maaf,



Soalnya semalem aku
nemenin Ethan latihan sampe larut



 malam, jadi tadi pagi kesiangan, deh ! Tapi,
lainkali nggak



bakal terulang lagi,
kok ! Ethan kan udah mau lulus, jadi



aku nggak usah
nemenin dia latihan lagi.



 



DAN DAN, QUEEN, dan MIE MIE



( Hampir berbarengan
)



ETHAN !??



 



DAN DAN



Hayo ngaku, kamu
udah jadian kan sama Ethan ?



 



QUEEN



Iya, kok kamu gitu
sih nggak cerita-cerita ?



 



MIE MIE



( Geleng-geleng )



Nggak setia kawan.



 



NU NU



Enggak ! Enggak !
Enggak !



 



DAN DAN



Enggak apanya ? Kalo
enggak pacaran, kenapa kamu



Nemenin dia latihan
sampe malem ?



 



QUEEN



Iya, ayo jawab, apa
hubungan kamu sama Ethan ?



 



NU NU



Hm … temen



 



MIE MIE



Cuma temen ?



 



NU NU



… tapi mesra



 



DAN DAN, QUEEN dan MIE MIE



Ooooo……



 



DAN DAN



Ternyata Nu Nu
gampang pindah ke lain hati, dulu setiap



hari ngomongin Jack,
sekarang …



 



NU NU



Bukan begitu …



 



QUEEN



Nu Nu batal deh jadi
kakak iparku.



 



NU NU



Ng … bukan …



 



MIE MIE



Udah siang nih, kita
pergi aja, yuk !



 



Dan Dan, Queen dan Mie Mie un berjalan
pergi, tanpa mempedulikan Nu Nu yang masih membeberkan alasan-alasannya.



 



CUT TO :


Shan2 · 94 views · 0 comments
Categories: Episode 5#, Part 1
Episode 5# " Royal Flush Boutique " : Part 2
30 Oct 2007 


INT.
RUMAH SENI, LOBBY – SIANG



Terlihat empat sekawan sedang melirik ke
sana ke mari.



 



DAN DAN



Permisi …



 



Tak lama kemudian, Condor keluar. Dengan
wajah sinis memandangi empat sekawan satu persatu dari atas ke bawah.



 



CONDOR



( Acuh tak acuh )



Kalian lagi.



 



NU NU



( Senyum )



Kakak Condor yang
terhormat, bolehkah kami



bertemu dengan guru
?



 



Tanpa menjawab Nu Nu, Condor langsung masuk
ke dalam.



 



DAN DAN



Dasar nggak berubah,
tetep aja belagu.



 



NU NU



Emang, aneh !



QUEEN ( V.O. )



( Pandangannya
kosong )



Aku masih nggak tau
kenapa dia begitu membenciku.



Dan kenapa dia
selalu menganggapku jahat, juga



berniat menjahati
adiknya.



 



Beberapa saat kemudian, Condor keluar
bersama Papi.



 



PAPI



( Senyum )



Perlengkapan
melukisnya sudah dibawa ?



 



EMPAT SEKAWAN



( Tersenyum,
manggut-manggut )



Sudah !



 



PAPI



( Senyum, kepada
empat sekawan )



Baiklah, kalian ikut
aku. ( Kepada Condor ) Condor,



tolong jaga di sini,
ya.



 



CONDOR



Baik, guru !



 



Papi berjalan keluar rumah seni, diikuti
empat sekawan.



 



CUT TO :



 



INT.
RUMAH PHOENIX, KAMAR PHOENIX – SIANG



Terlihat Phoenix sedang duduk membaca buku
di meja belajarnya. Tak lama kemudian pintu diketuk, masuklah dua orang wanita
cantik, MAMI 1 dan MAMI 2.



 



MAMI 1



( Senyum )



Phoenix, lagi
belajar, ya ?



 



PHOENIX



( Menoleh, tersenyum
)



 



MAMI 1 dan MAMI 2 berdiri di samping kiri
dan kanan Phoenix.



 



MAMI 2



( Senyum )



Phoenix, lusa kamu
kan ulang tahun, bagaimana kalau



kita rayakan saja ?
Kamu undang teman-temanmu untuk



makan di sini.



