Royal Flush

Episode 2# Malam kedua : Part 5
21 Oct 2007 

EXT. JALANAN TERBUKA, ARENA BALAP – TENGAH MALAM

Terlihat Jack sedang membopong King, dibantu Ace. Queen datang menghampiri mereka. Ketika Jack melihat Queen, matanya berapi-api.


JACK

Queen, sedang apa kamu di sini.


QUEEN

( Kelihatan ketakutan )

Nanti … nanti akan aku jelaskan. Sekarang, lebih baik

menolong orang dulu.


Mereka pun berjalan keluar arena. Dan Dan, Nu Nu dan Mie Mie mengikuti dari belakang.


Di kejauhan, terlihat Ten, Right dan Left memperhatikan keramaian massa.


TEN

Rupanya King kecelakaan, aku baru tahu.


RIGHT

Sudah pasti dia mudah dikalahkan. Begitu saja kecelakaan.


LEFT

Belum tentu, siapa tahu dia terluka. Tadi kulihat dia

memang kurang fit.


TEN

Oya, aku kok nggak merhatiin, ya ?


Right tak mendengarkan, ia malah tersenyum sambil memperhatikan Mie Mie yang sedang memandangi Ten dari kejauhan dari tengah-tengah kerumunan massa.


RIGHT

( Memukul pelan pundak Ten )

Hei, kelihatannya cewek itu suka padamu.


TEN

( Memperhatikan kerumunan massa )

Yang mana ?


RIGHT

( Menunjuk ke arah Mie Mie )

Itu, yang pake kacamata.


TEN

( Memperhatikan Mie Mie, kemudian tersenyum )

Cewek kutubuku. Untukmu saja.


Ten, Right dan Left pun tertawa terbahak-bahak.


CUT TO :


INT. RUMAH SAKIT, KAMAR KING – PAGI

Terlihat King sedang berbaring di atas ranjang, Jack dan Queen tidur di sofa, sedangkan Ace tidur di samping ranjang King.


Tiba-tiba Mama masuk dengan tergesa-gesa dan membuat Jack, Queen, Ace dan King bangun.


MAMA

Apa yang terjadi ?


Ace berdiri, tapi tak menjawab. Mama menatap Jack dan Queen.


MAMA

Katakan, apa yang terjadi.


QUEEN

Sebenarnya …


Jack menginjak kaki Queen.


QUEEN

Auw !!


Kini Mama menatap Jack tajam.


MAMA

Jack, jangan main rahasia-rahasiaan.


Jack tetap tak bergeming. Kini Mama manatap Queen penuh harapan.


MAMA

Queen, kamu saja yang bilang. Jangan takut.


KING ( O.S. )

Aku yang salah.


Mama menoleh, kemudian mendekati King.


KING

Aku tahu masih terluka, tapi aku bersikeras balapan.


MAMA

Apa kamu bilang kamu balapan ?


ACE

Ya, dan kamu nggak punya hak melarang kami.


Sekujur tubuh Mama langsung lemas, Mama hampir jatuh. Tapi Jack dan Queen sudah keburu memegangi, kemudian menuntun Mama duduk di sofa.


Mama memegangi kepalanya, air mata Mama langsung berlinang.


QUEEN

Mama kenapa nangis ?


ACE

( Dingin dan tak peduli )

Kenapa ? Pura-pura peduli ? Bukankah kami mati pun

kamu nggak peduli ?


JACK

Hei, jangan kurang ajar sama Mamaku, ya !


KING

Jangan begitu, Ace !


Ace malah buang muka, nggak peduli. Mama masih terlihat shock.


MAMA

( Masih berlinang air mata )

Kenapa masa-masa itu kembali lagi ?


QUEEN

( Hampir menangis )

Mama jangan nangis, kalau Mama nangis, aku juga

ikut sedih dan mau nangis.


KING

Maaf kalau aku membuatmu sedih. Tapi, aku tidak

apa-apa. Tidak perlu khawatir.


