Royal Flush

Posts displayed of the category: Part 4

Episode 1# Cowok yang suka kucing : Part 4
21 Oct 2007 

INT. RUMAH QUEEN, KAMAR QUEEN – MALAM

Terlihat Queen terduduk di atas ranjangnya sambil memegang gagang telepon.


QUEEN

Aku juga nggak tau kenapa. Kelihatannya

Jack benci sekali sama mereka.


NU NU ( O.S. )

Queen, udah dulu, yah ! Aku dipanggil mama.


QUEEN

Oke, bye !


Kemudian ia menutup telepon dan meletakkan gagang telepon itu di tempatnya. Lalu gadis manis itu mencoba tidur di ranjangnya, sambil membayangkan pertemuannya dengan Queen tadi sore.


FLASHBACK


EXT. TAMAN DEKAT KAMPUS, TENGAH-TENGAH TAMAN – SORE

Terlihat King yang sedang bermain dengan Xiao Hu. Di sampingnya terdapat tumpukan koper dan tasnya King dan Ace.


NU NU

( Dengan suara lantang )

Hei, kamu suka kucing, ya ?


KING

( Tanpa menatap Nu Nu, masih terus sibuk

bermain dengan Xiao Hu )

Suka sekali.


FLASHBACK BERAKHIR


INT. RUMAH QUEEN, KAMAR QUEEN – MALAM

Terlihat Queen yang sedang terbaring di ranjangnya yang besar tersenyum-senyum sendiri. Kemudian ia mematikan lampu kamarnya sehingga seluruh kamar menjadi gelap.


Sesaat kemudian, ditengah-tengah kegelapan, Queen mendengar suara pintu dibuka. Ia membuka matanya yang tadinya terpejam, kemudian berniat menyalakan lampu.


Tepat saat ia menekan saklar lampu, sehingga lampu kamar menyala, mulutnya dibungkam oleh sebuah tangan. Ternyata Ace yang sudah duduk di sebelah ranjangnya yang membungkam mulutnya.


ACE

( Setengah berbisik )

Jangan teriak. Aku tidak bermaksud jahat.


Queen melirik Ace, seraya berusaha melepaskan tangan Ace. Tapi Ace terlalu kuat, meskipun Queen sudah mengerahkan kedua tangannya untuk menarik tangan Ace, tetap saja gagal.


ACE

( Tersenyum )

Kalau kamu janji nggak teriak. Aku akan

melepaskan tanganku.


Queen menganggukkan kepalanya.


ACE

Janji nggak akan teriak ?


Queen kembali mengangguk.


ACE

Nggak bohong ?


Queen menggeleng.


Ace pun perlahan-lahan melepaskan tangannya. Setelah tangan Ace lepas, Queen menghela napas dan kemudian teriak.


QUEEN

Aaahhhh !!


Ace kembali membungkam Queen.


ACE

Sudah kubilang jangan teriak. Aku tau kau suka King.


Queen melotot.


QUEEN ( V.O )

Kenapa dia bisa tahu ?


Terdengar suara Jack dari luar kamar.


JACK ( O.S. )

Queen, kau tidak apa-apa ?


ACE

Jangan sampai Jack tau aku ada di sini. Atau

aku akan bilang sama King kalau kamu suka dia.


Queen menggeleng kencang. Ace segera melepaskan tangannya dan berjalan menuju pintu. Ia bersembunyi di balik pintu.


Sesaat kemudian pintu terbuka, kepala Jack melongok dari luar. Di balik pintu terlihat Ace sedang memberi aba-aba berupa ancaman kepada Queen.


JACK

Kenapa berteriak ?


QUEEN

( Senyum terpaksa, sesekali melirik Ace )

Nggak pa pa. Tadi ada kecoa, tapi udah pergi, kok.


JACK

( Tersenyum )

Ternyata cuma kecoa ? Aku kira ada penyusup.

Kunci kamarmu. Aku curiga dua orang itu akan menyusup

ke kamarmu dan mengganggumu.


