Royal Flush

Episode 7# " Happy Birthday, Queen !!! " : Part 1
30 Oct 2007 


INT.
RUMAH QUEEN, RUANG TAMU - PAGI



Terlihat Queen sedang berjalan menuju pintu
keluar. Dari belakang, Jack mengikutinya. Tiba-tiba, dari samping, mama
menghadang Queen.



 



Muncul tulisan dari samping “ 7# Happy Birthday, Queen ! “



 



MAMA



( Senyum )



Happy Birthday,
Queen !



 



Queen langsung tertawa dan segera memeluk
mama yang ada di hadapannya.



 



QUEEN



Makasih, ma.



 



Pikiran Queen langsung terbawa ke peristiwa
yang dialaminya semalam.



 



DISSOLVE TO :



 



FLASHBACK
QUEEN



 



INT.
RUMAH QUEEN, KAMAR QUEEN – TENGAH MALAM



Terlihat Queen sedang berbaring di atas
tempat tidurnya. Entah kenapa, malam itu ia tidak bisa tidur.



 



Queen beranjak dari tempat tidur dan
mengambil jam weker yang diletakkan di atas meja di sebelah ranjangnya. Kedua
jarum jam, baik yang pendek maupun panjang menunjukkan pukul dua belas tepat.



 



QUEEN ( V.O. )



( Senyum-senyum
sendiri )



Pantas aku nggak
bisa tidur. Rupanya hari ini



belum ada yang
mengucapkan selamat ulang



tahun padaku.



 



Sesaat kemudian, ponsel Queen berbunyi,
bunyi sms masuk. Queen segera mengambil ponselnya dan memeriksanya. Tapi, bunyi
tak kunjung berhenti, sms terus masuk.



 



Rupanya sahabat Queen yang paling iseng, Nu
Nu yang mengirimkan smsnya. Queen tersenyum setelah membaca sms pertama yang
isinya “ Happy Birthday, Queen ! Moga makin cakep kayak aku dan makin bae sama
aku “



 



Sms masih belum berhenti masuk ke dalam
ponsel Queen. Satu demi satu sms masuk. Ketika Queen membuka sms yang kedua,
ketiga, keempat, kelima, keenam dan selanjutnya, tawanya menjadi lebih lebar.
Rupanya Nu Nu mengirim sms serupa dengan jumlah yang banyak.



 



QUEEN



( Tertawa )



Dasar Nu Nu !



 



Belum selesai Queen menghapus puluhan sms
yang dikirim Nu Nu, ponselnya bergetar, bunyi dering terdengar. Telepon dari
Dan Dan. Queen menekan tombol call dan menempelkan bagian atas ponsel dengan
telinganya.



 



QUEEN



Halo …



 



DAN DAN ( O.S. )



( Suaranya parau )



Queen, Happy
Birthday ! Doa dan kata-kata



pujiannya besok aja,
ya. Sekarang aku ngantuk



banget, nih ! Oke,
bye !



 



Tut …… terdengar suara telepon yang diputus.



 



QUEEN



Eh, Dan Dan …



 



Queen menarik ponsel yang menempel di
telinganya dan mengacungkannya di depan wajahnya.



 



QUEEN



( Cemberut, setengah
tertawa )



Dasar, Dan Dan ! Mau
ngucapin selamat, tapi



setengah-setengah.



 



Tiba-tiba dering telepon kembali berbunyi.
Queen segera mengangkatnya tanpa melihat ke layar ponsel.



 



QUEEN



Halo, Dan Dan …



 



MIE MIE ( O.S. )



Queen, ini aku, Mie
Mie.



 



QUEEN



Oh, Mie Mie, aku
kira Dan Dan.



 



MIE MIE ( O.S. )



Hah, Dan Dan udah
duluan telepon ? Padahal



jamku sekarang tepat
jam 12, lho ! Sayang aku



jadi orang ke-2 yang
ngucapin selamat, padahal



aku mau jadi yang
pertama.



 



QUEEN



( Senyum terpaksa )



Sebenarnya … Nu Nu
yang paling pertama.



 



MIE MIE ( O.S. )



( Terdengar shock )



Apa ? ( Kembali
tenang ) Ya udah, deh ! Ga



pa pa met ultah, ya.
Moga semua keinginan



kamu tercapai. Dan
moga aja kamu bisa jadian



sama cowok yang suka
kucing itu.



 



QUEEN



( Wajahnya langsung
memerah )



Ah, cowok yang mana
?



 



MIE MIE ( O.S. )



Kalo lagi ultah
nggak boleh menyangkal.



 



Queen tersipu. Kemudian terdengar suara
ketukan pintu, diiringi suara yang sangat dikenal Queen.



 



JACK ( O.S. )



Queen …



 



Queen melirik ke arah pintu, kemudian
kembali konsen bertelepon.



 



MIE MIE ( O.S. )



Itu suara Jack, kan
?



 



QUEEN



He eh



 



MIE MIE ( O.S. )



Ya udah, deh ! Aku
mau bobo lagi. Bye !



 



QUEEN



( Menutup telepon )



Bye !



 



Suara ketukan pintu masih berlanjut, diikuti
suara Jack yang masih berlanjut. Queen beranjak dari tempat tidurnya dan
berjalan menuju pintu.



 



QUEEN ( V.O. )



( Cemberut )



Pasti mau
menginterogasi aku lagi. Sebel !



 



Queen membuka pintu, tetapi yang dilihatnya
bukanlah wajah Jack, melainkan wajah seekor kucing manis berwarna putih dan
berbulu lebat. Queen melompat girang.



 



QUEEN



Wah, lucu sekali !



 



Queen segera meraih kucing itu, ternyata
hanya boneka, tadinya ia pikir itu kucing sungguhan, karena bulunya sunggauh
bagus.



 



Ketika kucing diambil, wajah Jack yang
tadinya bersembunyi di belakang kucing kini terlihat.



 



JACK



( Tersenyum )



Happy Birthday !



 



Queen senang sekali, ia segera memeluk Jack.