Mama mengusap air matanya, kemudian berdiri dan mendekati King.


MAMA

King, Ace, Mama tahu, kalian membenci Mama karena

dulu sudah meninggalkan kalian. Mama minta maaf.

Mama juga tidak mau melakukan hal itu, hanya saja …

hanya saja keadaan yang memaksa Mama …


ACE

Kami nggak perlu penjelasan. Nggak usah repot-repot

ngejelasin.


Mama menghentikan isak tangisnya, kemudian berubah menjadi tegas.


MAMA

Baiklah, kalian sudah dewasa. Kalian bisa mengurus diri

kalian sendiri.


Kemudian Mama keluar kamar dan pergi.


QUEEN

( Mengejar Mama )

Ma … !


JACK

( Kepada King dan Ace )

Aku harap kalian sadar kalau sekarang kalian tinggal

di rumah Mama. Jadi, tolong perlihatkan sopan santun

kalian sedikit !


Kemudian, Jack pun pergi meninggalkan King dan Ace.


ACE

( Penuh emosi )

Memangnya siapa yang mau tinggal di rumahnya ?

Nggak tinggal di rumahnya juga kita nggak bakal mati.


Terlihat King yang masih terbaring menutup matanya, seakan ingin melenyapkan ingatannya tentang hal yang baru saja terjadi di ruangan itu.


ACE

King, lebih baik besok kita pindah keluar saja.


KING

( Masih menutup mata )

Aku akan tinggal sampai ulang tahunku yang ke dua

puluh lima.


ACE

King, apa kamu sadar ? Itu masih dua tahun lagi.


KING

Memang, demi amanat terakhir papa, aku akan tinggal

di rumah itu selama dua tahun.


ACE

Kamu sudah gila !


Muncul tulisan dari samping “ BERSAMBUNG “.


FADE OUT TO :


Shan2 · 158 views · 2 comments
Categories: Episode 2#, Part 5
Episode 3# " 3 Diva Piano " : Part 1
30 Oct 2007 


EXT.
JALAN RAYA - PAGI



Terlihat sebuah mercedes silver melaju
dengan kecepatan tertentu. Belakangan terlihat QUEEN, MAMA, JACK dan seorang
sopir ada di dalam mobil. Sopir dan Jack duduk di depan, sedangkan Mama dan
Queen duduk dibelakang.



 



Muncul tulisan dari samping “ 3# 3 DIVA PIANO “.



 



INT.
JALAN RAYA, MOBIL QUEEN – PAGI



Berawal dari close up tangan ( Mama ) yang meremas-remas sapu tangannya.
Belakangan terlihat Mama dengan mata yang kemerah-merahan menatap lurus ke
depan.



 



Camera
movement. Close up
wajah
Queen yang melihat ke samping. Belakangan terlihat Queen sedang memperhatikan
Mama dengan sedih.



 



Camera
movement. Close up
wajah
Jack yang menoleh ke belakang, memperhatikan Mama yang sedang sedih.



 



CUT
TO :



 



INT.
RUMAH QUEEN, HALAMAN RUMAH QUEEN – PAGI



Terlihat sebuah mercedes memasuki halaman
rumah Queen. Kemudian mercedes itu berhenti di depan pintu. Sang sopir keluar
dari mobil dan membukakan pintu belakang mobil agar Mama dan Queen bisa keluar.
Sedangkan Jack keluar sendiri dari mobil.



 



CUT
TO :



 



INT.
RUMAH QUEEN, RUANG TAMU – PAGI



Terlihat Mama berjalan menuju seofa,
kemudian duduk di sana. Queen dan Jack mengikuti dari belakang.



 



QUEEN



( Sambil duduk di samping Mama )



Ma, jangan sedih lagi. Ace nggak serius
waktu dia



Mengucapkan kata-kata kasar. Aku yakin,
dalam hati



King dan Ace, mereka pasti sayang sama Mama.



 



Mendengar kata-kata Queen, Mama menoleh,
menatap Queen dengan mata berkaca-kaca. Kemudian tersenyum dan membelai-belai
rambut Queen.