Queen mengangguk, ia pun beranjak dari ranjangnya dan menghampiri Jack yang masih melongok dari luar.


QUEEN

Iya, kakak tidur saja. Habis ini aku kunci.


JACK

Ya sudah, selamat malam. Mimpi indah, ya.


Queen mengangguk sambil tersenyum. Jack pun pergi. Terdengar suara langkah kakinya mulai menjauh. Queen menghela napas lega, ia menutup pintu dan menguncinya.


Sedangkan Ace, tiba-tiba saja sudah berada di ranjang Queen. Queen menghampirinya.


QUEEN

( Berbisik )

Sebenarnya mau apa sih kamu ke sini ?


ACE

( Senyum, mencubit pipi Queen )

Kamu manis sekali. Tentu saja aku mau menemuimu.


QUEEN

( Mengusap-usap pipinya )

Jangan begitu, sakit tau.


ACE

( Ketawa )

Udah lama aku mau punya adik perempuan.


QUEEN ( V.O )

( Sambil memperhatikan Ace dengan bingung )

Nggak salah ? Tadi sore sejak ketemu di taman galak

sekali, kok sekarang berubah jadi begini ?


ACE

Kenapa ? Kok ngeliatin aku kayak gitu ? Terpesona,

ya ? Bukannya kamu suka King ?


QUEEN

Siapa bilang aku suka King ?


ACE

Jangan bohong. Aku sudah tahu sejak pertama kali

kamu ketemu King waktu di taman, tapi aku nggak

bisa komen waktu itu.


QUEEN

Nggak bisa komen apanya ? Komenmu banyak banget

malah. Bilang King udah punya dua istri lah, tiga pacar

lah, empat anak lah, trus satu tunangan lagi. Apa

kurang banyak ?


ACE

( Ketawa )

Yang bilang itu Spade, bukan aku.


QUEEN

Spade ? Nama kamu Ace kan ?


Wajah Ace berubah menjadi serius.


ACE

Iya, aku memang Ace. Tapi, kadang aku menjadi Spade

dan kadang menjadi Love.


QUEEN

Spade ? Love ? Apaan, sih ? Nggak ngerti.


ACE

Spade itu orangnya galak, judes dan suka berlaku kejam

sama siapa saja yang mau deketin King. Dia itu yang kamu

temui di taman, dan dia juga yang bentak-bentak kamu

dan melarang King tinggal di kamar sebelah.


QUEEN

Iya, tapi Spade itu kan kamu.


ACE

Bukan. Aku adalah Love. Aku seorang pecinta, periang

dan nggak galak. Aku juga suka kamu, habis kamu manis

Sekali.


QUEEN

( Bengong )

Nggak ngerti.


ACE

( Senyum )

Aku berkepribadian ganda. Semua yang dilihat Ace,

Spade dan aku tahu, tapi saat Ace menjadi Spade,

aku tidak bisa apa-apa. Begitu juga saat Ace menjadi

aku, Spade nggak bisa apa-apa.


QUEEN

( Bingung )

Kok bisa begitu ?


ACE

Aku juga nggak tau. Sejak kecil udah begitu. Waktu

aku dan King masih bayi, kami sudah ditinggal mama.

Sejak itu, papa nggak suka wanita dan nggak pernah

mau berhubungan dengan wanita. Kami dibesarkan

di lingkungan yang serba laki-laki. Bahkan koki rumah

kami juga laki-laki. Kami juga disekolahkan di sekolah

khusus laki-laki. Karena itu kebencian papa terhadap

wanita menular kepada kami. Suatu hari, aku bertemu

gadis cilik, dia baik sekali padaku. Dan sejak itu, aku

muncul dalam diri Ace. Jika tidak sedang bersama King,

aku akan muncul, tapi kalau sedang bersama King,

Spade yang akan muncul.


Queen terus ber-oh ketika Ace menuturkan ceritanya.


ACE

Sekarang kamu sudah mengerti ?


QUEEN

( Mengangguk )

Berarti King juga benci wanita ? Lalu kenapa dia

mau tinggal dengan mama ? Padahal kan papanya

benci wanita kan karena ditinggalkan mama.