 



QUEEN



( Setelah melepaskan
pelukannya, masih tertawa )



Makasih, kak !
Kucingnya lucu sekali. ( Sesaat



kemudian berubah
menjadi bingung, sambil



menatap Jack dengan
curiga ) Lho, bukankah



kakak nggak suka
kucing ?



 



JACK



( Senyum menggoda )



Aku memang nggak
suka. Tapi, kamu kan suka.



 



QUEEN ( V.O. )



Begitulah, Nu Nu,
Dan Dan, Mie Mie, dan Jack



sudah lebih dulu
mengucapkan selamat padaku.



Dan pagi ini mama
juga mengucapkan selamat



padaku. Tapi, justru
ucapan selamat dari orang



yang kuharapkan tak
kunjung datang. Papa sama



sekali nggak
menelepon. King dan Ace juga



tidak mengucapkan
selamat padaku.



 



DISSOLVE TO :



 



FLASHBACK
BERAKHIR


Shan2 · 412 views · 0 comments
Categories: Episode 7#, Part 1
Episode 7# " Happy Birthday, Queen !!! " : Part 2
30 Oct 2007 


INT.
RUMAH QUEEN, RUANG TAMU – PAGI



Terlihat Queen masih memeluk mama dengan
erat. Di samping mereka Jack tertawa sambil melipat tangannya.



 



JACK



Queen terlalu
senang, sampai-sampai nggak



mau melepaskan
pelukannya.



 



Setelah mendengar kata-kata Jack, Queen baru
tersadar. Ia segera melepaskan pelukannya, tetapi tak mengalihkan pandangannya
dari mama.



 



QUEEN



( Kembali memeluk
mama )



Aku sayang mama.



 



MAMA



( Senyum )



Mama tahu. Tapi,
sekarang kan kamu harus



pergi kuliah.



 



Queen melepaskan pelukannya dengan wajah
cemberut.



 



QUEEN



Andai hari ini aku
bisa melewatkan waktuku



seharian dengan
mama.



 



MAMA



( Menghibur )



Hari ini kamu pulang
lebih cepat saja. Mama akan



menunggumu di rumah,
mama tidak aka ke butik



hari ini.



 



QUEEN



( Melompat senang )



Benarkah ?



 



MAMA



( Mengangguk )



Iya, mama janji.
Sekarang kamu cepat berangkat,



kalau tidak bisa
telat nanti.



 



Dengan senang, Queen berjalan menuju pintu
sambil melambaikan tangannya kepada mama.



 



QUEEN ( V.O. )



( Senyum )



Sepertinya hari ini
adalah hari yang paling indah



bagiku. Apalagi,
hari ini papa akan pulang.



 



Jack mengikuti Queen dari belakang. Dan tak
lama kemudian, mereka sudah duduk diatas motor Jack dan siap untuk berangkat.



 



Pada saat itulah King dan Ace turun dan
berjalan menuju pintu.



 



MAMA



( Menghadang King
dan Ace sambil tersenyum )



Hari ini, bisa tidak
kalian pulang cepat ?



 



KING



Ada perlu apa ?



 



MAMA



Akan ada pesta
kejutan untuk Queen.



 



ACE



Pesta kejutan ?



 



MAMA



Oh, iya, kalian
belum tahu. Hari ini Queen



ulang tahun.



 



KING



( Setelah berpikir
sejenak )



Aku bisa. ( Menoleh
) Ace ?



 



ACE



( Senyum )



Aku juga bisa.



 



CUT TO :



 



INT.
RUMAH PHOENIX, DEPAN RUMAH – PAGI



Terlihat Tweety dan Swallow sedang memeluk
Phoenix di depan pagar rumahnya. Di belakang mereka kedua mami sedang
memperhatikan mereka sambil tersenyum.



 



TWEETY



Happy birthday
Phoenix, hari ini kamu



ratunya !



 



SWALLOW



Iya, siapa pun nggak
boleh merebut hari ini



darimu, hari ini
hanya milikmu.



 



PHOENIX



( Senyum )



Makasih, ya.



 



MAMI 1



Nanti pulang kuliah
jangan lupa ajak teman-



Teman yang lain ke
sini, ya. Kita akan mengadakan



Pesta besar-besaran
untuk Phoenix.



 



TWEETY



Oke, tante.



 



CUT TO :



 



INT.
KAMPUS QUEEN, HALAMAN KAMPUS – SIANG



Terlihat Queen, Dan Dan, Nu Nu dan Mie Mie
sedang berjalan-jalan santai sambil ngobrol dan bercanda. Beberapa meter di
depan mereka, terlihat kerumunan masa menggerumuti salah satu gedung kampus.



 



Empat sekawan penasaran dan berusaha masuk
ke dalam kerumunan masa itu. Di saat yang sama, mereka berdesak-desakan dengan
3 Diva Piano, yaitu Phoenix, Tweety, dan Swallow yang juga ingin melihat
keramaian.



 



NU NU



( Mendorong-dorong
Tweety )



Aduh, jangan
dorong-dorong, donk !



Kan aku duluan yang
dateng.



 



TWEETY



( Sambil membalas
dorongan Nu Nu )



Enak saja, aku
duluan yang masuk.



 



Pertengkaran kecil berubah menjadi
pertengkaran besar, dari desak-desakan, kedua perempuan itu kini saling dorong
sekuat tenaga, sampai-sampai kerumunan masa menjadi terpecah.



 



Queen, Dan Dan, Mie Mie, Phoenix dan Swallow
berhasil menyusup ke bagian depan dengan mulus berkat Tweety dan Nu Nu.



 



Ternyata, tidak ada apa-apa yang bisa
dilihat di sana, hanya ada Right yang sedang berdiri di depan mimbar.



 



Ketika Right melihat Queen berdiri di
barisan paling depan, ia segera mengambil mic yang berada di atas mimbar.



 



RIGHT



( Sambil melihat ke
atas gedung )



Oke, pemeran utama
wanita sudah hadir !



 



Ketika mendengar suara Right, Tweety dan Nu
Nu baru sadar mereka ditinggal teman-temannya, mereka pun menyusul ke barisa
paling depan.



 



Empat sekawan dan 3 Diva menatap ke atas
dengan penasaran.



 



QUEEN



Silau sekali.



