Royal Flush

Posts displayed of the category: Episode 4#

Episode 4# " Rumah Seni " : Part 3
30 Oct 2007 


EXT.
BENGKEL KING, SEKITAR BENGKEL KING – SORE



Terlihat seorang cewek berambut panjang
sedang berjalan sambil melipat kedua tangannya ke sana kemari, di belakangnya
ada seorang cowok cute berlesung pipi yang terus mengikutinya.



 



NUT



Cici, kamu mau ke mana ? Lebih baik kamu
ikut aku



pulang.



 



CICI



Aku nggak mau !



 



NUT



Terus kamu mau ke mana ?



 



CICI



Bukan urusanmu ! Jangan ikuti aku terus !



 



INT.
BENGKEL KING – SORE



Terlihat King sedang berjalan keluar dengan
tongkat bantunya. Di sampingnya ada Machine yang menolongnya.



 



MACHINE



King, kamu yakin bisa pulang sendiri ?



 



KING



( Tersenyum )



Tadi kan aku juga datang sendiri. Tenang
saja,



aku tidak selemah itu.



 



EXT.
BENGKEL KING – SEKITAR BENGKEL KING – SORE



Terlihat Cici yang pusing karena terus
diikuti Nut, ia terus menggeleng-gelengkan kepalanya sampai ia melihat KING !
Cici segera menghampiri KING dan Nut mengikutinya dari belakang.



 



EXT.
BENGKEL KING, DEPAN BENGKEL KING – SORE



Terlihat King sedang berjalan
perlahan-lahan. Di belakangnya Machine sedang berjalan menuju bengkel tanpa
menoleh ke belakang.



 



CICI
( O.S. )



KING !!!



 



King yang tadinya menatap ke tanah,
memperhatikan langkahnya, kini mengalihkan perhatiannya kepada Cici yang
berdiri beberapa meter di depannya.



 



Cici berlari mendekati King dan Nut masih
mengikuti dari belakang.



 



CICI



King, kok kamu masih pakai tongkat ?
Bukankah



waktu itu lukanya sudah mau sembuh ?



 



KING



( Bingung )



Anda …



 



CICI



Aku Cici… waktu kamu terluka dulu, aku yang



merawatmu. Masih ingat ?



 



NUT



( Dengan sinis menatap King )



Dasar tidak tahu balas budi, melihat
penolongmu



malah pura-pura tidak kenal.



 



Cici berbalik dan mengisyaratkan kode agar
Nut menutup mulutnya.



 



KING



Oh, rupanya anda ini nona yang waktu itu ?
Maaf …



 



CICI



( Senyum )



Nggak pa pa. Oya, kamu mau ke mana ? Biar
aku antar.



 



KING



Terima kasih. Saya bisa pulang sendiri.



 



CICI



( Memegangi tongkat King )



Nggak pa pa, kok ! Aku nggak keberatan.



 



NUT



Cici …



 



CICI



( Kepada Nut )



Ssttt !



 



KING



Rumah saya dekat, kok ! Cuma beberapa blok
dari sini.



 



CICI



( Ketawa )



Nah, karena dekat, kamu harus biarkan aku
menolongmu.



 



NUT



Sudahlah Cici, kelihatan sekali orang ini
tidak tahu



balas budi. Mana mungkin dia mau kamu ikuti
?



Dia pasti takut kamu minta imbalan kalau
sudah



sampai rumahnya nanti.



 



CICI



( Menoleh kepada Nut )



Ssttt …



 



KING



Ah, baiklah ! Waktu itu nona menolong saya,



saya belum sempat membalas. Sekarang biar
saya



jamu nona makan di rumah saya, bagaimana ?



 



CICI



( Ketawa )



Dengan senang hati.



 



EXT.
RUMAH QUEEN, SEKITAR RUMAH QUEEN - SORE



Terlihat King, Cici dan Nut sedang berjalan
di pinggir jalan. Cici membantu King dari samping, sedangkan Nut mengikuti
mereka dari belakang dengan tampang kesal.



 



CICI



Rupanya rumahmu di daerah sini, ya ? Kok aku
nggak



pernah liat kamu di sekitar perumahan ini ?



 



KING



Aku baru pindah ke sini. Dulu … aku tidak
tinggal di sini.



Tapi, tidak disangka, ternyata bengkelku
dekat dengan



rumah ini.



 



CICI



Lho, jadi kamu pindah ke sini bukan supaya
lebih



dekat dengan bengkel ?



 



KING



( Menggeleng )



Masalah keluarga.



 



CICI



( Manggut-manggut )



Ooo…



 



Beberapa meter sebelum rumah Queen, Cici
terlihat gelisah, khawatir akan ada seseorang keluar dari rumah itu dan
mengenalinya. Kemudian mereka pun sampai di depan rumah Queen.



