Royal Flush

Episode 2# Malam kedua : Part 1
21 Oct 2007 

INT. KAMPUS QUEEN, KANTIN – SIANG

Terlihat QUEEN, DAN DAN, NU NU dan MIE MIE sedang duduk berhadapan di sebuah meja di ujung kantin. Di meja mereka ada tersedia banyak makanan dan minuman.


Muncul tulisan dari samping “ 2# MALAM KEDUA “.


NU NU

( Dengan mulut penuh )

Jadi, anak Mama Queen ada empat, donk !


DAN DAN

( Menjitak pelan kepala Nu Nu )

Salah, yang benar ada lima, tau.


MIE MIE

Benar ! Ace, King, Jack, Queen dan Cici. Jadi

ada lima.


NU NU

( Sambil mengusap-usap kepalanya )

Duh, habis Cici sejak kecil suka kabur dari rumah,

jadi Queen kan jarang cerita tentang dia. Aku jadi

lupa kalo Queen juga punya kakak perempuan.


Queen yang daritadi makan, kini mulai angkat bicara.


QUEEN

Iya, sejak kecil kakakku Cici memang suka kabur

dari rumah. Aku juga nggak tau kenapa.


DAN DAN

Wah, kalau dihitung-hitung, ini sudah ke-34 kalinya

Cici kabur dari rumah, iya kan ?


NU NU

( Gantian menjitak kepala Dan Dan )

Salah ! Yang benar sudah ke-37 kalinya.


MIE MIE

( Dengan gaya menghitung )

Benar ! Pertama waktu berusia 12 tahun, kabur sebanyak

15 kali. Lalu waktu berusia 15 tahun, kabur sebanyak

12 kali. Terus waktu berusia 17 tahun, kabur sebanyak

7 kali. Waktu berusia 19 tahun, kabur sebanyak 2 kali.

Dan setiap kali kabur selalu pulang lagi. Yang terakhir,

tahun lalu waktu ulang tahunnya yang ke-20, kabur lagi

dan sampai sekarang nggak pulang-pulang.

 

DAN DAN

Wah, kakakmu itu harusnya dapat rekor MURI karena sudah

berhasil memecahkan rekor kabur dari rumah paling banyak.


QUEEN

( Menghela napas )

Aku nggak tau kenapa kakakku itu selalu kabur dari rumah.

Aku juga nggak terlalu dekat dengannya sejak kecil. Setiap

kali pulang dari kaburnya, dia nggak pernah mau bicara sama

siapa pun. Jadi, aku sama sekali nggak mengenal kakakku itu.

Makanya sejak kecil aku cuma dekat dengan kakakku Jack.


NU NU

( Bersemangat )

Nggak pa pa. Deket sama Jack kan asyik !


Dan Dan, Queen dan Mie Mie langsung serentak geleng-geleng kepala.


DAN DAN

Kambuh lagi.


Nu Nu nggak peduli tingkah ketiga sahabatnya, ia malah langsung manyantap makanannya dengan rakus sambil senyum-senyum sendiri.


MIE MIE

Oya, Queen. Jadi, bagaimana dengan “Cowok yang

suka kucing” ?


QUEEN

( Tersentak )

Bagaimana apanya ?


NU NU

( Langsung berenti makan, dengan mulut penuh )

Iya, kamu kan harus jadiin dia pacar, soalnya

dia masih single.


DAN DAN

( Tersenyum licik )

Jangan kuatir, aku pasti bantu, kok ! Asal kamu kasih

aku info tentang Ace.


QUEEN

Duh, apa-apaan, sih ! Dia kan saudara tiriku.


MIE MIE

Tapi kan saudara tiri se-ibu, jadi masih boleh.


NU NU

Iya, yang nggak boleh tuh saudara se-bapak.


QUEEN

Tapi dia itu … ( Langsung menghentikan kata-katanya

dan berpikir sejenak )


DAN DAN

( Menatap Queen curiga )

Kenapa ?


QUEEN ( V.O. )

( Memperhatikan ketiga temannya yang penasaran )

Nggak, aku nggak boleh bilang kalo semalem Ace datang

ke kamarku. Aku kan sudah janji, ini rahasia.


MIE MIE

Bukannya kamu bilang dia masih single ?


NU NU

Iya, katanya yang Ace bilang itu bohong.


QUEEN

Iya, tapi …


DAN DAN

( Penasaran )

Tapi kenapa ?


QUEEN

( Memutar kedua bola matanya )

Tapi kayaknya susah deh deketin dia. Habis kelihatannya

orangnya jutek dan cuek gitu.


NU NU

Bagus, donk ! Justru itu kan menantang. Tenang, nanti

aku ajarin, deh !


DAN DAN

( Sambil melirik Nu Nu )

Perasaan ada orang yang sok tau, deh !


NU NU

( Merasa disindir )

Siapa yang sok tau ?


DAN DAN

( Nyolot )

Kalo nggak salah, ada orang yang katanya suka

banget sama Jack, setiap hari ngomongin Jack, tapi

ngomong sama Jack aja nggak berani, walaupun cuma

ngucapin selamat pagi.


NU NU

( Cemberut )

Jangan nyindir, ya.


DAN DAN

( Ketawa )

Makanya, urusan sendiri aja nggak bisa diurus, malah mau

ngajarin orang.