 



Dari samping, Dan Dan berdiri di sebelah
Queen dan mengangkat tangannya tinggi-tinggi untuk menghalangi sinar matahari.



 



QUEEN



( Menoleh )



Dan Dan, kamu
ngapain ?



 



DAN DAN



( Senyum )



Hari ini adalah
milikmu. Karena itu, hari ini



Kamu pantas
diperlakukan sebagai ratu.



 



NU NU



Dan Dan, tumben tuh
baik amat.



 



Dan Dan menjulurkan lidah kepada Nu Nu. Nu
Nu cemberut, Mie Mie tersenyum. Di samping mereka, Tweety menatap dengan sinis.



 



TWEETY



( Menatap empat
sekawan dengan sinis )



Hari ini adalah hari
ulang tahun Phoenix. Jadi,



hari ini Phoenix-lah
ratunya. Siapa gadis ini ?



Berani-beraninya
merebut hari milik Phoenix.



 



SWALLOW



( Memperhatikan
Queen dengan seksama )



Bukankah dia itu
Queen ?



 



PHOENIX



( Dengan tatapan
polos memperhatikan Queen )



Queen ? Maksud kamu,
dia itu putri dari mantan



aktris itu ?



 



TWEETY



Apa hebatnya punya
mama mantan aktris ? Toh dia



bukan aktris. Kalau
cuma numpang nama, siapa pun



bisa.



 



Tiba-tiba suasana menjadi ramai karena
teriakan Right di depan microphone.



 



RIGHT



Inilah dia
persembahan Tuan Muda Ten untuk



Ratu hari ini,
Queen.



 



Sesaat kemudian, sebuah kain panjang
meluncur turun dari atas gedung. Satu per satu huruf dalam kain itu terlihat.



 



RIGHT



Mari kita eja bersama
!



 



MASSA



H ! A ! P ! P ! Y !
B ! I ! R ! T ! H ! D ! A ! Y !



 



Gemuruh suara tepuk tangan terdengar.



 



MASSA ( CON’T )



Q ! U ! E ! E ! N !



 



RIGHT



Mari kita bacakan
bersama-sama !



 



MASSA



Happy birthday,
Queen !



 



Queen menutup mulutnya dengan kedua tangannya,
tanda tak percaya. Ketiga temannya tertawa. 3 Diva kelihatan kesal, mereka pun
pergi meninggalkan halaman kampus.



 



DAN DAN



Wah, hebat !



 



NU NU



Hebat, Queen hebat !



 



Mie Mie kelihatan sibuk melirik ke sana ke
mari.



 



NU NU



Mie Mie, kamu cari
siapa ?



 



MIE MIE



Ng … bukannya Ten
yang menyiapkan semua ini ?



Kenapa orangnya
nggak kelihatan ?



 



Dan Dan masih sibuk memperhatikan tulisan
tadi dengan senangnya. Sambil bertepuk tangan dan geleng-geleng kepala.



 



QUEEN



Darimana dia tahu
hari ini aku ulang tahun ?



King dan Ace saja
nggak tahu.



 



NU NU



Dia itu kan “ Tuan
Muda Ten “, masa hal ini



saja nggak tahu ?



 



Dari samping, Ten berserta dua pengawalnya,
Right dan Left menghampiri empat sekawan.



 



MIE MIE



Itu dia.



 



Empat sekawan menoleh.



 



TEN



( Tersenyum kepada
Queen )



Happy birthday,
Queen !



 



QUEEN



( Senyum )



Makasih.



 



Ten menjentikkan jarinya kepada Right.
Kemudian Right memberikan sebuah kotak besar kepada Queen. Dan Dan mewakili
Queen menerima kotak besar itu.



 



QUEEN



Apa ini ?



 



TEN



( Masih senyum )



Hadiah.



 



NU NU



( Teriak )



Wah, buka ! Buka !



 



QUEEN



Makasih, sebenarnya
kamu nggak perlu



repot-repot begini.



 



Dan Dan, Nu Nu dan Mie Mie buru-buru sibuk
membuka kotak besar tersebut, sedangkan Queen hanya memperhatikan ketiga
temannya sambil tersenyum.



 



TEN



Malam ini kamu ada
waktu ?



 



QUEEN



Malam ini sepertinya
aku akan berkumpul dengan



keluargaku.
Memangnya kenapa ?



 



TEN



Oh, tidak apa-apa.
Kalau begitu, malam ini aku akan



ke rumahmu. Baiklah,
aku pergi dulu.



 



Setelah menebarkan senyum mautnya, Ten pun
pergi bersama kedua pengawalnya. Queen berbalik, memperhatikan apa yang sedang
dilakukan ketiga temannya.



 



Bungkusan kotak sudah terbuka, kini hanya
tinggal membuka kotaknya, Queen berjalan mendekat.



 



Ketika kotak dibuka, empat sekawan minus
Queen berteriak kencang. Queen sendiri belum melihat isi kotaknya. Dan Dan
segera membawa lari kotaknya.



 



QUEEN



( Penasaran )



Apa sih isinya ?



 



NU NU



( Berteriak )



Wah !



 



QUEEN



( Mengejar Dan Dan )



Dan Dan, sini ! Aku
mau lihat !



 



Sambil tertawa, Dan Dan mengeluarkan isi
kotak. Ternyata sebuah boneka kucing yang besar sekali. Ketika melihatnya,
Queen langsung berteriak.



 



QUEEN



Wah, lucu banget !



 



DAN DAN



( Terengah-engah,
menyerahkan boneka



kepada Queen )



Dia hebat sekali,
bisa tau Queen suka kucing.



 



NU NU



Wah, aku jadi
lumayan suka sama pangeran bule



Itu, soalnya dia
romantis, sih !



 



MIE MIE



( Membenarkan
kacamatanya )



Terus, Ethan mau
dikemanain ?



 



Queen memeluk boneka besar itu sambil
tertawa, diikuti tawa ketiga temannya.