 



MAMI 1



( Senyum )



Iya, kita akan buat
pesta yang meriah sekali !



 



PHOENIX



Tapi, aku masuk
kuliah belum lama, jadi temanku



belum banyak.



 



MAMI 1



Justru itu kamu
harus undang semua temen sekelasmu,



supaya mereka bisa
lebih akrab denganmu.



 



PHOENIX



Tapi, aku nggak
punya pakaian untuk dipakai saat pesta nanti.



 



MAMI 2



Sekarang kan hari
Minggu, kamu ajak kedua temanmu



pergi belanja saja.



 



MAMI 1



Iya, pilih saja baju
yang kamu suka, nanti kamu tinggal



Pakai kartu kredit
mami.



 



PHOENIX



( Senyum )



Benarkah ?



 



Kedua mami mengangguk, Phoenix pun beranjak
dan memeluk kedua maminya dengan senang.



 



                   CUT TO :



 



EXT.
TAMAN TERBUKA, DEKAT RUMAH SENI – SIANG



Terlihat Queen, Dan Dan, Nu Nu dan Mie Mie
sedang duduk di taman. Kursi-kursi mereka berbaris beraturan. Di depan kursi
mereka sudah tersedia penglengkapan lukis siap pakai.



 



Di belakang mereka berdiri Papi yang sedang
mondar mandir ke kanan dan ke kiri sambil memberi aba-aba.



 



PAPI



Sekarang, kalian
boleh lukis apapun. Sesuka kalian.



Di depan kalian
sudah ada pemandangan yang indah,



Kalian juga boleh
melukis pemandangan itu.



 



DAN DAN



( Berbisik )



Apa tidak salah ?
Kok kita nggak diajari dulu



dasar-dasar melukis
? Apa begini yang namanya



belajar ?



 



PAPI



( Tiba-tiba
berbicara di telingan Dan Dan )



Aku suruh kalian
lukis ya lukis ! Siapa bilang saat



melukis boleh bicara
? Mulai melukis ! Dan tidak



boleh ada suara
sedikit pun.



 



Empat sekawan saling melirik, tadinya mereka
mencari bantuan untuk menghadapi nenek sihir di kampus, tapi ternyata …



 



CUT TO :



 



INT.
ROYAL FLUSH BOUTIQUE, TOKO – SIANG



Terlihat deretan baju-baju mahal dipajang
sesuai dengan urutannya. Beberapa karyawati berjaga-jaga sambil membetulkan
letak baju-baju yang dipajang.



 



Beberapa saat kemudian, pintu terbuka. Para
karyawati segera mengucapkan kata “ Selamat datang “ kepada para tamu yang
datang. Terlihat Phoenix, Twetty dan Swallow masuk ke dalam boutique.



 



SWALLOW



( Berbisik )



Phoenix, kamu nggak
salah mau beli baju di



boutique ini ? Harga
gaun di sini kan mahal.



 



PHOENIX



( Balas berbisik )



Aku sudah lama mau
beli gaun di sini, gaun-gaun



di sini sungguh
cantik. Mumpung aku diberi uang



untuk membeli gaun
oleh kedua mamiku, ya aku



beli di sini saja.
Lagipula, ini kan hadiah ulang



tahunku, jadi
sekali-sekali aku mau beli barang



yang aku suka.



 



TWETTY



( Cuek )



Ya udah, beli ya
beli. Yang penting kamu bisa



bayar, kan ? Jangan
sampai kita diusir dari sini



gara-gara nggak
sanggup bayar.



 



PHOENIX



( Senyum )



Tenang aja …



 



Ketiga gadis itu pun mulai mencari-cari gaun
yang mereka suka.



 



INT.
ROYAL FLUSH BOUTIQUE, KANTOR PRIBADI MAMA – SIANG



Terlihat mama sedang duduk di depan meja
besar sambil mengecek sesuatu. Jack duduk di samping meja sambil mengambil
beberapa dokumen dari meja, melihat-lihatnya, kemudian meletakkannya kembali.
Lalu mengambil dokumen yang lain dan terus menerus mengulangi kegiatannya.



 



Beberapa saat kemudian, mama menghela napas,
ia meletakkan pen dan beranjak dari tempat duduknya.



 



MAMA



( Senyum )



Ayo, mama akan
perlihatkan produk baru



boutique kita
padamu.



