EXT.
BENGKEL KING, SEKITAR BENGKEL KING SORE
Terlihat seorang cewek berambut panjang
sedang berjalan sambil melipat kedua tangannya ke sana kemari, di belakangnya
ada seorang cowok cute berlesung pipi yang terus mengikutinya.
NUT
Cici, kamu mau ke mana ? Lebih baik kamu
ikut aku
pulang.
CICI
Aku nggak mau !
NUT
Terus kamu mau ke mana ?
CICI
Bukan urusanmu ! Jangan ikuti aku terus !
INT.
BENGKEL KING SORE
Terlihat King sedang berjalan keluar dengan
tongkat bantunya. Di sampingnya ada Machine yang menolongnya.
MACHINE
King, kamu yakin bisa pulang sendiri ?
KING
( Tersenyum )
Tadi kan aku juga datang sendiri. Tenang
saja,
aku tidak selemah itu.
EXT.
BENGKEL KING SEKITAR BENGKEL KING SORE
Terlihat Cici yang pusing karena terus
diikuti Nut, ia terus menggeleng-gelengkan kepalanya sampai ia melihat KING !
Cici segera menghampiri KING dan Nut mengikutinya dari belakang.
EXT.
BENGKEL KING, DEPAN BENGKEL KING SORE
Terlihat King sedang berjalan
perlahan-lahan. Di belakangnya Machine sedang berjalan menuju bengkel tanpa
menoleh ke belakang.
CICI
( O.S. )
KING !!!
King yang tadinya menatap ke tanah,
memperhatikan langkahnya, kini mengalihkan perhatiannya kepada Cici yang
berdiri beberapa meter di depannya.
Cici berlari mendekati King dan Nut masih
mengikuti dari belakang.
CICI
King, kok kamu masih pakai tongkat ?
Bukankah
waktu itu lukanya sudah mau sembuh ?
KING
( Bingung )
Anda
CICI
Aku Cici
waktu kamu terluka dulu, aku yang
merawatmu. Masih ingat ?
NUT
( Dengan sinis menatap King )
Dasar tidak tahu balas budi, melihat
penolongmu
malah pura-pura tidak kenal.
Cici berbalik dan mengisyaratkan kode agar
Nut menutup mulutnya.
KING
Oh, rupanya anda ini nona yang waktu itu ?
Maaf
CICI
( Senyum )
Nggak pa pa. Oya, kamu mau ke mana ? Biar
aku antar.
KING
Terima kasih. Saya bisa pulang sendiri.
CICI
( Memegangi tongkat King )
Nggak pa pa, kok ! Aku nggak keberatan.
NUT
Cici
CICI
( Kepada Nut )
Ssttt !
KING
Rumah saya dekat, kok ! Cuma beberapa blok
dari sini.
CICI
( Ketawa )
Nah, karena dekat, kamu harus biarkan aku
menolongmu.
NUT
Sudahlah Cici, kelihatan sekali orang ini
tidak tahu
balas budi. Mana mungkin dia mau kamu ikuti
?
Dia pasti takut kamu minta imbalan kalau
sudah
sampai rumahnya nanti.
CICI
( Menoleh kepada Nut )
Ssttt
KING
Ah, baiklah ! Waktu itu nona menolong saya,
saya belum sempat membalas. Sekarang biar
saya
jamu nona makan di rumah saya, bagaimana ?
CICI
( Ketawa )
Dengan senang hati.
EXT.
RUMAH QUEEN, SEKITAR RUMAH QUEEN - SORE
Terlihat King, Cici dan Nut sedang berjalan
di pinggir jalan. Cici membantu King dari samping, sedangkan Nut mengikuti
mereka dari belakang dengan tampang kesal.
CICI
Rupanya rumahmu di daerah sini, ya ? Kok aku
nggak
pernah liat kamu di sekitar perumahan ini ?
KING
Aku baru pindah ke sini. Dulu
aku tidak
tinggal di sini.