 



CUT TO :


Shan2 · 226 views · 8 comments
Categories: Episode 7#, Part 2
Episode 7# " Happy Birthday, Queen !!! " : Part 3
30 Oct 2007 


INT.
KAMPUS QUEEN, HALAMAN KAMPUS – SIANG



Terlihat Ten dan kedua pengawalnya sedang
berjalan meninggalkan empat sekawan.



 



TEN



Cari tahu apakah
malam ini akan ada pesta



di rumah Queen.
Kalau ada, segera undang seluruh



mahasiswa
universitas ini. Berikan apa saja yang



mereka mau, asalkan
mereka datang ke pesta Queen.



 



CUT TO :



 



INT.
RUMAH QUEEN, RUANG TAMU – SIANG



Terlihat ruang tamu seperti sedang di
renovasi. Para pembantu sibuk sana sini. Tapi yang kelihatan paling sibuk
adalah mama. Ia mondar mandir memperhatikan hiasan-hiasan dan mengatur sana
sini.



 



Jack berdiri di samping, bersandar di
dinding sambil memperhatikan mama. Jack tersenyum-senyum sendiri memperhatikan
mamanya.



 



Mama yang merasa diperhatikan, kini menatap
Jack dengan curiga, ia pun mendekati Jack.



 



MAMA



Kenapa senyum-senyum
sendiri ?



 



JACK



Mama sibuk sekali,
padahal ini kan bukan



pesta
sweetseventeen, jadi nggak usah



terlalu heboh.



 



MAMA



Lho, ini kan pesta
ulang tahun Queen, jadi



harus dipersiapkan
sebaik mungkin. Apalagi



ini adalah pesta
kejutan dan papa akan



datang sebagai
bintang tamunya.



 



JACK



Queen pasti senang
sekali.



 



MAMA



Queen pasti senang.
Mama paling suka lihat



senyum Queen. Malam
ini, adalah malam yang paling



mama nanti-nanti,
soalnya Queen pasti akan



memperlihatkan
senyum paling indahnya.



 



JACK



Queen memang manis
sekali kalau sedang tersenyum.



 



MAMA



( Senyum )



Tentu saja, Queen
kan mirip mama. ( Tiba-tiba



jadi serius ) Kamu
cepat hubungi teman-teman



Queen agar bisa
datang ke pesta kejutan sore ini.



 



JACK



Teman yang mana ?



 



MAMA



Semuanya. Di buku
tahunan sekolah Queen dulu kan



ada alamat dan nomor
teleponnya, sedangkan teman-



teman kampusnya,
kamu kan tahu.



 



JACK



( Berpikir sejenak )



Oke.



 



Kemudian Jack berjalan menuju kamarnya.
Sambil berjalan, Jack mengeluarka handphone dari kantong celananya dan
menelepon seseorang.



 



JACK



Halo, Ethan, aku
perlu bantuanmu sekarang.



 



CUT TO :



 



EXT.
TAMAN TERBUKA – SIANG



Terlihat empat sekawan sedang melukis di
taman, mereka kelihatan senang sekali, terutama Queen.



 



Sang guru datang menghampiri mereka dan
memperhatikan lukisan mereka dari belakang satu per satu.



 



Setelah mondar mandir beberapa kali,
akhirnya Papi berhenti di belakang Queen.



 



PAPI



( Melirik boneka
kucing besar yang diletakkan



di samping tempat
duduk Queen )



Kelihatannya hari
ini kamu senang sekali.



Sedang jatuh cinta,
ya ?



 



QUEEN



( Wajahnya memerah )



Jatuh cinta ?
Enggak, kok ! Hari ini aku ulang



tahun, guru.



 



PAPI



( Agak terkejut )



Oh, ya ? Hari ini
putriku juga ulang tahun. Berapa



Usiamu ?



 



QUEEN



18 tahun.



 



PAPI



( Senyum )



Kamu betul-betul
seumur dengan putriku.



Benar-benar kebetulan.



 



NU NU



Memangnya putri guru
sekarang ada di mana ?



 



PAPI



Seharusnya sekarang
dia ada di sanggar maminya.



 



DAN DAN



Sanggar ?



 



PAPI



Istri saya membuka
sanggar tari dan akting.



 



NU NU



Wah, hebat !



 



PAPI



( Senyum bangga )



Ya, karenanya
Phoenix setiap hari ke sana sepulang



Kuliah.



 



DAN DAN



Phoenix ?
Jangan-jangan dia itu mahasiswi jurusan



Musik, ya ? Adiknya
Condor itu ?



 



PAPI



Ya, Phoenix memang
jurusan musik. Condor



anak angkatku, jadi
bisa dibilang Phoenix adalah



adiknya. Apakah
kalian kenal ?



 



Empat sekawan saling melirik satu sama lain.



 



EMPAT SEKAWAN



( Berbarengan )



Enggak, kami nggak
kenal.



 



PAPI



Oh, sayang sekali.
Kapan-kapan, kalian boleh



Main ke rumah supaya
bisa berteman dengan putriku.



 



NU NU



Iya kalo nggak
dihalangi Condor.



 



PAPI



( Bingung )



Kenapa Condor harus
menghalangi ?



 



DAN DAN



( Menghela napas
panjang )



Condor itu aneh, dia
selalu bilang Queen mau



Menjahati adiknya.
Padahal kami nggak kenal



Phoenix. Bahkan
bicara dengannya saja nggak pernah.



 



PAPI



Oya ? Mungkin dia
salah paham. Condor anak yang



baik dan ramah,
biasanya dia tidak begitu. Kalau



begitu saya
mewakilinya minta maaf bila dia berbuat



kesalahan.



 



QUEEN



( Senyum )



Nggak pa pa, guru.
Mungkin cuma salah paham.



 



Papi tersenyum dan kembali mondar mandir.



 



PAPI



( Senyum )



Daritadi aku
bingung, mengapa tiga temanmu



itu menggambar kue
tart, sekarang aku baru



tahu alasannya.



 



Empat sekawan pun saling melirik satu sama
lain dan tertawa.



 



CUT TO :



 



INT.
BENGKEL KING, RUANGAN KING – SIANG MENJELANG SORE



Terlihat King sedang duduk di kursinya.
Sesaat kemudian, masuk Ace sambil tersenyum.



 



ACE



King, ayo kita
pulang !