Mie Mie dan Queen ketawa memperhatikan Nu Nu yang sedang dipojokan Dan Dan sampai mukanya merah padam.


MIE MIE

( Masih tertawa )

Dan Dan, sudah. Gini-gini, penggemar Nu Nu kan banyak.

Kalo penggemarnya sampe tau kamu mojokin Nu Nu sampe

cemberut begini, bisa-bisa jadi telur dadar kamu.


QUEEN

( Ketawa )

Iya, kamu sendiri nggak pernah ngejar cewek manapun.


DAN DAN

( Berkelit )

Please, deh ! Cuma belom ketemu yang cocok aja.


NU NU

( Menjulurkan lidah kepada Dan Dan )

Oya, Queen. Tadi kamu bilang hari ini Jack nggak jemput.

Kenapa ? Biasanya nggak pernah absen.


QUEEN

Katanya ada urusan penting, tapi dia kirim anak buahnya, kok !


DAN DAN, NU NU dan MIE MIE

( Serentak )

Anak buah ?


QUEEN

( Mengangguk )

Iya.


DAN DAN

Sejak kapan Jack punya anak buah ?


Queen mengangkat bahunya seraya geleng-geleng kepala.


NU NU

Wah, tipe cowok pemimpin ! Benar-benar mengagumkan !


MIE MIE

Siapa anak buahnya ?


QUEEN

Aku juga nggak tau. Katanya sih kakak kelas kita. Dari

jurusan musik.


DAN DAN, NU NU dan MIE MIE

( Serentak )

Oooo …


CUT TO :


EXT. TAMAN DEKAT KAMPUS, KURSI PANJANG – SIANG

Berawal dari langkah kaki empat orang manusia di atas rumput. Belakangan terlihat Dan Dan, Nu Nu, Queen dan Mie Mie sedang berjalan menuju bangku panjang tempat mereka biasa duduk dan bersantai.


Queen menundukkan kepalanya mencari Xiao Hu ke sana ke mari. Biasanya Xiao Hu duduk dan bermain di bawah bangku panjang itu. Tapi hari ini, entah kenapa Xiao Hu nggak kelihatan.


QUEEN

( Sambil memoyongkan mulutnya )

Xiao Hu … Ck … Ck …


Yang lain ikut-ikutan mencari Xiao Hu. Dan Dan, Nu Nu, Mie Mie dan Queen mencari ke sekeliling taman seraya meneriakan nama “Xiao Hu”.


CUT TO :


EXT. TAMAN DEKAT KAMPUS, KURSI PANJANG – SORE

Terlihat Dan Dan, Nu Nu dan Mie Mie duduk di bangku panjang akibat kecapekan mencari Xiao Hu.


Sedangkan Queen masih mencari di sekitar bangku sambil meneriakan nama “Xiao Hu”.


DAN DAN

( Sambil menghela napas )

Sudahlah, Queen. Mungkin Xiao Hu sudah dipungut orang.


NU NU

( Merebahkan kepalanya ke pangkuan Mie Mie )

Iya, Xiao Hu kan lucu. Pasti sudah diambil orang untuk

Dipelihara.


MIE MIE

Iya, setidaknya itu lebih baik, daripada dia tinggal

di taman ini setiap hari.


DAN DAN

Lagian, kamu kan nggak bisa setiap hari ke sini dan kasih

dia makan. Cuma kadang-kadang kalo bisa kabur dari

Jack, kita baru bisa ke sini.


Queen nggak memperdulikan kata-kata ketiga sahabatnya dan terus mencari ke sana ke mari.


Akhirnya, Queen terduduk, air matanya mengalir.


QUEEN

( Berlinang air mata )

Xiao Hu, kamu di mana ?


NU NU

( Memukul pundak Dan Dan )

Dasar ! Kamu sih, coba kemarin kamu mau pelihara

Xiao Hu.


DAN DAN

( Mengusap-usap bagian yang dipukul Nu Nu )

Kenapa nggak kamu aja yang pelihara ?


Nu Nu kembali memukul pundak Dan Dan. Dan Dan membalas, dan mereka pun pukul-pukulan.


MIE MIE

( Meletakkan jari telunjuknya di depan mulutnya )

Sssttt …


Mie Mie beranjak dan mendekati Queen yang sedang menangis, kemudian memeluknya.


MIE MIE

Sudah, jangan sedih lagi. Xiao Hu pasti baik-baik saja.

Kalau ada orang itu mau memelihara Xiao Hu, itu

berarti orang itu suka kucing, jadi dia pasti sayang sama

Xiao Hu. Kamu nggak usah sedih lagi.


Dua orang yang tadinya masih pukul-pukulan kini menghentikan aktifitas mereka dan mendekati Queen dan Mie Mie.


QUEEN

( Mengusap air matanya )

Benarkah ?


Mie Mie mengangguk. Dan Dan sama Nu Nu ikut-ikutnya mengangguk pelan. Mie Mie pun membantu Queen berdiri.


MIE MIE

Lebih baik sekarang kamu pulang dulu. Jack kan nggak

jemput, nanti Mamamu khawatir.


Tiba-tiba, dari arah belakang terdengar sebuah suara memanggil Queen.