Tapi, tidak disangka, ternyata bengkelku
dekat dengan
rumah ini.
CICI
Lho, jadi kamu pindah ke sini bukan supaya
lebih
dekat dengan bengkel ?
KING
( Menggeleng )
Masalah keluarga.
CICI
( Manggut-manggut )
Ooo
Beberapa meter sebelum rumah Queen, Cici
terlihat gelisah, khawatir akan ada seseorang keluar dari rumah itu dan
mengenalinya. Kemudian mereka pun sampai di depan rumah Queen.
CICI
Rumahmu yang mana ?
KING
( Menunjuk rumah Queen )
Ini dia. Sudah sampai. Ayo, silahkan masuk !
Cici melepaskan tangannya yang sedaritadi
memegangi tangan King. King berjalan masuk, namun Cici hanya berdiri di depan
rumah dan terpaku. Nut berdiri di samping Cici dam memperhatikan rumah di
depannya dari atas ke bawah.
NUT
Wah, rupanya dia orang kaya, ya ! Rumahnya
besar sekali !
KING
( Menoleh )
Ayo, silahkan masuk !
Cici tetap terpaku dan menggelengkan kepalanya.
Nut masih sibuk dengan sikap noraknya.
KING
( Bingung )
Kenapa ?
Tiba-tiba terdengar suara motor yang tak
asing lagi. Yaitu suara motor Jack.
JACK
( O.S. )
CICI !
QUEEN
( O.S. )
KAK CICI !!
Terlihat Jack memarkirkan motornya di depan
pagar. Queen segera turun dari motor dan menghampiri Cici, begitu juga Jack.
King melirik ke depan pagar dan mendapati
Jack dan Queen sudah ada di sana.
KING
Rupanya
kalian kenal, ya ?
JACK
Jangan bercanda, tentu saja kami kenal. Dia
ini
kan kakak besar kami, CICI.
KING
( Bingung )
Kakak besar ?
CUT
TO :
INT.
RUMAH QUEEN, RUANG TAMU - MALAM
Terlihat Jack, Queen, King, Ace, Mama, Cici
dan Nut sedang duduk di sofa.
MAMA
Cici, kamu kan sudah besar. Jangan main
lagi,
pulang saja ke rumah.
QUEEN
Iya, kak. Kakak pulang saja.
JACK
Jangan banyak tingkah lagi.
Cici hanya diam sambil memperhatikan King.
CICI
Jadi, King tinggal di sini ?
MAMA
( Melirik King, kemudian Cici )
Ya. King tinggal di sini. Ace juga.
CICI
Baiklah, kalau begitu aku akan tinggal.
NUT
( Berdiri )
Aku juga mau tinggal di sini. Di mana ada
Cici,
di sana ada Nut !
CICI
Jangan, kamu pulang saja sana !
MAMA
( Kepada Cici )
Selama ini kamu tinggal di rumahnya ?
CICI
( Mengangguk )
Iya.
MAMA
Baiklah, dia boleh tinggal, asal kamu
melanjutkan
kuliah kedokteranmu.
CICI
Tapi
NUT
( Meloncat girang )
HORE !! Aku akan tinggal di istana !!
CICI
( V.O. )
( Memperhatikan Nut dengan wajah kesal )
Tapi aku tidak mengharapkan orang ini
tinggal.
Queen tersenyum melihat tingkah Nut,
sedangkan Jack acuh tak acuh. King tertawa dan Ace menatap sinis.
CUT
TO :
Syndication
2010-03-10 @ 01:49:18 am
by mai
You will become more and more ...
2010-03-09 @ 07:21:29 am
by hg
You will become more and more ...
2010-03-08 @ 12:59:35 am
by HB
You will become more and more ...
2010-03-05 @ 09:38:22 am
by HB
It's not so simply to make ...
2010-02-18 @ 07:46:27 pm
by SB20Chloe