 



MAMA



Kamu memang anak Mama yang paling manis.



Jangan khawatir, Mama nggak pa pa.



 



Terlihat Jack berdiri di samping mereka
sambil melipat kedua tangannya.



 



JACK



Queen, bukankah kamu harus kuliah ?
Siap-siap



sana !



 



QUEEN



( Tersentak, segera melirik jam dinding )



Ah, bisa telat, nih !



 



Queen segera beranjak dan berlari menuju
kamarnya, tetapi beberapa saat kemudian langkahnya terhenti.



 



QUEEN



( Berbalik )



Kalau aku pergi, mama bagaimana ? Atau, aku



bolos kuliah aja, biar bisa temenin mama.



 



MAMA



( Senyum )



Nggak usah. Mama nggak pa pa, kok !



 



JACK



Iya, jangan khawatir. Biar aku yang temenin
mama.



 



MAMA



Nggak pa pa, Jack. Hari ini mama nggak pergi
ke butik.



Sepertinya lebih baik mama istirahat di
rumah saja.



 



JACK



Nggak pa pa, ma. Lagipula hari ini aku nggak
ada acara.



 



Queen masih terpaku di tempatnya, Jack segera
memberi kode agar Queen pergi dengan melambai-lambaikan tangannya ke arah
Queen.



 



CUT
TO :



 



INT.
KAMPUS QUEEN, DEPAN RUANG KELAS – PAGI



Terlihat Queen berlari kencang menuju pintu
ruang kelasnya. Setelah sampai, ia pun masuk.



 



INT.
KAMPUS QUEEN, KELAS QUEEN – PAGI



Terlihat Queen masuk. Close up wajah Queen dengan mata yang bengkak memperhatikan seluruh
ruangan. Matanya mencari sosok dosen yang seharusnya sudah ada di kelas. Tapi,
saat itu ia tak melihat dosen di sana. Queen pun segera berjalan ke tempat
duduknya sambil menundukkan kepala akibat malu karena telat datang.



 



Point
of view Queen
. Terlihat Dan
Dan, Nu Nu dan Mie Mie sedang membenamkan kepalanya di atas meja, sehingga
wajah mereka tidak kelihatan. Sepertinya mereka tidur.



 



Queen geleng-geleng, kemudian duduk di
antara mereka.



 



QUEEN



( Menepuk pundak Dan Dan, Nu Nu



dan Mie Mie bergiliran )



Wei, kok kalian tidur, sih ? Aku yang
menunggui



King semalaman di rumah sakit aja nggak
ngantuk.



Kalian kan pulang duluan, kok begini ?



 



Sesaat kemudian, Dan Dan, Nu Nu dan Mie Mie
pun mengangkat kepala mereka. Close up
wajah Nu Nu yang memakai kacamata berwarna ungu.



 



NU
NU



Kita kan nggak pernah begadang.



 



Queen segera memperhatikan wajah kedua
temannya yang lain. Point of view Queen.
Close up wajah Dan Dan dengan
kacamata berwarna biru. Close up
wajah Mie Mie dengan kacamata berwarna pink.



 



QUEEN



( Bingung )



Kok kalian pake kacamata sih ?



 



Dengan serentak, Dan Dan, Nu Nu dan Mie Mie
membuka kacamata mereka. Intercut Close
up
wajah Dan Dan, Nu Nu dan Mie Mie. Mata mereka bengkak.



 



Queen menahan tawanya ketika melihat wajah
ketiga temannya. Kemudian dengan serentak juga, Dan Dan, Nu Nu dan Mie Mie
memakai kacamatannya lagi.



 



NU
NU



Aku nggak pernah pergi kuliah dengan mata



bengkak begini.



 



DAN
DAN



Iya, bisa jatuh reputasiku kalau begini.



 



MIE
MIE



Aku aja sampe ganti kacamata minus-ku dengan



kacamata berwarna ini supaya mataku yang
bengkak



nggak kelihatan.