ETHAN ( O.S. )

QUEEN … !!!


NU NU

Sepertinya aku kenal suara ini. Siapa ya.


QUEEN, DAN DAN, NU NU dan MIE MIE

( Menoleh ke arah asal suara )

ETHAN ?!?


Tak lama kemudian, Ethan sudah berada di hadapan mereka. Sedangkan empat sekawan masih bingung, kenapa Ethan datang ke taman ini dan mencari Queen. Kalau mencari Nu Nu sih wajar. Tapi kalau mencari Queen ? Buat apa ?


NU NU

( Cemberut )

Mau apa ke sini ?


DAN DAN

Mau cari Nu Nu, ya ?


ETHAN

( Tersenyum )

Iya.


Nu Nu memasang tampang acuh tak acuh.


ETHAN

Sebenarnya, aku sekalian mau mengantar Queen pulang.


MIE MIE

( Senyum )

Kelihatannya bukan khusus mencari Nu Nu, nih ! Tapi

sekalian mencari Nu Nu.


QUEEN

( Tersentak )

Mengantar pulang ? Jadi, kamu anak buahnya Jack !


QUEEN, DAN DAN, NU NU dan MIE MIE

( Hampir berbarengan, sambil mengacungkan

telunjuknya ke arah Ethan )

Kakak kelas … mahasiswa jurusan musik …


ETHAN

( Melakukan curtsey )

Perkenalkan, akulah orang yang ditugaskan

menjemput Queen hari ini.


NU NU

( Melirik Ethan dengan tatapan tajam )

Ooo … jadi selama ini kamu sering memata-matai kami

Bukan untuk memata-matai aku, ya ? Tapi untuk

memata-matai Queen ? Begitu ?


Dan Dan, Queen dan Mie Mie senyam senyum melihat Ethan diadili Nu Nu.


ETHAN

( Senyum )

Sebenarnya, memata-matai Queen karena disuruh bos

dan sekalian memata-matai kamu.


NU NU

Sekalian ??


DAN DAN

( Menyenggol pundak Nu Nu dengan pundaknya )

Wah, kehilangan seorang penggemar, nih !

Merasa dibohongi. Kecewa, deh !


NU NU

( Memelototi Ethan )

Dasar nggak berguna ! Rupanya kamu cuma anak

buahnya Jack ?


ETHAN

( Tertunduk )

Aku memang nggak sehebat bos, tapi kalau menggantikan

Bos menjemput adik, aku masih bisa.


MIE MIE

Lalu, kenapa dari dulu kamu nggak pernah bilang kalau

kamu anak buahnya Jack ?


ETHAN

Bos yang melarangku.


QUEEN

Trus, kenapa sekarang dia suruh kamu jemput aku ?

Kan jadi ketahuan.


ETHAN

Soalnya, Bos ada urusan penting, jadi terpaksa …


NU NU

Urusan penting apa ?


ETHAN

Malam ini Bos mau balapan.


DAN DAN, QUEEN, NU NU, dan MIE MIE

( Serentak )

Balapan ????


QUEEN

Balapan apa ?


ETHAN

Biasa, balapan motor.


NU NU

( Menepuk pelan pundak Queen )

Queen, kamu kok nggak pernah cerita Jack suka

balapan motor ?


QUEEN

Aku nggak tau.


MIE MIE

Kamu bilang balapannya malam, jemput Queen kan siang,

kenapa sampai nggak bisa ?


ETHAN

Karena malam ini adalah pertandingan penting, jadi Bos

harus mempersiapkan motornya.


DAN DAN

( Kepada Queen )

Wah, kakakmu hebat juga ! Aku kira dia cuma mahasiswa

Jurusan seni yang lagi bikin skripsi. Ternyata lebih dari itu.


NU NU

( Ketawa sambil loncat-loncat )

Wah, Jack balapan ! Aku mau nonton !


QUEEN

Aku juga mau nonton.


MIE MIE

( Kepada Ethan )

Memang balapannya di mana ?


ETHAN

Sebenarnya aku tidak boleh bilang, karena Bos melarangku.

Tapi … aku bisa beritahu kalian, asalkan …


NU NU

( Bersemangat )

Asalkan apa ? Aku nggak sabar mau nonton, nih !


ETHAN

( Melirik Nu Nu )

Asalkan Nu Nu mau pergi nonton denganku.


Queen tersentak, Dan Dan tertawa keras-keras. Mie Mie senyum-senyum sambil melirik Nu Nu.


NU NU

( Bertolak pinggang, melotot )

AKU TIDAK AKAN PERNAH MAU NONTON DENGANMU !!!!


CUT TO :


Shan2 · 182 views · 1 comment
Categories: Episode 2#, Part 1
Episode 2# Malam kedua : Part 2
21 Oct 2007 

INT. RUMAH QUEEN, DEPAN PINTU KAMAR QUEEN – SORE

Terlihat Queen sedang berjalan menuju kamarnya. Namun, suara kucing menghentikan langkahnya. Queen mencari asal suara.


Ia pun menemukan Xiao Hu ! Ternyata Xiao Hu ada di depan pintu kamar King. Queen pun segera menggendong Xiao Hu dan membelai-belainya.


QUEEN

( Tertawa )

Xiao Hu, ternyata kamu di sini ? Pantes aku cari-cari

di taman nggak ada.