ACE

Karena ini adalah amanat papa sebelum meninggal.

King sangat sayang sama papa, jadi demi melaksanakan

permintaan terakhir papa, dia bersedia tinggal bersama

orang yang ia benci.



Queen terlihat kecewa.


Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu. Queen dan Ace tersentak kaget.


ACE

Itu pasti Jack lagi !


QUEEN

Tidak mungkin, kalau Jack pasti sudah teriak-teriak

Dari luar.


ACE

Kalau begitu pasti King !


Ace segera beranjak dan berjalan menuju pintu. Seperti tadi, ia besembunyi di belakang pintu.


ACE

( Berbisik )

Jangan sampai King tahu aku di sini.


Queen mengangguk, ia pun beranjak dari tempat tidurnya, kemudian membuka pintu. Saat pintu dibuka, terlihat King berdiri di depan pintu.


( Point Of View Queen ). Camera pan down. Terlihat King yang memakai piyama dari atas ke bawah.


Queen terpesona, sehingga membeku di hadapan King dengan wajah setengah tersenyum.


KING

Apa Ace di sini ?


Tak ada jawaban. Queen masih membeku, belum sadar dari hayalannya. King mengerutkan kening dan memperhatikan Queen yang bagaikan patung.


KING

( Menghela napas )

Sudahlah, anggap saja aku tidak bertanya.


King pun pergi meninggalkan Queen yang masih terpaku. Ia kembali ke dalam kamarnya.


INT. RUMAH QUEEN, DEPAN KAMAR QUEEN - MALAM

Queen baru tersadar ketika Ace menepuk pundaknya. Ace sudah berdiri di depan pintu kamar Queen.


ACE

Aku pergi dulu, ya ! Ingat, jangan ceritakan hal ini

pada siapapun.


Queen mengangguk.


ACE

( Sambil membuat tanda kutip dengan

kedua tangannya )

RAHASIA.


QUEEN

( Sambil menirukan gaya Ace dan mengangguk )

Rahasia.


Ace pergi sambil melambai-lambaikan tangannya kepada Queen. Ketika sampai di depan kamarnya, Ace dikagetkan oleh King yang tiba-tiba saja keluar dari kamarnya.


Queen diam-diam memperhatikan dari balik pintu kamarnya.


KING

Dari mana saja kau ? Aku mau bahas suatu hal denganmu.


Ace menatap King, kemudian bersendawa. Seketika wajahnya berubah menjadi dingin.


ACE

Mau bahas apa ? Di kamarmu saja.


King pun berjalan menuju kamarnya. Ace yang merasa diperhatikan menoleh ke belakang. Ia melihat Queen yang sedang mengintip.


Ace segera berjalan mendekati Queen.


ACE

Hei, sedang apa kau ! Bukannya tidur, dasar ! Aku

sudah tahu, kau pasti punya niat yang tidak baik.

Jangan macam-macam, ya !


Setelah puas wanti-wanti, Ace pun masuk ke dalam kamar King dan menutup pintu. Queen masih memperhatikan.


QUEEN ( V.O )

Wah, benar-benar berubah jadi Spade yang galak

ketika bersama King.


Tiba-tiba saja Jack sudah berdiri di depan pintu kamar Queen.


JACK

Sedang apa ?


QUEEN

( Senyum )

Tadi aku dengar ada suara, jadi aku keluar untuk

melihat.


JACK

Sudah kubilang, jangan dekat-dekat dengan mereka.

Cepat tidur sana !


QUEEN

( Cemberut )

Iya.


Queen pun menutup pintu kamarnya dan menguncinya. Jack kembali ke kamarnya dan tidur.


CUT TO :

Shan2 · 1939 views · 1 comment
Categories: Episode 1#, Part 4

Last Comment

Calendar

February 2012
SunMonTueWedThuFriSat
 << < > >>
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
26272829   

Google Adsense

Announce

Who's Online?

Member: 0
Visitor: 1

rss Syndication

Archives