 



Tawa Queen meledak. Tapi ketiga temannya
malah bermuram durja.



 



DAN
DAN



( Menepuk pundak Queen )



Wei, jangan ketawain orang, donk ! Kamu
sendiri



matanya bengkak.



 



QUEEN



( Berhenti tertawa, berubah serius )



Masa sih ?



 



Nu Nu segera mengeluarkan cermin dari dalam
tasnya dan mengacungkannya di hadapan Queen.



 



MIE
MIE



Iya, kita begini kan juga gara-gara nemenin kamu.



 



NU
NU



( Senyum )



Bengkak, kan ?



 



Queen dengan serius memperhatikan kaca,
sambil memegangi matanya.



 



QUEEN



( Tersentak )



Aaaahhh ! Kenapa bisa begini ?



 



DAN
DAN



( Ketawa )



Memangnya sejak semalam kamu nggak ngaca, ya
?



 



MIE
MIE



( Senyum )



Makanya jangan ketawain orang.



 



QUEEN



Aduh, udah telat begini, mana ada waktu
ngaca



lama-lama ? Lagian, aku juga nggak begitu
perhatiin



tadi.



 



Dan Dan, Nu Nu dan Mie Mie tertawa
terbahak-bahak.



 



NU
NU



( Tertawa )



Kami masih bisa menutupi dengan kacamata,



sedangkan kamu ?



 



QUEEN



( Cemberut )



Aduh, bagaimana ini ? Curang ! Curang !



Kalian bawa kacamata kenapa nggak bilang ?



Nggak setia kawan !



 



Dan Dan, Nu Nu dan Mie Mie kembali tertawa
terbahak-bahak. Kemudian, Nu Nu mengeluarkan sesuatu dari tasnya dan
mengacungkannya di hadapan Queen. Ternyata sebuah kacamata.



 



NU
NU



( Senyum )



Aku tau, kamu pasti nggak bakal bawa.
Makanya



Udah siapin ini buat kamu.



 



DAN
DAN



Kalau begini, kita setia kawan nggak ?



 



Queen tersipu malu, mengambil kacamata yang
diberikan Nu Nu dan memakainya.



 



MIE
MIE



Makanya, janga berprasangka buruk sama kita.



 



QUEEN



Maaf.



 



DAN
DAN



Aku cuma takut nanti kalau dosen datang kita



disuruh lepas kacamatanya.



 



MIE
MIE



Iya, pasti dosen suruh lepas. Gimana, donk ?



 



NU
NU



( Senyum )



Tenang, dosen nggak bakal dateng.



 



DAN
DAN, QUEEN, DAN MIE MIE



( Serentak )



Kenapa ?



 



NU
NU



( Tersenyum nakal )



Soalnya dosen nggak bakal ngajar kita lagi.



 



DAN
DAN, QUEEN DAN MIE MIE



( Serentak )



Kenapa ?



 



NU
NU



Duh, jangan tanya itu, deh ! Aku udah cukup
pusing



dengerin ocehan dosen semalem.



 



QUEEN



Semalem ?



 



NU
NU



( Mengangguk )



Semalem dosen telepon ponselku, dia curhat



Panjang lebar. Aku mana ada waktu dengerin
dia ?



Jadi, ponselnya aku taruh aja di meja, terus
aku



nonton tivi. Ternyata, 1 jam kemudian, aku



coba denger, dosen masih ngoceh di telepon.



Aku putusin aja, trus ponselku aku matiin.



Makanya semalem waktu Queen telepon aku



nggak bisa, soalnya ponselku nggak aktif.
Habis,



aku takut dosen telepon lagi.



 



DAN
DAN



Kalau dosen nggak ngajar lagi, berarti



ada penggantinya, donk !



 



MIE
MIE



Harusnya memang ada, kan ?



 



NU
NU



Mungkin telat kali.



 



QUEEN



( Mengusap-usap dadanya )



Untung dia telat, kalau enggak, aku yang
repot.