 



Mama pun berjalan menuju pintu keluar
kantor. Jack mengikuti dari belakang.



 



INT.
ROYAL FLUSH BOUTIQUE, TOKO – SIANG



Terlihat mama berjalan menuju deretan gaun
yang dipajang dibagian-bagian tertentu, kemudian menarik beberapa untuk
diperlihatkan kepada Jack sambil menjelaskan design, bahan, model dan bagian
lain-lain gaun.



 



Beberapa kali Jack ber-“oh” karena ia memang
kurang tahu dunia design pakaian.



 



Camera
movement.
Terlihat Phoenix,
Twetty dan Swallow sedang melihat-lihat gaun, sambil sesekali menariknya satu
dan meletakkannya di depan tubuh mereka, kemudian minta pendapat teman mereka.
Dan sesekali juga mereka tertawa bersama.



 



Tawa mereka menarik perhatian mama yang
sedang berbincang-bincang dengan Jack. Karena jarang ada gadis-gadis muda yang
berkunjung ke boutique-nya selama ini. Biasanya kalau bukan wanita karir, ya
nona besar yang kaya. Dan nona besar tidak mungkin datang sendiri seperti
mereka.



 



Mama menghampiri para gadis, Jack pun
mengikuti dari belakang.



 



MAMA



( Senyum )



Wah, jarang sekali
ada gadis muda seperti kalian



datang ke butik ini.
Kalau boleh tau, kalian mau gaun



untuk acara apa ?
Kalau saya tahu, saya bisa pilihkan



yang terbaik untuk
kalian.



 



PHOENIX



Lusa aku ulang
tahun, jadi … aku mau beli gaun untuk



pesta ulangtahunku.



 



SWALLOW



Apa ada yang murah
tapi bagus ?



 



MAMA



( Tersenyum )



Lusa kamu ulang
tahun ? Kebetulan sekali, lusa putriku



juga ulang tahun.
Baiklah, anggap saja sebagai hadiah 



ulang tahunmu. Kami
akan berikan potongan 50%. Mari,



saya tunjukkan karya
terbaik kami.



 



TWETTY



Nyonya, diskon hanya
berlaku untuk Phoenix, atau



Berlaku bagi kami
juga ?



 



MAMA



Tentu kalian juga
akan dapat diskon 50%, tapi hanya



berlaku hari ini
saja.



 



Swallow dan Twetty melompat girang, sedangkan
Phoenix hanya senyum sambil memperhatikan mama dengan seksama.



 



Mama mempersilahkan ketiga tamunya ke tempat
tertentu dan memperlihatkan tiga gaun pilihan kepada mereka.



 



MAMA



Ini karya-karya
terbaik kami, silahkan kalian pilih.



 



SWALLOW



( Menahan tawa, saking
senangnya )



Apa boleh dicoba
dulu ?



 



MAMA



( Senyum )



Tentu boleh.



 



Swallow dan Twetty segera mengambil satu
gaun pilihan mereka dan berlari ke kamar ganti. Sedangkan Phoenix hanya diam di
tempat sambil memperhatikan gaun yang tersisa dan sesekali memperhatikan mama.



 



MAMA



Kenapa ? Apa kamu
kurang suka yang ini ?



Sebenarnya, kami
punya satu yang terbaik,



tapi belum dijual
bebas. ( Seperti sedang berpikir )



Tapi … tidak
apa-apa, karena ini untuk pesta ulang



tahunmu, kami akan
menjualnya kepadamu.



( Kepada Jack )
Jack, tolong ambilkan gaun yang



digantung di kantor.



 



Jack mengangguk dan segera menjalankan
perintah mamanya. Phoenix masih memperhatikan mama dengan tatapan aneh.



 



MAMA



( Bingung )



Kenapa ?



 



PHOENIX



Ng … aku bingung,
nyonya, kenapa anda



mirip sekali dengan
mamiku ?



 



MAMA



( Tertawa )



Benarkah ?



 



Phoenix mengangguk, kemudian mengeluarkan
selembar foto dari dompetnya.



 



PHOENIX



( Sambil menunjuk
foto Mami 2 )



Ini mamiku.



 



MAMA



Ini … mamimu ?



 



PHOENIX



( Mengangguk )



Mirip sekali khan ?