QUEEN ( V.O. )

Tapi, kenapa Xiao Hu bisa di sini ? Apa mungkin Jack yang bawa ?

Tapi, bukannya Jack nggak suka kucing ?


Queen pun membawa Xiao Hu menuju dapur.


QUEEN

( Setengah berteriak )

Bi ! Bibi !


Seorang wanita setengah baya, memakai pakaian pelayan lengkap dan membawa sebuah kemoceng datang menghampiri Queen.


BIBI

Iya, nona. Ada apa ?


QUEEN

Bi, kenapa kucing ini bisa ada di sini ?


BIBI

Tadi tuan muda King yang bawa.


QUEEN ( V.O. )

KING ?!?


QUEEN

Lalu, sekarang King ada di mana ?


BIBI

Tadi siang tuan muda King pulang, terus sambil

bawa kuicng ini, dia tanya apakah saya ada makanan

kucing, saya bilang nggak ada. Terus dia pergi lagi dan

nggak lama kemudian dia pulang lagi dan kasih makan

kucing ini. Terus dia pergi lagi dan kucingnya ditinggal.


QUEEN

Ke mana ?


BIBI

Katanya sih ke bengkel lagi.


QUEEN

Kalau Ace ke mana ?


BIBI

Sejak tadi pagi kan tuan muda Ace pergi ke studio dan

belum pulang sampai sekarang.


QUEEN

Kalau Jack ?


BIBI

Tuan muda Jack bilang ke rumah temannya dan malam ini

tidak akan pulang.


QUEEN

Mama ?


BIBI

Nyonya tadi telepon, katanya ada urusan, jadi mau menyusul

Tuan besar ke luar negri. Tapi besok pagi sudah pulang.


QUEEN

Oh, ya udah. Makasih, ya, Bi !


BIBI

Sama-sama.


Queen pun berjalan menuju kamarnya sambil berpikir.


QUEEN ( V.O. )

( Senyam senyum sendiri )

Yess ! Malam ini Mama nggak di rumah, jadi nanti malam

aku bisa pergi.


CUT TO :


EXT. TAMAN DEKAT KAMPUS, KURSI PANJANG – TENGAH MALAM

Terlihat Queen mondar mandir di depan bangku panjang. Dan Dan duduk di atas bangku sambil menguap lebar-lebar. Bola mata Mie Mie mondar mandir mengikuti langkah Queen yang juga mandar mandir dan sesekali ia jatuh tertidur.


QUEEN

( Cemberut )

Nu Nu selalu terlambat.


DAN DAN

( Sambil menguap )

Mungkin dia nggak bisa bangun. Udah hubungi hapenya

belum ? Siapa tau dia masih tidur.


Mie Mie tertunduk, kemudian tersadar dari tidurnya. Ia tersentak dan segera memperhatikan sekitarnya.


Di balik semak-semak yang gelap, terlihat sesosok bayangan. Mie Mie membenarkan kacamatanya yang tadinya melorot, kemudian memperhatikan bayangan itu.


QUEEN

( Masih mondar mandir )

Daritadi juga udah coba telepon, tapi hapenya nggak

aktif.


Dan Dan memperhatikan Mie Mie dengan curiga.


DAN DAN

Lihat apa ?


MIE MIE

( Menoleh )

Eng … enggak.


Queen yang tadinya berdiri, jadi ketakutan dan duduk di tengah-tengah kedua temannya.


QUEEN

Duh, jangan nakutin gitu, donk ! Kamu liat apa ? Setan, ya ?


DAN DAN

( Ketawa )

Dasar penakut !


Tiba-tiba, dari belakang, sebuah telapak tangan memegang pundak Dan Dan. Dan Dan pun berteriak kencang dan spontan loncat dari tempat duduknya. Diikuti Queen dan Mie Mie yang kaget karena teriakan Dan Dan.


Lalu terdengar suara tawa yang sangat mereka kenal. Di belakang bangku panjang terlihat Nu Nu sedang tertawa sambil memegang perutnya dengan tangan kanannya, sedangkan tangan kirinya menunjuk-nunjuk Dan Dan.


DAN DAN

( Cemberut )

Dasar Nu Nu ! Bikin kaget aja !


NU NU

( Masih ketawa )

Dasar penakut !


QUEEN dan MIE MIE

( Menghela napas, hampir berbarengan )

Ayo, kita pergi !


CUT TO :


Shan2 · 182 views · 1 comment
Categories: Episode 2#, Part 2
Episode 2# Malam kedua : Part 3
21 Oct 2007 

EXT. JALANAN TERBUKA, PINGGIR ARENA BALAP – TENGAH MALAM

Suasana ramai, terdengar suara gemuruh di sana sini. Sebagian suara motor yang digas, sebagian suara orang berteriak, dan sebagian lagi suara orang yang sedang ngobrol di pinggir arena.


Terlihat jalanan besar yang terbentang sepersekian jauhnya, di pinggir-pinggir jalan sudah dipenuhi orang-orang yang banyak. Sehingga dari belakang, orang-orang yang berada di tengah arena tak terlihat karena ditutupi penonton.