 



KING



Ace, biasanya jam
segini kamu masih di studio.



 



ACE



Kamu lupa ? Hari ini
kita kan harus pulang cepat.



 



KING



( Menepuk pelan
keningnya )



Oh, iya. Untung kamu
ingatkan.



 



King segera beranjak dan beres-beres.
Kemudian, setelah selesai, mereka pun keluar ruangan.



 



INT.
BENGKEL KING, GARASI – SIANG MENJELANG SORE



Terlihat Machine dan Mulan sedang dalam
posisinya mengutak atik mobil, yaitu di bawah mobil.



 



King dan Ace berjalan menuju pintu keluar.
Tiba-tiba King menghentikan langkahnya.



 



KING



Ace …



 



ACE



( Menoleh )



Kenapa ?



 



KING



Bukankah kita
seharusnya membeli kado ?



 



ACE



( Senyum )



Aku sudah beli. (
Menunjuk ke ara bungkusan yang



diletakkan di kursi
samping garasi ) Tuh !



 



KING



Tapi, aku belum.



 



ACE



Hm, baiklah, kalau
begitu kita beli dulu saja.



 



Tiba-tiba Machine sudah berada di depan King
dan Ace.



 



MACHINE



Kado untuk siapa ?



 



ACE



Tadi kan aku sudah
bilang padamu, hari ini



Queen ulang tahun.



 



Machine terlihat shock, sedangkan Mulan
langsung buru-buru berdiri di sebelah Machine dan memberikan isyarat-isyarat
mimik wajah kepada Ace.



 



Ace tertawa, sedangkan King malah jadi
bingung.



 



KING



Kalian kenapa ?



 



ACE



( Tertawa keras )



Kalian jangan
khawatir, King sudah tau.



 



Machine dan Mulan langsung menatap King,
menunggu-nunggu apa yang akan terjadi.



 



KING



( Tersenyum )



Oh, itu ? Ya, aku
sudah tahu Ace berkepribadian



ganda.



 



MACHINE



( Masih shock )



Berarti Queen
betul-betul memberitahumu ?



Wah, dia berani
sekali !



 



MULAN



Aku kagum, aku mau
jadi saudaranya.



 



KING



( Tersenyum tipis )



Aku juga kagum
dengan keberaniannya. Hari ini



aku akan memberikan
hadiah kepadanya sebagai



hadiah ulang tahun
sekaligus rasa terima kasih



karena telah
memberitahu masalah Ace padaku.



 



MACHINE



( Langsung menatap
Ace curiga )



Lalu, sekarang kamu
ini Love atau Spade ?



 



ACE



( Senyum )



Aku Love.



 



MULAN



Lho, kamu belum
sembuh ?



 



ACE



( Menghela napas )



Tidak bisa secepat
itu. Spade masih tidak mau



menghilang. Aku
masih harus menyesuaikan diri.



 



KING



( Menepuk pundak Ace
)



Tidak apa-apa, aku
akan selalu mendukungmu.



 



ACE



( Senyum, kepada
Machine dan Mulan )



Sekarang kami akan
pergi membeli hadiah



dan membantu di
rumah. Kalau kalian sudah



selesai, kalian
menyusul saja.



 



MACHINE



Tapi, apakah kami
diundang ?



 



MULAN



Iya, Queen saja
tidak meminta kami datang.



 



KING



Ini pesta kejutan,
bahkan Queen tidak tahu kalau



ulang tahunnya
dirayakan.



 



MACHINE



Oh, kalau begitu
kami pasti datang !



 



CUT TO :


Shan2 · 142 views · 0 comments
Categories: Episode 7#, Part 3
Episode 7# " Happy Birthday, Queen !!! " : Part 4
30 Oct 2007 


INT.
RUMAH QUEEN, RUANG TAMU – SORE



Ruang tamu sudah kelihatan rapi. Semua
hiasan yang dipersiapkan sudah selesai dipasang.



 



Mama berdiri di tengah-tengah sambil melihat
ke sekeliling ruangan.



 



MAMA



( Bicara sendiri )



Tamu sudah, makanan
sudah, hiasan sudah,



hadiah, sudah.



 



Jack datang menghampiri mama sambil
tersenyum.



 



JACK



Bagaimana ? Sudah
selesai ?



 



MAMA



Jack, bukankah kamu
harus menjemput Queen ?



 



JACK



Iya, sekarang mau
berangkat. Oke, aku pergi dulu, ma.



 



Jack pun berjalan menuju pintu keluar,
kemudian terdengar suara motor digas, pagar terbuka dan perlahan-lahan suara
motor itu hilang.



 



Sepeninggalan Jack, mama masih memeriksa
hiasan ruangan satu persatu, apakah ada yang kurang. Saat itulah King dan Ace
datang.



 



MAMA



( Senyum )



Kalian sudah pulang
?



 



KING



Ya, kami mau
membantu kalau ada yang bisa kami



bantu.



 



CUT TO :



 



EXT.
TAMAN TERBUKA - SORE



Queen terlihat sedang menunggu seorang diri
di pinggir taman. Padahal biasanya, walaupun ia akan dijemput Jack, ketiga
temannya pasti akan menemaninya sampai Jack datang. Tapi kali ini tidak. Entah
kenapa setelah mereka mendapat telepon aneh yang entah dari siapa, karena
mereka tidak mau bilang, mereka langsung izin pulang.



 



Queen sempat kesal, tapi apa boleh buat,
meski kesalpun percuma. Ia cuma bisa menenteng boneka besar pemberian Ten
berserta buku-buku dan perlengkapan melukisnya yang cukup banyak.



 



Sambil menunggu, Queen mondar mandir di
pinggir taman, sedangkan barang bawaannya diletakkan di sebelah kakinya.



 



Saat itu, handphone Queen berbunyi. Gadis
itu segera mengeluarkan handphonenya dari kantung celananya dan melihat tulisan
dalam layar. Ternyata papa 2 yang menelepon. Queen senang setengah mati.



 



QUEEN



( Buru-buru
mengangkat telepon )



Halo, papa ! Papa
sekarang di mana ?