 



Mama tersenyum dan segera memeluk Phoenix.



 



CUT TO :


Shan2 · 117 views · 0 comments
Categories: Episode 5#, Part 2
Episode 5# " Royal Flush Boutique " : Part 3
30 Oct 2007 


INT.
BENGKEL KING, GARASI – SIANG



Terlihat Machine, King dan Mulan sedang
sibuk mengutak atik mobil. Sedangkan Ace hanya duduk di samping sambil menyedot
softdrink-nya.



 



ACE



King, kamu yakin
kakimu sudah baikan ?



 



KING



( Dari bawah mobil )



Tentu saja, aku kan
cuma membetulkan mobil,



tidak balapan. Kamu
tenang saja, lusa juga



sudah sembuh total.



 



ACE



Bukannya aku tidak
percaya padamu, tapi sebelum



Kecelakaan kemarin
kamu juga bilang begitu.



 



MACHINE



( Juga dari bawah
mobil )



King, jangan bandel
! Tunggu sembuh baru balapan



lagi. Jangan
terburu-buru.



 



MULAN



( Sedang duduk di
dalam mobil )



Iya, harusnya
kemarin kamu tidak usah tanding, lagipula



Big Black tidak
datang. Padahal pertandingan itu baru seru



Kalau kalian bertiga
hadir. Sudah kurang satu, ditambah lagi



King kecelakaan,
benar-benar pertandingan yang buruk.



 



KING



( Senyum )



Baiklah, baiklah.
Mulai sekarang aku akan dengarkan kalian.



 



ACE



Begitu lebih baik.



 



Camera
movement.
Terlihat Cici
sedang melongok ke sana ke mari di depan bengkel. Setelah menemukan King, ia
pun masuk ke dalam.



 



CICI



( Senyum )



Hi, apa kabar semua
?



 



King, Machine dan Mulan segera menoleh.



 



ACE



( Beranjak dan
berdiri menghalangi Cici )



Buat apa kamu datang
ke sini ?



 



CICI



( Sambil mengacungkan
sebuah kantong putih )



Aku … mambawakan
makan siang untuk King.



 



Machine dan King segera keluar dari bawah
mobil.



 



MACHINE



Wah, bawa makanan
untuk King ? ( Menepuk



Pundak King ).
Beruntung sekali kamu disediakan



Makan siang oleh
seorang wanita cantik.



 



Cici tersenyum malu, King merasa tidak enak.



 



KING



Sebenarnya … ini
tidak perlu …



 



ACE



( Judes )



Tuh, kamu dengar kan
? King tidak mau, cepat



bawa pulang !



 



MACHINE



( Langsung merebut
kantong yang dibawa Cici )



King tidak mau, tapi
aku kan mau.



 



MULAN



( Segera keluar dari
mobil )



Kak, aku juga mau !



 



Cici berusaha merebutnya dari Machine, tapi
apa daya, Machine terlalu tinggi untuk dijangkau. Bersamaan dengan itu, datang
Nut dengan terengah-engah.



 



NUT



Cici … larimu …
cepat sekali.



 



MACHINE



( Melempar kantong
putih kepada Mulan )



Nona, ada yang
mencarimu, tuh !



 



Cici menoleh, tampangnya langsung tambah
kesal.



 



CICI



King, kapan kamu ada
di bengkel sendiri ?



 



MACHINE



Mana mungkin King
ada di bengkel sendiri ?



Setiap hari aku kan
di bengkel, malah King yang



sering nggak datang.



 



Camera
movement.
Tiba-tiba saja
Mulan sudah berdiri di depan Nut dengan segelas air dingin di tangannya.



 



MULAN



Kamu pasti haus.
Nih, minum !



 



Nut menatap segelas air dingin itu dengan
senyum gembira, tapi sedetik kemudian, ketika ia sadar tangan yang memegang
gelas itu penuh dengan oli berwarna hitam, wajahnya berubah menjadi jijik.



 



MULAN



( Galak )



Wei, dikasih minum
bukannya diambil ! Dasar



nggak sopan !



 



NUT



( Membuang muka )



Siapa bilang aku mau
terima.



 



MULAN



Dasar nggak tahu
diuntung !