Tak lama kemudian, datang dua buah motor jetmatic. Yang satu berwarna ungu dan yang satu berwarna merah. Yang berwarna ungu dikendarai oleh Nu Nu, di belakangnya ada Mie Mie. Sedangkan yang berwarna merah dikendarai Dan Dan yang membonceng Queen.


Setelah memarkirkan motor mereka tak jauh dari sana, empat sekawan itu berjalan menuju arena balap. Mereka berusaha masuk ke dalam kerumunan massa yang memadati pinggir arena, tapi selalu gagal.


Tiba-tiba saja sebuah tangan merenggut tangan Queen dan menyeretnya keluar dari kerumunan massa. Ketika sadar Queen menghilang, ketiga temannya segera mencari Queen di tengah-tengah padatnya massa.


Point Of View Mie Mie. Terlihat Queen sedang ditarik ke suatu tempat oleh seorang pemuda jangkung berambut ikal sepanjang bahu.


MIE MIE

( Seraya menunjuk ke arah Queen )

Itu Queen !!!


Dan Dan, Nu Nu dan Mie Mie segera mengejar Queen.


Point of View Nu Nu. Terlihat Queen dibawa menaiki sebuah tangga besi yang berada tak jauh dari arena.


NU NU

( Sambil menunjuk ke arah Queen )

Itu dia !!


Mereka pun kembali mengikuti Queen dan menaiki tangga besi tersebut. Sesampainya di atas, ternyata ada tempat sejenis POS penjagaan, di sana ada jendela yang membentang ke arah arena dan beberapa tempat duduk.


INTERCUT :


INT. PINGGIR ARENA BALAP, SEBUAH POS – TENGAH MALAM

Terlihat Queen dan laki-laki tadi sedang memandang ke luar jendela. Queen loncat-loncat.


QUEEN

Wah, liat dari sini memang lebih jelas !


NU NU

( Bertampang cemberut )

Kami susah-susah mencarimu, takut kamu hilang,

Ternyata kamu malah senang-senang di sini.


Queen dan laki-laki tadi yang ternyata adalah Ace menoleh.


QUEEN

Maaf.


ACE

( Kepada Queen )

Kenapa mereka ada di sini ?


QUEEN

Aku datang bersama mereka.


Nu Nu segera mendekati Queen dan ikut-ikutan memandang keluar jendela. Mie Mie pun demikian. Sedangkan Dan Dan malah terpaku di tempatnya dan tanpa berkedip terus memperhatikan Ace.


QUEEN

Ace, kenapa kamu bisa di sini ?


ACE

Aku kan manager King. Tentu aku harus di sini untuk

Mengatur masalah keuangannya.


QUEEN

( Tersentak )

King juga di sini ?


ACE

Tentu saja, kalau tidak ada King, buat apa aku di sini ?


MIE MIE

Aku nggak ngerti, King dan Ace ada di sini. Kita ke sini mau

lihat Jack, kan ?


NU NU

( Matanya berkeliling mancari Jack )

Iya, Jack mana ? Kok nggak kelihatan ?


QUEEN

Kenapa kamu, King dan Jack bisa di sini ?


ACE

( Tersenyum )

Kalau kami tidak di sini, balapan tidak akan ada.

King adalah bintangnya. Kalau tidak ada King, siapa

yang mau datang untuk menonton balapan ?


QUEEN

( Serius )

King adalah bintang ?


ACE

Ya, sudah lama King balapan. Dia tak pernah terkalahkan.

Sampai, beberapa bulan lalu muncul Jack dan BIG BLACK.


QUEEN, NU NU dan MIE MIE

( Serentak )

BIG BLACK ??


NU NU

Big Black siapa ?


ACE

Entah kebetulan atau apa, Jack dan Big Black sama-sama

Datang malam itu dan menantang King untuk bertanding.

Akhirnya, mereka membuat kesepakatan bertanding bertiga.

Siapa yang memenangkan dua pertandingan, dialah pemenangnya.

Beberapa waktu lalu, mereka sudah bertanding tiga kali. Dan

Ketiga-tiganya sudah memenangkan satu pertandingan.

Makanya, malam ini adalah pertandingan penentuan.

Siapa yang menang di pertandingan malam ini, dialah

pemenang sesungguhnya.


MIE MIE

Memangnya yang menang dapat apa ?


ACE

Sepuluh juta.


QUEEN, NU NU dan MIE MIE

( Serentak )

Sepuluh juta ??


ACE

Mengangguk. Memang bukan jumlah yang besar.


NU NU

Bukan jumlah yang besar ? Nggak salah ?


ACE

Bukan jumlah yang besar kalau dibandingkan dengan uang

yang sudah didapat King selama ini.


MIE MIE

Wah, kakakmu kaya, Queen !


Sesaat kemudian, terdengar suara gaduh dari arena balap. Pandangan Queen, Ace, Nu Nu dan Mie Mie pun teralih ke arena.


EXT. JALANAN TERBUKA, TENGAH ARENA – TENGAH MALAM

Terlihat tiga buah motor memasuki arena. Di samping paling kiri adalah King, di tengah adalah Jack dan di samping kanan adalah seorang cowok kebarat-baratan.


Close up wajah King yang manatap tajam ke depan dari atas motornya. Close up wajah Jack yang menatap ke bawah memperhatikan mesin motornya. Close up wajah TEN, cowok kebarat-baratan yang tersenyum angkuh menatap King dan Jack.