 



PAPA 2 ( O.S. )



( Suaranya serak )



Queen, papa cuma mau
bilang … happy birthday.



Papa minta maaf, papa
tidak bisa datang menemuimu.



 



QUEEN



Kenapa ? Kenapa papa
nggak bisa datang ?



 



PAPA ( O.S. )



( Suaranya memelas )



Maafkan papa, Queen



 



Tut … telepon terputus.



 



QUEEN



( Berteriak, hampir
menangis )



Pa ! Papa !



 



Queen masih memperhatikan handphonenya beberapa
lama, berharap papa akan menelepon lagi, berharap yang tadi hanyalah kesalahan
jaringan, berharap yang tadi bukanlah papa.



 



Tapi handphonenya tak kunjung menerima
panggilan. Queen berjongkok dan menangis sendirian. Saat itulah Jack datang
dengan motornya.



 



Ketika mleihat Queen, Jack segera
memarkirkan motornya di sekitar sana dan berlari menghampiri Queen.



 



JACK



Queen, kamu kenapa ?
Siapa yang menjahatimu ?



 



QUEEN



 ( Segera berdiri dan memeluk Jack )



Papa, kak ! Papa
barusan menelepon dan bilang



kalau dia nggak bisa
datang.



 



JACK



( Menghela napas,
membelai Queen dengan lembut )



Jangan sedih, ya. Mungkin
papa memang nggak bisa



Datang hari ini,
tapi …siapa tahu besok dia bisa datang.



 



QUEEN



( Masih menangis )



Sejak aku kecil,
papa nggak pernah ada di rumah.



Papa sama sekali
nggak pernah merayakan ulang



tahunku. Sekalipun
nggak pernah.



 



CUT TO :



 



INT.
RUMAH QUEEN, RUANG TAMU – SORE



Terlihat mama sedang berdiri di dekat
jendela. Di samping mama ada tangga tinggi dan di atasnya ada King.



 



MAMA



Iya, betul ! Ke
kanan sedikit.



 



Di belakang mereka para pembantu plus Ace
sedang menghidangkan makanan.



 



Beberapa saat kemudian, telepon rumah
berdering, salah seorang pembantu mengangkatnya.



 



Tak berapa lama kemudian, pembantu itu
menghampiri mama.



 



PEMBANTU



Nyonya, ada telepon
dari tuan.



 



MAMA



( Senyum )



Iya, makasih. (
Kepada King ) King, mama mau



terima telepon dulu
( Kepada Ace ) Ace, bisa tolong



atur di sini dulu ?



 



ACE



( Senyum )



Oke.



 



Mama pun berjalan menuju telepon.



 



MAMA



Halo …



 



PAPA ( O.S. )



( Suaranya serak )



Halo, ma …



 



INT.
KAMAR HOTEL – SORE



Terlihat papa sedang duduk di sebuah ranjang
hotel, di atas ranjang penuh dengan botol minuman kosong. Suasana kamar sangat
berantakan. Papa kelihatan stress. Tangan kirinya memegang gagang telepon,
sedangkan tangan kanannya memegang sebuah pistol.



 



MAMA ( O.S. )



Papa di mana ?
Pestanya sudah mau dimulai.



 



PAPA



( Matanya basah )



Ma, aku nggak bisa
datang.



 



MAMA



Apa maksudnya ? Kamu
kan sudah janji.



 



PAPA



( Memukul-mukul
kepalanya )



Maafkan aku, ma.
Dulu aku pernah berjanji akan



membahagiakanmu,
sekarang aku sudah hancur.



Bahkan aku tidak
berani menemuimu. Maafkan aku,



ma. Aku sudah
berusaha sekuat tenaga, tapi aku



tetap gagal.



 



MAMA ( O.S. )



Pa, bicaranya jelas
sedikit, ada apa sebenarnya ?



 



PAPA



Maafkan aku, aku
malu bertemu kalian. Lebih baik



aku mati.



 



INT.
RUMAH QUEEN, RUANG TAMU – SORE



Terlihat mama sedang duduk sambil memegang
gagang telepon.



 



MAMA



Halo, pa. Jangan
bicara sembarangan. Setiap



masalah pasti ada
jalan keluarnya. Kita kan



bisa diskusikan
bersama.



 



Tut … terdengar suara telepon terputus.



 



MAMA



( Berteriak )



Halo ? Halo !



 



Mama terlihat cemas, ia segera meletakkan
gagang telepon dan kemudian mengangkatnya lagi, menekan nomor-nomor tertentu
sambil menggigit bibir bawahnya.



 



King dan Ace menoleh, mereka tahu ada yang
sedang tidak beres. Mereka pun menghampiri mama.



 



Mama masih terlihat cemas, telepon yang
ditujunya tidak bisa menyambung, ia terus mencoba berkali-kali.



 



KING



Apa yang terjadi ?



 



MAMA



( Cemas )



Papanya Queen …
sepertinya dia ada masalah.



Dia tidak pernah
seperti ini, kalau ada masalah,



dia pasti akan
cerita padaku. Tapi, kali ini lain.



Firasatku sangat
buruk, aku takut sesuatu terjadi



padanya.



 



ACE



Kenapa tidak telepon
ponselnya saja ?



 



MAMA



Sudah, tapi tidak
bisa, ponselnya tidak aktif.



 



Beberapa saat kemudian, telepon menyambung.



 



MAMA



Halo, Jonny, bosmu
mana ? Aku mau bicara.



 



JONNY ( O.S. )



Nyonya, kami juga
sedang mencari tuan



besar. Sudah
beberapa hari dia tidak pulang.



 



MAMA



Apa ? Kenapa kamu
tidak bilang ?



 



JONNY ( O.S. )



Maafkan saya,
nyonya. Belakangan ini tuan memang



sering tidak pulang,
tapi beberapa lama sekali beliau



akan pulang. Saya
pikir tuan akan pulang seperti biasa.



Biasa tuan pulang
seminggu sekali, tapi kali ini sudah



dua minggu tuan
tidak pulang.



 



MAMA



Siapkan mobil,
jemput saya di bandara, saya akan



berangkat ke sana
sekarang.



 



JONNY ( O.S. )



Baik nyonya.