 



CUT
TO :


Shan2 · 81 views · 0 comments
Categories: Episode 3#, Part 1
Episode 3# " 3 Diva Piano " : Part 2
30 Oct 2007 


INT.
KAMPUS QUEEN, KANTIN – SIANG



Terlihat Queen, Dan Dan, Nu Nu dan Mie Mie
sedang duduk berhadapan di sebuah meja di ujung kantin. Di meja mereka ada
tersedia banyak makanan dan minuman.



 



DAN
DAN



Apa ? Jadi, Xiao Hu King yang ambil ?



 



QUEEN



Iya, makanya hari ini aku akan pulang



cepat, biarpun nggak dijemput Jack.



 



NU
NU



Kenapa Jack nggak jemput ? Balapan lagi ?



 



QUEEN



( Menggelengkan kepala )



Jack nemenin mama. Suasana hati mama lagi
buruk.



 



NU
NU



Wah, Jack anak berbakti, yah !



 



MIE
MIE



Kenapa ?



 



QUEEN



Urusan keluarga.



 



DAN
DAN, MIE MIE dan NU NU



( Serentak )



Oooo …



 



MIE
MIE



Jadi, King gimana ?



 



DAN
DAN



Ace ! Ace gimana ?



 



NU
NU



( Memukul pundak Dan Dan )



Wei, yang kecelakaan tuh King, bukan Ace.



 



DAN
DAN



( Menjulurkan lidah kepada Nu Nu )



Bodo.



 



QUEEN



King baik-baik aja. Kemungkinan hari ini
sudah



boleh pulang. Cuma untuk sementara nggak
boleh



melakukan aktifitas berat.



 



NU
NU



Wah, Queen asyik, yah ! Bisa tinggal serumah



sama King, cowok yang suka kucing. Apalagi
Xiao Hu



udah dipelihara sama King.



 



Queen terdiam, teringat kejadian tadi pagi
di rumah sakit. Ketiga teman Queen menyadari keanehan pada diri Queen dan
memperhatikannya dengan seksama.



 



MIE
MIE



Kenapa ? Kok diem ?



 



DAN
DAN



Iya, kamu nggak biasanya begini.



 



NU
NU



Ada masalah apa yang nggak kamu ceritain ke
kita ?



 



Queen masih diam.



 



MIE
MIE



Apa masalah kamu itu adalah masalah keluarga



yang kamu bilang ?



 



Tiba-tiba terdengar suara keras. Queen, Dan
Dan, Nu Nu dan Mie Mie segera menoleh.



 



Camera
movement
. Terlihat tubuh
seorang cowok menimpa meja sampai terbelah dua. Di sampingnya berdiri tiga
orang cewek, yang pertama adalah PHOENIX, close
up
cewek cantik berambut panjang, lurus dan hitam berkilau yang sedang
menutup mulutnya.



 



Yang kedua adalah SWALLOW, close up cewek berwajah alim yang sedang
menutup wajahnya. Yang ketiga adalah TWETTY, close up cewek imut yang sedang melipat kedua tangannya sambil
memperhatikan cowok yang menimpa meja kesakitan.



 



Di samping ketiga cewek itu, berdiri CONDOR,
close up seorang cowok keren yang
sedang bertolak pinggang.



 



CONDOR



Awas kalau lain kali berani mengganggu
adikku



dan teman-temannya lagi. Aku bikin jadi sate
kamu !



 



Cowok yang kesakitan itu segera berlari
terbirit-birit meninggalkan kantin.



 



Camera
movement
. Terlihat Queen,
Dan Dan, Nu Nu dan Mie Mie sedang memperhatikan Condor dengan terkagum-kagum.



 



DAN
DAN



Wah, seorang pendekar telah datang ke



kampus kita.



 



NU
NU



Kakak yang membela adiknya. Kok aku merasa
dia



sedikit mirip Jack, ya ?



 



QUEEN



Nggak mirip.