INT. PINGGIR ARENA BALAP, SEBUAH POS – TENGAH MALAM

Terlihat Queen, Nu Nu, Ace dan Mie Mie sedang memperhatikan ke luar jendela dengan seksama.


QUEEN

( Menunjuk ke arah TEN )

Yang itu Big Black, ya ?


ACE

( Sambil mengeluarkan ponsel dari saku bajunya )

Bukan.


Kemudian Ace meminggirkan diri untuk menelepon. Di samping Ace, berdiri Dan Dan yang masih terpikat. Sambil telepon, Ace yang merasa risih berkali-kali menatap Dan Dan dengan pandangan jijik dan membuang muka. Namun Dan Dan tetap mengikuti Ace dan berusaha memperhatikan wajahnya lekat-lekat.


Queen, Nu Nu dan Mie Mie masih asyik melihat keluar jendela.


Point of View Queen. Close up wajah King yang serius, memandang ke depan.


QUEEN ( V.O. )

King sungguh tampan, tinggi dan … dia suka kucing.


Point of View Nu Nu. Close up wajah Jack yang sedang memperhatikan King.


NU NU ( V.O. )

( Sambil senyam senyum dan loncat-loncat )

Duh, Jack keren banget ! Jack menang ! Jack menang !


Point of View Mie Mie. Close up wajah TEN yang tersenyum angkuh kepada para penonton sambil melambaikan tangannya.


MIE MIE ( V.O. )

( Sambil memegang dadanya )

Kenapa jantungku berdebar kencang sekali ? Apa ini

berarti aku jatuh cinta ?


Tak lama kemudian, Ace kembali ke sebelah Queen, diikuti Dan Dan.


ACE

( Menunjuk ke arah Ten )

Orang itu adalah Ten, dia pendatang baru. Karena Big Black

nggak dateng hari ini, pertandingan terakhir ditunda.


Ace melipat kedua tangannya dan meletakkannya di depan dadanya


QUEEN

Kenapa Big Black nggak dateng ?


ACE

( Menggelengkan kepala )

Nggak tau. Tapi ada desas desus yang mengatakan bahwa

malam ini Big Black menemani pacarnya yang sedang berulang

tahun.


NU NU

Wah, setia sekali. Dia nggak takut didiskualifikasi kalau nggak

datang ?


MIE MIE

Iya, memangnya nggak didiskualifikasi ?


ACE

Seharusnya begitu, tapi tergantung King dan Jack.


EXT. JALANAN TERBUKA, ARENA BALAP – TENGAH MALAM

Terlihat King, Jack dan Ten megambil ancang-ancang. Seorang wanita berdiri di tengah-tengah jalan. Ketika ia melemparkan sebuah sapu tangan berwarna putih ke atas, tiga motor di depannya segera melaju kencang.


INT. PINGGIR ARENA BALAP, SEBUAH POS – TENGAH MALAM

Terlihat Nu Nu loncat-loncat sambil berteriak-teriak.


NU NU

Jack menang ! Jack menang ! Jack menang !


Queen memperhatikan keluar jendela dengan serius, begitu juga Ace. Tapi, sesekali Ace mengalihkan pandangannya untuk memelototi Dan Dan yang terus berdiri di sebelahnya dan memperhatikan wajahnya. Makin lama, wajah Dan Dan semakin dekat, sehingga Ace terus berpindah-pindah tempat dan menyusup ke dalam barisan yang dibentuk Queen, Nu Nu dan Mie Mie. Tapi tetap saja Dan Dan memperhatikan dari belakang.


EXT. JALANAN TERBUKA, ARENA BALAP – TENGAH MALAM

Terlihat motor King di posisi paling depan, beberapa meter di belakangnya melaju motor Jack dan Ten yang juga dengan kecepatan yang tinggi.


Close up wajah King yang terlihat gelisah, ia kelihatan kesakitan.


Terlihat beberapa meter di depan, jalanan akan membelok ke kanan.


Close up wajah Jack yang memperhatikan King. Jack menambah kecepatan.


Kini motor King dan Jack hanya berjarak beberapa puluh centimeter, sedangkan satu meter di belakangnya motor Ten melaju dengan kencang.


Close up wajah Ten yang dingin dan cool terus manatap ke depan, tanpa melirik King dan Jack.


Mereka sampai di belokan, motor King berbelok tajam. Close up kaki kanan King yang sedikit bergoyang.


Terlihat kecepatan motor King berkurang setelah melewati belokan, sehingga motor Jack berada di posisi paling depan. Dan kini motor Ten berada di samping motor King.


Close up wajah King yang menatap kaki kanannya. Close up wajah Jack yang menoleh ke belakang memperhatikan King. Close up wajah Ten yang masih dingin, menatap tajam ke depan tanpa menoleh ke manapun.


Terlihat Jack mengurangi kecepatannya. King berkali-kali menatap kaki kanannya. Sesekali memegangi paha kanannya.


Kini motor Ten yang terdepan. Jack menatap motor Ten yang melaju kencang dan semakin menjauh. Ia kemudian menoleh ke belakang dan melihat King yang sedang memegangi paha kanannya.