 



Mama menutup telepon dan segera beranjak
dari tempat duduknya serta memerintahkan para pelayan agar menyiapkan
barang-barangnya.



 



MAMA



( Kepada King dan
Ace )



Mama harus pergi, di
sini tolong kalian tangani.



 



ACE



Tapi, sebentar lagi
Queen pulang.



 



MAMA



Tolong sampaikan
maaf mama pada Queen. Mama



takut papanya Queen
bertindak bodoh, sudah dua



minggu dia tidak
pulang, dia pasti ada masalah.



 



Sesaat kemudian, para pelayan sudah selesai
mengerjakan tugasnya, mobil sudah disiapkan, koper sudah diangkut. Mama
berjalan menuju pintu keluar.



 



MAMA



( Hampir menangis )



Queen pasti sedih
papanya tidak bisa datang, apalagi



Kalau mama juga
pergi. Jadi, tolong kalian buat dia



bahagia. Mama mohon.



 



KING



Tenang saja, ma.
Serahkan saja pada kami.



 



MAMA



( Air matanya
langsung menetes )



Kamu panggil aku apa
? Mama ?



 



ACE



( Senyum )



Mama memang mama
kami, sudah sepantasnya



kami memanggilmu
mama.



 



Mama segera memeluk King dan Ace. Kemudian
berjalan pergi. Sepeninggalan mama, King dan Ace masih terpaku menatap
kepergian mama.



 



KING



Entah kenapa hari
ini aku bahagia sekali.



 



ACE



( Menghela napas )



Aku juga, aku merasa
lega, seakan-akan bebanku



bertahun-tahun
hilang begitu saja.



 



KING



Kalau tahu begini,
aku akan lebih awal mengakuinya



sebagai mama.



 



ACE



( Menatap King
curiga )



Lalu, kenapa
sekarang kamu mau mengakuinya ?



 



KING



( Menoleh sambil
tersenyum )



Karena kata-kata
Queen kemarin.



 



ACE



Aku jadi penasaran,
apa saja yang Queen katakan



kemarin padamu.



 



KING



Kau tidak akan
pernah tahu.



 



Beberapa saat kemudian, Cici yang sejak pagi
mengurung diri di kamar karena tidak mau campur tangan mengenai pesta kejutan
untuk Queen tiba-tiba datang menghampiri King. Dan seperti biasanya, Nut
mengikuti dari belakang.



 



CICI



( Senyum )



King, kamu sedang
apa ? Apa perlu bantuan ?



 



CUT TO :


Shan2 · 126 views · 0 comments
Categories: Episode 7#, Part 4
Episode 7# " Happy Birthday, Queen !!! " : Part 5
30 Oct 2007 


INT.
RUMAH PHOENIX, HALAMAN RUMAH – SORE



Terlihat Phoenix, Tweety, Swallow dan Condor
sedang berdiri sambil berbincang-bincang.



 



TWEETY



( Memperhatikan
Phoenix dari atas sampai bawah )



Wah, Phoenix ! Kamu
cantik sekali !



 



SWALLOW



Iya, gaunmu bagus
sekali.



 



CONDOR



Phoenix memang
cantik, jadi pakai apa pun



tetap cantik.



 



Sesaat kemudian, kedua mami datang.



 



MAMI 2



( Senyum )



Tweety, Swallow, ayo
masuk saja ke dalam.



 



TWEETY DAN SWALLOW



( Senyum )



Iya, tante.



 



MAMI 1



Phoenix,
teman-temanmu yang lain ke mana ?



Kok belum pada
datang ?



 



TWEETY



Aku sudah
menyebarkan undangannya, kok tante.



Mereka pasti datang.
Mereka kan sudah janji.



 



SWALLOW



Iya, mungkin mereka
belum ketemu rumah Phoenix,



jadi agak terlambat.



 



MAMI 1



( Terlihat cemas )



Tapi ini kan sudah
jam 7, sedangkan acaranya



seharusnya mulai jam
6. Kalau begini makanannya



bisa dingin.



 



Phoenix kelihatan kecewa, Tweety dan Swallow
bingung, tak tahu lagi harus bicara apa.



 



CUT TO :



 



INT.
RUMAH QUEEN, RUANG TAMU – MALAM



Terlihat ruang tamu gelap gulita, terdengar
suara-suara bisikan. Beberapa saat kemudian terdengar suara motor.



 



SEBUAH SUARA



Queen sudah datang !



 



SUARA LAIN



Sssttt ……



 



INT.
RUMAH QUEEN, HALAMAN DEPAN RUMAH – MALAM



Terlihat Queen turun dari motor, wajahnya
amsih terlihat sedih, meskipun tadi Jack sempat mengajaknya jalan-jalan
sebentar untuk menenangkan pikirannya.



 



Dengan menenteng boneka besar pemberian Ten,
Queen masuk ke dalam rumah. Jack mengikuti dari belakang dengan membawakan
barang bawaan Queen yang lain.



 



INT.
RUMAH QUEEN, RUANG TAMU – MALAM



Terlihat Queen berjalan sambil meraba-raba
dinding, mencari saklar lampu ruang tamu.



 



QUEEN



Memangnya orang
rumah pada ke mana ?



Kok sudah malam tapi
lampunya tidak dinyalakan ?



 



Sesaat kemudian, ( tangan ) Queen menemukan
saklar dan menekannya. Seketika lampu menyala. Dan seketika itu juga, suara
tiupan terompet, balon yang pecah dan semprotan glitter menghampiri Queen.



 



TEMAN-TEMAN



( Serentak )



Happy Birthday,
Queen !



 



Queen kelihatan terkejut sekali. Meskipun
tadinya suasana hatinya sedang buruk, tapi ketika melihat semua temannya berada
di rumahnya dan memberinya kejutan, Queen tak bisa lagi membendung
kebahagiannya.



 



Dan Dan, Nu Nu dan Mie Mie segera menarik
Queen ke tengah-tengah ruangan. Queen melihat ke sekeliling ruangan, ruangan
tamu itu dihias sedemikian cantiknya.