 



CICI



Rumahmu yang mana ?



 



KING



( Menunjuk rumah Queen )



Ini dia. Sudah sampai. Ayo, silahkan masuk !



 



Cici melepaskan tangannya yang sedaritadi
memegangi tangan King. King berjalan masuk, namun Cici hanya berdiri di depan
rumah dan terpaku. Nut berdiri di samping Cici dam memperhatikan rumah di
depannya dari atas ke bawah.



 



NUT



Wah, rupanya dia orang kaya, ya ! Rumahnya



besar sekali !



 



KING



( Menoleh )



Ayo, silahkan masuk !



 



Cici tetap terpaku dan menggelengkan kepalanya.
Nut masih sibuk dengan sikap noraknya.



 



KING



( Bingung )



Kenapa ?



 



Tiba-tiba terdengar suara motor yang tak
asing lagi. Yaitu suara motor Jack.



 



JACK
( O.S. )



CICI !



 



QUEEN
( O.S. )



KAK CICI !!



 



Terlihat Jack memarkirkan motornya di depan
pagar. Queen segera turun dari motor dan menghampiri Cici, begitu juga Jack.



 



King melirik ke depan pagar dan mendapati
Jack dan Queen sudah ada di sana.



 



KING



Rupanya … kalian kenal, ya ?



 



JACK



Jangan bercanda, tentu saja kami kenal. Dia
ini



kan kakak besar kami, CICI.



 



KING



( Bingung )



Kakak besar ?



 



CUT
TO :



 



INT.
RUMAH QUEEN, RUANG TAMU - MALAM



Terlihat Jack, Queen, King, Ace, Mama, Cici
dan Nut sedang duduk di sofa.



 



MAMA



Cici, kamu kan sudah besar. Jangan main
lagi,



pulang saja ke rumah.



 



QUEEN



Iya, kak. Kakak pulang saja.



 



JACK



Jangan banyak tingkah lagi.



 



Cici hanya diam sambil memperhatikan King.



 



CICI



Jadi, King tinggal di sini ?



 



MAMA



( Melirik King, kemudian Cici )



Ya. King tinggal di sini. Ace juga.



 



CICI



Baiklah, kalau begitu aku akan tinggal.



 



NUT



( Berdiri )



Aku juga mau tinggal di sini. Di mana ada
Cici,



di sana ada Nut !



 



CICI



Jangan, kamu pulang saja sana !



 



MAMA



( Kepada Cici )



Selama ini kamu tinggal di rumahnya ?



 



CICI



( Mengangguk )



Iya.



 



MAMA



Baiklah, dia boleh tinggal, asal kamu
melanjutkan



kuliah kedokteranmu.



 



CICI



Tapi …



 



NUT



( Meloncat girang )



HORE !! Aku akan tinggal di istana !!



 



CICI
( V.O. )



( Memperhatikan Nut dengan wajah kesal )



Tapi aku tidak mengharapkan orang ini
tinggal.



 



Queen tersenyum melihat tingkah Nut,
sedangkan Jack acuh tak acuh. King tertawa dan Ace menatap sinis.



 



CUT
TO :


Shan2 · 270 views · 4 comments
Categories: Episode 4#, Part 3
Episode 4# " Rumah Seni " : Part 4
30 Oct 2007 


INT.
RUMAH NU NU, KAMAR NU NU – MALAM



Terlihat Nu Nu sedang memegang gagang
telepon dengan tampang kaget.



 



NU
NU



Jadi, Cici pernah menolong King ? Mereka
udah



kenal ?



 



INT.
RUMAH QUEEN, KAMAR QUEEN – MALAM



Terlihat Queen sedang duduk di pinggir
ranjangnya sambil memegangi gagang telepon.



 



QUEEN



Yah, kira-kira seperti itulah.



 



NU
NU ( O.S. )



Queen, kamu masih ingat kan kata-kata kamu
di



taman dulu ?



 



QUEEN



( Mencoba mengingat )



Yang mana ?



 



INT.
RUMAH NU NU, KAMAR NU NU - MALAM



 



NU
NU



Kamu bilang, kalau ketemu cowok yang suka
kucing



akan menjadikan dia sebagai pacarmu. Itu
berarti



kamu harus mengejar King. Tapi sekarang
tiba-tiba



aja kakakmu Cici pulang dengan King,
ternyata



mereka kenal. Dan anehnya, Cici mau pulang
ketika



tahu King tinggal di rumahmu. Aku merasa
Cici



menyukai King. Mereka kan sudah kenal. Siapa
yang



tahu apa saja yang sudah mereka alami
bersama.



 



QUEEN
( O.S. )



Nu … kamu terlalu banyak pikir.