King kehilangan kendali, motornya mulai oleng dan beberapa saat kemudian …


BRAKK !!!


Motor King jatuh di arena. Jack menoleh, menghentikan motornya dan berlari mendekati King. Sedangkan motor Ten melaju kencang jauh di depan, tanpa tahu King jatuh di arena.


INT. PINGGIR ARENA BALAP, SEBUAH POS – TENGAH MALAM

Terlihat Queen, Nu Nu dan Mie Mie memperhatikan jalanan kosong. Mereka penasaran, bagaiman kedudukannya sekarang. Siapa yang terdepan ?


Ponsel Ace berbunyi, ia menerima dan sesaat setelah mendengar suara dari ponsel, muka Ace berubah menjadi pucat.


Ace segera berlari keluar. Dan Dan, Queen, Nu Nu dan Mie Mie pun tersentak.


QUEEN

Ace, mau ke mana ?


ACE ( O.S. )

KING KECELAKAAN !!!


Close up wajah Queen, Dan Dan, Nu Nu dan Mie Mie yang kaget secara bergantian.


CUT TO :


Shan2 · 187 views · 1 comment
Categories: Episode 2#, Part 3
Episode 2# Malam kedua : Part 4
21 Oct 2007 

EXT. JALANAN TERBUKA, ARENA BALAP – TENGAH MALAM

Terlihat suasana gaduh di sekitar arena. Ace berlari ke arah tertentu, diikuti Queen, Dan Dan, Nu Nu dan Mie Mie.


Pada saat itu, muncul Ten dengan senyum kemenangan, ia masih belum tahu kalau King kecelakaan. Ten turun dari motornya dan melambai-lambaikan tangannya kepada para pendukungnya.


Tiba-tiba saja dari arah tertentu, Queen yang sedang buru-buru tanpa sengaja menabrak Ten hingga jatuh.


Kemudian Queen buru-buru berdiri dan dan berlari mengejar Ace dan teman-temannya yang berada di depan.


Namun langkahnya dihalangi oleh dua orang cowok. RIGHT dan LEFT.


QUEEN

( Sambil berusaha mendorong dua tubuh

besar yang menghalangi jalannya )

Mau apa kalian ?


RIGHT

Nona, apa kamu tahu, kamu telah melakukan

dua kesalahan.


QUEEN

Aku nggak ada waktu untuk main-main. Jadi, tolong minggir !


Namun, bagaimana pun Queen berusaha keluar dari kurungan kedua bodyguart itu, usaha selalu gagal.


QUEEN

Apa sih mau kalian ?


LEFT

( Senyum, mengacungkan dua jarinya )

Dua kesalahan.


QUEEN

Dua kesalahan apa ?


RIGHT

Yang pertama menabrak tuan muda Ten. Dan yang

kedua, pergi begitu saja tanpa minta maaf.


QUEEN

( Nggak begitu mendengarkan Right )

APA ??


Ten muncul di samping Queen dan mencolek pundaknya.


QUEEN

( Menoleh )

Apa ?


RIGHT

Minta maaf.


QUEEN

( Menahan amarah )

Baiklah, aku minta maaf. Sekarang sudah boleh pergi kan ?


Queen kembali berbalik dan berniat pergi, tapi Right dan Left masih menghalangi.


QUEEN

( Mulai kesal )

Apalagi ? Aku kan sudah minta maaf !!


LEFT

Salah. Harusnya minta maafnya begini, maafkan saya tuan

muda Ten.


QUEEN

( Kemarahannya tak terbendung lagi, suaranya meninggi )

Dengar, ya ! Aku NGGAK PEDULI mau TEN, ELEVEN, ataupun

TWELVE ! Sekarang aku mau PERGI ! Jadi, JANGAN HALANGI

AKU !


Kemudian Queen mendorong Right dan Left sampai formasi mereka pecah. Saat Right dan Left mengejar Queen, langkah mereka terhenti.


TEN

( Tersenyum )

Tidak usah dikejar.


Right dan Left mendekati Ten dan berdiri di sampingnya.


RIGHT

Kenapa nggak usah dikejar ? Cewek tadi berani sekali.


TEN

( Tersenyum sambil memperhatikan Queen

yang berlari menjauh )

Dia memang berani sekali, makanya aku suka.


LEFT

( Menunjuk ke arah Queen, setengah tersenyum )

Suka ?? Cewek galak itu ??


CUT TO :

Shan2 · 167 views · 1 comment
Categories: Episode 2#, Part 4
Episode 2# Malam kedua : Part 5
21 Oct 2007 

EXT. JALANAN TERBUKA, ARENA BALAP – TENGAH MALAM

Terlihat Jack sedang membopong King, dibantu Ace. Queen datang menghampiri mereka. Ketika Jack melihat Queen, matanya berapi-api.


JACK

Queen, sedang apa kamu di sini.


QUEEN

( Kelihatan ketakutan )

Nanti … nanti akan aku jelaskan. Sekarang, lebih baik

menolong orang dulu.


Mereka pun berjalan keluar arena. Dan Dan, Nu Nu dan Mie Mie mengikuti dari belakang.


Di kejauhan, terlihat Ten, Right dan Left memperhatikan keramaian massa.


TEN

Rupanya King kecelakaan, aku baru tahu.