 



Camera movement. Terlihat Cici sedang
berusaha mendekati King, tapi selalu dihalangi oleh Ace.



 



ACE



King, aku mau
bicara. Ayo, kita ke dalam !



Machine, di sini kau
yang tangani !



 



Ace pun mengajak King berbicara di dalam
kantor.



 



MACHINE



( Senyum )



Dengan senang hati.



 



Cici cemberut, melipat kedua tangannya dan
mondar mandir. Maksudnya berniat menunggu sampai King keluar.



 



INT.
BENGKEL KING, KANTOR KING – SIANG



Terlihat King dan Ace masuk ke dalam kantor.
King duduk di kursi di belakang meja besar, sedangkan Ace duduk di sofa.



 



KING



Mau bicara apa ?



 



ACE



Aku harap kamu nggak
berhubungan dengan putri-



putri perempuan
jahat itu.



 



KING



Ace, hubunganku
dengan mereka hanya saudara tiri,



tidak lebih.



 



ACE



Tapi kamu terlalu
memberi harapan kepada mereka.



Kamu terlalu baik.



 



KING



Lalu, aku harus
bagaimana ? Marah-marah tanpa sebab ?



 



ACE



King, jangan bilang
kamu nggak bisa bersikap dingin kepada



wanita. Sudah
ratusan wanita kamu tolak dan sudah ratusan



wanita pula menangis
karena kamu. Tapi kamu sama sekali



peduli Kenapa
sekarang kamu berubah ?



 



KING



Aku cuma … mereka
kan masih saudara kita, Ace. Satu-



Satunya sanak
saudara yang kita punya. Aku hanya



Menganggap mereka
sebagai saudara, seperti Mulan.



 



ACE



Ya, tapi kamu nggak
tahu, Mula itu berbeda dengan



Wanita lain. Dia itu
tomboi, dia itu seperti laki-laki.



Tapi Queen dan Cici
itu wanita tulen.



 



KING



Ace, aku nggak
pernah lupa pesan papa. Aku nggak



pernah lupa kalau
wanita itu hanya akan membawa



penderitaan. Jangan
khawatir.



 



ACE



Aku harap kata-katamu
benar.



 



CUT TO :



 



INT.
RUMAH QUEEN, RUANG TAMU – SORE



Terlihat Queen berjalan masuk dengan lesu.



 



MAMA



Kenapa ? Kok
kelihatannya lelah sekali ?



 



QUEEN



( Menoleh ke arah
sofa )



Mama, kok sudah
pulang ?



 



MAMA



( Senyum )



Ya, tadi mama ketemu
dengan putri tante,



jadi mama ajak makan
siang di rumah.



 



QUEEN



( Berjalan menuju
sofa )



Ooo … ( Tersentak )
Tante … saudara kembar



mama itu ?



 



 MAMA



( Mengangguk )



Iya, putrinya sudah
besar. Usianya sama denganmu.



Dan yang lebih
mengejutkan, tanggal lahirnya pun



sama denganmu.



 



QUEEN



( Duduk di sebelah
mama )



Benarkah ?



 



MAMA



Iya … dia mau
merayakan pesta ulang tahun di



rumahnya, makanya
dia beli gaun di butik mama.



Kamu juga mau
diadakan pesta ulang tahun ?



 



QUEEN



( Menggeleng pelan )



Aku nggak perlu
pesta.



 



MAMA



Lalu, kamu mau apa ?
Oh, kamu mau hadiah, ya ?



Mau hadiah apa ?
Nanti mama belikan.



 



QUEEN



( Menggeleng cepat )



Aku nggak mau pesta,
aku juga nggak mau hadiah.



Aku cuma mau papa
pulang untuk mengucapkan



selamat ulang tahun
padaku.



 



MAMA



( Senyum )



Papa sudah janji,
dia pasti datang.



 



QUEEN



( Cemberut )



Tapi, tahun kemarin
… papa juga bilang begitu.



Lalu, dua tahun yang
lalu juga begitu, lalu …



tiga tahun yang lalu
juga begitu … Dan setiap kali



papa selalu nggak
dateng.



 



MAMA



( Memeluk Queen )



Percaya sama mama,
tahun ini, papa pasti datang.



 



Sementara itu, dari luar rumah terdengar
suara-suara bising, alias suara Jack berteriak-teriak.