 



NU
NU



Maksudku bukan wajahnya, tapi sifatnya.



 



MIE
MIE



Kalau sifatnya memang agak mirip.



 



DAN
DAN



Tapi terlalu berlebihan kalau sampai memukul



orang.



 



NU
NU



Sudah pasti, Jack lebih oke. Jack ngak bakal



sembarangan mukul orang.



 



DAN
DAN



( Memperhatikan ketiga cewek )



Adiknya yang mana ?



 



NU
NU



( Menunjuk PHOENIX )



Yang berdiri di tengah itu adalah Phoenix.
Itu



adiknya. Mahasiswi jurusan musik.



 



QUEEN



Wah, cantik sekali !



 



NU
NU



( Menunjuk TWEETY )



Yang di samping kanan itu adalah Tweety.
Juga



adalah mahasiswa jurusan musik. Penggemarnya



banyak, tapi orangnya judes.



 



DAN
DAN



Sayang, padahal dia lumayan manis.



 



NU
NU



( Menunjuk SWALLOW )



Yang di samping kiri itu adalah Swallow.
Juga



mahasiswi jurusan musik.



 



MIE
MIE



Angkatan berapa ?



 



NU
NU



Sama seperti kita, mahasiswa baru. Tapi
mereka



sangat terkenal di jurusan musik. Julukan
mereka



adalah 3 DIVA PIANO. Karena mereka sangat
pintar



main piano.



 



QUEEN



Kakaknya itu kuliah di sini juga ?



 



NU
NU



Enggak, kakaknya namanya Condor. Dia cuma



datang untuk menjemput adiknya.



 



DAN
DAN



Mahasiswa baru ? Kok aku nggak tau, ya ?



 



QUEEN



Iya, aku juga nggak tau.



 



MIE
MIE



Nu Nu, kamu kok tau ?



 



NU
NU



( Wajahnya merah, langsung salah tingkah )



Ng …



 



Dan Dan, Queen dan Mie Mie masih berusaha
berpikir.



 



DAN
DAN



Iya, kita kan berteman sejak SMU. Masuk
universitas



bareng, ke mana-mana selalu bareng. Jadi,
nggak mungkin



Nu Nu tau, tapi kita nggak tau.



 



MIE
MIE



Memangnya Nu Nu pernah nggak pergi bareng
kita ?



 



QUEEN



Setiap janjian Nu Nu selalu ikut, kok !



 



Nu Nu masih diam, wajahnya semakin merah
karena ketakutan.



 



DAN
DAN



Kecuali, waktu Nu Nu pergi, kita yang nggak
ikut.



 



QUEEN



Iya, tapi kapan ?



 



Dan Dan, Queen dan Mie Mie masih berpikir
keras. Nu Nu mulai beranjak berniat melarikan diri.



 



DAN
DAN, QUEEN dan MIE MIE



( Serentak )



MAHASISWA JURUSAN MUSIK !!!!! ETHAN !!!



 



Nu Nu segera berlari meninggalkan
teman-temannya. Dan Dan, Queen dan Mie Mie segera beranjak dan mengejar Nu Nu.



 



DAN
DAN



Nu Nu, jangan lari ! Kamu harus cerita sama
kita !



 



QUEEN



Iya, Nu Nu. Jangan kabur !



 



CUT
TO :


Shan2 · 437 views · 3 comments
Categories: Episode 3#, Part 2
Episode 3# " 3 Diva Piano " : Part 3
30 Oct 2007 


EXT.
TAMAN DEKAT KAMPUS, KURSI PANJANG – SIANG



Terlihat Queen, Dan Dan, Nu Nu dan Mie Mie
sedang duduk di bangku panjang.






DAN
DAN



Jadi, waktu kamu pulang nonton sama Ethan,
kalian bertemu



Phoenix, Tweety, Swallow dan Condor. Trus,
kejadiannya



sama kayak tadi, Condor lagi mukul orang
yang godain



adik dan teman-temannya ?






Nu Nu mengangguk.