RIGHT

Sudah pasti dia mudah dikalahkan. Begitu saja kecelakaan.


LEFT

Belum tentu, siapa tahu dia terluka. Tadi kulihat dia

memang kurang fit.


TEN

Oya, aku kok nggak merhatiin, ya ?


Right tak mendengarkan, ia malah tersenyum sambil memperhatikan Mie Mie yang sedang memandangi Ten dari kejauhan dari tengah-tengah kerumunan massa.


RIGHT

( Memukul pelan pundak Ten )

Hei, kelihatannya cewek itu suka padamu.


TEN

( Memperhatikan kerumunan massa )

Yang mana ?


RIGHT

( Menunjuk ke arah Mie Mie )

Itu, yang pake kacamata.


TEN

( Memperhatikan Mie Mie, kemudian tersenyum )

Cewek kutubuku. Untukmu saja.


Ten, Right dan Left pun tertawa terbahak-bahak.


CUT TO :


INT. RUMAH SAKIT, KAMAR KING – PAGI

Terlihat King sedang berbaring di atas ranjang, Jack dan Queen tidur di sofa, sedangkan Ace tidur di samping ranjang King.


Tiba-tiba Mama masuk dengan tergesa-gesa dan membuat Jack, Queen, Ace dan King bangun.


MAMA

Apa yang terjadi ?


Ace berdiri, tapi tak menjawab. Mama menatap Jack dan Queen.


MAMA

Katakan, apa yang terjadi.


QUEEN

Sebenarnya …


Jack menginjak kaki Queen.


QUEEN

Auw !!


Kini Mama menatap Jack tajam.


MAMA

Jack, jangan main rahasia-rahasiaan.


Jack tetap tak bergeming. Kini Mama manatap Queen penuh harapan.


MAMA

Queen, kamu saja yang bilang. Jangan takut.


KING ( O.S. )

Aku yang salah.


Mama menoleh, kemudian mendekati King.


KING

Aku tahu masih terluka, tapi aku bersikeras balapan.


MAMA

Apa kamu bilang kamu balapan ?


ACE

Ya, dan kamu nggak punya hak melarang kami.


Sekujur tubuh Mama langsung lemas, Mama hampir jatuh. Tapi Jack dan Queen sudah keburu memegangi, kemudian menuntun Mama duduk di sofa.


Mama memegangi kepalanya, air mata Mama langsung berlinang.


QUEEN

Mama kenapa nangis ?


ACE

( Dingin dan tak peduli )

Kenapa ? Pura-pura peduli ? Bukankah kami mati pun

kamu nggak peduli ?


JACK

Hei, jangan kurang ajar sama Mamaku, ya !


KING

Jangan begitu, Ace !


Ace malah buang muka, nggak peduli. Mama masih terlihat shock.


MAMA

( Masih berlinang air mata )

Kenapa masa-masa itu kembali lagi ?


QUEEN

( Hampir menangis )

Mama jangan nangis, kalau Mama nangis, aku juga

ikut sedih dan mau nangis.


KING

Maaf kalau aku membuatmu sedih. Tapi, aku tidak

apa-apa. Tidak perlu khawatir.


Mama mengusap air matanya, kemudian berdiri dan mendekati King.


MAMA

King, Ace, Mama tahu, kalian membenci Mama karena

dulu sudah meninggalkan kalian. Mama minta maaf.

Mama juga tidak mau melakukan hal itu, hanya saja …

hanya saja keadaan yang memaksa Mama …


ACE

Kami nggak perlu penjelasan. Nggak usah repot-repot

ngejelasin.


Mama menghentikan isak tangisnya, kemudian berubah menjadi tegas.


MAMA

Baiklah, kalian sudah dewasa. Kalian bisa mengurus diri

kalian sendiri.


Kemudian Mama keluar kamar dan pergi.


QUEEN

( Mengejar Mama )

Ma … !


JACK

( Kepada King dan Ace )

Aku harap kalian sadar kalau sekarang kalian tinggal

di rumah Mama. Jadi, tolong perlihatkan sopan santun

kalian sedikit !


Kemudian, Jack pun pergi meninggalkan King dan Ace.


ACE

( Penuh emosi )

Memangnya siapa yang mau tinggal di rumahnya ?

Nggak tinggal di rumahnya juga kita nggak bakal mati.


Terlihat King yang masih terbaring menutup matanya, seakan ingin melenyapkan ingatannya tentang hal yang baru saja terjadi di ruangan itu.


ACE

King, lebih baik besok kita pindah keluar saja.


KING

( Masih menutup mata )

Aku akan tinggal sampai ulang tahunku yang ke dua

puluh lima.


ACE

King, apa kamu sadar ? Itu masih dua tahun lagi.


KING

Memang, demi amanat terakhir papa, aku akan tinggal

di rumah itu selama dua tahun.


ACE

Kamu sudah gila !


Muncul tulisan dari samping “ BERSAMBUNG “.


FADE OUT TO :


Shan2 · 349 views · 0 comments
Categories: Episode 2#, Part 5

Previous page  1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10  Next page

Last Comment

Calendar

February 2012
SunMonTueWedThuFriSat
 << < > >>
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
26272829   

Google Adsense

Announce

Who's Online?

Member: 0
Visitors: 2

rss Syndication

Archives