 



NU
NU



Percaya deh, Queen. Kalau Cici menyukai
King, dia pasti



akan menjauhkanmu darinya. Saat itu kamu
akan menyesal



karena nggak menyatakan perasaanmu sama
King.



 



QUEEN
( O.S. )



Tapi … aku merasa … aku nggak tau … pokoknya
…



Aku bingung, Nu …



 



NU
NU



Kamu nggak usah bingung. Sekarang jawab aja
pertanyaanku.



Sebenarnya kamu suka nggak sama King ?



 



INT.
RUMAH QUEEN, KAMAR QUEEN – MALAM



Terlihat Queen sedang menggigit jarinya,
seperti sedang berpikir.



 



QUEEN



Aku …



 



Suara pintu mengalihkan perhatian Queen,
Queen menoleh ke arah pintu. Dilihatnya Ace tersenyum sambil melambaikan
tangannya.



 



QUEEN
( CON’T )



Nu … dah dulu, ya … Jack datang …



 



NU
NU ( O.S. )



( Bersemangat )



JACK ??



 



QUEEN



Oke, bye …



 



Queen menekan salah satu tombol dalam
telepon sehingga teleponnya terputus. Kemudian ia meletakkan gagang telepon itu
pada tempatnya.



 



Ace sudah duduk di samping ranjang Queen
sambil memperhatikan Queen.



 



ACE



Kenapa ? Kok tampangmu aneh ?



 



QUEEN



Kamu … Love khan ?



 



ACE



( Senyum )



Kalau aku Spade, mana mungkin aku mau
dekat-dekat



denganmu ?



 



QUEEN



( Menghela napas )



Syukurlah … oya, ada apa kamu mencariku ?



 



ACE



Memang kalau nggak ada apa-apa nggak boleh
mencarimu ?



 



QUEEN



Ng …



 



ACE



( Ketawa )



Aku cuma mau memperingatkanmu.



 



QUEEN



Memperingatkan ?



 



ACE



Sebenarnya … aku nggak begitu suka sama kakakmu
itu.



 



QUEEN



( Ketawa )



Jack ?



 



ACE



Jack sih udah pasti. Masalahnya … aku juga
nggak suka Cici.



Sepertinya … dia ingin mendekati King.



 



QUEEN



( Senyum )



Coba aku pastikan dulu. Kamu Love kan ? Kok
kamu mirip Spade ?



 



ACE



( Menghela napas )



Entahlah. Sebenarnya … seharusnya aku senang
kalau ada



cewek yang mendekati King, karena aku ingin
dia jadi lelaki



normal yang nggak benci wanita. Tapi … entah
kenapa …



aku sedikit khawatir melihat sikap kakakmu.
Sepertinya



dia punya maksud tersembunyi.



 



FLASHBACK



 



INT.
RUMAH QUEEN, DEPAN KAMAR QUEEN – SORE



Ace mendekati Queen dan tersenyum sinis.



 



ACE



Aku tahu kau punya niat buruk, tapi jangan



harap bisa macam-macam sama King, ya !



 



FLASHBACK
BERAKHIR



 



QUEEN



( Tertawa, memperhatikan Ace dengan seksama
)



Tau nggak, aku merasa kamu dan Spade itu
bener-bener mirip.



Memang sebenarnya kalian adalah orang yang
sama.



Kenapa kalian harus berpisah ?



 



ACE



Nona, tolong, deh ! Kita lagi membicarakan
King, bukan



membicarakan aku.



 



QUEEN



( Tertunduk )



Meskipun aku nggak kenal kakakku, tapi aku
merasa dia



nggak mungkin berbuat jahat.



 



ACE



Berbuat jahat sih enggak, cuma … aku takut
dia akan



memperngaruhi King.



 



QUEEN



Mempengaruhi gimana ? Dan … untuk apa ?



 



ACE



Pokoknya … aku merasa dia nggak suka sama
kamu dan Jack.



Jadi, dia akan menjauhkan King dari kalian.



 



QUEEN



Kenapa ?



 



ACE



Mana kutahu ? Kalau aku tahu pasti sudah
kucegah.



 



QUEEN



( Mengalihkan pembicaraan )



Ace, kenapa King bisa terluka ?



 



ACE



Waktu itu …



 



DISSOLVE
TO :



 



INT.
RUMAH KING, RUANG TAMU – SIANG



Terlihat Papa sedang membawa dua tas besar
dan di sampingnya tergeletak beberapa koper besar.



 



PAPA



Kalian yakin bisa sendiri ?



 



KING



( Senyum )



Papa tenang saja. Kami sudah dewasa, tentu
bisa



mengurus diri sendiri. Papa sudah lama
bekerja keras.