QUEEN



Trus, Ethan kasih tau kamu mereka siapa ? Gitu
?






Nu Nu mengangguk.






MIE
MIE



Setelah itu, kalian pulang dan nggak
melakukan



apa-apa, cuma nonton ?






NU
NU



( Mulai kesal )



Iya, iya, iya. Kalian udah bertanya 15 kali
tau.



Masih belum puas juga ?






DAN
DAN



Aku merasa kalian nggak cuma nonton, deh !



Pasti ada hal yang dirahasiakan.






QUEEN



Aku juga merasa begitu.






NU
NU



Aduh, aku kan udah bilang nggak ada. Lagian,



Mana mungkin aku menghianati Jack ?






QUEEN



( Tersentak )



Jack ? Oh, iya. Aku harus buru-buru pulang.






MIE
MIE



( Kecewa )



Kenapa ? Kok cepat sekali. Mumpung hari ini
Jack



nggak jemput, kamu jangan pulang dulu.






QUEEN



( Beranjak )



Nggak bisa, aku mesti pulang. Besok kan kita



Bisa ketemu lagi.






MIE
MIE



( Menundukkan kepala )



Kemungkinan, besok aku nggak bisa ngobrol



lama-lama setelah pulang kuliah.






DAN
DAN, QUEEN dan NUNU



( Serentak )



Kenapa ?






MIE
MIE



Saudara kembarku akan pindah ke sini.






QUEEN



( Kembali duduk )



Pindah ? Bukankah sejak dulu dia nggak
pernah



mau masuk sekolah maupun kampus yang sama



denganmu ?






DAN
DAN



Iya, saudara kembarmu itu sombong sekali.
Padahal



kita temenan sejak SMU, tapi dia sama sekali
nggak



pernah mau ketemu ataupun kenalan sama kita.






NU
NU



Apa hubungannya saudara kembarmu pindah ke
sini



sama kamu yang nggak bisa ngobrol sama kita
?






MIE
MIE



( Menghela napas )



Di universitasnya yang dulu, saudara
kembarku



memukul teman kuliahnya sampai tangannya
patah.



Jadi, universitas menghubungi papaku agar
mengatur



kepindahannya, daripada dia dikeluarkan. Papaku marah



besar. Meskipun Rice menolak kuliah di sini,
papa tetap



memaksa, karena menurut papa kalau dia
kuliah di universitas



yang sama denganku, aku bisa mengawasinya.
Dan karena itu



juga, selesai kuliah, kami akan dijemput dan
harus segera



pulang, nggak boleh main ke mana-mana.






DAN
DAN



Nggak adil. Yang buat kesalahan kan saudara
kembarmu,



kenapa kamu juga harus kena ?






QUEEN



Iya, bilang aja sama papamu, kamu kan nggak
bakal kayak



saudara
kembarmu, jadi kamu nggak usah dilarang-larang






NU
NU



Kabur aja. Queen kan juga sering kabur.






QUEEN



( Cemberut )



Wei, jangan ngajarin yang nggak bener. Kalau
Mie Mie



Kabur, nanti papanya malah ngira dia kayak
saudara



kembarnya.






SHADOW
( O.S )



Nona …






Dan Dan, Queen, Nu Nu dan Mie Mie segera
menoleh. Point of view empat sekawan.
Close up Shadow, cowok berkulit
kecokelatan yang berdiri di belakang kursi panjang.






MIE
MIE



Aku harus pulang.






DAN
DAN



Siapa dia ?






MIE
MIE



Pengawalku.






NU
NU



Pengawal ? Sejak kapan kamu punya pengawal ?






QUEEN



Iya, kita kok nggak pernah tau kamu punya
pengawal ?






MIE
MIE



Sebenarnya sejak kecil. Tapi, waktu aku
masuk SMU,



aku melarangnya memperlihatkan diri di depan
teman-



temanku. Aku nggak mau dianggap sebagai nona
besar



yang selalu diikuti pengawal.