 



INT.
RUMAH QUEEN, HALAMAN DEPAN RUMAH – SORE



Terlihat Jack berdiri di depan pagar bagian
dalam sambil bertolak pinggang. Sedangkan di luar pagar berdiri tiga orang
laki-laki dengan gaya mereka masing-masing. Di paling kiri adalah Left, di
kanan berdiri Right dan di tengah sudah pasti adalah Tuan Muda Yang Mulia Ten.



 



JACK



Ten, sudah kubilang,
masalah balapan, biar kita



Bicarakan di tempat
lain.



 



RIGHT



Maaf sekali, hari
ini Tuan Muda Ten bukan mau



Membicarakan masalah
balapan.



 



JACK



Kalau bukan masalah
balapan, lalu masalah apa ?



 



LEFT



Sama sekali nggak
berkaitan denganmu.



 



Beberapa saat kemudian, mama dan Queen sudah
berdiri di depan pintu.



 



MAMA



Jack, kamu
bertengkar dengan siapa ?



 



JACK



Bukan siapa-siapa,
ma … cuma orang iseng.



 



Mama dan Queen berjalan mendekat agar bisa
melihat siapa gerangan yang berdiri di luar pagar.



 



MAMA



( Kepada Jack )



Sejak kapan kamu
bersikap tidak sopan kepada tamu



Mama ?



 



JACK



( Bingung )



Tamu mama ?



 



MAMA



( Senyum, kepada Ten
)



Ten, kamu rupanya.
Ayo, silahkan masuk ! ( Kepada



Jack ) Jack, tunggu
apa lagi ? Buka pagarnya, supaya



Ten bisa masuk.



 



Jack menatap Queen, kemudian menucapkan kata
“ Tamu mama “ tanpa suara. Queen mengangkat bahu tanda tak tahu.



 



Kemudian, Jack membuka pagar dan Ten pun
masuk dengan gaya sombongnya.



 



INT.
RUMAH QUEEN, RUANG TAMU – SORE



Terlihat mama, Jack, Queen, Ten, Right dan
Left sedang duduk di sofa dengan formasinya masing-masing.



 



MAMA



( Kepada Queen dan
Jack )



Kalian tahu siapa
Ten ini ?



 



Queen menggeleng, Jack acuh tak acuh. Ten
terlihat sangat bangga karena dirinya sedang jadi bahan pembicaraan, begitu
juga dengan kedua pengawalnya.



 



MAMA ( CON’T )



Ten adalah putra
teman baik mama. Bahkan, nama



Ten itu adalah nama
pemberian mama.



 



TEN



( Senyum )



Tante, kapan-kapan,
aku boleh kan main-main ke sini ?



 



MAMA



( Tertawa )



Oh, tentu saja. Kamu
dan Queen kan seumur, jadi



pasti lebih gampang
akrab. ( Kepada Jack ) Jack,



lain kali nggak
boleh bersikap begitu lagi kepada Ten.



 



JACK



( Cuek )



Hm …



 



TEN



Oya, tante. Beberapa
hari yang lalu, aku baru saja pindah



Ke kampus yang sama
dengan Queen. Apa boleh aku minta



Petunjuk Queen,
karena aku kan baru di sana.



 



MAMA



( Senyum )



Boleh … tentu boleh
… Queen juga pasti bersedia.



( Kepada Queen ) Iya
kan, Queen ?



 



QUEEN



( Bingung )



Ng … I … iya …



 



Jack yang duduk di sebelah Queen langsung
melotot.



 



CUT TO :


Shan2 · 96 views · 2 comments
Categories: Episode 5#, Part 3

1, 2  Next page

Last Comment

You will become more and more ...

2010-03-10 @ 01:49:18 am
by mai


You will become more and more ...

2010-03-09 @ 07:21:29 am
by hg


You will become more and more ...

2010-03-08 @ 12:59:35 am
by HB


You will become more and more ...

2010-03-05 @ 09:38:22 am
by HB


It's not so simply to make ...

2010-02-18 @ 07:46:27 pm
by SB20Chloe


Calendar

March 2010
SunMonTueWedThuFriSat
 << < > >>
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031   

Google Adsense

Announce

Who's Online?

Member: 0
Visitor: 1

rss Syndication

Archives