Ini saatnya Papa berlibur.



 



ACE



Iya, Papa bersenang-senang saja, jangan
pikirkan kami.



 



Papa memeluk King dan Ace, kemudian berjalan
mundur sambil melambaikan tangannya.



 



DISSOLVE
TO :



 



EXT.
JALANAN ASING, SEKITAR JURANG – SORE



Terlihat King sedang mengendarai motor di
sebuah jalan kecil. Di kedua telinganya tergantung earphone yang tersambung ke
handphonenya yang diletakkan di dalam saku celananya.



 



Tangan kiri King menekan tombol yang
earphone. Musik yang tadi didengarkannya hilang dan berganti suara seseorang
yang meneleponnya.



 



KING



Halo …



 



MACHINE
( O.S. )



( Terdengar cemas )



King, pesawat yang dinaiki guru jatuh. Dan …
nama guru



masuk dalam daftar nama korban yang
meninggal dunia.



 



KING



APA ??



 



King kehilangan kendali, stress langsung
melanda dirinya. Tiba-tiba ia melihat pohon besar ada di depannya, King
berusaha mengelakkan motornya agar tidak menabrak pohon. Tapi akibatnya, King
malah jatuh ke dalam jurang.



 



DISOLVE
TO :



 



FLASHBACK
BERAKHIR


Shan2 · 135 views · 1 comment
Categories: Episode 4#, Part 4
Episode 4# " Rumah Seni " : Part 5
30 Oct 2007 


INT.
RUMAH QUEEN, KAMAR QUEEN – MALAM



Terlihat Ace dengan wajah sedihnya. Queen
duduk di depan Ace dan memperhatikannya dengan serius.



 



ACE



King sangat shock dengan kabar kematian
Papa.



Sehingga ia jatuh ke dalam jurang.



 



QUEEN



Maaf, jadi bikin kamu mengingat kisah yang



menyedihkan.



 



ACE



( Tersenyum tipis, mengusap air matanya



yang ternyata sudah menetes )



Nggak pa pa.



 



QUEEN



King terpukul sampai begitu, pasti dia
sangat



Menyayangi papanya.



 



ACE



Ya. Sejak kecil King sangat dekat dengan
papa.



 



Mendengar kata-kata Ace, Queen malah berubah
menjadi sedih.



 



QUEEN



Setidaknya King lebih beruntung daripada
aku.



Sejak kecil … aku sama sekali nggak mengenal
papaku.



Dia sering pulang pergi ke luar negeri. Dan
kalaupun



dia pulang ke rumah, ia hanya akan berada di
dalam



ruang kerjanya selama berjam-jam. Dan nggak
ada yang



berani mengganggunya.



 



Tanpa terasa, air mata Queen mengalir deras.
Ace yang simpati segera memeluk Queen.



 



ACE



( Senyum )



Jangan sedih. Mulai sekarang kan ada aku.
Aku



pasti akan menemanimu. Kamu boleh menganggap



aku sebagai kakak ataupun papa. Bahkan mau
anggap



kakek juga boleh.



 



QUEEN



( Melepaskan pelukan Ace dan tertawa )



Kakek ?



 



ACE



( Tertawa )



Tuh kan kamu ketawa.



 



QUEEN



Andai kamu bisa jadi Love terus.



 



ACE



Aku akan jadi Love kalau nggak ada King di
sampingku.



( Seperti teringat sesuatu ) Eh, bagaimana
kalau kita



janjian saja ?



 



QUEEN



Janjian ?



 



ACE



( Tersenyum dan mengangguk )



Iya, setiap malam kita janjian di suatu
tempat. Dan



nggak boleh ada orang yang tau.



 



QUEEN



Buat apa ?



 



ACE



Buat apa ? Ya supaya kamu bisa ketemu aku.
Dari pagi



Sampai malam, biasanya aku ada di studio.
Dan kalau



Di rumah, aku pasti ketemu King. Jadi aku
akan jadi



Spade. Supaya aku nggak jadi Spade, kita
janjian



aja di luar. Jadi aku akan jadi Love setiap
hari.



Kamu bisa curhat apaaaa aja sama aku. Dan
aku nggak



bakal ceritain ke orang lain. Gimana ?



 



QUEEN



( Tersenyum )



Oke !



 



Frame berhenti. Muncul tulisan dari samping “ BERSAMBUNG “.



 



FADE
OUT TO :



 


Shan2 · 221 views · 15 comments
Categories: Episode 4#, Part 5

Previous page  1, 2

Last Comment

Calendar

February 2012
SunMonTueWedThuFriSat
 << < > >>
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
26272829   

Google Adsense

Announce

Who's Online?

Member: 0
Visitor: 1

rss Syndication

Archives