NU
NU



Lho, kalau dulu kamu menutupinya dari kami,
kenapa



sekarang kamu biarkan dia menunjukkan diri ?






MIE
MIE



( Menghela napas )



Besok saudara kembarku akan pindah ke sini.



Shadow nggak mungkin sembunyi lagi. Karena,
dia



pasti akan melaporkan kepada papaku kalau
tau



selama ini Shadow nggak mengikutiku seperti
Mouse



mengikutinya.






NU
NU



( Memperhatikan Shadow )



Oh, jadi dia namanya Shadow, ya ?






DAN
DAN



( Tertawa, kepada Shadow )



Sering berjemur, ya ?






QUEEN



( Memukul pundak Dan Dan )



Mouse itu siapa ?






MIE
MIE



Pengawal Rice, saudara kembarku.






Nu Nu masih memperhatikan Shadow yang
berdiri tanpa ekspresi. Dan Dan masih menertawakan Shadow. Mie Mie beranjak
dari tempat duduk, diikuti Queen.






MIE
MIE



Teman-teman, aku pulang dulu, ya.






NU
NU



( Menoleh )



Mie Mie, jangan sedih. Kita masih bisa
ketemu



setiap ada kuliah, kan ?






DAN
DAN



Meskipun kamu punya pengawal, kami nggak



akan menganggap kamu sebagai nona besar.






QUEEN



Aku percaya, kita pasti bisa ngobrol lagi
kayak



sekarang.






Mie
Mie tersenyum.






CUT
TO :






INT.
RUMAH QUEEN, RUANG TAMU – SORE



Berawal dari close up langkah kaki seseorang. Belakangan terlihat Queen yang
sedang berjalan menuju sofa, memperhatikan sekeliling, mencari jejak mama dan
Jack.






Tapi mama dan Jack tidak ada. Queen pun
berjalan menuju tangga.






INT.
RUMAH QUEEN, DEPAN KAMAR QUEEN – SORE



Terlihat Queen berjalan menuju kamar Jack
yang terletak di sebelah kamarnya.






INT.
RUMAH QUEEN, DEPAN KAMAR JACK – SORE



Queen mengetuk pintu beberapa kali, tapi tak
ada jawaban. Queen pun membuka pintu, tapi Jack tak ada di kamar.






INT.
RUMAH QUEEN, DEPAN KAMAR MAMA – SORE



Queen mengetuk pintu beberapa kali, tapi tak
ada jawaban. Lagi-lagi Queen membuka pintu, tapi tak ada orang di kamar.






INT.
RUMAH QUEEN, DAPUR – SORE



Terlihat seorang Bibi sedang beberes di
dapur. Queen mendekati sang Bibi.






QUEEN



Bi, mama sama Jack
mana ?






BIBI



Ada di taman, nona.
Sama Nona Rose.






QUEEN



( Senyum )



Oh, ya udah.
Makasih, ya.





CUT TO :
Shan2 · 100 views · 0 comments
Categories: Episode 3#, Part 3
TEN
30 Oct 2007 


Cowok keturunan Kanada ini adalah seorang pangeran sombong. Sejak kecil, Ten selalu mendapat yang terbaik. Sampai ia bertemu Queen yang membuatnya jatuh cinta.


Shan2 · 210 views · 1 comment
Categories: Character List

Previous page  1, 2, 3, 4 ... 9 ... 16  Next page

Last Comment

You will become more and more ...

2010-03-10 @ 01:49:18 am
by mai


You will become more and more ...

2010-03-09 @ 07:21:29 am
by hg


You will become more and more ...

2010-03-08 @ 12:59:35 am
by HB


You will become more and more ...

2010-03-05 @ 09:38:22 am
by HB


It's not so simply to make ...

2010-02-18 @ 07:46:27 pm
by SB20Chloe


Calendar

March 2010
SunMonTueWedThuFriSat
 << < > >>
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031   

Google Adsense

Announce

Who's Online?

Member: 0
Visitors: 2

rss Syndication

Archives