 



TEMAN-TEMAN



( Menyanyikan lagu
sambil bertepuk tangan )



Happy Birthday to
you, happy birthday to you,



Happy birthday to
Queen, happy birthday to you.



 



Dia antara teman-teman itu juga terdapat
Jack, Cici, Nut, Machine, Mulan, King, Ace, Ethan, Dan Dan, Nu Nu dan Mie Mie.
Mereka tertawa sambil bertepuk tangan.



 



Setelah menyanyikan lagu happy birthday, Nu
Nu menyalakan lilin dan memulai lagu tiup lilinnya. Dan mereka pun bernyanyi
bersama-sama.



 



Queen tersenyum melihat seluruh temannya.
Saat akan meniup lilinnya, Dan Dan menghentikan Queen.



 



DAN DAN



Tunggu, kamu harus
buat permohonan dulu.



 



Queen tersenyum, kemudian menutup matanya.



 



QUEEN ( V.O. )



Permintaan pertama,
semoga mama dan papa



bahagia. Permintaan
kedua, semoga Kak Cici dan



Jack bahagia.
Permintaan ketiga, semoga King dan



Ace bahagia.



 



Setelah selesai, Queen membuka mata dan
segera meniup lilinnya. Diiringi tepuk tangan teman-teman.



 



NU NU



Aku tahu, Queen
pasti memohon supaya



Cowok yang suka
kucing juga suka padanya.



 



Seketika, suasana yang tadinya ramai menjadi
tenang.



 



DAN DAN



Sssttt …



 



NU NU



Ups !



 



SALAH SEORANG TEMAN



Wah, rupanya Queen
sudah punya pacar !



Selamat, ya !



 



Kemudian teman-teman yang lain ikut
memberikan selamat. Wajah Queen pun memerah. Untuk mengalihkan pembicaraan, Dan
Dan segera mengambil alih acara.



 



DAN DAN



Sudah, Sudah !
Sekarang, lebih baik kita



potong kuenya.



 



Mereka pun menyanyikan lagu potong kuenya
bersama-sama. Queen mengambil pisau yang sudah disediakan dan memotong kue
ulang tahunnya. Kemudian potongan kue itu diletakkan di sebuah piring kertas
kecil yang cantik.



 



NU NU



Hayo, potongan
pertama diberikan kepada siapa ?



 



QUEEN



( Senyum )



Tentu saja mama.



 



Queen segera mencari mama dan baru menyadari
kalau sejak tadi mama tidak ada bersama mereka.



 



QUEEN



Mama mana ?



 



Tak ada jawaban. Semua teman saling melirik
satu sama lain. Tak ada yang tahu. Hanya King dan Ace yang tahu jawabannya.



 



KING



Mama pergi. Katanya
papamu ada masalah,



jadi mama
menyusulnya ke sana.



 



QUEEN



( Kelihatan shock,
matanya langsung berkaca-kaca )



Apa ? Mama pergi ?
Bukankah mama janji tidak akan



pergi ? Mama kan
bilang akan menemaniku hari ini.



Kenapa mama pergi ?



 



Seketika itu juga, suasana menjadi hening.
Tak terasa, air mata Queen sudah mengalir deras. Queen meletakkan piring berisi
kue itu di atas meja dan segera berlari ke kamarnya.



 



Jack mengejar Queen dari belakang.
Teman-teman yang lain hanya menonton dari samping apa yang sedang terjadi.



 



Beberapa saat kemudian, terdengar
suara-suara bising dari luar rumah, semua orang segera keluar untuk melihat apa
yang terjadi.



 



Ternyata kembang api sedang diluncurkan. Tak
lama kemudian Ten dan kedua pengawalnya datang dan mencari Queen.



 



TEN



Queen mana ?



 



NU NU



Kelihatannya kamu
datang di saat yang



nggak tepat.



 



INT.
RUMAH QUEEN, DEPAN KAMAR QUEEN – MALAM



Terlihat Jack sedang mengetuk pintu kamar
Queen.



 



JACK



Queen, buka
pintunya. Queen …



Mungkin papa memang
ada masalah.



 



QUEEN ( O.S. )



Aku nggak mau denger
! Nggak mau denger !



 



Jack menghela napas, kemudian mengeluarkan
handphonenya dan menelepon mama.



 



JACK



Halo, mama di mana ?
Kenapa mama tiba-tiba



pergi ? Queen sedih,
sekarang dia mengunci diri



di kamar.



 



MAMA ( O.S. )



Papa ada masalah,
Jack. Mama janji, kalau masalahnya



Sudah selesai, malam
ini juga mama akan pulang.



 



CUT TO :



 



INT.
RUMAH PHOENIX, RUANG TAMU – MALAM



Terlihat Phoenix, Tweety, Swallow, Condor,
Papi, Mami 1 dan Mami 2 sedang menyanyikan lagu happy birthday bersama-sama
sambil bertepuk tangan.



 



Tak ada satupun teman Phoenix selain Tweety
dan Swallow yang datang.



 



CUT TO :



 



INT.
RUMAH QUEEN, DEPAN KAMAR QUEEN – MALAM



Suasana sunyi, sepi dan gelap. Terlihat King
berjalan menuju kamar Queen dan berhenti di depannya. Kemudian meletakkan
sesuatu di depan pintu kamar Queen. Setelah itu ia pergi.



 



Tak lama kemudian, Ace keluar dari kamarnya
dan berjalan menuju kamar Queen. Ia melihat kado Queen di depan pintu kamar
Queen dan tersenyum. Kemudian meletakkan kado milikknya di samping kado King.
Dan kemudian Ace pun pergi.



 



Close
up
kado King dan Ace. Di
atas kedua kotak itu bertulisan “ Happy Birthday, Queen ! “.



 



Frame berhenti. Muncul tulisan dari samping “ BERSAMBUNG “.



 



FADE OUT TO :


Shan2 · 611 views · 4 comments
Categories: Episode 7#, Part 5

Previous page  1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10  Next page

Last Comment

Calendar

February 2012
SunMonTueWedThuFriSat
 << < > >>
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
26272829   

Google Adsense

Announce

Who's Online?

Member: 0
Visitor: 1

rss Syndication

Archives